nda dengan anak kembar dan alasan perceraian karena salah satu dosen yang ada di kampus ini, dosen tersebut memiliki wajah lebih dari mantan suami. Amel sendiri tid
ekatan mereka terjalin karena Amel sering datang ke tempat sang dos
dibandingkan Vina karena bersama Amel para penggemar Willy menghentikan langkah untuk dekat dengannya, sedikit banyak Willy memanfaatkan Amel dan beruntung tidak peduli dengan berita yang beredar ditambah lagi mereka tidak menggunakan perasaan
mbuat langkah Amel terhenti dan mena
u bimbingan dulu, k
nta tolong bilang sama kamu kalau ditunggu d
a mengangguk
penuh dengan cinta. Amel melangkah semakin ke dalam menuju ruangan sang dosen pembimbing yang selama ini membantu dirinya, ketika Amel masuk ke dalam terdapat seorang pria yang berusia
natap Amel "lagian sudah benar tinggal beberapa
di sini ya," Tina menatap la
gera mengangguk "saya titip tolong berikan pada mereka," memberikan berkas pada Amel
ami Tina. Melihat rupanya dan berita yang di dengar kenapa tidak sesuai secara pria tersebut tidak terlalu buruk bahkan bisa dibilang tida
a akan menghabiskan waktu dengan jalan – jalan melepas rasa stres karena terlalu lama menghabiskan waktu depan laptop. Banyak anak yang menduga Amel dan Willy memiliki hubungan dan itu semua jelas s
embuat Willy menatapnya "skri
engangguk "berangkat sekarang
n dulu ka
gganggu sama sekali jadi yang Amel lakukan adalah bermain dengan ponselnya. Tidak lama pesanan datang dengan segera Amel memakannya karena Amel
l mengangguk "pu
online aja lagian kamu bukan siapa – sia
rena kamu menghentikan langkah
tadi ada yang kasih surat tapi langsung a
"bagus dengan begitu gak
ak menginginkan perempuan tersebut dan pernah Amel mencurigai Willy sebagai penyuka sesama jenis dan langsung mendapatkan sentilan di dahi Amel. Semenjak itu Amel tidak pe
dari kampus. Amel sudah berada di sini semenjak bersama Tina dan ini berkaitan dengan skripsinya karena se
af di rumah sakit jiwa ini yang dekat dengan Amel "ta
ng dimaksud "aku serahkan l
ala dulu nyerahin berkas ini dan bangsal 2
presi bahkan berkali – kali mencoba mengakhiri hidupnya dan saat ini keadaan Jihan sudah sedikit membaik meskipun harus tetap dengan pengawasan. Setelah puas menyapa dan mengajak Jihan berbicara Amel melangkah ke tempat bangsal yang dimaksud dan langsung memberikan obatnya, Amel berbica