pada kaca mobil. Pandangan matanya linglung dan tidak terfokus, tenggelam dalam k
i di garis terdepan barisan, Xavier menyentuh earphone di telinga kirin
ku tidak kenal dengannya, hari ini adalah hari pertama kami berbicara. Dia tiba-ti
ut halus yang selalu membuat dia merasa nyaman. "Jauhi dia s
erat telapak tangan yang lebih mungil. Tidak ingin melepaskan barang sedetikpun. Wajah t
ia bisa bermain dengan
u gerbang secepat mungkin, takut kalau-kalau suasana
jer di kedua sisi pintu. Menundukkan kepala mereka hormat, sala
ngat di campur ekstra wewangian kayu cendana?" Pelayan yang
an cenda
ya akan m
ninggalkan meja makan. "Jika kau ada masalah, c
al. Jelas-jelas dia anak tunggal, bukan anak kembar, Ibunya mempunyai satu bayi, bukan dua
k boleh bertany
ndiri, dia perlu pergi ke
Banyak sekali yang menjarah lokerku dan aku merasa kurang nyaman. Aku tah
ot matanya tersirat kasih sayang yang memanjakan, "Aku akan mengurus mereka, asalkan selalu ingat untuk tida
embicaraan. Kedua tangannya sibuk mengambil beberapa lauk yang di
perti istri kecil yang sedang berus
buh tingginya beranjak dari kursi. Mera
jernih menatap Xavier
Bukankah kita perlu bermain? Air mandimu belum di sele
pun. Sebelum mereka di angkat menjadi pelayan di mansion Blard, Madam telah member
h terjadi apapun. Seluruh pelayan pun mendengar kisah dari pelay
komplot untuk menjadi malas, mengambil uang bulanan anggaran rumah untuk kesenangan prib
berjalan sesuai keing
g, mereka sering menyebutnya sebagai pelacur kecil, dan jika
susah di suruh makan. Padahal mereka hanya menginginkan waktu
an pesona masing-masing. Sebelum di buang, pelayan lama harus melayani para pengawal yang berkulit gelap dan k
elacur level terendah adalah perempuan sial yang mungki
di ketahui oleh orang-orang dunia gelap. Laki-laki dari duni
ati mendengar kisah buruk dari pelayan lama karena begitu be
an jenis apa yang terjalin antara Tuan dan Nona Muda? Pemikiran me
antai bawah tempat yang biasa di gunakan Tuan ketika b
mbali ke barisan, bergabung dengan teman-teman lainn
dian suara ma
sini?" Pemuda berkemeja putih kusut bertanya, men
empuan yang sangat familiar terdengar dari balik pint
ni benar-benar..." Kalimat terpaksa bersambung di tengah jalan, di
ini bukan waktu yang tepat, oke? Setidaknya harus menunggu
rbirit-birit ke lantai atas. Memasuki kamar tamu hendak melanjut
enunggu selama
anak tangga satu persatu, iris hitamnya berkil
emohon belas kasih selama setengah jam. Wajah cantiknya masih membekas dengan warna merah alami mempeson
ampang secara cuma-cuma, nafas panasnya membakar kulit tipis Serena, "Mana mungkin kau bisa mandi sendiri?
belit tubuh Serena ber
tahun, maka dia harus menyerahk
hati, Xavier adalah adik dari i
gan mereka menj
tidak
ebutuhan di tangani oleh Xaviee. Dia cukup tidur, makan, ber
su mendongak, menatap fitur waja
a dia agar mau menikah
tiba-tiba berdebar tidak karuan. Kulit
kau menj