/0/15115/coverbig.jpg?v=7697f02ac7179018f82b25753fe8bd97)
Ku percepat genjotan ku karena nikmatnya kemem Mirna.... Tubuu Mirna mulai merespon segala rangsangan .... Perlahan Mirna mulai tersadar dengan kondisinya.... Dan merasakan sesuatu yang besar sedang menghujam ke kenikmatannya.... Matanya mulai menerawang...dan dia mulai mengerakkan tangannya ... "Akhhh..... Enaaakk......." " Kau sudah bangun cantik.....?" *** Aku adalah seseorang yang berasal dari suatu daerah terpencil di pedalaman sumatra, usia ku 28 tahun masih single karena terlalu sibuk dengan karir dan banyak pekerjaan ... Nama ku alex syarizal tinggi 174 cm , berkulit terang , bertubuh cukup ideal dan aku anak tunggal ... Hidupkan cukup mewah karena kedua orang tua memiliki banyak usaha baik pertanian, kapal penangkap ikan sampai pom bensin pertama di daerah ku.... Kedua orangtua telah meninggal akibat kecelakaan bermotor 4 tahun yang lalu ... Menyebabkan aku hidup seorang diri dengan semua fasilitas yg tersedia...
Aku adalah seseorang yang berasal dari suatu daerah terpencil di pedalaman sumatra, usia ku 28 tahun masih single karena terlalu sibuk dengan karir dan banyak pekerjaan ...
Nama ku alex syarizal tinggi 174 cm , berkulit terang , bertubuh cukup ideal dan aku anak tunggal ... Hidupkan cukup mewah karena kedua orang tua memiliki banyak usaha baik pertanian, kapal penangkap ikan sampai pom bensin pertama di daerah ku....
Kedua orangtua telah meninggal akibat kecelakaan bermotor 4 tahun yang lalu ... Menyebabkan aku hidup seorang diri dengan semua fasilitas yg tersedia...
Tapi aku tidak ingin hanya duduk diam menerima saja kekayaan ini ... Karena aku pun bekerja menjadi pegawai negeri sipil setelah selesai menempuh pendidikan S1 di jurusan teknik informatik di salah satu universitas elite di negeri ini...
Menjadi pegawai negeri sipil dengan cara yang mudah dengan koneksi kedua orang tua dan sampai di posisi ku saat ini yang menjadi kepala bagian humas di pemerintah daerah kota ku ini di usia yg masih muda...
Diruangan tempat ku bekerja terdapat 15 orang termasuk diriku dan hanya aku dan hadi (staf) yang berjenis kelamin laki-laki yg lain adalah wanita , tiga orang yg masih belum menikah...
Sebagai pimpinan aku merupakan orang yang cukup royal, tidak pernah korupsi karena aku sudah cukup banyak uang tanpa harus melakukan itu ... Aku dan hadi sangat dekat mungkin karena dia laki-laki sendiri...
Hadi berusia 31 tahun dengan tinggi badan 163 cm dengan perawakan yg sedikit menyeramkan khas muka sumatra ..hehe... Tapi sifat jujur dan dapat diandal membuat aku menaruh kepercayaan kepadanya....
Suatu hari aku dan hadi pergi ke dinas kepegawaian untuk meminta data kepegawaian yg terdapat di daerah sesuai permintaan atasan...
Sesampainya disana kami bertemu dengan kepala seksi informasi kepegawaian bernama Siska anggraini yang memiliki tubuh seperti penyanyi dangdut... Bertubuh putih , memiliki payudara ukuran cukup besar terceplak dari baju dinas yg digunakan dan pantat bulat sempurna... Dia berusia 32 tahun dan telah memiliki 3 orang anak namun kecantikan luar biasa...
Aku dan hadi di masuk keruangan nya disambut dengan senyuman yg sangat ramah dan tangan yang halus saat bersalaman....
"Silahkan duduk bapak" katanya...
"Ya terima kasih" ucapku ,
"Ada yg bisa saya bantu" ucap bu siska
"Saya ingin mengetahui jumlah ASN yg terdapat di daerah ini .. "Ucap saya
"Bapak ini dari mana??", ucap bu siska ramah
"Maaf bu saya kepala bagian humas sekretariat daerah", membalasnya
"Maaf bapak saya tidak tahu, soal nya kita jarang bertemu jadi saya tidak tahu anda..." Ucap nya dengan senyum mengembang
"Mungkin kita sama-sama sibuk bu," balas ku lagi
"Baik jadi bapak butuh data ASN itu" jawabnya sambil terus melihat jam ditangannya...
