img Pemuas Nafsu Tuan Muda 21+  /  Bab 7 Kamu Sangat Menggoda | 18.42%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 7 Kamu Sangat Menggoda

Jumlah Kata:1496    |    Dirilis Pada: 17/03/2025

Nada dengan wajah pucat, tetapi Daffa sam

mengajak kamu bersenang-senang saj

riak Nada sambil berusaha mendorong

kan niat Daffa sedikit pun. Entah kenapa rasanya Nada terlihat semakin s

cantikanmu. Seksimu juga nggak akan berkurang, tapi kamu malah akan semakin seksi. Aku bisa membuat dada mu semakin bertambah besar dan menggoda d

asih perawan! Tolong jangan rusak kepera

Nada. Sebab saat ini ia hanya dikuasai oleh nafsu dan gairah yang

an membuatmu merasakan apa itu kenikmatan." Da

ncak. Pria itu merasakan batang kejantanannya semakin mengeras saat melihat payudara Nada yang tampak sangat be

aku gila," cecar Daffa, lalu segera mendek

esahan kecil, kala ia merasakan ujung lidah Da

cantik dengan mimik wajah yang sangat menggoda, semakin membangkitkan hasrqt dalam diri Daffa. Ia merasakan hawa tubuhnya tera

menggoda sekali hah?"

ari tubuh Nada. Hingga kini nampaklah perut ramping Nada yang dihiasi pusar

ang, tanpa ditutup oleh bra. Daffa langsung meremasnya dan menyesap

h!" Nada merasa

memainkan puncak dada nya, memilin puting merah muda itu dan sesekali menggigitnya. Daffa bahkan me

ngannya meremas rambut Daffa. Daffa semakin melancarkan hisapann

, tu

nggu pikirannya. Di antara kegelisahan itu, ia sadar tubuhnya bereaksi, sebuah dorongan yang tak bisa ditahan le

di wajah Nada, bibir gadis itu bergetar, dan tak lama kemudian terdengar isakan yang peca

lah aku... dan kasihani nenekku juga." Air mata terus mengalir, mengir

at dalam tubuhnya, merambat dari kepala hingga ujung kaki. Ia hampir saja melakukan se

." Suaranya nyaris tak te

il yang sempat ia singkap. Setelah itu, ia bergegas merapikan dirinya se

masih menangis, menutupi wajah dengan kedua tangannya. T

i, maafkan

i, ia menyalakan mesin mobil dan mulai melajukan kendaraannya menuju rumah nenek Nada. Sebelumny

engar isakan Nada yang menggema, memecah keheningan malam. Daffa menggenggam kemudi erat, tak tahu harus

ap, seakan mencerminkan kegelapan yang merasuk dalam dirinya. Udara malam yang

kecil yang tampak tua. Di terasnya, seorang wani

but Nada di sel

elum juga pulang setelah sekolah. Ia berjalan monda

en

nghampiri neneknya itu. Mendengar suara itu,

ad

Mereka berdua saling berpelukan erat. Tangis keduanya pecah, menciptakan pemandangan yang mengharukan. Daffa

nek," batin Da

di benaknya, membuatnya tenggelam dalam perasaan har

apa kamu tidak pulang dari tadi siang? Kamu kemana?" Nek Siti yang ma

mencari alasan. Tidak mungkin ia mengatakan bah

e di rumah saya, Nek,"

at Daffa yang sedang berdiri di dekat mobil. Dengan raut wajah

siapa

skan apa. Namun, Daffa dengan cepat

alau begitu mari

atanya. Ia pun mempersilakan Daffa untuk masuk ke dalam rumah.

encair. Daffa merasakan sesuatu yang jarang ia rasakan-kehangatan,

ncang, Daffa mengutarakan m

a ingin mempekerjakan Nada di rumah saya,

rena sejak tadi Daffa tak pernah membahas masa

ri Nada. Dia satu-satunya keluarga yan

yum, tatapan

t tinggal di rumah s

namun Nada terlihat gemetar. Tatapan Daffa membuatnya takut

Namun, di sisi lain, ia tahu bahwa hidupnya dan hidup

an Daffa," batin Nada dalam hati, karena d

rsedia dengan tawaran Tuan Daffa?" tanya

tergapap San terkejut mendenga

ga sudah nyaman bekerja di rumah saya," sahut

melayangkan tatapan tajam pada pria tampan itu, karena selama in

aiklah. Nenek setuju saja untuk ikut ke rumah Tuan Daffa,"

a itu. Ia berharap jika Nek Siti tak setuju dengan perm

lah sudut bibirnya, membentuk senyum bul

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY