mudian pamit undur diri setelah semuanya beres. Me
k di kursi santai setelahnya. Untuk sementara waktu, Zhou
yang menelan dada. Iris caramelnya menatap se
usaha keras menggali kenangan indah masa lalu. Tepat ketik
ahag
tid
kecil. Ramai orang berkata bahwa Zhou Lu mencint
inya penyebab peremp
keluarga saat usianya baru sat
menyim
n disetiap malam, bahwa Zhou Lu a
ak memiliki daging, meraih bingka
erkata kebingungan, "Mengapa Tuhan mencipt
n kenangan tentang Yu Qing, dia biasa mendengarnya dari pengas
pa sering beliau kesakitan pasca melahirkan, cinta mu
n buntu. Kenapa ada manusia yang re
ninggal dunia, Zhou Lu menderita. Melimpahkan kesa
n penderitaan? Entahlah. Zhou Zui Yu bahkan
ri arah pintu kamar. Sosok Zhou Fan berdiri menjulang tinggi
n tertunduk memandangi bingkai foto sebelum kembali mena
kesombongan alami keluar dari mulut pemuda itu. "Ak
k. Kedua tangannya tersilang didada. Iris caramelnya mirip seperti
Fan dan berdiri di depannya. Wajah cantiknya masih pucat. Dan ket
rintih kesakitan, lagi-
menepis wajah Zui Yu ke samping. Setelahnya, Zhou Fan bangkit. Sebelum perg
nya sopan. Bertindak formal karena Zhou Lu dan Zhou Fan ya
ci wajahmu yang
akak.
ntu. Zhou Zui Yu menutup pintunya sendiri, ke
ahkan. Zui Yu ingin t
*
ngu
bat sensasi super dingin barusan. Ia mendongak pada Zhou Lu, "Ayah, mengapa
idak bisa berbuat apa pun selain berteriak.
ena-mena. "Tuanku! Mohon jangan sakiti nona lagi! Nyonya
ya itu menoleh ke belakang, mendesis kejam, "Jangan coba-coba menggunak
gin. Dengan putus asa dia menggeleng lemah, menahan rasa sakit
mendekatnya wajah keduanya. Pria tersebut ter
rikan, ia melanjutkan dengan cicitan kecil, "Saya
ai air mata. Mengapa nonanya harus menerima banyak kerugian di hi
al bahwa dia baik-baik saja
k, melintasi lorong mansion. Para pelayan berbisik
. Tubuhnya belum stabil, dia baru bangun tidur, dan bahkan disiram
ya
p mul
saya sak
lang tutup mu
ak
keras ke atas lantai. Lengan kurusnya bergetar kala menopa
au sesaat. Segera menarik putrinya lagi menuju kama
itampar, Zhou Lu tanpa ampun menarik pu
akan selesai, namun ternyata tidak. Zhou Lu terus menariknya ke
ali-kali. Tempat ini adalah ruang hukuman Zhou Lu untuk menyiksa Zui Yu. Da
la
la
la
hon ... sakit, sangat saki
uplah seperti orang mati dan jan
kan saya ... m
usnya Yu Qing tidak melahirkanm
ia sangat takut. Ruangan tersebut begitu lembab, temaram,
gis, kecuali saat ter
ukum. Namun Zhou Lu bagaikan orang buta serta tuli, tidak m
ni Zhou Lu sangat marah. Sehingga setelah tiga puluh menit,
gi. Mengancam marah, "Di masa depan, hukumannya tidak akan seringan ini. Karena tam
ng
nnya m
ou Lu seo
ai hitamnya dijambak. Wajah cantiknya lebam dan berdarah aki
ng dia kenakan. Seluruh kainnya menunju
t, apabila dia menangis keras, Zhou Lu bis
bukan Yu Qing!" Bentaknya diikuti jambakan yang semakin ku
a ta
gin dilahirkan bila akhir
kesala
ang tua mereka, tetapi orang tu
untuk bisa memilih? Ia dilahirkan karena cin
uh s
alik lagi untuk menatap putrinya yang kacau dan terluka. Ia berujar mar
osong, Zhou Zui Yu menatap tanah kotor di bawah. Suara seraknya terdengar putus-putus, "Be
p mul
embakar diri say
u Zu
anda?" Di akhir kata, hatinya terasa sangat nyeri. Begitu sakit, seolah seseorang menari
ertinya
ak menatap Zhou Lu di kejauhan. Pupil terangnya t
dia latih karena Cai Cai bilang dia h
nar, carany
m menggunakan hatinya. Bukan seny
an dengan bahagia. Seakan itulah tujuan hidupnya, "Bunuh saya, ayah. Bunuh saya dan