"Ya bu itu permintaan pimpinan" jawab ku
"Oke bapak , saya akan menyuruh staf saya, kebetulan hari ini saya sudah cuti, ingin berlibur sama keluarga pak " jawabnya
"Tidak apa-apa bu..." Ucap saya
"Ibu akan berlibur kemana "tanya hadi
"Libur dalam negeri saja saya mau ke lombok pak, take off pesawat pun jam 10 nanti" jawabnya sambil berdiri dan melambaikan tangan kepada seseorang diluar ruangan untuk masuk ke keruangan...
Masuk lah gadis yang tidak kalah cantik dari ibu siska tp memiliki payudara yang sedikit kecil dan pantat yang kurang bulat ... Kalo wajah lebih cantik dari ibu siska....
"Tia ini kunci rumah nya", ucap ibu siska sambil mengambil tas kecil berwarna ungu dan mengeluarkan sejumlah kunci lalu membagi menjadi dua bagian dan menyerahkan pada tia
"Jadi berangkat jam berapa kak?" tanya tia
"Jadi kakak adik guman ku melihat kedua sosok wanita itu"
"Jam sepuluh ini tunggu kak ipar mu nyusul bentar lagi... Inget lampu nya di idupin semua ya jangan lupa.... Kalo mau makan ambil di kulkas aja oke.... ," Jawab bu siska
"Siti kesini bentar !!" panggil bu siska
Muncul wanita dengan tubuh gempal masuk keruangan ini kembali
"Tolong bapak ini dia minta data ASN ya ... " Ucap bu siska
"Ya bu tapi ada flasdisk" jawab siti
"Bapak bawa flasdisk" tanya bu siska kepada kami...
"Ya" .. Jawab hadi sigap memberikan flashdisk nya...
"Saya copykan dulu data ya pak..." Jawab siti pergi dari ruangan....
Lalu...
"Kak aku kembali ke kantor ya...." Ucap tia
"Oh ya sudah inget kata-kata ku tadi jendela ma pintu jangan lupa ditutup ... " Tegas bu siska kembali
"Ya hati-hati dan jangan lupa oleh-oleh ya "ucap tia sambil tersenyum .
Yang membuat aku dan hadi sedikit terhipnotis akan kecantikan adik bu siska ini...
Lalu bu siska kembali duduk kembali ke kursi nya. Kami pun berbincang-bincang kembali sambil menunggu data ASN tersebut...
Tidak beberapa lama hp bu siska berbunyi dan dengan sigap ya mengangkat hp tersebut sambil terlihat mangut-mangut ...
"Maaf bapak-bapak data sedang di copy kan... Tapi saya harus berangkat sekarang takut ketinggalan pesawat ..." Ucap bu siska.
"Oh tidak apa bu". jawab ku
Lalu bu siska terburu-buru membereskan segala peralatannya ... Sampai iya salah memasukan kunci yang telah dibagi dua tadi dengan sempurna...
"Bapak tunggu saja siti di sini ya pak... Maaf sekali lagi .... "Ucap bu siska sambil berdiri dan bersalaman dengan kami...
"Ya tidak apa-apa bu " jawab ku.... Di pun menuju pintu dengan tergesa-gesa yang menyebabkan kunci nya terjatuh dari tas nya....
Aku segera mengambil kunci dan ingin memanggil bu siska kembali... Tapi dengan sigap hadi langsung ngambil kunci tersebut dan memasukan nya ke kantong nya...sambil membuat isyarat untuk diam kepada ku...
Itu membuat ku sedikit bingung maksud dari hadi... Saat keadaan ku sedang bingung dengan maksud hadi ... Siti staf dari bu siska masuk sambil menyodorkan flashdisk kami....
"Data asn sudah pak ucap dia... "
"Terimakasih ".jawab spontanku...
Dan kami segera pergi dari ruangan... hadi pun terus melihat ke berbagai arah....
Saat kami berada dimobil ....
"Kenapa kunci diambil" ucap ku...
"Diruangan tadi tidak da cctv kan bos..." jawab hadi sambil senyum licik...
