, ayo masuk!" Ajak
saat melihat pohon-pohon besar di samping kiri villa tumbuh sangat rindang dan terlihat sejuk. Sementara di sisi kan
yang di bawahnya terdapat kolam berbentuk bulat berisi ikan. Sedangkan vil
rena gengsi, gadis itu memasang muka datar saat berjalan memasuki Vil
ri balkon." Pasha berjalan lebih dulu memasuki Villa. Areya terkejut, s
capan orang itu terhenti saat melih
an, namanya Areya, dia calon is
Poby. Untuk menghindari ketegangan yang akan terjadi, pak Poby bertanya, "Seb
Aya?" Tanya Pria itu yang ha
annya, mungkin nanti akan
utuh apapun bisa telepon saya." Pak Pob
aik ke atas." Tanya Pasha saat mengetahu
ilar menjulang tinggi sampai atap. Lalu di samping kiri dan kanan, terdapat jendela tinggi dengan hiasan hordeng yang indah
n warna dinding putih sekelilingnya. Masih banyak lagi barang antik lainnya di situ
di sini jika ... kamu mau." Pasha mulai berbicara
ap di sini. Di dalam kamar itu ada pintu menuju balkon." Jel
kku masuk kamar itu kan?
aknya." Dia tertawa lagi, "Maaf. Aku hanya bercanda. Kita bisa
ar-lebar. Areya menyipitkan mata merasa silau. Setelah beberapa saat, matanya berb
pasha saat mereka berdiri
an saat Pasha menoleh, untuk pertama kalin
dangan indah itu. Geleyar aneh merambat dari perut
ukir di wajah cantiknya. Senyuman yang membuat detakan jantung Pasha semakin tidak wajar. Pria itu hanya di
a dengan senyum saja kamu seperti ini?" s
hampar di depannya. Bergelut dalam pikiran masing-
kompromi." Ucap Pasha dengan
"Tak apa, ayo kita turun
apkan makanan untuk kita." Jawab Pasha merasa tida
kan kepala, "Sebagai ucapan terima kasi
dapur yang super bersih dengan peralatan yang cukup lengkap. Lalu, saat gadis itu menuju kulkas dua pintu yang berada dipojok rua
akekku yang tinggal di sini untuk sem
a Kakak tidak membawaku bertemu den
ginya tadi, dia bilang akan menemui seseoran
." Jawab Ar
ha melihat gadis itu tanpa berkedip, dia mengamati semua gerak geriknya. Mulai dari gadis itu memilih dan mencuci sayuran, kemudian mengambil pisau untuk memotong
nyelesaikan masakannya. Wangi masakan yang menguar memenuhi dapur, turut membuat perutnya keroncongan. Sete
i depan Pasha dengan perlahan. Tanpa menungg
... apa nama
ang tidak ada, aku memasukkan Sayuran dan ayam sebagai pelengkapnya. Bisa dibilang itu masakan
erus yang memasak untukku." Pasha mengoceh sam
emasak? terus, jika aku kecelakaan lalu lumpuh, Kakak akan membuangku begitu saja
sha gelagapan saat mendengar gadi
percakapan itu, lalu dengan cepa
u sangat takut jika gadis ini marah. Apakah benar, ini yang namanya
uara, sampai ada seseorang
au?" panggil sese
il, pria itu langsung men
g ada di depannya dan langsung berdiri. Sebelum seseorang yang dipanggil Pasha "Kakek"
sia tidak sopan." dengan enteng gadis it
tu?" Kakek Pasha menyahut, suks
aruk kepalanya yang tak gatal.
padaku, jadi maklumi saja." Pasha
embungkam orang yang menghinamu. Siapa gadis ini? pengar
kesalahannya sendiri. Gadis itu menyesal sudah
adis kecil yang dulu
antas saja, si dungu ini tidak mau aku jodoh
lirik kakeknya de
kek cuek. Lalu tatapan kakeknya jatuh pada mang
jawab pria
. Buatanmu, kan?" Tanya kakek a
ilkan dulu." Areya menjawab sedikit kelabaka
uk. Dia terus menunduk memainkan buku jarinya tanpa
ku sangat suka sup miso. Rasanya sediki
epat, "Benarkah, Tuan?"
ukku." Jawab kakek Pasha dengan antusias juga. Nam
sama saja." Gadis itu menggerutu s
engar." Pertanyaan itu membuat Areya kaget, tak
, pria itu tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya kemudian kembali menunduk untuk memakan supnya. Sikapnya itu membuat