BERISI ADEGAN 21++ Rendi Satria, pria berusia 28 tahun yang memiliki postur tubuh yang ideal juga wajah yang tampan, hal itu menjadi daya pikatnya sangat kuat dan banyak perempuan yang terpesona akan ketampanannya. Namun Rendi sudah memiliki kekasih, yaitu Lisna. Perempuan yang sangat ia cintai. Akan tetapi kedua orangtua Lisna tidak menyetujui hubungan mereka lantaran sat itu Rendi tidak memiliki pekerjaan tetap. Suatu hari Rendi ditawari pekerjaan untuk menjadi gigolo oleh tantenya sendiri. Maka dari itu Rendi bersedia demi bisa membuktikan kepada kedua orangtua Lisna. Lantas apakah yang akan terjadi dengan Rendi? Alangkah dia benar-benar menikahi pujaan hatinya? Simak dan ikuti kisahnya.
Gemerlapnya lampu taman seakan menambah kesan romantis bagi Rendi dan Lisna yang tengah merasakan kebahagiaan setelah mereka berdua melangsungkan acara tunangan. Mereka berdua duduk disebuah bangku kayu berwarna putih, udara yang segar serta suasana yang begitu tenang membuat mereka berdua merasakan ketenangan.
"Terimakasih yah, Sayang. Kamu sudah menepati janji," ucap Lisna dengan suara manja, sambil menyenderkan kepalanya dipundak Rendi.
"Iya, Sayang. Apa yang aku pernah janjikan sama kamu, kini aku telah berhasil menepati janjiku sama kamu, Sayang," balas Rendi tersenyum menatap kekasihnya, yang terlihat sangat cantik.
Kedua pasang mata saling bertatapan, Rendi dengan perasaan cintanya mendekatkan bibirnya dan terus mencium kening kekasihnya itu. Lisna menatapnya sambil tersenyum, tanpa disadari Rendi, tiba-tiba saja Lisna mendaratkan bibirnya di bibir lelaki yang sangat dicintainya.
Dalam situasi itu Rendi pun membalas ciuman kekasihnya, sehingga sepasang kekasih itu saling melumat dengan penuh perasaan. Keduanya nampak sangat menikmati permainan bibir, namun dengan seketika keduanya menghentikan karena menyadari posisinya saat itu yang berada di taman.
"Ih, Sayang ... Kita pulang aja yuk, mumpung rumah aku sepi," ucap Lisna mengajak kekasihnya sambil memegangi tanganya yang nampak kekar.
"Loh, bukanya tadi di rumah ada orangtua kamu, Sayang?" Rendi menatapnya dengan heran.
"Iya ... Tadi memang ada. Tapi itu belum berangkat aja, Sayang. Mamah sama papah itu katanya si mau main kerumah saudara," ucap Lisna dengan suara manja dan memberikan senyuman manis.
"Kalau memang begitu, ya sudah yuk, kita pulang." Rendi seketika nampak senang, kemudian menggandeng tangan Lisna.
Mereka berdua berjalan di jalanan taman yang nampak sangat indah. Selang beberapa saat keduanya pun masuk kedalam mobil. Rendi yang sudah tidak tahan untuk bercumbu dengan kekasihnya, ia kemudian menyalakan mesin mobilnya dan terus melaju meninggalkan taman itu.
Didalam mobil Lisna tidak henti-hentinya menggoda pria yang sangat dicintainya itu, sehingga hal itu membuat Rendi semakin ingin untuk cepat-cepat sampai di rumah Lisna.
"Sayang ... sepertinya punya kamu sudah berdiri tuh," ledek Lisna menunjuk kearah celana Rendi.
"Sok tahu, enggak lah. Belum," sahut Rendi mengelak dengan sedikit tertawa.
"Iya kok. Itu kelihatanya juga gitu, pasti kamu sudah enggak kuat," ucap Lisna dengan suara yang menggoda.
"Hehe. Iya sih, tapi kamu mau juga kan, Sayang? Malam ini aku ingin banget menumpahkan semua perasaan aku." Rendi mulai menggoda, namun tetap fokus menyetir mobilnya.
"Kalau itu jangan lah, Sayang. Kita kan belum menikah, nanti saja kalau aku sudah sah menjadi istri kamu, Sayang," ucap Lisna seakan menolak permintaan Rendi.
Namun pada saat itu Rendi terus menggoda kekasihnya, semua kata-kata untuk meluluhkan Lisna ia utarakan, sehingga perlahan-lahan Lisna mulai menuruti perkataan Rendi yang menginginkan tubuhnya. Tidak lama setelah melaju kurang lebih tiga puluh menit, mereka pun kini sampai di depan rumah Lisna. Mobil itu terus memasuki halaman rumah mewah milik orangtua Lisna.
Beberapa saat kemudian mereka berdua berjalan untuk masuk kedalam rumah, bel rumah berbunyi setelah Lisna menekan tombolnya. Beberapa saat kemudian terlihat pembantunya membukakan pintu.
"Malam, Non," ucap mbak Laras tersenyum.
"Iya, Mbak," sahut Lisna yang kemudian masuk menggandeng Rendi.
"Oya, Mbak. Mamah sama papah kemana?" tanya Lisna menatap mbak Laras.
"Nyonya sama tuan sudah berangkat dari tadi, Non. Enggak tahu juga mau kemana, soalnya tuan sama nyonya enggak bilang apa-apa," jawab mbak Laras menjelaskan.
"Emm. Iya sudah, Mbak. Bikinin minum yah," ucap Lisna tersenyum, melihat pembantunya.
Dengan begitu maka pembantunya itu membalas senyuman Lisna dan terus berjalan kearah dapur untuk membuatkan minum. Sementara Lisna dan Rendi duduk di sofa yang ada di ruang keluarga. Mereka berdua terlihat saling senyum setelah mengetahui kedua orang tua Lisna tidak ada di rumah.
Rendi yang merasa sudah tidak sabar untuk menjamah tubuh Lisna, ia langsung memeluk tubuh kekasihnya itu, dan terus mendaratkan bibirnya hingga akhirnya mereka berdua saling melumat. Namun keduanya menghentikan aktivitasnya karena mendengar suara batuk dari pembantu Lisna yang hendak memberikan air minum untuk mereka berdua.
Pada saat itu keduanya terlihat malu-malu meliat mbak Laras. Namun pembantu itu hanya senyum-senyum setelah memergoki mereka berdua yang tengah berciuman. Selang beberapa saat setelah meletakan dua gelas minuman di atas meja, pembantu itu pun beranjak meninggalkan mereka berdua.
"Sayang, minum dulu nih," ucap Lisna sambil memberikan gelas itu.
Dengan tersenyum Rendi meraih gelas itu dan terus meminumnya, Lisna hanya memperlihatkan Rendi sambil tersenyum. Gelas itu pun diletakan kembali oleh Rendi. Sesaat setelah itu Rendi terlihat mengarahkan pandangannya kesetiap sudut ruangan untuk memastikan keadaan sekitar.
"Kamu nyari apa sih, Sayang?" tanya Lisna merasa heran melihat kekasihnya itu.
"Ya lihat situasi lah, Sayang. Tadi mbak Laras kemana?" Rendi nampak menanyakan pembantu Lisna seakan takut dipergoki kembali oleh pembantu di rumah itu.
"Owh itu? Mbak Laras pasti sudah ke kamarnya, Sayang," ucap Lisna sambil menyenderkan kepalanya di pundak Rendi.
"Emang kenapa kamu nanyain dia?" Sambungnya.
"Takut aja kalau nanti kita kepergok lagi," jawab Rendi sedikit tertawa, tanganya membelai rambut Lisna yang terurai.
Rendi kemudian membisikan ditelinga Lisna tentang keinginan untuk menuangkan birahinya yang sudah tidak tertahan. Di saat itu Lisna nampak ketakutan karena merasa takut jika sampai hamil di luar pernikahan. Akan tetapi, Rendi terus saja merayunya sambil memberikan sentuhan-sentuhan lembut di bagian tubuh Lisna yang memiliki tubuh yang sangat bagus dengan ukuran payudara yang cukup besar, sehingga membuat Rendi semakin bernafsu untuk menjamah tubuh Lisna.
