/0/16734/coverbig.jpg?v=7d983e7e20aebd00fe5b35b3ac5fa309)
Setelah bertemu kedua orang tuanya, Permana Brata memusatkan perhatiannya untuk penyembuhan Ki Sasmaya. Pendekar yang memiliki Pedang Kebenaran Sejati itu ingin berbakti kepada sang guru dengan cara mengupayakan kesembuhannya. Namun aral selalu saja ada tanpa terduga. Ada segerombolan perampok, penculik, sekaligus pemberontak ingin mengacau. Dunia persilatan akan dibuat carut malut oleh gerombolan Musto Ireng. Permana bertindak cepat untuk menyelamatkan dunia persilatan dari tangan-tangan kotor yang mencengkeram secara kejam.
Permana terus menyusuri pantai utara. Di dekat pantai utara, tepatnya di Dukuh Talokan, jauh di sebelah di utara Pulungwarih, Ki Sasmaya tinggal. Menurut kabar terakhir yang diperoleh Permana dari para pendekar dari golongan putih, Ki Sasmaya tinggal di sebuah rumah sahabatnya yang bernama Ki Bingleng. Di kalangan persilatan, Ki Bingleng ini dijuluki Pendekar Bisu karena jarangnya dia bicara. Dia tidak banyak bicara bukan karena tidak tahu apa-apa, tapi justru karena terlalu banyak pengetahuan yang ada di kepala.
Untuk mengeluarkan berbagai pengetahuan sekaligus bukan hanya dibutuhkan satu lidah, atau satu mulut, tapi mungkin ribuan. Lebih dari satu mulut baru memadai untuk mengeluarkan segala pengetahuan yang dimiliki Ki Bingleng.
Ki Bingleng pernah menggemparkan dunia persilatan karena ilmu silatnya yang aneh. Sebuah jurus yang sampai sekarang tidak ada yang tahu namanya, sulit dicari tandingannya. Sehingga para pendekar dari dunia persilatan merasa segan padanya. Baik dari golongan hitam atau golongan putih, sama-sama menghormati Ki Bingleng.
Sudah sejak kecil Ki Bingleng menjadi sahabat Ki Sasmaya. Pada masa kecil, mereka sama-sama bengal. Bedanya, Ki Sasmaya lebih parah. Sehingga Ki Sasmaya sampai menderita sebuah penyakit yang sampai sekarang belum ditemukan obatnya. Kecuali kalau usaha Permana nanti berhasil, maka obat itu baru bisa dikatakan: telah ditemukan.
Permana percaya pada ayahnya, Baron Smith. Ayahnya pasti tidak akan berbohong, atau bermain-main dengan temuannya. Sudah puluhan tahun dia keliling dunia. Menjelajahi setiap jengkal tanah yang ada hutannya untuk mencari tanaman obat. Kini salah satu temuannya, akan digunakan Permana untuk mengobati gurunya, Ki Sasmaya.
Sebelum kembali ke tanah asalnya, –Tanah Hijau- Baron Smith memang belum merasa yakin benar bahwa sakit Ki Sasmaya bisa disembuhkan dengan salah satu ramuan obat yang dia temukan di bumi pertiwi ini. Tapi Baron Smith tetap merasa yakin bahwa dengan berbagai takaran yang tepat, maka kemungkinan besar penyakit Ki Sasmaya bisa disembuhkan.
Memang begitulah kenyataannya. Khusus untuk penyakit yang diderita Ki Sasmaya, baik Permana maupun Baron Smith belum tahu apakah nantinya bia disembuhkan atau tidak. Hanya saja, berdasarkan pengalaman Baron Smith selama ini, kemungkinan besar bisa disembuhkan dengan salah satu resep pengobatan yang dia temukan.
Nanti setelah bertemu Ki Sasmaya, Permana ingin segera menyatakan maksudnya. Pendekar Pedang Biru yakin bahwa Ki Bingleng pasti tidak akan tinggal diam. Si Pendekar Bisu itu pasti akan memberikan bantuan kepada Permana. Baik berupa pemikiran, maupun tindakan secara langsung. Sebagai seorang pendekar yang cerdas otaknya itu, pasti sangat membantu Permana.
Menjelang matahari di atas kepala, Permana duduk di atas sebuah batu, di bawah pohon kelapa yang tumbuh di pantai utara. Angin yang bertiup menerpa wajah si Pendekar Budiman Pedang Biru. Rambutnya yang agak panjang tertiup angin, bergerai-gerai.
