ergemeletuk. Kedua tangannya terkepal erat k
akan keras, seluruh maid menundukkan kepala ketakutan. Zhou
am mulut Zhou Lu. Melihat bahwa pria tua di sana terbisu, Zhou Fan menambahkan sinis, "Jika bukan
sar Zhou Lu menggelegar ke seluruh
siapa
ou
mpur tangan keluarga Yu. Dan kalau bukan karena Ibu menjadi pe
rah. Iris pekatnya terbang begitu nyalang, s
l diam saat saya terluka. Jangan lupa bahwa tanpa bantuan Yu, Zhou hanya
ngin, "Acara kenegaraan sebentar lagi diadakan, dan Zui Yu terluka sanga
an. Disertai sunggingan senyum sarkastik penuh kemen
dut lantai dua, menemui Zui Yu yang setengah sadar di atas ranjan
sakit," ucapnya acuh tak acuh. Kemudian mende
menepis lemah ta
bab, kotor, dan amis oleh darah. Wajahnya bahkan lebih buruk.
ikap bodoh dan bersikeras! Kamu benar-benar akan mati
ampir menyerupai bisikan orang sek
g bersiap akan meledak. Ia ingin berlari memeluk sa
uk dan kehabisan nafas. Gadis itu terengah-engah, menahan erangan kesa
a berkata apapun, lantas menarik pak
ingin, "Hidup atau mati, tidak bisa dite
lalu tanpa ekspresi saat bersamanya. Mereka berdua bisa dibilang
hwa Zhou Fan mencintainya. Semuanya benar-be
gap
ia masih
dia juga berhar
berharap seperti manusia normal. Y
maukah kakak berdoa un
s membuang waktuk
senyum getir. Rasanya lebih sakit walaupun dia s
esaat setelahnya, jatuh pingsan karena kehilangan
*
Dua hari sete
ti ruangan lengkap yang disertai dapur dan kamar mandi. Lalu ada
emasak setiap hari. Karena Zhou Fan juga tidak berkata a
g tubuhnya semakin lemah dan rentan. Belum lagi kondisi mentalnya ya
iri telah memutuskan untuk m
ang waktu telah berlalu begitu cepat menjadi mal
emerah dan bengkak. "Tolong, bukalah mata anda. Pelayan ini benar-benar cemas karena Dokter bilang tubu
ada ba
asi saat memikirkan jalan hidup Zhou Zui Yu. Padahal, jelas-jelas Zhou
langsung beru
putri yang terlahir berkat cinta kasih ibunya sendiri. Mengap
tidak
berderai air mata, "Tolong, jangan tinggalkan saya sendirian. Kehidupan saya bebas berkat Nyonya, dan saya