/0/13964/coverbig.jpg?v=2468526d64243c997a0b3c93fded9bd5)
Usia terkadang tidak menjadi patokan buat seseorang bisa berbuat lebih dewasa. Banyak faktor yang memperngaruhinya, termasuk salah pergaulan. Khusus pembaca yang pernah mengalami gejolak hasrat cinta dan birahi masa remajanya, tentu kisahku ini akan sedikit memberikan kesan dan nostalgia terindah masa-masa remajanya. Sengaja disajikan utuh memotret masa beberapa tahun yang lalu, agar siapapun yang pernah merasakan bangku SMA dan dunia perkuliahan, bisa lebih menghayatinya. Namun demikian pada beberpa bab kisah ini hanya cocok buat dewasa karena mengandung adegan dewasa, mohon bijak dalam memilih bab-bab tertentu
Dendam Kebencian (1)
"Lepasin gue!" Regina menepiskan tangan Donny yang memegang lengannya.
"Gin, dengerin penjelasanku dulu." Lelaki tampan bertubuh atltis bernama Donny itu mencoba menahan hentakkan tangan sang gadis cantik kelas dua SMA yang terus meronta berusaha melepaskan pegangan lengannya dari cengkeraman.
"Lu itu emang cowok bangsat, Donny. Gue gak perlu perjelasan lagi dari lu! Semua udah jelas. Gua udah berkorban banyak sama lu, tapi apa yang lu perbuat di belakang gue?" Darah Regina kian mendidih.
"Tapi Gin, semua yang kamu lihat itu gak seperti yang kamu pikirin. Dia bukan tante girang, tapi sodaraku dari Surabaya. Makanya dia ngajak aku ke konser itu karena gak ada yang ngan......"
"Stop!" potong Regina ketus. "Lu pikir gue buta apa? Gue udah bisa menilai sendiri apa yang gue liat, Donny. Lagian gua kan denger langsung pengakuan dari tante girang itu kalau dia emang gebetan lu. Lagian mana bisa sama tante sendiri mesra kaya suami istri gitu, Donny!" Regina kian terpancing amarahnya.
"I...iya, itu kan hanya candaan tanteku aja, Gin."
"Candaan apa maksud lu, Donny?" Regina makin menyalak.
"Ya, dia emang iseng pengen godain perasaanmu doang, dia becanda. Makanya aku mau ngajak kamu ke rumah, biar bisa ketemu dan ngomong langsung sama Tante Irma!" Donny terus berusaha membujuk dan meyakinkan Regina.
"Bulshit! Dasar cowok pendusta!" Regina membalas ketus seraya melepaskan cengkraman tangan Donny dari tangannya.
"Tapi Gin..." Pegangan tangan Donny sempat terlepas, namun Donny kemudian kembali memegang kedua lengan Regina.
"Lepasin gue, Donny!" teriak Regina makin kencang.
"Please Gin, tolong dengerin aku dulu!" pinta Donny memelas.
"Mending lu pergi Donny, gue udah muak denger omongan lu, lagian gua juga males liat wajah lu yang playboy cap kuda terbang menjijikan itu!" sergah Regina kian ketus.
"Lepasin!" Regina kembali menghentakan tangannya.
"Denger dulu, Gin..." Di tengah rontaan Regina, Donny masih berusaha sekuat tenaga memegang lengan gadis cantik itu guna mencegahnya pergi.
"Lepasin gue!" Regina terus meronta dan meronta.
Aksi saling tarik menarik pun semakin hebat terjadi antara keduanya. karena pertengkaran tersebut terjadi di depan sekolah, maka aksi tersebut pun tak pelak mendapatkan perhatian dari beberapa murid yang kebetulan masih menunggu jemputan.
Beberapa saat kemudian, dari dalam gedung sekolah tampak tiga orang gadis yang juga berseragam putih abu-abu berlarian menghampiri kedua remaja yang sedang bertengkar tersebut.
"Eh, lepasin temen gue!" Salah satu gadis berdandanan sporty langsung menarik tangan Donny dari lengan Regina. Gadis tomboy itu adalah Bella, salah seorang sahabat dekat Regina yang paling pemberani.
"Lu semua jangan ikut campur ya?" bentak Donny kesal dan sangar.