Pendekar muda itu memandang ke laut lepas. Pandangan matanya menembus cakrawala di utara sana. Seolah-olah bisa menembus sampai nun jauh di sana. Di Tanah Hijau, asal-usul ayahnya.
Dia teringat kata-kata ayahnya sebelum pulang. Baron Smith pernah bercerita padanya bahwa di Tanah Hijau sana Permana memiliki seorang saudara. Seorang kakak perempuan bernama Jeanne Smith. Ayah Permana ingin mempertemukan Jeanne dengan Permana suatu saat nanti. Entah kapan, Baron Smith belum bisa memastikan. Entah di mana, laki-laki dari Tanah Hijau itu belum bisa memastikan. Yang jelas, sudah ada niat dari orang tua itu untuk mempertemukan kedua anaknya. Yang berbeda asal-usul dan berbeda pula ibundanya.
Ada satu kemiripan antara Permana dengan Jeanne, begitu kata Baron Smith kepada Permana. Keduanya memiliki mata biru. Yang berbeda dengan orang-orang di Tanah Jawa. Selain biru pada bola matanya yang sama, ada kemiripan wajah antara Jeanne dengan Permana. Hanya tingginya saja mungkin yang berbeda. Jeanne mungkin memiliki tinggi yang lebih dibandingkan Permana. Atau paling tidak, mungkin keduanya memiliki tinggi yang sama.
Dari keterangan ayahnya, Permana waktu itu timbul sebuah keinginan untuk bertemu dengan kakak perempuannya. Itu sebuah keinginan yang wajar. Seseorang ingin bertemu orang tuanya, atau saudaranya merupakan sebuah keinginan yang wajar. Karena hal itu sifatnya naluriah, manusiawi, dan masuk akal. Walaupun Jeanne hanya saudara tiri lain ibu, tapi dalam benak Permana sudah terasuk seperti saudara sekandung yang memiliki ayah dan ibu yang sama.
Nyatanya demikian.
Memang begitulah yang tertanam di benak Permana. Pendekar muda berwajah tampan itu sudah merasakan bahwa Jeanne sama dengan saudara kandungnya, walau sebenarnya memang bukan saudara kandung. Jeanne adalah saudara satu-satunya –begitu menurut pengakuan Baron Smith- yang bertempat tinggal nun jauh di sana. Itu yang membuat Permana merasa sedih juga. Keinginan untuk bertemu sudah menggebu-gebu, namun tidak mungkin dirinya segera bertemu. Untuk perjalanan ke sana saja butuh waktu berminggu-minggu, atau mungkin berbulan-bulan kalau dalam pelayaran banyak rintangan.
Walaupun keinginannya untuk bertemu dengan Jeanne sangat kuat, tapi Permana tetap harus menahan diri. Karena sekarang ada satu hal yang harus segera dia selesaikan. Menyembuhkan penyakit gurunya.
Tiba-tiba Permana teringat tentang penyakit yang diderita gurunya. Sebuah penyakit aneh gara-gara Ki Sasmaya menelan ramuan daun wisarum pada masa mudanya. Permana ingat cerita gurunya tentang penyakit aneh itu. Pada masa muda, Ki Sasmaya memang termasuk pendekar jahat dari golongan hitam. Untuk membuat tubuhnya kebal dari segala racun dan kalau terluka cepat sembuh, Ki Sasmaya menelan ramuan daunan-daunan dipadu dengan daun wisarum. Hasilnya memang benar, Ki Sasmaya waktu muda dulu kalau terluka mudah sekali sembuhnya. Atau cepat sembuhnya. Kalau terkena racun, tubuhnya sudah kebal. Kebal dari segala bentuk dan macam racun. Racun yang paling ganas dan mematikan sekalipun, tidak akan berpengaruh apa-apa bagi Ki Sasmaya. Tapi sayang, semua itu ada akibat buruknya. Bahkan akibat yang sangat buruk bagi Ki Sasmaya di masa tuanya sekarang.
