a, tepat dimana bagian tubuh sensitifnya sedang digesekkan dengan rudal
fa terus melenguh seolah olah ia memang benar-benar sedang mem
karena tiba-tiba saja Daffa sudah mengemut puncak dada nya dengan
ngannya terus meremas-remas payudara Nada ya
dahnya. Daffa terus menjilat, menyesap, dan sesekali menggigitnya dengan gemas hi
gitu saja, apalagi ketika Daffa menggesek
kitar dada besar berkulit putih mulus itu hingga menciptakan cupang di sana. Ia juga membenamkan waj
aknya secara bergantian. Tangan pria itu mulai menggerayangi punggung Nada y
kini berhenti di pantat besar milik Na
a Nada, saat dia merasakan kedua tangan Daffa
di bokong kenyal dan besar milik Nada, meremas-remasnya dengan gemas. Bahkan sesekali Daffa menggesekkan jari
gairahkan dan Daffa jadi lebih leluasa melahapnya. Dihisapnya
a sakit banget karena dia mendesak ingin dikeluarkan,"
a. Sedangkan mulutnya terus saja menyusu pada payudara Nada. Kini tangan Daffa henda
n," cegah Nada dengan suara ber
rsenang-senang saja sama kamu." Daffa menarik kembali tangan Na
ketika tubuhnya dihempaskan
ua
tasnya. Satu tangan Daffa membekap mulut Nada, sementara satu tanga
onta-ronta dan mem
au diam, membuat Daffa kesusah
sudah tidak waras." Daffa menelan salivanya susah payah, ketika akhirnya kini ia berhasil melepaskan cela
tak henti menelan ludah karena melihat p
i tubuh bagian bawah Nada, sebab ia ingin menuntaska
a sambil melototkan matanya ketika cela
junior yang sudah semakin mengeras. Bahkan Daffa bisa merasakan jika pucuk
n lagi." Dengan tergesa-gesa, Daffa menarik celan
nar-benar polos seperti bayi yang baru lahir, telan
sambil kakinya menendang-nendang ke sembarang ar
urun lagi hingga ia tiba di lembah tembam yang sangat bersih dengan hiasan bulu-bulu halus yang terawat. Arom
benar harum dan terawat," puji Daffa d
ku masih sekolah dan aku masih ingin melanju
ak, karena tangan Daffa kini sudah memegang kedua kak
n hati-hati agar kamu nggak
Pokoknya
ar-lebar hingga nampaklah bibir liang surgawi yang kemerahan dan sangat
kewanitaan milik Nada yang te
ketika jari besar Daffa menye
da masih meronta-ronta meminta Daffa untuk melepaskannya. Namun, ketika jari Daffa mulai mengarah masuk me
linjang seiring dengan Daffa yang menggesek bijinya semakin cepa
ir untuk terus mengeluarkan desahan. Tubuh Nada yang sudah bugil itu sem
gan senyum penuh kemenangan di wajahnya, pria itu pun seger
pun menjulurkan lidahnya dan mulai menyapu b
ur
! Da
us menjilati sepanjang kemaluan Nada dan sesekali menyedot li