Nada dengan wajah pucat, tetapi Daffa sam
mengajak kamu bersenang-senang saj
riak Nada sambil berusaha mendorong
kan niat Daffa sedikit pun. Entah kenapa rasanya Nada terlihat semakin s
cantikanmu. Seksimu juga nggak akan berkurang, tapi kamu malah akan semakin seksi. Aku bisa membuat dada mu semakin bertambah besar dan menggoda d
asih perawan! Tolong jangan rusak kepera
Nada. Sebab saat ini ia hanya dikuasai oleh nafsu dan gairah yang
an membuatmu merasakan apa itu kenikmatan." Da
ncak. Pria itu merasakan batang kejantanannya semakin mengeras saat melihat payudara Nada yang tampak sangat be
aku gila," cecar Daffa, lalu segera mendek
esahan kecil, kala ia merasakan ujung lidah Da
cantik dengan mimik wajah yang sangat menggoda, semakin membangkitkan hasrqt dalam diri Daffa. Ia merasakan hawa tubuhnya tera
menggoda sekali hah?"
ari tubuh Nada. Hingga kini nampaklah perut ramping Nada yang dihiasi pusar
ang, tanpa ditutup oleh bra. Daffa langsung meremasnya dan menyesap
h!" Nada merasa
memainkan puncak dada nya, memilin puting merah muda itu dan sesekali menggigitnya. Daffa bahkan me
ngannya meremas rambut Daffa. Daffa semakin melancarkan hisapann
, tu
nggu pikirannya. Di antara kegelisahan itu, ia sadar tubuhnya bereaksi, sebuah dorongan yang tak bisa ditahan le
di wajah Nada, bibir gadis itu bergetar, dan tak lama kemudian terdengar isakan yang peca
lah aku... dan kasihani nenekku juga." Air mata terus mengalir, mengir
at dalam tubuhnya, merambat dari kepala hingga ujung kaki. Ia hampir saja melakukan se
." Suaranya nyaris tak te
il yang sempat ia singkap. Setelah itu, ia bergegas merapikan dirinya se
masih menangis, menutupi wajah dengan kedua tangannya. T
i, maafkan
i, ia menyalakan mesin mobil dan mulai melajukan kendaraannya menuju rumah nenek Nada. Sebelumny
engar isakan Nada yang menggema, memecah keheningan malam. Daffa menggenggam kemudi erat, tak tahu harus
ap, seakan mencerminkan kegelapan yang merasuk dalam dirinya. Udara malam yang
kecil yang tampak tua. Di terasnya, seorang wani
but Nada di sel
elum juga pulang setelah sekolah. Ia berjalan monda
en
nghampiri neneknya itu. Mendengar suara itu,
ad
Mereka berdua saling berpelukan erat. Tangis keduanya pecah, menciptakan pemandangan yang mengharukan. Daffa
nek," batin Da
di benaknya, membuatnya tenggelam dalam perasaan har
apa kamu tidak pulang dari tadi siang? Kamu kemana?" Nek Siti yang ma
mencari alasan. Tidak mungkin ia mengatakan bah
e di rumah saya, Nek,"
at Daffa yang sedang berdiri di dekat mobil. Dengan raut wajah
siapa
skan apa. Namun, Daffa dengan cepat
alau begitu mari
atanya. Ia pun mempersilakan Daffa untuk masuk ke dalam rumah.
encair. Daffa merasakan sesuatu yang jarang ia rasakan-kehangatan,
ncang, Daffa mengutarakan m
a ingin mempekerjakan Nada di rumah saya,
rena sejak tadi Daffa tak pernah membahas masa
ri Nada. Dia satu-satunya keluarga yan
yum, tatapan
t tinggal di rumah s
namun Nada terlihat gemetar. Tatapan Daffa membuatnya takut
Namun, di sisi lain, ia tahu bahwa hidupnya dan hidup
an Daffa," batin Nada dalam hati, karena d
rsedia dengan tawaran Tuan Daffa?" tanya
tergapap San terkejut mendenga
ga sudah nyaman bekerja di rumah saya," sahut
melayangkan tatapan tajam pada pria tampan itu, karena selama in
aiklah. Nenek setuju saja untuk ikut ke rumah Tuan Daffa,"
a itu. Ia berharap jika Nek Siti tak setuju dengan perm
lah sudut bibirnya, membentuk senyum bul