img Young Master, Please be Dignified  /  Bab 3 Bab 2 | 14.29%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Bab 2

Jumlah Kata:1495    |    Dirilis Pada: 17/03/2025

mudian pamit undur diri setelah semuanya beres. Me

k di kursi santai setelahnya. Untuk sementara waktu, Zhou

yang menelan dada. Iris caramelnya menatap se

usaha keras menggali kenangan indah masa lalu. Tepat ketik

ahag

tid

kecil. Ramai orang berkata bahwa Zhou Lu mencint

inya penyebab peremp

keluarga saat usianya baru sat

menyim

n disetiap malam, bahwa Zhou Lu a

ak memiliki daging, meraih bingka

erkata kebingungan, "Mengapa Tuhan mencipt

n kenangan tentang Yu Qing, dia biasa mendengarnya dari pengas

pa sering beliau kesakitan pasca melahirkan, cinta mu

n buntu. Kenapa ada manusia yang re

ninggal dunia, Zhou Lu menderita. Melimpahkan kesa

n penderitaan? Entahlah. Zhou Zui Yu bahkan

ri arah pintu kamar. Sosok Zhou Fan berdiri menjulang tinggi

n tertunduk memandangi bingkai foto sebelum kembali mena

kesombongan alami keluar dari mulut pemuda itu. "Ak

k. Kedua tangannya tersilang didada. Iris caramelnya mirip seperti

Fan dan berdiri di depannya. Wajah cantiknya masih pucat. Dan ket

rintih kesakitan, lagi-

menepis wajah Zui Yu ke samping. Setelahnya, Zhou Fan bangkit. Sebelum perg

nya sopan. Bertindak formal karena Zhou Lu dan Zhou Fan ya

ci wajahmu yang

akak.

ntu. Zhou Zui Yu menutup pintunya sendiri, ke

ahkan. Zui Yu ingin t

*

ngu

bat sensasi super dingin barusan. Ia mendongak pada Zhou Lu, "Ayah, mengapa

idak bisa berbuat apa pun selain berteriak.

ena-mena. "Tuanku! Mohon jangan sakiti nona lagi! Nyonya

ya itu menoleh ke belakang, mendesis kejam, "Jangan coba-coba menggunak

gin. Dengan putus asa dia menggeleng lemah, menahan rasa sakit

mendekatnya wajah keduanya. Pria tersebut ter

rikan, ia melanjutkan dengan cicitan kecil, "Saya

ai air mata. Mengapa nonanya harus menerima banyak kerugian di hi

al bahwa dia baik-baik saja

k, melintasi lorong mansion. Para pelayan berbisik

. Tubuhnya belum stabil, dia baru bangun tidur, dan bahkan disiram

ya

p mul

saya sak

lang tutup mu

ak

keras ke atas lantai. Lengan kurusnya bergetar kala menopa

au sesaat. Segera menarik putrinya lagi menuju kama

itampar, Zhou Lu tanpa ampun menarik pu

akan selesai, namun ternyata tidak. Zhou Lu terus menariknya ke

ali-kali. Tempat ini adalah ruang hukuman Zhou Lu untuk menyiksa Zui Yu. Da

la

la

la

hon ... sakit, sangat saki

uplah seperti orang mati dan jan

kan saya ... m

usnya Yu Qing tidak melahirkanm

ia sangat takut. Ruangan tersebut begitu lembab, temaram,

gis, kecuali saat ter

ukum. Namun Zhou Lu bagaikan orang buta serta tuli, tidak m

ni Zhou Lu sangat marah. Sehingga setelah tiga puluh menit,

gi. Mengancam marah, "Di masa depan, hukumannya tidak akan seringan ini. Karena tam

ng

nnya m

ou Lu seo

ai hitamnya dijambak. Wajah cantiknya lebam dan berdarah aki

ng dia kenakan. Seluruh kainnya menunju

t, apabila dia menangis keras, Zhou Lu bis

bukan Yu Qing!" Bentaknya diikuti jambakan yang semakin ku

a ta

gin dilahirkan bila akhir

kesala

ang tua mereka, tetapi orang tu

untuk bisa memilih? Ia dilahirkan karena cin

uh s

alik lagi untuk menatap putrinya yang kacau dan terluka. Ia berujar mar

osong, Zhou Zui Yu menatap tanah kotor di bawah. Suara seraknya terdengar putus-putus, "Be

p mul

embakar diri say

u Zu

anda?" Di akhir kata, hatinya terasa sangat nyeri. Begitu sakit, seolah seseorang menari

ertinya

ak menatap Zhou Lu di kejauhan. Pupil terangnya t

dia latih karena Cai Cai bilang dia h

nar, carany

m menggunakan hatinya. Bukan seny

an dengan bahagia. Seakan itulah tujuan hidupnya, "Bunuh saya, ayah. Bunuh saya dan

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY