ah
kin nyaris melompat keluar dari tempatnya. I
baju di depanmu, begitu?" tanya Nada, j
h aku juga udah lihat payudara mu kan?" Daffa
. tapi
penolakan," desak Daffa yang
ka aku yang akan melepas bajumu dengan paksa. Aku yang akan mengg
Daffa. Ia ragu, apakah harus melepaskanua
" Nada memekik k
usu darinya, tapi tetap saja Nada malu jika bagian sensitifnya
eiring dengan detak jantungnya yang semakin kencang, maka sema
ig
ua
nya banyak waktu untuk menunggu
ie milik Nada begitu saja dengan paksa, hingga membuat tali itu putus. Tak hanya
n?" Nada menjerit kencang saat Daffa
uh indah Nada. Daffa dengan cepat melemparkannya ke sembara
u ...." Ucapan Daff
embar kain segitiga tipis yang menutupi daerah sensitifnya. Sedangkan kedua payudara besarnya tampak berusaha ia tutupi d
neh di darahnya kembali mengalir deras, melihat puting payudara Nada yang berw
biasa, hingga bisa membuatnya jadi sehat lagi seperti ini. Apalagi saat membayangkan ia sedan
h
a refleks menatap ke bawah sana, dimana benda keras itu ta
uhnya ia sangat terangsang hany
" isak Nada dengan suara parau, sep
i membuang wajah dan
antar kamu ke rumah nenek kamu sekarang!" tegas Daffa, yang kini be
epat menghapus air matanya. Ia menatap tubuhnya yang nyaris polos, lal
lum dia melihatku dala
engenakannya agar tak dilihat oleh Daffa. Sebuah kaos berlengan panjang
an belahan dada rendah itu tak bisa menyembunyikan
ata Nada sambil
dak akan memancing hasrat nya lagi karena sudah berganti pakaian. Namun, Daff
makin membuat aku ke
n dada besarnya. Pinggang dan lengannya ramping, sedangkan pinggulnya sangat besa
mengepal erat, berusaha sekuat tenaga menahan batang
ku takut kemalaman. Nenek pasti sangat
embuskannya perlahan. Ia menatap tajam pada Na
k Daffa yang segera berja
a yang sudah menuju ke garasi mobil. Pemuda itu masuk ke dalam mobilnya terl
s menginjak pedal gasnya dan melajuka
ng seolah nyaris tumpah keluar dari tempatnya. Meskipun gadis itu tak mengenakan bra, tapi dada nya tetap ter
dalam sana," geram Daffa seraya mengelus batang nya pelan-pela
fa terus menyaksikan belahan payudara Nada yang membuatnya membayang
cembung dan membesar, mengeras dengan sangat sempur
ar nggak tahan!" se
dal rem nya secara tiba-tiba h
tt
ni?" tanya Nada panik saat
rkirkan mobil di tepi jalanan yang cukup sepi, Daffa bergegas kelua
tiba-tiba membuka pintu mobil. Padahal m
ini? Rumah nenek masih jau
a. Begitu ia masuk, ia langsung mengunci pi
apa yang k
ntik Nada, lalu pandangannya turun menuju
k tahan. Aku sangat tergoda karena dad
is itu dengan paksa ke bangku mobil. Ia pun segera menciumi leher dan dada Nada
da, jang