Gadis tomboy itu kemudian mendorong tubuh Donny, "Kita ini temennya Regina, harusnya elu yang pergi dari sini, Woi!" bentak Bella tak kalah sangarnya.
"Gua cuma mau ngomong aja sama Regina, bukan sama lu semua!" tantang Donny.
"Eh lu budek ya? Dari kemarin Regina itu udah bilang gak mau lagi ngomong sama lu, jadi mending sekarang lu minggat dan temui tante girang lu itu!" Jeslyn yang kalem ikut nimbrung.
Sementara Bella dan Donny meneruskan beradu mulutnya, dua gadis lainnya tampak memegangi kedua pundak Regina seakan mencoba melindungi gadis tersebut. Kedua gadis itu adalah Jeslyn dan Ivanka, sahabat baik Regina juga.
"Gin, please dengerin gua dulu!" Donny berjalan maju dan mencoba menerobos halangan Bella, Jeslyn dan Ivanka.
"Mau kemana lu?" Bella langsung menghalangi Donny dengan kedua tangannya agar mantan pacar Regina itu tidak bisa mendekati sahabatnya.
"Minggir lu!" maki Donny ketus.
"Eh lu mau ribut-ribut di sini sama gue? Lu kira gue takut sama lu, pengecut!" bentak Bella sambil menyingkilkan sebelah lengan bajunya. Dia memang sangat senang jika ada yang mengajak berdduel.
Mendengar suara gaduh akibat pertengkaran tersebut, beberapa orang laki-laki dewasa yang kebetulan berada di sekitar tempat itu pun mulai mendekat. Melihat kondisi demikian Donny pun memilih meninggalkan tempat tersebut karena akan sangat berdampak kurang baik jika sampai masuk berita online dirinya bertarung dengan cewek di depan umum.
"Ok gua pergi sekarang, tapi gua pasti balik lagi." Donny pun melangkah menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari tempat tersebut.
"Ada apa, Non?" tanya seorang laki-laki yang juga adalah seorang penjual es yang biasa mangkal di depan sekolah.
"Gal ada apa-apa kok, Pak, cuma orang iseng gak tahu malu aja," jawab Bella singkat.
"Non semua gak apa-apa kan?" tanya yang lainnya.
"Gak apa-apa kok, Pak, aman. Liat aja kan ada Bella sang wonder women, hehehe." Jeslyn menanggapi.
Mendengar penjelasan Jeslyn dan Bella beberapa orang laki-laki yang kini tampak berkerumun di tempat itu pun satu per satu mulai membubarkan diri.
"Lu nggak apa-apa Gin?" tanya Bella khawatir yang langsung dijawab Regina dengan menggelengkan kepala.
"Brengsek banget sih tu cowok, udah ketangkep basah selingkuh masih juga cari-cari alesan!" Jeslyn yang tahu betul peritiwa malam itu, ikut ngedumel.
"Udah ah Jes, gue males mikirin si Donny lagi." Regina memungkas gerutuan teman-temannya.
"Mending lu pulang sama kita aja, Gin, kalau lu pulang sendiri takutnya si Donny ngejar lu lagi," ucap Jeslyn, gadis berparas kalem dan berambut panjang yang masih memegang pundak Regina.
"Iya deh, kayaknya lu bener deh, Jes."
"Ya udah yu kita ke mobil gue," ajak Ivanka.
"Ok deh."
Keempat gadis cantik itu pun melangkah menuju jalan depan sekolah tempat mobil Ivanka terparkir. Dan tak lama kemudian mobil itu pun melaju meninggalkan tempat tersebut.
Di antara mereka berempat, Ivanka paling kaya, Bella paling tomboy, Regina paling cantik dan Jeslyn paling tua usianya karena dia pun sudah kelas tiga, namun justru paling kalem dan polos. Donny dan Regina beda sekolah dan juga beda angkatan. Regina kelas dua senangkatan dengan Bella dan Ivanka. Sementara Donny sudah kelas tiga seangkatan dengan Jeslyn.
Regina Tugus Merdekawati atau teman-temannya biasa memanggilnya Gina. Sedangkan Donny adalah kekasihnya, atau lebih tepatnya mantan kekasih karena baru dua hari yang lalu Regina memutuskan hubungan mereka secara sepihak.