Dalam jangka waktu sekitar lima puluh tahun setelah minum ramuan daun-daunan dan daun wisarum, maka Ki Sasmaya terserang sebuah penyakit yang aneh. Yang belum tersembuhkan sampai sekarang. Jadi ada dua akibat yang mesti dialami oleh seseorang yang pernah minum ramuan pengebal tubuh dari racun itu. Pertama, khasiat ramuan itu akan lenyap setelah lima puluh tahun. Kedua, akan tumbuh noda hitam dimulai dari ujung jari-jari kaki. Noda hitam itu semakin lama akan semakin merambat. Bila Ki Sasmaya mengeluarkan tenaga dalam, maka noda hitam itu akan semakin bertambah. Akan semakin meluas. Bila seluruh tubuh telah terkena noda hitam itu maka Ki Sasmaya akan cepat mati. Akan tewas akibat serangan balik dari ramuan daun-daunan dan daun wisarum tersebut.
Bercermin dari penyakit yang dialami gurunya, Permana jadi merenung. Ya..., ternyata perbuatan buruk di masa muda kadang-kadang harus dipetik pada masa tuanya. Karena yang ditanam pada masa muda itu perbuatan buruk, maka yang dipetik di masa tuanya adalah hasil yang buruk pula. Bahkan hasil buruk itu berupa bencana yang menyedihkan. Mungkin orang yang mengalaminya tidak sesedih orang lain yang melihat.
***
Wulan Sariningtyas disia-siakan Berti Sonika, ibu mertua, karena dianggap tidak pantas menjadi anak menantu. Selain itu, selama lima tahu berumah tangga dengan Haris Nandito, suaminya, Wulan belum memiliki anak. Wulan tahu diri. Dirinya berasal dari keluarga biasa, secara strata ekonomi jauh di bawah keluarga besar Berti Sonika – Wistara Janaloka. Walau berat hati, Wulan meninggalkan rumah megah sang mertua. Ketika hidup mandiri, Wulan menghadapi berbagai deraan lain yang tidak ringan. Kehadiran Jefri Sahima dalam kehidupan Wulan membuatnya semakin terbebani. Bukan hanya beban batin, tapi juga beban lain yang tak mudah dhindari. Tenyata Jefri anggota sebuah jaringan mafia yang selama ini ingin menghancurkan Perusahaan WIPA. Apalagi setelah Wulan tahu bahwa dirinya pewaris PT WIPA, makin berat masalah yang disangganya. Kehadiran Haris dan Berti yang memohon ampun atas kesalahan mereka di masa lalu, juga membuat pendirian Wulan goyah. Wulan ternyata belum bisa menghilangkan rasa cinta kepada Haris. Pada sisi lain, Wulan mulai jatuh hati kepada Jefri! Apa pun yang akan terjadi nantinya, Wulan mesti mengambil sebuah keputusan untuk kebahagiaan hidupnya kelak. Sebuah keputusan yang berat yang mesti diambil. Entah keputusan apa yang akan diambil Wulan, sama-sama ada risikonya.
Permana Brata yang lahir dari hubungan gelap antara Prabasari dengan Baron Smith, melanjutkan petualangannya. Setelah bertemu ibunda, kini ingin melacak keberadaan ayahanda. Berbekal berbagai ilmu dari Ki Sasmaya, jurus yang dikembangkan dari Sepuluh Syair Bumi Pertiwi, dan Pedang Kebenaran Sejati, Permana Brata menyingkirkan berbagai aral yang menghadang. Pahit getir di dunia persilatan, dijalani dengan tegar. Demi menemukan ayahanda, apa saja yang menjadi penghalang, diterjang dengan seluruh kemampuannya.
Suro Joyo melanjutkan pengembaraannya. Setelah berhasil menundukkan Putri Siluman Alas Waru, terjebak arus konflik di Kerajaan Karangtirta. Ada pemberontakan di kerajaan tersebut yang mesti diselesaikan. Suro Joyo juga mesti menghadapi bajak laut Selat Utara yang mengacaukan para pelintas di lautan luas. Ada lagi persoalan yang tidak bisa dihindari sang Pendekar Kembara Semesta, yakni permasalahan yang dihadapi Ayumanis di Penginapan Melati Jingga. Menyusul, ada tantangan dari Sanggariwut, pendekar hebat yang punya jurus andalan Jurus Ular Api Neraka.
