img Unfortunate?  /  Bab 3 Unfortunate or Fortunate | 23.08%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Unfortunate or Fortunate

Jumlah Kata:1488    |    Dirilis Pada: 03/03/2024

itu mendengus kesal ketika harus bertatapan dengan Papanya. Areya menarik na

gi. Namun kenyataannya, Areya sendiri yang takut dengan reaksi Mamanya jika tahu tentang kejadian itu.

bisa membayangkan

anmu lho... Ada ikan asin juga nih." Sapa Mama Areya

ia." Ucap Areya sambil tersen

yo duduk. Mama sudah ambilkan nasi

koran ditangannya seolah tak terjadi apa-apa. Sedangkan Areya, hanya bisa menelan kekesalannya

dirimu di kamar dengan musik kerasmu it

awab singkat, "Hobby." Lalu dia

itu merasa anaknya sudah berubah, setela

i, "Apa karena ... Mama dan Papa tidak b

r. Setelah batuknya reda, dia menjawab dengan tenang, "Sudahlah, Ma. Bukannya sudah biasa, kalian tidak datang ke acara ti-dak penting-ku?

ana? Kamu juga... belum menghabiskan makananmu

ara di sini mendadak kotor, dan membuat

Saya

enti sejenak. Ingin rasanya, dia melempar vas bunga yang berada di samping tempatnya berdiri.

bisa membuat perasaannya sedikit membaik. Gadis itu terus berjalan sembari sesekali memejamkan mata. Sampai di mana, hidungnya men

ng. Kemudian tanpa menunggu lama, seorang pelayan datang mengh

tanpa gula. Untuk gadis Unfortunate." Pelayan itu mengern

gera datang." Pelayan itu mengucapkannya dengan le

hari. Dia Tampan, sekaligus mengerikan. Seakan membunuh tiga pemuda brengsek itu hanya seperti membunuh lalat. Bah

Pria bernama Pasha itu. Walaupun tak menampik, Pria itulah yang menyelamatkan d

ah datang." Seru seseorang menya

ketika kepalanya sudah sepenuhnya mendongak

di sini dan bisa memegang kopi p

dengannya. Tetapi sekarang, dia sudah berada te

milikku. Jadi, aku juga bisa melayani pelanggan cantik seper

hanya mengaku-ngaku bahwa tempat ini milikmu. Hish! yang benar saja!" Areya tiba-tiba

kemudian mengangkat tangan seperti memberikan kod

, "Apakah ada yang b

buka mulut, Areya sudah lebih dulu mengangkat tangan. "Stop! aku tidak perlu penjelasan. Lagi pula, itu ju

mbah yakin, bahwa, hidupnya mema

ebuah kemalangan katamu?" Pasha be

Baiklah, aku akan pergi. Aku sudah tidak berselera lagi, terima kasih." Areya seger

ngingat kejadian kemarin lagi. Dia juga takut berurusan dengan polisi, karena berhubungan dengan seora

pi, dia sama sekali tidak mau menengok, siapapun yang memanggilnya.

a Areya terasa a

makin cepet. Capek nih, ngejar Lu!" Omel seseorang di belakang A

aku kira

gue." Ucap lina sambil mengibaskan rambut panjangnya. Areya h

n. Tuhan juga belum puas. Lalu menghadiahkan seora

malah ngibrit begitu, ada penjahat

gkan kepala unt

s?" tanya

na, Kenapa juga ngejar aku?" tany

Lu, baru keluar dari kafe baru itu. Ya udah, gue panggil. Eh, Lu malah ngibrit

badan, habis lari tadi." Areya memint

ulang. Bye Re!" Ucap Lina sambil melambaikan tangan, Are

dirasa aman, Areya berjalan dengan riang. "Huh, aman! lega rasanya." Gumam gadis itu riang. Kemu

Ada seseorang yang baru keluar dari persembun

yangannya. Tempat ternyaman menurut Areya adalah kamarnya. Di kamar itu, dia b

ing. Gadis itu berniat untuk membiarkannya saja, karena rasa kantuknya sudah tid

ki orang yang menelepon dirinya. "Siapa sih, kamu? kalau penting langsung bicara. Kalau cuma iseng aku matiin kamu,

g pria di sebrang dengan nada berat. Mendengar pertany

a jengkel setengah mati. Dia saja, dapat gelar jomblo tahunan dari si Lina. Entah badai dari mana, ada Pria y

ya terkena serangan jantung. Tidak, bukan karena ketampanan orang yang ada difoto itu. Tetapi, orang itu adalah pria yang sangat Areya takuti. S

Tuan putri yang selalu muram setiap hari. Aku ingi

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY