pria yang berseru cukup keras memanggil nama Daffa dan Nada. Sontak suar
at melihat keberadaan Tuan Hendra
an," ucap
ada nya yang besar itu ke balik dress berbelahan rendah yang sedang ia kenakan. Wajah Nada pucat
ada dan Daffa duduk berdampingan dan masih bersimpuh di lantai. Sedangkan Tuan Hendra segera be
ra sambil menatap pada Nada. Pria paruh baya itu juga terl
pertamamu karena sudah menolong Daffa," lanjut
npa berani menerimanya. Gadis itu masih tak menyangka, jika Tuan Hendra benar-benar a
u! Ambil saja," cetus Daffa tiba-t
sangat banyak," sa
ku. Jadi lebih baik kamu ambil saja, karena kamu u
h Daffa itu benar. Ambillah
begitu saja. Tangannya terulur dengan gemetar, lalu menerima c
, saya bisa membahagiakan nenek saya," isak
ra membalikkan badan dan melangkah per
agia karena mendapatkan uang yang cukup banyak. Ia seakan lup
fa yang kini beranjak ba
ang ini, aku bisa merubah kehidupa
hu tentang kehid
edikit ragu karena Daffa
k bisa sering-sering
a?" Mata Nada
bisa bertahan hidup seperti tadi karena bantuanm
uh dari nenek. Lagipula aku datang kesini karena diculik. Ini bukan murni keingin
cek nya," kata Nada sambil
bibirnya. Senyum miring terc
u berani melawan, kembalika
tak berani untuk melawan Tuan Hendra, karena laki-laki tua itu
pikirannya sendiri. Hingga akhirnya ia me
suatu sama kamu, Tuan m
kan s
pulang untuk
us tetap disini dan ng
di rumah, dan sekarang dia pasti sedang menangisi aku karena
sungguh tak tega untuk menambah beban di hati gadis itu. Bagaimana pun juga, ia harus punya
tadi?" tanya D
n," jawab
erlihat menghel
pulang untuk menemui nene
syaratnya, Tuan?" Kebaha
engantar kamu pulang.
engan penawaran Daffa, tapi ia juga sudah tak punya pilih
h kalau
ganti baju dulu. Aku ak
, Tu
un tangan gadis itu keluar kamar, menemui Ira yang sed
seketika membuat Ira di d
oh-gopoh menghampiri Daffa yang sej
ang di hati Ira. Ia menatap sinis pada Nada, sebe
da butuh
kamar ini adalah milik Nada. Kamu bisa keluar dari sini!" Daffa berkata dengan te
ini kamar s
au kamu nggak mau, maka silahkan kamu k
mandang Nada dengan penuh kebencian, tapi akhirn
. Silahkan mas
tangan Nada masuk ke dalam kamar it
menyebalkan," gerutu Daffa, se
sar. Ia membuka lemari itu dan mengambil salah
aju ini. Ini jauh lebih lay
patuh dan meneri
pnya sambil melangkah men
tanya Daffa tiba-tiba, me
mau ke kamar mandi
a itu tersenyum aneh seray
nti baju ke
al
sini. Di depanku!