"Tidak ada memangnya kenapa ucap ku heran..." beruntung banget kalo gitu....jawab sambil iya tertawa terbahak-bahak...
"Kurang obat " kata ku..
"Mau tantangan gak bos?" tanya hadi pada ku...
"Tantangan apa ".ucap ku...
"Hidup bos kan lurus2 aja tanpa ada tantangan kan ... Nah kunci ini da lah tantangan baru nya" ucap hadi sambil memperlihatkan kumpulan kunci tersebut
"Untuk apa !!!"jawab polos ku...
"Kita rampok rumah bu siska sabtu besok berani gk." Tantang hadi pada ku...
"Gila ... Kita bisa dilaporkan polisi tau..." jawab ku
"Takut ya bos" balas hadi kembali...
Aku hanya diam saja tanpa membalas perkataan hadi,.. Aku langsung masuk keruangan ku,
Pukul 15.20 wib aku bersiap untuk pulang kerumah. Tiba-tiba hadi masuk keruangan ku dan berkata...
"Bos tadi saya abis survey lokasi rumah bu siska, ternyata rumah berada di pojok gang dan bersebelahan dengan sawah". ucap hadi pada ku...
"Jadi kau serius masalah perampok itu, apa kau butuh uang ? Kau bisa pinjam dengan ku,!" Jawab ku menyakin kan hadi.
"Tidak bos ini hanya bersenang2 saja kuk, tantangan hidup, bos mau ikut atau tidak" kata hadi kembali...
"Oke kalo memang begitu, sapa takut" jawab ku simple...
"Oke besok kita beraksi jam 16.00 wib ya pak, sebab di lokasi itu jam segitu sepi, dan saya dah cek rumah nya tanpa CCTV bos" Ucap hadi menyakinkan ku....
Luar biasa gumamku pada hadi iya tah mengecek semua nya ... Apa dia seorang profesional dalam mencuri , hingga iya yakin dengan masalah sebesar ini, terasa mudah bagi nya....ini lah yang akan mengubah kehidupan ku mendatang....
BERSAMBUNG
Kepala ku mulai naik turun mengoral penis nya yang membuatku selalu terbayang. Sementara tangan kiri ku ikut mengocok naik turun. "Oooohhhh.... Cinta Stop...! Nanti keluaarrr! Aaaahhhh.....", lenguh Robi meminta ku berhenti mengoral penisnya. Aku berhenti dan kemudian berbalik badan, kami kembali saling pandang tanpa bicara satu kata pun. Lalu tiba-tiba tubuhku dipeluknya dan segera dibaliknya hingga kini posisi kami berganti menjadi Robi diatas tubuh ku dalam posisi missionary. Robi memandang tajam mata ku bebrapa saat seakan meminta ijin pada ku, aku hanya mengangguk dan berkata. "Pelan-pelan, ya!". Robi membelai pipi ku dan sesaat kemudian ia mencium kembali bibir ku agak lama dan setelah itu ia bicara dengan suara bergetar. "Jika sakit ngomong, ya. Ini juga yang pertama bagi ku, yang!". Aku hanya memejamkan mata saat kurasakan penisnya sudah berada di depan bibir vagina ku, di gesek-gesekannya sejenak supaya aku kembali bisa mengeluarkan cairan lubrikasi ku. Sambil terus menggesekkan penisnya di bibir vaginaku, Robi kemudian menggenggam penis nya dan mengarahkan serta menuntunnya ke bibir vagina ku. "Aawww....", pekik ku sambil meringis kesakitan saat kepala penis nya mulai membuka jalan, menuju vagina ku, 1/4 batangnya sudah memenuhi vagina ku yang kurasakan sesak dan penuh. "Sakit, Rob!", keluh ku. Robi yang melihatku meringis kesakitan kemudian ia mendiamkan sejenak sambil ia mengelus rambut dan mendaratkan ciumannya ke kening ku. Aku seperti merasa nyaman dengan perlakuannya barusan, sambil tersenyum aku berbisik pada nya. "Ambillah sayang, aku ikhlas menyerahkan untuk mu". Aku kembali memejamkan mata dan berusaha pasrah dan rileks, aku tahu ini bakalan sangat sakit dan merupakan kebanggan bagi kaum perempuan tapi rasa sayang ku menutup kesadaran ku saat itu, aku menanti dengan berdebar menyerahkan kehormatan ku pada lelaki yang sudah menaklukan hati ku. Melihat aku dengan pasrah di bawah membuat Robi mantap untuk memasukkan penis nya lebih dalam lagi hingga bisa merobek selaput darah ku. Lalu ia menghentakkan pinggulnya dengan keras sehingga membuat ku menjerit kembali. "Aaaaaawwwww..... Aduh.....! Aaaaaahhhhkkkk....".