Dalam situasi yang sudah sangat panas, Rendi tidak henti-hentinya mencumbu bibir kekasihnya, begitu juga dengan Lisna yang sudah terbuai oleh permainan bibir Rendi. Ia pun membalas permainan Rendi. Lisna merasakan buah dadanya disentuh dan diremas-remas oleh Rendi sehingga ia tidak kuasa menahan birahinya, Lisna mendesah merasakan sentuhan itu membuat pikirnya melayang, nafas keduanya menggebu-gebu dalam situasi saat itu.
"Aku menginginkan tubuhmu, Sayang," bisik Rendi ditelinga Lisna, tanganya terus meremas-remas buah dada kekasihnya hingga Lisna menggeliat tidak bisa berkata apa-apa, ia hanya merasakan sentuhan nikmat dari Rendi.
Seketika itu Rendi yang sudah tidak kuat menahan batang kejantananya yang sudah mengeras, ia kemudian membaringkan tubuhnya Lisna diatas sofa itu lalu Rendi membuka resleting celananya. Pada saat itu Lisna terbelalak seakan baru sadar.
"Sayang ... jangan lakukan itu, kita kan belum menikah," ucap Lisna memohon sambil memegangi tangan Rendi yang hendak membuka resleting celananya.
"Enggak apa-apa, Sayang ... Aku sudah tidak kuat. Malam ini aku minta kamu layani aku, Sayang," balas Rendi dengan pelan, tubunya menindih Lisna, disaat itu Lisna terus memohon supaya Rendi tidak melakukan hubungan badan sebelum menikahinya.
Akan tetapi, Rendi seolah tidak memperdulikan ucapan kekasihnya itu, ia terus saja meremas-remas buah dadanya sambil melumati bibirnya. Hingga akhirnya Lisna kembali mengerang kenikmatan dengan permainan Rendi yang sudah diselimuti birahi yang membara.
Rendi mengangkat tubuhnya dan membiarkan Lisna terlentang diatas sofa, ia kemudian membuka resleting dan terus menurunkan celananya hingga akhirnya terlihatlah batang kejantananya yang berukuran sangat besar dan panjang. Sontak saja hal itu membuat Lisna terbelalak melihat batang kejantanan Rendi yang nampak sudah berdiri tegak dan berukuran besar.
"Sayang, tolong jangan lakukan itu, kita belum menikah," pinta Lisna sambil merapatkan kedua kakinya.
BERISI ADEGAN HOT++ Seorang duda sekaligus seorang guru, demi menyalurkan hasratnya pak Bowo merayu murid-muridnya yang cantik dan menurutnya menggoda, untuk bisa menjadi budak seksual. Jangan lama-lama lagi. BACA SAMPAI SELESAI!!
BERISI ADEGAN HOT++ Leo pria tampan dihadapan dengan situasi sulit, calon mertuanya yang merupakan janda meminta syarat agar Leo memberikan kenikmatan untuknya. Begitu juga dengan Dinda, tanpa sepengetahuan Leo, ternyata ayahnya memberikan persyaratan yang membuat Dinda kaget. Pak Bram yang juga seorang duda merasa tergoda dengan Dinda calon menantunya. Lantas, bagaimana dengan mereka berdua? Apakah mereka akan menerima semua itu, hidup saling mengkhianati di belakang? Atau bagaimana? CERITA INI SERU BANGET... WAJIB KAMU KOLEKSI DAN MEMBACANYA SAMPAI SELESAI !!
BERISI ADEGAN HOT ++ Capten Adrian, lelaki berwajah tampan dengan usia 35 tahun dan sudah mempunyai 1 anak. Kesibukannya di dunia penerbangan yang selalu bergaul dengan pramugari yang cantik-cantik, tentunya Capten Adrian merasa senang. Dengan didorong hawa nafsu Capten Adrian berambisi untuk menyalurkan hasratnya ke setiap rekan kerjanya. Lantas bagaimana dengan rumah tangganya? Apakah Dewi yang menjadi istrinya akan diam saja? *Ikutin ceritanya sampai selesai!!
Bangkitnya Yen Liao membuat gaduh dan membuat masyarakat desa ketakutan, terlebih lagi tuan Jimin Yu yang memang menginginkan kekuasaan hingga membuat Yen Liao meregang nyawa. Apa yang akan terjadi dengan bangkitnya Yen Liao? Ikuti kisahnya sampai selesai !
