ar
telinga Nada, ketika mendengar apa yang
mendengar apa yang baru saj
itu saya membawa kamu kesini untuk menolong Daffa. Saya pasti akan memberikan banyak uang u
a nggak bisa. Saya masi
urkan hidup kamu, kalau kamu berani membantah perintah saya
i oleh kedua anak buahnya. Sedangkan Nada masih terdiam, bersama dengan Ira yang masih berdiri
i sini saja dan temani tuan muda. Kalau dia bangun dan minta disusui, maka kamu ha
bisa, Bu.
r
ri menyusulnya untuk membuka pintu. Namun, saat ia mencoba membukanya, pintu itu t
a nggak mau di sini, tolong!" pekik Nada sam
engan mayat hidup seperti Daffa. Nada sudah menangis sesenggukan, ka
ng terus menangis sambil memanggil nenekn
k! U
batuk yang tak jauh di belakangnya. Dengan tubuh yang terasa kaku, perlahan gadis itu me
suara berat dan seakan
nik, gadis itu cepat-cepat berusaha sekali lagi untuk membuka pintu, t
?" Nada panik. Keringat dingin mulai
ndela, tapi tetap tak bisa menemukannya. Nada s
Kenapa kamu
Daffa. Namun, sungguh mengherankan karena pria itu tiba-tiba saja bangkit dari tem
ematung tanpa berani berucap sedikit pun. Nada masih gem
i, tanpa ada satu inci pun bagian tubuh Nada yang terlewat. Nada gemetar saat
ya dengan kedua lengan. Ia semakin takut saat
unya telinga?" ta
cepat. Ia cukup terkejut dan tak menyangka, jika pria s
mu
akan banyak hal sama kamu?" Da
egitu, t
pa katakan!" desak Daffa d
an, karena sebelumnya Tuan Hendra mengatakan kalau separuh tubuh Daffa menga
isa menjawab pertanyaanku? Wah, rupanya selain tuli,
ini karena disuruh oleh Tuan Hendra. Tapi saya
pa mengatakan kalau se
engangguk, mengiyak
skan tangannya tepat
h sembuh sekarang dan aku sudah nggak butuh bantuan dari siapapun lagi. Sekarang
bab ia tak jadi harus memberikan asi pada pria tampan itu
n. Tapi pintu ini dikunci dari luar. Sa
ebuah lemari yang tak jauh dari tempat tidurnya. Ia membuka laci meja itu, dan segera me
buka pintunya d
ang hati. Wajahnya sangat bahagia,
. Terima ka
saat ia sedang fokus, tiba-tiba saja terd
r
tika ia terkejut saat melihat D
berlari menghampiri Daffa, membiarkan
h pria itu tampak kaku, dan nafasnya juga ter
u?" panik Nada sambil meletakkan
dada Nada yang kini berada di hadapannya. Ia bisa menatap jelas dada Nada yang san
tangan Daffa juga nampak bergetar. Jari telunjuknya terangkat dengan lsusu kamu," uca