Hubungan Regina dengan Donny belum lama berjalan, sekitar dua bulan dan semuanya harus kandas ketika dua hari yang lalu dengan mata kepalanya sendiri Regina melihat Donny menggandeng seorang wanita setengah baya di sebuah pergelaran musik. Jelas itu bukan saudara Donny karena Regina cukup kenal beberapa anggota keluarga Donny, lagian sikap mereka pun terlihat begitu mesra dan tak biasa.
Regina yang kala itu ditemani Jeslyn, hatinya langsung terbakar. Saking murkanya, tanpa banyak bertanya lagi Regina langsung mendamprat Donny dan wanita bernama Irma itu dengan penuh emosi. Pertengkaran hebat tidak bisa terhindari lagi. Akhirnya Tante Irma mengaku jika Donny simpanannya, bahkan katanya mereka telah menjalin hubungan jauh sebelum Donny mengenal Regina.
Regina langsung memutuskan hubungannya saat itu juga, namun rupanya Donny tidak ingin kehilangan Regina. Dia terus berusaha mengejar Regina dan berjanji akan memperbaiki dirinya. Semua usaha Donny hanya sia-sia belaka. Regina sudah tidak bisa memaafkan lagi perbuatan Donny yang berselingkuh dengan wanita yang lebih layak menjadi ibunya.
'Sialan memang lu Donny! Tunggu aja pembalasan gue!' geram Regina dalam hati.
Misteri Birahi Kampung Cilendir adalah sebuah kisah yang menggali sisi gelap sebuah kampung yang tampak damai dan sejahtera di permukaan, namun menyimpan rahasia kelam di balik kehidupan sehari-hari warganya. Di balik senyum ramah penduduknya, tersembunyi konflik batin yang mengguncang jiwa, ketamakan, dan nafsu yang tanpa kendali. Cerita ini membawa pembaca ke dalam kehidupan para tokoh yang terjebak dalam dilema moral, di mana keinginan yang tak terungkap beradu dengan norma dan harapan yang dibebankan masyarakat. Ketegangan antara pengendalian diri dan dorongan syahwat yang tak terkontrol membentuk alur yang penuh gejolak, meruntuhkan segala harapan akan kehidupan yang sederhana dan tenang. Satu per satu rahasia kampung ini terungkap, membuka gambaran bahwa kadang, kehidupan yang tampak sempurna justru menyembunyikan kelicikan yang membahayakan
Kebutuhan biologis adalah manusiawi. Tak perduli dia berprofesi apa dalam dunianya, namun nagkah batin jelas tak mengenal tahta, kasta maupun harta.
Tak pernah terduga jika dia sebenarnya sang mafia itu. Suangguh pandai wanita itu menyembunyikan dirinya dalam cahaya terang yang senantiasa menyoroti setiap langkahnya. Namun sepnadai-pandainya tupai meloncat, suatu saat dia akan terjatuh juga. Salah sasaran akhirnya mengubah segalanya.
Kumpulan cerita seru yang akan membuat siapapun terbibur dan ikut terhanyut sekaligus merenung tanpa harus repot-repot memikirkan konfliks yang terlalu jelimet. Cerita ini murni untuk hiburan, teman istrirahat dan pengantar lelah disela-sela kesibukan berkativitas sehari-hari. Jadi cerita ini sangat cocok dengan para dewasa yang memang ingin refrehsing dan bersenang-senang terhindar dari stres dan gangguan mental lainnya, kecuali ketagihan membacanya.
Semula aku menduga berumah-tangga itu simple dan akan selalu indah. Cukup menyatukan dua hati yang berbeda, saling pengertian dan menjalankan kewajiban memberi nafkah lahir dan batin sekemampuanku. Namun ternyata begitu kompleks eleman yang terkandung di dalamnya. Asam garam dan romantikanya memang bukan kaleng-kalengan. Kini aku merasa sedang terjebak dalam pernikahan yang belum semestinya kujalani. Dalam usia masih yang masih sangat relatif muda, aku terpaksa harus mengarungi berbagai rintangan, ujian dan godaannya. Cita-cita membina mahligai indah yang sakinah mawadah warohmah, sepetinya masih sangat jauh api dari panggang. Terlalu banyak misteri yang harus kupecahkan. Ikuti terus perjalan panjangku dari awal hingga akhir sebuah cerita ‘Hasrat Pengantin Remaja.’
