img Suami Magnetis  /  Bab 7 Jangan Menggunakan Warna Merah di Balik Kemeja Putih | 6.93%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 7 Jangan Menggunakan Warna Merah di Balik Kemeja Putih

Jumlah Kata:1173    |    Dirilis Pada: 18/10/2024

anku sendiri. Mengingat apa yang aku dan Aulia bicarakan di pantri kemarin, hatiku t

ntuk saya!" per

jadi barista kalau setiap hari kerj

nggan untuk melakukannya, namun perintah atasan harus dijalankan, daripada dipecat. Tida

a seperti yang biasa dilakukan, setiap membawa kopi ke ruangan bel

panas yang masih mengepulkan uap air itu di meja atasan

an air yang jatuh dari pendingin ruangan. Beruntungnya diriku karena saat bisa mengendalikan keseimban

hasil mengenaiku. Ada rasa sedikit menyesal karena hari ini aku mencepol rambut. Andai saj

tetesan air itu terhadap penampilanku, namun me

a sekarang!" pe

arkan pandangan yang tajam padaku seper

n alisnya untuk menunjuk kopi yan

g disuruh atasan. Itulah kalimat yang se

jejak ampas kopi mengarah ke salah satu sisi, artinya lelaki

i cangkir yang sama dengannya pasti karena dia

memastikan jika aku meminum kopi tersebut,

Pak Malik melipat t

malu, malu s

orang kehilangan akal sehat. Jika orang yang sedang sakit gigi meminum kopi buatank

umamku. Sialnya, saat aku berkata demikian,

uru-buru, lalu membalikkan badan

lang saja," ucapnya l

TID

ukan sesuatu yang tidak berkenan di hatinya, percayalah itu bukan sesua

alu berkata, "Pulang? Mana mungkin say

ir aku sedang membangkang. Sudah, abaikan sa

Pak," j

engulangi perkataan yang sebelumnya

un dengan kinerja yang baik selama ini, akan runtuh hanya kar

besok kamu tidak perlu kembali lagi ke perusahaan'. Jika engkau mengabulkan permohonan hambamu

ri menuju kursi beliau kemudian membungkuk padanya sa

k menjalankan tugas dari Bapak dengan baik. S

keringat juga mengintip keluar melalui po

besok k

kan keluar dari dalam dada. Tanganku dengan lincah la

ernah berbuat seperti ini. Rasa takut membuat kekuatanku melemah

besok k

buh. Namun, dalam situasi yang genting seperti sekarang, aku harus menggunakan c

asa tidak masalah jika membungkam mulut lelaki itu dengan cara menempelkan bibirku dan bibirnya lalu l

besok k

seperti sebelumnya, namun kali ini aku tidak langsung melep

dah mencapai batas," ucap Pak

uri rambutku yang tercepol rapi setelah itu beliau melahap bibirku dan melumatnya hin