"Ada apa?" tanya Thalib. "Sepertinya suamiku tahu kita selingkuh," jawab Jannah yang saat itu sudah berada di guyuran shower. "Ya bagus dong." "Bagus bagaimana? Dia tahu kita selingkuh!" "Artinya dia sudah tidak mempedulikanmu. Kalau dia tahu kita selingkuh, kenapa dia tidak memperjuangkanmu? Kenapa dia diam saja seolah-olah membiarkan istri yang dicintainya ini dimiliki oleh orang lain?" Jannah memijat kepalanya. Thalib pun mendekati perempuan itu, lalu menaikkan dagunya. Mereka berciuman di bawah guyuran shower. "Mas, kita harus mikirin masalah ini," ucap Jannah. "Tak usah khawatir. Apa yang kau inginkan selama ini akan aku beri. Apapun. Kau tak perlu memikirkan suamimu yang tidak berguna itu," kata Thalib sambil kembali memagut Jannah. Tangan kasarnya kembali meremas payudara Jannah dengan lembut. Jannah pun akhirnya terbuai birahi saat bibir Thalib mulai mengecupi leher. "Ohhh... jangan Mas ustadz...ahh...!" desah Jannah lirih. Terlambat, kaki Jannah telah dinaikkan, lalu batang besar berurat mulai menyeruak masuk lagi ke dalam liang surgawinya. Jannah tersentak lalu memeluk leher ustadz tersebut. Mereka pun berciuman sambil bergoyang di bawah guyuran shower. Sekali lagi desirah nafsu terlarang pun direngkuh dua insan ini lagi. Jannah sudah hilang pikiran, dia tak tahu lagi harus bagaimana dengan keadaan ini. Memang ada benarnya apa yang dikatakan ustadz Thalib. Kalau memang Arief mencintainya setidaknya akan memperjuangkan dirinya, bukan malah membiarkan. Arief sudah tidak mencintainya lagi. Kedua insan lain jenis ini kembali merengkuh letupan-letupan birahi, berpacu untuk bisa merengkuh tetesan-tetesan kenikmatan. Thalib memeluk erat istri orang ini dengan pinggulnya yang terus menusuk dengan kecepatan tinggi. Sungguh tidak ada yang bisa lebih memabukkan selain tubuh Jannah. Tubuh perempuan yang sudah dia idam-idamkan semenjak kuliah dulu.
Istriku yang nampak lelah namun tetap menggairahkan segera meraih penisku. Mengocok- penisku pelan namun pasti. Penis itu nampak tak cukup dalam genggaman tangan Revi istriku. Sambil rebahan di ranjang ku biarkan istriku berbuat sesukanya. Ku rasakan kepala penisku hangat serasa lembab dan basah. Rupanya kulihat istriku sedang berusaha memasukkan penisku ke dalam mulutnya. Namun jelas dia kesulitan karena mulut istriku terlalu mungil untuk menerima penis besarku. Tapi dapat tetap ku rasakan sensasinya. Ah.... Ma lebih dalam lagi ma... ah.... desahku menikmati blowjob istriku.
Memang benar perkataan adrian tentang dirinya, dia wanita yang sangat cantik nan rupawan, aroma tubuhnya sampai tercium meskipun jarak di antara kita cukup jauh. tubuhnya juga sangat terawat, pantatnya yang besar dan nampak sekel, dan lagi payudara miliknya nampak begitu bulat berisi. "Ehmm... dia itu yaa wanita yang mendapat IP tertinggi sekampus ini !", gumamku. "Cantik, kaya dan pintar.. dia seperti mutiara di kampus ini !", lanjut gumamku.