Kisah asmara para guru di sekolah tempat ia mengajar, keceriaan dan kekocakan para murid sekolah yang membuat para guru selalu ceria. Dibalik itu semua ternyata para gurunya masih muda dan asmara diantara guru pun makin seru dan hot.
Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?
Raina terlibat dengan seorang tokoh besar ketika dia mabuk suatu malam. Dia membutuhkan bantuan Felix sementara pria itu tertarik pada kecantikan mudanya. Dengan demikian, apa yang seharusnya menjadi hubungan satu malam berkembang menjadi sesuatu yang serius. Semuanya baik-baik saja sampai Raina menemukan bahwa hati Felix adalah milik wanita lain. Ketika cinta pertama Felix kembali, pria itu berhenti pulang, meninggalkan Raina sendirian selama beberapa malam. Dia bertahan dengan itu sampai dia menerima cek dan catatan perpisahan suatu hari. Bertentangan dengan bagaimana Felix mengharapkan dia bereaksi, Raina memiliki senyum di wajahnya saat dia mengucapkan selamat tinggal padanya. "Hubungan kita menyenangkan selama berlangsung, Felix. Semoga kita tidak pernah bertemu lagi. Semoga hidupmu menyenangkan." Namun, seperti sudah ditakdirkan, mereka bertemu lagi. Kali ini, Raina memiliki pria lain di sisinya. Mata Felix terbakar cemburu. Dia berkata, "Bagaimana kamu bisa melanjutkan? Kukira kamu hanya mencintaiku!" "Kata kunci, kukira!" Rena mengibaskan rambut ke belakang dan membalas, "Ada banyak pria di dunia ini, Felix. Selain itu, kamulah yang meminta putus. Sekarang, jika kamu ingin berkencan denganku, kamu harus mengantri." Keesokan harinya, Raina menerima peringatan dana masuk dalam jumlah yang besar dan sebuah cincin berlian. Felix muncul lagi, berlutut dengan satu kaki, dan berkata, "Bolehkah aku memotong antrean, Raina? Aku masih menginginkanmu."
Istriku yang nampak lelah namun tetap menggairahkan segera meraih penisku. Mengocok- penisku pelan namun pasti. Penis itu nampak tak cukup dalam genggaman tangan Revi istriku. Sambil rebahan di ranjang ku biarkan istriku berbuat sesukanya. Ku rasakan kepala penisku hangat serasa lembab dan basah. Rupanya kulihat istriku sedang berusaha memasukkan penisku ke dalam mulutnya. Namun jelas dia kesulitan karena mulut istriku terlalu mungil untuk menerima penis besarku. Tapi dapat tetap ku rasakan sensasinya. Ah.... Ma lebih dalam lagi ma... ah.... desahku menikmati blowjob istriku.
BERISI BANYAK ADEGAN HOT! Rey pemuda berusia 20 tahunan mulai merasakan nafsu birahinya naik ketika hadirnya ibu tiri. Ayahnya menikah dengan wanita kembar yang memiliki paras yang cantik dan tubuh yang molek. Disitulah Rey mencari kesempatan agar bisa menyalurkan hasratnya. Yuk ikuti cerita lengkapnya !!
Chelsea mengabdikan tiga tahun hidupnya untuk pacarnya, tetapi semuanya sia-sia. Dia melihatnya hanya sebagai gadis desa dan meninggalkannya di altar untuk bersama cinta sejatinya. Setelah ditinggalkan, Chelsea mendapatkan kembali identitasnya sebagai cucu dari orang terkaya di kota itu, mewarisi kekayaan triliunan rupiah, dan akhirnya naik ke puncak. Namun kesuksesannya mengundang rasa iri orang lain, dan orang-orang terus-menerus berusaha menjatuhkannya. Saat dia menangani pembuat onar ini satu per satu, Nicholas, yang terkenal karena kekejamannya, berdiri dan menyemangati dia. "Bagus sekali, Sayang!"