Buku E. Tiya
/0/3382/coverbig.jpg?v=b10c626741f1485ab3faf1581d394270)
Asmara Mendendam
Nezza kesulitan mencari kos yang dekat dengan tempat kerjanya. Melalui sepasang suami istri pemilik sebuah warung, Nezza mendapatkan kos yang konon berhantu. Arwah gentayangan itu diduga jelmaan dari mahasiswi yang terbunuh 2 tahun silam. Nezza berkenalan dengan Ari, mahasiswa Teknik UGM yang merupakan anak dari pemilik kos. Nezza kesal setengah mati pada Ari. Meski begitu Nezza tak dapat memungkiri ada yang bergetar di hatinya. Jessy yang dewasa dan mengemong bercerita banyak tentang sosok Ari. Diam-diam Nezza menaruh kagum pada pria dingin itu. Adelina dan Putri adalah duet penghuni kos yang agresif memburu cinta dari Ari sedangkan Rahma penghuni kos yang pendiam dan tertutup. Tidak terpengaruh pesona Ari. Semua penghuni kos mengaku pernah mendapat teror menyeramkan. Namun sedari awal Ari yakin bahwa pelaku dari kejadian aneh tersebut bukanlah hantu. Ari berupaya membongkar misteri ini tetapi tidak kunjung berhasil. Hingga suatu malam, Nezza mendapatkan gangguan kembali. Pintu kamarnya digedor-gedor, kaca jendelanya pecah dengan lumuran darah. Rahma tiba-tiba muncul dan menuduh Jessy sebagai pelaku dari semua kejadian aneh yang terjadi di kos tersebut. Bahkan Rahma menuduh Jessy sebagai pembunuh Sarah, mahasiswi yang terbunuh dua tahun silam. Akankah berbagai misteri yang terjadi di kos itu tersingkap?