banyak hal yang ada dalam isi kepala Naila saat ini, Irwan sendiri terse
kali lagi mengangguk membuat Naila menutup wajahnya "aku kan nggak boleh suka sama tapi kena
lam satu ranjang yang berarti sudah siap melayani kebutuhan alami yang aku inginkan, jadi putuska
ng dilakukannya, menatap isi lemari es yang tampak penuh dengan
wan mengangguk sekilas "gaji chef
atap Naila penuh selidik "memang
ang nggak ada pembicaraan mengenai gaji, bagi aku a
at ini dimana mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Naila sendiri tidak tahu siapa yang saa
a lo buat kecil karena
ntuk tidak peduli sama sekali, perkataan Irwan mengenai dirinya membutuhkan
membutuhkan u
motong daging dengan menatap Naila bi
tas reaksi dari Irwan "suara kamu
i Leo yang tidak lain adalah pemimpi
?" sekali lagi mengangguk "lihat Pak Wijaya nggak seperti kebanyakan p
lebih terkejut lagi meliha
eh Irwan "kamu mau buat spagheti?" Irwan me
h pernikahan kita," jawab Irwan "apa kamu ingin menikah di h
ngguk "hotel mahal begitu
mengenal mer
i bibir Irwan, panggilan yang dilakukannya sejak mereka res
rtanyaan Irwan membuat Nai
cuti paling lusa baru masuk itup
kut ke
i hubungan mereka, Naila sedikit takut orang lain tahu siapa yang dinikahi Irwan yang tidak l
masalah kamu tiba – ti
rja bukan bahas masalah fans dan aku nggak peduli, kamu bisa tanya
yang bisa aku bantu?" mencoba mengalihkan pembicaraa
asakkan kalian
Irwan saat berada di dapur. Tidak ada dalam benak Naila mendapatkan suami macam Irwan yang memiliki profesi
bumbu apa saja yang dimasukkan dan Naila ingin rasanya menghentikan penggunaan bumbu yang Irwan masukkan, terbiasa dengan hidup sehat dan sekarang harus kembali pada hal yang sudah sangat lama
G T
mereka berdua." Irwan menga
ila menatap tanpa berkedip sama sekali. Suara dehaman membuat Naila tersadar dan langsung m
apnya dan membalas uluran tangan "Selamat buat pernikahan kalian, Ir
a bingung duduk dimana tapi Endi meminta Naila duduk bersama dengan mereka. Mengikuti langkah Endi dengan duduk berhadapa
dan menyiksa dibandingkan kalian. Kalau nggak percaya tanya sama dia." Leo menatap Naila lembut dengan menunjuk Endi "Kita belum berkenalan Leo sahabat
sini, jadi nantinya kamu jangan terkejut kalau tiba-tiba mereka data
tentu cocok dengan lidah Naila. Setelah Irwan menyuruh makan baru mereka memulainya dan te