Suro Joyo menolak keinginan ayahandanya untuk mewarisi tahta Kerajaan Krendobumi. Pendekar Rajah Cakra Geni itu lebih mementingkan siapa saja yang membutuhkan pertolongan. Dia mengembara ke segala penjuru jagat raya, sehingga mendapat julukan Pendekar Kembara Semesta. Dalam pengembaraannya, Suro terlibat perebutan Bunga Puspajingga, menghindari jerat Dewi Pemikat dan kesaktian Tombak Siung Sardula. Selain itu, Suro terseret kemelut para pendekar yang menginginkan harta karun Goa Barong. Demi menegakkan kebenaran dan keadilan di alam semesta, Suro harus berhadapan dengan Putri Siluman Alas Waru.
Sehebat apa pun Permana Brata, dia manusia. Manusia yang punya masa lalu gelap, kelam, dan kusam. Asal-usul Pendekar Budiman itu diwarnai noda hitam. Untuk mengubur dosa-dosa yang pernah dilakukan, Permana melakukan kebaikan terhadap siapa pun dalam pengembaraannya. Dengan bekal berbagai ilmu dan jurus Sepuluh Syair Bumi Pertiwi, serta Pedang Kebenaran Sejati, Permana melacak keberadaan kedua orang tuanya. Berbagai aral menghadang, dia terjang. Berbagai rintangan, dia hancurkan. Hanya satu prinsip Permana, basmi segala bentuk angkara murka di muka bumi. Musnahkan segala bentuk kejahatan demi tercipta kedamaian di jagat raya.
Basudo anak orang tak mampu. Masa kecilnya didera kemiskinan. Masa kecil dipenuhi rasa dendam pada orang-orang yang ada hubungan dekat dengannya. Rasa dendam ini terus ada dan sulit dipadamkan. Rasa dendam itu sebisa mungkin dia lampiaskan. Pelampiasan dendam dilakukan sejak masih remaja sampai dewasa. Untuk melampiaskan dendam kesumat yang membaja di hati, Basudo meniti jalan berliku dan penuh resiko. Namun resiko apa pun dia hadapi. Resiko sebesar apa pun, dia tempuh demi tercapai keinginannya. Keinginan untuk menghabisi orang-orang yang pernah menyengsarakan hidupnya. Demi memenuhi ambisi ekonomi dan kekuasaan dalam upaya balas dendamnya, Basudo melakukan apa saja. Tidak peduli yang dia lakukan membuat orang lain menderita. Basudo melakukan berbagai tindakan yang membuat orang lain binasa. Bukan hanya satu orang yang telah dibinasakan Basudo, tetapi lebih banyak lagi yang tak terhitung jumlahnya. Tindakan Basudo yang di luar batas mendapat tentangan dari banyak orang. Di antara yang menentang, ada yang berani menghadapi sang raja mafia dengan resiko kehilangan nyawa. Defian dan Telma yang berani menempuh jalan kematian demi memusnahkan Basudo dan gerombolannya!
Istriku yang nampak lelah namun tetap menggairahkan segera meraih penisku. Mengocok- penisku pelan namun pasti. Penis itu nampak tak cukup dalam genggaman tangan Revi istriku. Sambil rebahan di ranjang ku biarkan istriku berbuat sesukanya. Ku rasakan kepala penisku hangat serasa lembab dan basah. Rupanya kulihat istriku sedang berusaha memasukkan penisku ke dalam mulutnya. Namun jelas dia kesulitan karena mulut istriku terlalu mungil untuk menerima penis besarku. Tapi dapat tetap ku rasakan sensasinya. Ah.... Ma lebih dalam lagi ma... ah.... desahku menikmati blowjob istriku.
Binar Mentari menikah dengan Barra Atmadja,pria yang sangat berkuasa, namun hidupnya tidak bahagia karena suaminya selalu memandang rendah dirinya. Tiga tahun bersama membuat Binar meninggalkan suaminya dan bercerai darinya karena keberadaannya tak pernah dianggap dan dihina dihadapan semua orang. Binar memilih diam dan pergi. Enam tahun kemudian, Binar kembali ke tanah air dengan dua anak kembar yang cerdas dan menggemaskan, sekarang dia telah menjadi dokter yang berbakat dan terkenal dan banyak pria hebat yang jatuh cinta padanya! Mantan suaminya, Barra, sekarang menyesal dan ingin kembali pada pelukannya. Akankah Binar memaafkan sang mantan? "Mami, Papi memintamu kembali? Apakah Mami masih mencintainya?"