Ujang menatap tajam ke lawannya tersebut "Datok lo harus tau seberapa greget nya gue?!" "Gue baru 20 tahun, terus kontol gue cuman dipake kencing doang" "Tisu Magic mode", Ujang bersiap kembali kali ini semua badannya sudah berlapis baja , ilmu pamungkas pun sudah diaktivkan, "TELO RASA MEKi" sang datok pun bersiap dengan ilmu pamungkasnya terlihat semua badannya mengeluarkan uap panas Dan keduanya bagai petir melesat dengan kecepatan tak kasat mata mengeluarkan ajian pamungkasss "BOOOOOMMMMMMMMMM"
Ava menarik nafas panjang sebelum melepas penutup terakhir tubuhnya. Dan kali ini, yang hadir hanyalah ketelanjangan yang membebaskan, ketelanjangan yang membebaskannya dari pakaian kepalsuan yang menutupinya selama ini. Ava memejamkan mata, menikmati udara sore dan dingin air yang mengalir membasahi tubuhnya. Sore itu ia merasa menyatu dengan alam.
Sejak kecil Naura tinggal bersama dengan asisten Ayahnya bernama Gilbert Louise Tom, membuat Naura sedari balita sudah memanggilnya "Dady". Naura terus menempel pada laki-laki yang menyandang gelar duda tampan dan kekar berusia 40 tahun. Diusianya yang semakin matang laki-laki itu justru terlihat begitu menggoda bagi Naura.
Bagi publik, dia adalah sekretaris eksekutif CEO. Di balik pintu tertutup, dia adalah istri yang tidak pernah diakui secara resmi. Jenessa sangat gembira ketika mengetahui bahwa dia hamil. Tapi kegembiraan itu digantikan dengan ketakutan ketika suaminya, Ryan, menghujani kasih sayangnya pada cinta pertamanya. Dengan berat hati, dia memilih untuk melepaskan pria itu dan pergi. Ketika mereka bertemu lagi, perhatian Ryan tertangkap oleh perut Jenessa yang menonjol. "Anak siapa yang kamu kandung?!" tuntutnya. Tapi dia hanya mencemooh. "Ini bukan urusanmu, mantan suamiku tersayang!"
Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?
Ketika Nadia mengumpulkan keberanian untuk memberi tahu Raul tentang kehamilannya, dia tiba-tiba mendapati pria itu dengan gagah membantu wanita lain dari mobilnya. Hatinya tenggelam ketika tiga tahun upaya untuk mengamankan cintanya hancur di depan matanya, memaksanya untuk meninggalkannya. Tiga tahun kemudian, kehidupan telah membawa Nadia ke jalan baru dengan orang lain, sementara Raul dibiarkan bergulat dengan penyesalan. Memanfaatkan momen kerentanan, dia memohon, "Nadia, mari kita menikah." Sambil menggelengkan kepalanya dengan senyum tipis, Nadia dengan lembut menjawab, "Maaf, aku sudah bertunangan."
Shella memiliki masalah serius ketika keluarganya mencoba memaksanya untuk menikah dengan pria tua yang mengerikan. Dalam kemarahan, dia menyewa gigolo untuk berakting sebagai suaminya. Dia kira gigolo itu membutuhkan uang dan melakukan ini untuk mencari nafkah. Sedikit yang dia tahu bahwa pria tersebut tidak seperti itu. Suatu hari, dia melepas topengnya dan mengungkapkan dirinya sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Ini menandai awal dari cinta mereka. Pria itu menghujaninya dengan semua yang dia inginkan. Mereka bahagia. Namun, keadaan tak terduga segera menjadi ancaman bagi cinta mereka. Akankah Shella dan suaminya berhasil melewati badai? Cari tahu!
Yolanda mengetahui bahwa dia bukanlah anak kandung orang tuanya. Setelah mengetahui taktik mereka untuk memperdagangkannya sebagai pion dalam kesepakatan bisnis, dia dikirim ke tempat kelahirannya yang tandus. Di sana, dia menemukan asal usulnya yang sebenarnya, seorang keturunan keluarga kaya yang bersejarah. Keluarga aslinya menghujaninya dengan cinta dan kekaguman. Dalam menghadapi rasa iri adik perempuannya, Yolanda menaklukkan setiap kesulitan dan membalas dendam, sambil menunjukkan bakatnya. Dia segera menarik perhatian bujangan paling memenuhi syarat di kota itu. Sang pria menyudutkan Yolanda dan menjepitnya ke dinding. "Sudah waktunya untuk mengungkapkan identitas aslimu, Sayang."