ntu dengan wajah bangun tidurnya, bahkan tak malu menguap di depan wajah Devan. "Lo n
au ngo
ia berjalan ke pantry mengambil segelas air putih untukn
nanyakan hal yang sama secara berulang pada Jeffano, meski sudah dijawab
menghela nafas lelah. Dia lantas duduk berhadapan dengan sahabatnya itu. "As you know gue memang bren
rokok aktif, tapi tak pernah mengajak Devan mengikutinya. Kebiasaan Jeffano yang suka mabuk dan bermain di klub malam pun tak pernah membawa-bawa Devan bersamanya
nta rekaman
anjutkan pernikahan lo. Itu artinya Yasnina memang enggak pernah berharga buat lo. Jad
rnah tidur sama wanita manapun sebe
gian gue yakin lo
. Gue berzinah!" s
erlihat dari cara Devan memandang dan memperlakukan wanita itu, hanya saja ketika ditanya secara langsung perihal cinta atau tidak, Devan tidak pernah memberikan jawaban gambla
k orang goblok yang ngasih izin Yasnina masuk ke dunia lo, tapi enggak l
ma istri gue karena hal ini.
tahun-tahun nemenin lo? Sebenarnya gue enggak menyalahkan Yasnina dalam hal ini, karena lo tahu apa? Salah lo yang enggak tegas dengan Yasnina. Lo enggak kasih Yasnina jawaban, tapi lo juga
ya
e gobl
. Andi udah engga
ang udah jadi adi
s, Andi sudah berubah.
van selalu keras kepala dengan apa yang diyakininya. "Ngomon
Devan menja
*
mereka bisa pergi berbulan madu. Saskia setuju dengan apa yang Devan sampaikan, sebab wanita itu pun masih harus mengajar dan membuat soal-soal untuk ujian santr
ulan?" tanya Hamis Creative D
ggak ada peker
gu-ragu itu. "Enggak ada, saya hanya memastikan biar n
erima kasih k
i jasa kita untuk iklan, nanti ada Yudi juga yang temani. Biar kalau
k, P
dian masuk ke meja Creative Director dan di acc klien untuk iklan produk mereka. Kecintaan Devan pada dunia seni sudah ada sejak lama, pria itu me
menemani dan selal
ujar Santi salah satu creative design
n menerima paket dari Saskia yang beru
pi sedikit kemudian dia menjadi teringat Yasnina yang dulu sering sekali membawa bekal ke sekolah untuknya, dan juga memberikan kata-kat
kembali dari toilet. Pria itu mengintip dari belakang kepala D
udi dengan jengah. "Terus lo pikir
. "Gue enggak yakin ma
masing pun menimpali obrolan mereka. "Jangan gitu lho Yud, gimana
menyeret kursi berodanya dengan kaki hingga mendekati D
ta demikan namun sadar bahwa Yasnina bukan s
o enggak
ah puny
ekehan kecil bagi Yudi. T