img Unfortunate?  /  Bab 2 Siapa Kau | 15.38%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Siapa Kau

Jumlah Kata:1123    |    Dirilis Pada: 03/03/2024

a berjalan dengan pelan, membawa sesuat

mam Areya ketika melihat pria dengan hoodie yang menutup

Mata Areya melebar begitu melihat

ta dengan gugup. "Ja-jangan mendekat! pergi kau dari sini!" Areya beringsut mundur

jek, "Silahkan Nona... kalau kau ingin pita s

n sepi seperti ini... siapa juga yang akan

tu? apa kau suruhan Papa untuk membunuhku?" tanya

tiga tikus itu, dan kau menuduhku seperti itu? Haish... keterlalu

ya Areya lagi padanya, "Sialan! pistolnya

saja mereka dan masalah selesai." Tangannya dengan pelan mengel

r jawaban di luar nalar dari pria y

ang." Pria itu berkata lagi, kemudian menjulurkan tangannya

n malah bertanya, "Bagaimana bisa aku ha

a, "Terserah, kalau kamu ingin bermalam di sini dengan mereka." Ja

u akan ikut, tapi... aku tidak bisa berdiri."

a... aku memang sering membunuh sih," Pasha tersenyum mengejek.

rhutang pada pria Pembunuh ini." ucap pria itu lagi

Ya, Areya malu pada Pasha karena jarak mereka terlalu dekat. Dia hanya melihat w

Manhwa. Gila, tampan seka

n terasa sedikit sakit. Berdirilah di sini, aku akan menopang tubuhmu sembari

ya lagi dan dengan perlahan, Pria itu meletakkan gadis

un, itu berakhir dengan kecanggungan karena wajah mereka berhadapan dengan sangat dekat. Mata mereka pun

a yang aneh pada dirinya. Tanpa ambil pusing, Pasha langsung d

terdengar. Areya diam menunduk, dan

terus melaju kalau aku belum memberitahu

m kuberi tahu dimana rumahku?" Areya pun ak

awab, "Aku tahu, tidak perlu khawatir

dan benar saja, jalan itu memang jalan menuju rumahnya. Areya menunduk lagi, mema

bersamaku atau mau turun?" Pasha bersuara,

a berbicara, rasa sakit pada punggungnya kembali dan membuatnya mengaduh

Ucap Pasha pelan membuat Areya merinding. Tangan dingin yang sedang mer

a mencegah Pasha yang akan membuka

ini selalu sepi. Jika kau tidak keberatan, tolong antarkan ak

mbuat cair suasana, Pasha menjawab, "Hm, Kamu mengundang pembunuh in

ena, jika kamu ingin melakukannya, kenapa tidak dari tadi saat di

sini, di kamarmu misalnya?" Jawab Pas

Hingga kamu mati sama seperti yang kamu lakukan pad

angan." Ucap gadis itu lagi, tepat saat kak

jika aku tinggal? atau aku akan menunggu hingga orang tuamu pulang?

ngku akan sembuh keesokan harinya." Ucap Areya berusaha menenangka

asha mengelus rambut Areya dengan lembut. Membua

tahu namaku?" Tanya

kamar hingga tak terlihat lagi oleh Areya. Tak ambil pusing d

Ayo makan, Mama sudah memasak untukmu." Sebuah panggil

di tidak mendengar." Teri

rlah, matikan musikmu itu!"

Areya lesu, lalu be

nya dan selalu menghindari Mama atau Pria yang dia sebut Papa. Karena, di

eya terpaku, melihat seseorang yang

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY