rti bangkai. Selain karena lupa untuk sikat gigi, gadis itu juga berpikir dia sedang stres dan mengakibatkan asam lambungnya naik. Kemudian, ketika gadis itu melihat kac
mar mandi. Setelah mandi alakadarnya itu, dia berjalan ke arah lemarinya dan memilih dress putih selutut bercorak bunga keci
korea kesukaannya. Baru satu episode selesai, suara ketukan pintu terdengar. Karena dia ada
ng pintu, bahwa dia harus keluar dari kamar
i dengan siapapun hari ini. Akhirnya, rasa penasaran me
teriak mencari Mamanya, saat tiba di ruang t
aban sang Mama membuat Areya tepuk jidat. Dia memang lupa dan
hat seseorang yang sedang bersama Mamanya. Gadis itu, hanya b
, malah diam saja disitu. Cepat kesini
mat keluar dari mulutnya, "Ma... tolong su
itu bingung, "Kamu mengenalnya, Sayang. Dulu... waktu kamu kecil, kamu sangat menyukai Pria ini. B
ih pada Pria itu, mengamati wajahnya berusaha mencari
t dia harus pindah ke Jepang bersama kakeknya." Jelas
mengangguk, karen
masih mencoba menyangkal, dia tidak mau Pria yang bernama Pas
ma berangkat kerja dulu. Kalian lanjut saja berbincangnya." Sang Mama tersenyum jahil pada mereka
nya, yang sudah tega meninggalka
. Tak ada satupun yang berbicara. Mereka saling
k Asha?" tanya gad
dak kamu sendiri yang memastikannya?" kemudian
lengan itu. Kaki gadis itu lemas, hingga tak sanggup lagi melangkah untuk mendekat. Dia hanya diam berpegangan kursi u
mu, aku merindukanmu ... Aya." Pasha mengucapkan kalimat dengan lembut, hingga Areya merasa
itu sanggup ucapkan pada Pasha. Saat mendong
n menangis." Pasha mengusap air mata itu dengan lembut. Areya semakin mena
uh lengan Pasha, "Masih ada, dan bahkan muncul keloid sepanjang garis lukam
at itu, aku tidak pernah melihat ada senyum di wajahmu ini. Kamu se
aku memelu
ang aku sudah dewasa, dan kamu, su
jangan lupa. Kalau kakak sudah membunuh tiga brengsek itu. Aku t
ngin hutangmu padaku kau bayar lunas padaku. Lalu, untuk masalah tiga brengsek itu... mereka pantas mendapatkannya. Mereka suda
Pasha bekerja. Pria itu mengambil pisau, lalu mengupas dan memotong sebuah
Areya melirik pada Pasha lalu beralih pada pisau di d
andanya, Kak." Gadis
lalu berhasil membuat orang takut." Dia mengamb
nnya!" Seru gadi
itan calon istri sendiri, tidak ada
sama Kakak? Mimpi..." Jawab
n kata cinta pada Areya. Namun, gadis itu tidak ma
ir?" Ucap Areya berusaha mengalihkan perhatian.
etelah lulus, aku langsung kembali lagi ke Jepang. Saat mendapat kabar orang tuaku tiada, dan dikremasi di sana. Kabarnya, mereka meninggal karena dibunuh rekan bisnisnya sendiri, lalu-" Pasha menarik nafas, untuk menenangkan diri, "Selama dua tahun aku memburu mereka. Namun, hasilnya nihil. Hanya berkat koneksi dari Kakek, aku berhasi
imana kamu bisa mengenaliku jika kita tidak perna
tuk menghubungi atau bahkan bertemu denganmu. Aku takut melihatmu marah
bola mata kesal karena jawaban pria itu konyol
anku" jawab Pash
pulang." Ucap Areya
sirku?" Tanya pria
ingin tidur." J
indukanku?" Tan
saja, pikiranku sedang penuh. Aku tidak mau nanti kepala kesayanganku ini meledak, karena ditamb
ri mulut Pasha berhasil membuat Areya berhenti sejenak. Namun s
abisan akal. Pria itu dengan cepat mendekati gadis otu. Langsun
a. Tetapi, dengan tangan kecil seperti itu, tidak akan ada efekny
enculikku Pasha! atau aku akan be
awab enteng ancaman gadis itu. Akhirnya Areya diam, dia tidak mau b
menyenangkan." Goda Pasha me
seperti ini?" tanya Areya melirik malas pria
menunggu hingga kamu dewasa seperti sekarang." Jawab pria itu de
." Gerutu gadis itu dalam hatinya, dia
hal itu dilihat oleh Pasha. Pria itu langsung menghidu
s yang keluar, tetapi justru yang keluar lagu dengan beat cepat. Saat pria itu ingin mengganti lagun
out of my mind. But without yo
an lagu ini dengan santai, padahal beatnya cepat." Puji
lajar bahasa Korea walaupun belum expert." Jelas gadis itu tanpa melihat Pasha. Tatapannya lurus
kenapa kita menuju perbu
lalu, kamu pasti akan sangat menyuk
api, sekarang dia merasa jengkel dan kesal. Bahkan, dia berdoa untuk dijauhkan dari Pria itu namun kenyataannya, justru