Cerita tentang kehidupan di kota kecil, walau tak terlalu jauh dari kota besar. Ini juga cerita tentang Kino, seorang pria yang menjalani masa remaja, menembus gerbang keperjakaannya, dan akhirnya tumbuh sebagai lelaki matang. Pada masa awal inilah, seksualitas dan sensualitas terbentuk. Dengan begitu, ini pula kisah tentang the coming of age yang kadang-kadang melodramatik. Kino tergolong pemuda biasa seperti kita-kita semua. Apa yang dialaminya merupakan kejadian biasa, dan bisa terjadi pada siapa saja, karena merupakan kelumrahan belaka. Tetapi, kita tahu ada banyak kelumrahan yang kita sembunyikan dengan seksama. Namun Kino mempunyai hal yang menarik yang dalam cerita ini lebih menarik dari cerita fenomenal lainnya.
BACAAN KHUSUS DEWASA Siapapun tidak akan pernah tahu, apa sesungguhnya yang dipikirkan oleh seseorang tentang sensasi nikmatnya bercinta. Sama seperti Andre dan Nadia istrinya. Banyak yang tidak tahu dan tidak menyadari. Atau memang sengaja tidak pernah mau tahu dan tidak pernah mencari tahu tentang sensasi bercinta dirinya sendiri. Seseorang bukan tidak punya fantasi dan sensasi bercinta. Bahkan yang paling liar sekalipun. Namun norma, aturan dan tata susila yang berlaku di sekitranya dan sudah tertanam sejak lama, telah mengkungkungnya. Padahal sesungguhnya imajinasi bisa tanpa batas. Siapapun bisa menjadi orang lain dan menyembunyikan segala imajinasi dan sensasinya di balik aturan itu. Namun ketika kesempatan untuk mengeksplornya tiba, maka di sana akan terlihat apa sesungguhnya sensasi yang didambanya. Kisah ini akan menceritakan betapa banyak orang-orang yang telah berhasil membebaskan dirinya dari kungkungan dogma yang mengikat dan membatasi ruang imajinasi itu dengan tetap berpegang pada batasan-batasan susila
Ethan Eduardo seorang Casssnova yang terkenal di negaranya, pria yang menganggap wanita hanyalah sebuah mainan dikala dirinya jenuh dengan pekerjaan, maka dia akan memainkan mainannya ( wanita ) tapi setelah dia bosan maka dia akan menyingkirkannya. Pria yang tidak pernah jatuh cinta sekalipun dalam hidupnya, memiliki segudang perusahaan legal mau pun ilegal milik keluarganya. Hidupnya seketika berubah disaat sepupunya sendiri bernama Ruby Seraphina Vogue mengejarnya dan membawa segenggam cinta untuk Ethan. Sementara orangtua Ruby telah menjodohkannya dengan laki-laki lain. Akankah Ethan Eduardo bisa jatuh cinta dan bisa bersatu dengan sepupunya sendiri yang bernama Ruby?
Kedua orang yang memegangi ku tak mau tinggal diam saja. Mereka ingin ikut pula mencicipi kemolekan dan kehangatan tubuhku. Pak Karmin berpindah posisi, tadinya hendak menjamah leher namun ia sedikit turun ke bawah menuju bagian dadaku. Pak Darmaji sambil memegangi kedua tanganku. Mendekatkan wajahnya tepat di depan hidungku. Tanpa rasa jijik mencium bibir yang telah basah oleh liur temannya. Melakukan aksi yang hampir sama di lakukan oleh pak Karmin yaitu melumat bibir, namun ia tak sekedar menciumi saja. Mulutnya memaksaku untuk menjulurkan lidah, lalu ia memagut dan menghisapnya kuat-kuat. "Hhss aahh." Hisapannya begitu kuat, membuat lidah ku kelu. Wajahnya semakin terbenam menciumi leher jenjangku. Beberapa kecupan dan sesekali menghisap sampai menggigit kecil permukaan leher. Hingga berbekas meninggalkan beberapa tanda merah di leher. Tanganku telentang di atas kepala memamerkan bagian ketiak putih mulus tanpa sehelai bulu. Aku sering merawat dan mencukur habis bulu ketiak ku seminggu sekali. Ia menempelkan bibirnya di permukaan ketiak, mencium aroma wangi tubuhku yang berasal dari sana. Bulu kudukku sampai berdiri menerima perlakuannya. Lidahnya sudah menjulur di bagian paling putih dan terdapat garis-garis di permukaan ketiak. Lidah