TERDAPAT ADEGAN HOT 21+ Amira seorang gadis berusia 17 tahun diperlukan tidak baik oleh ayah tirinya. Dia dipaksa menjadi budak nafsu demi mendapatkan banyak uang. Akan kah Amira bisa melepaskan diri dari situasi buruk itu? Sedangkan ayah tirinya orang yang kejam. Lantas bagaimana nasib Amira? Yuk baca cerita selengkapnya di sini !
BERISI ADEGAN HOT21+ Aldi yang ditinggal istrinya bekerja di luar negri, membuat dirinya sulit untuk bisa menyalurkan syahwatnya. Godaan datang dari ibu mertuanya yang memiliki paras cantik dan tubuh yang menggoda. Apa yang akan terjadi dengan mereka? Apakah Aldi mampu menahan godaan itu?
Ara Qubilah Iskander, gadis cantik berdarah Turki yang sejak dari kecil sangat mengagumi Chandra Syauqi Abimana, pria remaja yang tak lain adalah adik dari mamanya. Ara menganggap Chandra sebagai pangeran yang selalu menjadi pahlawan untuknya. Namun berbeda dengan Chandra, pria remaja itu menganggap Ara gadis yang selalu menyusahkannya, bahkan tidak membiarkannya hidup dengan tenang. Hingga pada suatu malam, Chandra dan Ara terlibat dalam sebuah kesalah pahaman hingga membuat mereka berselisih, bahkan membuat Chandra membenci Ara. Akankah keduanya bisa akur kembali? Dan apakah Ara masih menganggap Chandra sebagai pahlawan untuknya? Seputar novel bisa follow IG @ropiah_201
Keseruan tiada banding. Banyak kejutan yang bisa jadi belum pernah ditemukan dalam cerita lain sebelumnya.
Siapa sangka kepulanganku yang mendadak dari Taiwan membuatku amat terkejut saat sampai di kampung halaman. Aku mendapati istriku gila dan anakku sudah meninggal dunia. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah semua kesaksian keluargaku itu bisa dipercaya?
Yahh saat itu tangan kakek sudah berhasil menyelinap kedalam kaosku dan meremas payudaraku. Ini adalah pertama kali payudaraku di pegang dan di remas langsung oleh laki2. Kakek mulai meremas payudaraku dengan cepat dan aku mulai kegelian. “ahhhkkk kek jangannnhh ahh”. Aku hanya diam dan bingung harus berbuat apa. Kakek lalu membisikkan sesuatu di telingaku, “jangan berisik nduk, nanti adikmu bangun” kakek menjilati telingaku dan pipiku. Aku merasakan sangat geli saat telingaku di jilati dan memekku mulai basah. Aku hanya bisa mendesah sambil merasa geli. Kakek yang tau aku kegelian Karena dijilati telinganya, mulai menjilati telingaku dengan buas. Aku: “ahhkkk ampunnn kek, uddaahhhhh.” Kakek tidak memperdulikan desahanku, malah ia meremas dengan keras payudaraku dan menjilati kembali telingaku. Aku sangat kegelian dan seperti ingin pipis dan “crettt creettt” aku merasakan aku pipis dan memekku sangat basah. Aku merasa sangat lemas, dan nafasku terasa berat. Kakek yang merasakan bila aku sudah lemas langsung menurunkan celana pendekku dengan cepat. Aku pun tidak menyadarinya dan tidak bisa menahan celanaku. Aku tersadar celanaku sudah melorot hingga mata kakiku. Dan tiba2 lampu dikamarku menyala dan ternyata...
"Jang, kamu sudah gak sabar ya?." tanya Mbak Wati setelah mantra selesai kami ucapkan dan melihat mataku yang tidak berkedip. Mbak Wati tiba tiba mendorongku jatuh terlentang. Jantungku berdegup sangat kencang, inilah saat yang aku tunggu, detik detik keperjakaanku menjadi tumbal Ritual di Gunung Keramat. Tumbal yang tidak akan pernah kusesali. Tumbal kenikmatan yang akan membuka pintu surga dunia. Mbak Wati tersenyum menggodaku yang sangat tegang menanti apa yang akan dilakukannya. Seperti seorang wanita nakal, Mbak Wati merangkak di atas tubuhku...
Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.