u malam ini, Nada. Kalian nggak perlu menyiapkan apapun, karena di r
isa meninggalkan rumah ka
a aku akan meminta anak buahku untuk merenovasi rumah ini supaya terlihat lebih b
menyangka dengan jawaban Daffa. Ia bah
kah itu? Rumah kam
ang kita pergi ke rumahku agar para anak
rut saja dengan Nada," angguk Nek Si
" Daffa tersenyum dan mengaj
ke dalam mobil, karena dengan begitu maka Nad
affa membuat hatinya tak tenang, namun apa daya, ia tak ingin mengecewakan wanita tua yang sangat ia sayangi. Saat itu, N
pat tinggal. Dia sangat baik pada kita," ucap Nek Siti dengan lembut sebelu
g neneknya di kursi belakang, Da
nenek kamu juga istirahat di tempat yang lebih luas,
uk tidak menentangnya. Tak ada pilihan lai
duduk di kursi depan, berusaha menahan
asakan Daffa sesekali mencuri pandang ke arahnya, terutama ke arah payudara nya yang ia tahu sengaja dijadikan objek pandang oleh pria itu. Nada merapatkan k
menggeram pelan, merasa fru
oda...," bisiknya pelan
dalikan. Kendati demikian, ia berusaha keras menahan diri,
a, Tuan Hendra menyambu
ramah sambil melirik neN
emperkenalkan, sembari melirik ke ara
endra, yaitu Ira yang sejak tadi terus menatap tak senang. Wajahnya terl
an sopan, meski tak mendapatkan balasan
untuknya. "Nek, di sini kamarnya. Nek bisa istirahat dulu. Sudah
ucap Nek Siti sambil tersenyum. Dengan tenang, nenek Nada mas
i neneknya masuk, Daffa k
atanya singkat, ta
ebar keras. Tatapan Daffa terasa semakin
dulu," jawabnya pelan, b
untuk pembelaan. Tanpa banyak bicara, ia menarik Nad
ekik Nada tertahan, tapi
ak
Ia berjalan mundur, merasa ketakutan saat tatapan Daffa mengarah tajam padanya. Bahkan tatapan pria itu seakan menelanjangi tu
ngat menggoda," puji Daffa yang tiba-tiba m
kancing bajunya. Dada kekar dan keras itu terpampang nyata di depa
Nada seraya terus berjalan mundur, hingga akhirnya ia menabrak tepi
menempel di tubuhnya. Kini tubuh atletis bak ro
sa mengalihkan pandangan dari sana. Ia sama sekali tak bisa m
ng tiba-tiba merangkak naik ke atas ra
anku!" Nada terkejut dan membelalak k
ku hanya ingin minta jatahku saja kok." Daf
a?" tanya Nada s
," ujar Daffa yang kini segera merema
telapak tangannya meremas benda kenyal s