itu terasa sangat licin dan hangat. Tanpa ragu ia menjilatinya bergantian di kiri dan kanan. Sesekali kembali menciumi leher, dan balik lagi ke bagian paling putih tersebut. Aku sangat tak tahan merasakan kegelian yang teramat sangat. Teriakan keras yang tadi selalu aku lakukan, kini berganti dengan erangan-erangan kecil yang membuat mereka semakin bergairah mengundang birahiku untuk cepat naik. Pak Karmin yang berpindah posisi, nampak asyik memijat dua gundukan di depannya. Dua gundukan indah itu masih terhalang oleh kaos yang aku kenakan. Tangannya perlahan menyusup ke balik kaos putih. Meraih dua buah bukit kembarnya yang terhimpit oleh bh sempit yang masih ku kenakan. .. Sementara itu pak Arga yang merupakan bos ku, sudah beres dengan kegiatan meeting nya. Ia nampak duduk termenung sembari memainkan bolpoin di tangannya. Pikirannya menerawang pada paras ku. Lebih tepatnya kemolekan dan kehangatan tubuhku. Belum pernah ia mendapati kenikmatan yang sesungguhnya dari istrinya sendiri. Kenikmatan itu justru datang dari orang yang tidak di duga-duga, namun sayangnya orang tersebut hanyalah seorang pembantu di rumahnya. Di pikirannya terlintas bagaimana ia bisa lebih leluasa untuk menggauli pembantunya. Tanpa ada rasa khawatir dan membuat curiga istrinya. "Ah bagaimana kalau aku ambil cuti, terus pergi ke suatu tempat dengan dirinya." Otaknya terus berputar mencari cara agar bisa membawaku pergi bersamanya. Hingga ia terpikirkan suatu cara sebagai solusi dari permasalahannya. "Ha ha, masuk akal juga. Dan pasti istriku takkan menyadarinya." Bergumam dalam hati sembari tersenyum jahat. ... Pak Karmin meremas buah kembar dari balik baju. "Ja.. jangan.. ja. Ngan pak.!" Ucapan terbata-bata keluar dari mulut, sembari merasakan geli di ketiakku. "Ha ha, tenang dek bapak gak bakalan ragu buat ngemut punyamu" tangan sembari memelintir dua ujung mungil di puncak keindahan atas dadaku. "Aaahh, " geli dan sakit yang terasa di ujung buah kembarku di pelintir lalu di tarik oleh jemarinya. Pak Karmin menyingkap baju yang ku kenakan dan melorotkan bh sedikit kebawah. Sayangnya ia tidak bisa melihat bentuk keindahan yang ada di genggaman. Kondisi disini masih gelap, hanya terdengar suara suara yang mereka bicarakan. Tangan kanan meremas dan memelintir bagian kanan, sedang tangan kiri asyik menekan kuat buah ranum dan kenyal lalu memainkan ujungnya dengan lidah lembut yang liar. Mulutnya silih berganti ke bagian kanan kiri memagut dan mengemut ujung kecil mungil berwarna merah muda jika di tempat yang terang. "Aahh aahh ahh," nafasku mulai tersengal memburu. Detak jantungku berdebar kencang. Kenikmatan menjalar ke seluruh tubuh, mendapatkan rangsangan yang mereka lakukan. Tapi itu belum cukup, Pak Doyo lebih beruntung daripada mereka. Ia memegangi kakiku, lidahnya sudah bergerak liar menjelajahi setiap inci paha mulus hingga ke ujung selangkangan putih. Beberapa kali ia mengecup bagian paha dalamku. Juga sesekali menghisapnya kadang menggigit. Lidahnya sangat bersemangat menelisik menjilati organ kewanitaanku yang masih tertutup celana pendek yang ia naikkan ke atas hingga selangkangan. Ujung lidahnya terasa licin dan basah begitu mengenai permukaan kulit dan bulu halusku, yang tumbuhnya masih jarang di atas bibir kewanitaan. Lidahnya tak terasa terganggu oleh bulu-bulu hitam halus yang sebagian mengintip dari celah cd yang ku kenakan. "Aahh,, eemmhh.. " aku sampai bergidik memejam keenakan merasakan sensasi sentuhan lidah di berbagai area sensitif. Terutama lidah pak Doyo yang mulai berani melorotkan celana pendek, beserta dalaman nya. Kini lidah itu menari-nari di ujung kacang kecil yang menguntit dari dalam. "Eemmhh,, aahh" aku meracau kecil. Tubuhku men