n di area bibir Pak Malik. Aku percaya bahwa riasan bibi

ak aktif melepaskan sirkam yang tersemat sehingga rambutku tergerai den

lalu berbisik, "Ini akibatnya k

amu...," ucapnya lagi. Aku pun lang

Malik menarik tanganku yang sedang membungkam bibir lel

lik lelaki yang sedang memangku diriku saat ini. "Aku penasaran a

engge

mencegahku mengatakannya, aku tetap akan menyele

an kalau dipecat dari kantor, terlebih lagi hanya karena terla

dap ke bawah di sekitar bibirku. Mulutnya dibuka beberapa kali s

atu sama lain. Dia mendaratkan kepalaku ke permukaan dadanya

ngan pakaian dalam yang berwarna

lesaikan perkataanku yang se

*

img

Konten

Bab 1 Kencan Buta Bab 2 Menemui Calon Pasangan Bab 3 Devil Cake Weloveu Bab 4 Identitas Suamiku Bab 5 Lima Persen Bab 6 Maniak Bab 7 Jangan Menggunakan Warna Merah di Balik Kemeja Putih Bab 8 Malam Ini Kamu Harus Tidur di Sini
Bab 9 Selamat Pagi
Bab 10 Perjanjian Perkawinan
Bab 11 Antre Dong!
Bab 12 Mulut Kedua
Bab 13 Gagal Tak Jumpa
Bab 14 Butik Pengantin
Bab 15 Pria yang Luar Biasa
Bab 16 Jangan Marah, Alba!
Bab 17 Aku Bersedia
Bab 18 Ikrar Suci
Bab 19 Mama
Bab 20 Awalnya Marah Akhirnya Bersulang
Bab 21 Istriku Kelelahan
Bab 22 Gigitan Cinta
Bab 23 Pesan dari Ibu Mertua
Bab 24 Iklan yang Menggemparkan
Bab 25 Drama Panggilan
Bab 26 Kamu Mengajakku Minum
Bab 27 Kantor CEO jadi Toko Bunga
Bab 28 Drama Ibu Mertua
Bab 29 Tanda Tanya Tak Terjawab
Bab 30 Pesta di Puncak
Bab 31 Jangan Dilepas
Bab 32 Ada Apa dengan Bapak
Bab 33 Detektif Rosiana
Bab 34 Istri Lelaki Kaktus
Bab 35 Americano Manis
Bab 36 Aulia Bigos
Bab 37 Kenapa Kamu Menghindariku
Bab 38 Bola Panas Bergerak Liar
Bab 39 Spesialis Neurologi
Bab 40 Nightwear
Bab 41 Naga Tidur Sudah Bangun
Bab 42 Menghapus Jejak dengan Nanas
Bab 43 Trik Gadis Lugu
Bab 44 Selingkuhan Pak Rasendriya
Bab 45 Drama Belum Rampung
Bab 46 Reuni
Bab 47 Barbeku
Bab 48 Stamina Tambahan
Bab 49 Misteri Putusnya Sandal Alba
Bab 50 It's The Inn You Dream Of
Bab 51 Felicia Oh Felicia
Bab 52 Mirrorpage
Bab 53 Tinggal Bersama Mertua
Bab 54 Serum Sakti
Bab 55 Tamu Tak Diundang
Bab 56 Tangga Darurat Menjadi Saksi
Bab 57 Lomba Angkat Pasangan
Bab 58 Tubuh Suamiku, Hanya Aku yang Boleh Lihat
Bab 59 Tenyata Dia Tidak Ingat
Bab 60 Saat Sedih Kamu Harus Menangis
Bab 61 Sampul Majalah Jadi Masalah
Bab 62 Kaki Domba Menambah Stamina
Bab 63 Macan Kumbang Siap Menyerang
Bab 64 Kamar Berantakan Gara-gara Rasenda
Bab 65 Sayang, Tolong Beri Aku Anak Ya
Bab 66 Tanda di Bawah Tulang Selangka
Bab 67 Cepat atau Lambat, Hari Itu Pasti Datang
Bab 68 Artikel
Bab 69 Sejauh Mana Kamu Mengetahuinya
Bab 70 Jaga Mulut Kalian!
Bab 71 Sidang Internal
Bab 72 Halo Maduku
Bab 73 Tugas Suci Sekretaris Perusahaan
Bab 74 Resign
Bab 75 Alasanku Setia pada Pelisia
Bab 76 Apa Aku Terlihat sedang Bohong
Bab 77 Kadar Kewarasan Rasenda
Bab 78 Laporan Sekretaris Perusahaan
Bab 79 Investor Nyangkut
Bab 80 Apa Kamu Sudah Selesai Datang Bulan
Bab 81 Selesaikan di Mobil atau Hotel
Bab 82 Sisi Gelap Halaman Belakang
Bab 83 Air Dapat Membersihkan Jiwa dan Nyawa
Bab 84 Menentukan Sikap
Bab 85 Peluk Aku Sampai Lemas
Bab 86 Manajer Kutu Loncat
Bab 87 Jantung Medusa
Bab 88 Kamu Sudah Masuk Jebakan
Bab 89 Burung Kenari
Bab 90 Rumah Impian
Bab 91 Family Gathering
Bab 92 Bukan Dasi Biasa
Bab 93 Mandi Air Hangat Berdua
Bab 94 Berbadan Dua
Bab 95 Risiko Jadi Wanita Hamil
Bab 96 Kemungkinan Semalam Tak Dapat Jatah
Bab 97 Mata Badai
Bab 98 Bad News is Good News
Bab 99 Rapat Dewan Direksi
Bab 100 Titik Terang
img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY