/0/6286/coverbig.jpg?v=b4aeb006078c800fe40d2e21aeb84206)
"Aku sudah mati, entah bagaimana aku bisa jatuh hati." "Manusia dan Jin hidup di bumi yang sama, namun dilarang hidup bersama."
Malam sangat dingin kali ini. Seorang pria sedang berjalan di depan sebuah pemakaman. Masih saja terasa seram meski malam ini adalah malam Kamis. Semerbak aroma melati menyeruak memenuhi jalanan. Seorang gadis duduk di atas pagar kuburan yang tingginya hanya 100 sentimeter.
Pria itu melihatnya. Namun, ia berpura-pura tidak peduli dan terus berjalan. Greekk~ leher gadis itu berputar 360°. Tatapannya menyeringai. Matanya terlihat dari sela-sela rambut hitam yang menggumpal. Pria itu masih berusaha memberanikan diri. Namun, sosok gadis itu melayang menghampirinya. Pria itu ketakutan bukan main, kakinya mendadak lemah. Seperti hendak terjatuh, tetapi takut merasakan sakit.
"Mas, mau ke mana?" Suara serak mendayu bersama embusan angin malam seketika membuat seluruh bulu di tubuh pria itu berdiri tegak bak jarum akupunktur.
"AARRRGGGHHHH!!!! ASTAGHFIRULLAH!!! ASTAGHFIRULLAH SETANN!!!" teriak pria itu sambil berlari terbirit-birit.
"Ha ha! Hahaha!! Sama setan kok takut? Ha ha!" Gadis itu berguling-guling di jalanan berlapis aspal karena merasa geli akan ekspresi pria yang ketakutan tersebut.
***
Malam berikutnya, di tengah kuburan seluas 500 meter persegi, terdapat kerajaan jin yang dihuni oleh ribuan jenis dan bentuk makhluk tak kasat mata.
Kirana, salah satu jin yang mengabdi untuk kerajaan itu. Ia meninggal dunia karena bunuh diri di toilet umum. Semasa hidupnya, Kirana tak pernah mendapat kasih cinta tulus dari kedua orang tuanya. Ibu Kirana meninggal dunia sedari Kirana berusia dini. Ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita kejam. Ratusan bahkan ribuan kali ia disiksa oleh wanita yang ayahnya nikahi itu, hingga akhirnya Kirana memutuskan untuk mengakhiri semua kesedihan tersebut dengan bunuh diri.
Tapi, kenapa harus di toilet umum? Hm, mungkin biar trending topik di koran dan televisi (Anggap saja begitu).
Tentu, kematiannya itu yang menyebabkan ia terjebak di antara alam baka dan alam manusia. Meninggal dunia di usia 21 tahun dengan jiwa yang masih belum cukup dewasa, Kirana selalu menampakkan diri di depan kuburan untuk menakut-nakuti manusia di malam hari. Ya, dengan begitu ia bisa mengatasi rasa bosannya (Gabut amat jadi jin).
Malam ini, tepat malam Jumat Kliwon. Kirana bersiap-siap untuk menakut-nakuti manusia. Ia sudah sangat hafal. Setiap malam Jumat, selalu ada orang yang datang ke kerajaan mereka untuk meminta angka keberuntungan alias nomor togel. Memintanya pun tidak tanggung-tanggung, sekali minta untuk angka selama satu minggu.
"Kirana!" panggil Susanto, Raja Jin di kuburan. Pria berjanggut putih dengan tongkat sakti di tangannya.
"Iya," sahut Kirana sambil berguling-guling di atas kuburan agar tubuhnya menjadi kotor.
"Hentikan tingkah konyolmu itu. Manusia bisa saja menangkapmu," ucap Susanto.
"Tidak akan. Tidak semua dari mereka bisa membaca doa," lawan Kirana.
"Kau tahu? Meskipun mereka tak bisa membaca doa, tetap saja kita tidak bisa melukai mereka. Ada batas yang tidak bisa disentuh antara kita dan manusia," jelas Susanto kembali menjadi asap dan terbang ke istananya.
Tidak, Kirana tidak berpikir seperti itu. Dia pernah hidup, dia tahu bahwa manusia takut pada kaum jin. Kirana juga tidak akan menyakiti manusia, dia hanya menakut-nakutinya.
Tepat jam 11 malam, dua pria memarkir motor di luar pagar kuburan dan berjalan dengan lampu senter ke dalam kuburan itu. Kirana berdiri di belakang pohon bunga Kenanga. Meski ranting pohon itu kecil, tubuh Kirana tetap tak terlihat.
Pria itu menggali sedikit kuburan baru yang tanahnya masih merah dan basah. Mereka memasukkan sebuah telur dan buku catatan kecil dan juga pena.
"Apa kita disuruhnya belajar?" gerutu Kirana memerhatikan.
"Datuk, tolong tuliskan nomor togel besok sampai Jumat depan," ucap mereka sambil menyatukan kedua telapak tangannya seolah menyembah.
"Dia kira, jin seperti kita bisa memegang pena? Aduh, terlalu banyak menonton film horor," ejek Kirana.
"Gerhana Bulan!!!" teriak Susanto mengejutkan Kirana yang sedang bersembunyi.
"Aaastaga! Kenapa tidak mati saja kakek tua ini!" gerutu Kirana kesal.
"Aku sudah mendiami kuburan ini lebih dari 200 tahun!!" bentak Susanto yang muncul secara tiba-tiba.
Kirana tertegun sesaat. "Aaass!!! Kenapa tidak kaukejutkan manusia itu?! Tidak ada gunanya mengejutkan hantu sepertiku!" teriaknya.
"Biarkan mereka! Kembali ke istana!! Berbahaya!! Gerhana Bulan!!" jerit Susanto.
"Memangnya kenapa kalau gerhana bulan?! Apa manusia serigala akan datang ke sini?! Vampir atau Zombi?!" bantah Kirana.
"Sesuatu di luar nalar akan terjadi di saat Bumi berada di tengah-tengah antara Matahari dan Bulan!!!"
"Tunggu sebentar!! Biarkan aku menakut-nakuti manusia bodoh ini. Nalar mereka benar-benar sudah rusak. Apa dia kira hantu seperti kita bisa meramal masa depan?! Kenapa tidak bertanya pada Komet?! Dia lebih dekat dengan angkasa, dia bisa mencuri informasi tentang masa depan!" geram Kirana dan berubah menjadi asap (partikel kecil yang bisa melayang) mendekati kedua pria yang sedang menyembah kuburan.
"Kirana!!!" teriak Susanto mencoba untuk menghentikannya.
Namun, Bulan segera tertutup sepenuhnya oleh bayangan Bumi yang dipantulkan oleh Matahari. Susanto tak memiliki pilihan lain, memang sangat sulit mengatur jin nakal seperti Kirana. Ia masuk ke dalam istananya demi berlindung dari sinar gerhana bulan.
"Datuk, kami akan datang besok untuk mengambil jawabannya," ucap pria itu dan berdiri.
Seketika, sosok Kirana dengan rambutnya yang super panjang dan tubuh asapnya mengejutkan kedua pria itu. Kirana benar-benar pandai menakut-nakuti manusia. Ia memutar kepalanya hingga 360°.
"Aa-aaa-aarghhhh!!!!! SETAAAAANNNNNN!!!!" teriak mereka lari terbirit-birit hingga meninggalkan sendal jepitnya yang bertuliskan Slalow.
"Aku bukan Setan!! Kalian yang setan, datang ke kuburan hanya untuk nomor togel, kurang ajar!!" omel Kirana. Kedua pria itu mengendarai motornya dan pergi dengan kalang kabut.
Deg~
Cahaya Gerhana Bulan Total mengenai tubuh asap yang Kirana miliki. Terasa seperti menyetrum. Kirana kalang kabut mengubah dirinya menjadi asap dan melayang ke istana. Namun, kecepatannya melemah. Susanto dan semua makhluk halus lainnya bersorak memanggil namanya agar segera menghindar dari sinar menakutkan itu.
Kirana terjatuh ke tanah dengan wujud asapnya. Ia tak bisa bergerak meski ia mencoba untuk melayang kembali. Partikel kecil itu bercampur dengan sinar gerhana bulan dan mengembang. Wujud Kirana kembali terlihat seperti saat ia menakut-nakuti manusia tadi.
"KIRAAANAAA!!!" teriak para jin dengan berbagai macam bentuk.
"Semuanya! Jangan keluar dari istana selama gerhana bulan! Sinar itu sangat di luar nalar!" perintah Susanto.
"Heg!" jerit Kirana yang benar-benar tak bisa menggerakkan seluruh tubuh termasuk lidahnya.
Selama 8 menit sinar itu menyinari tubuh Kirana. Gadis itu menyerap semua sinar yang gerhana bulan itu pancarkan dari awal hingga akhir.
Kirana terduduk di atas nisan ubin dan bersandar pada pohon bunga Bugenvil, tiba-tiba-
Brakk~ Pohon itu patah. Susanto dan semua jin lainnya datang mendekati Kirana.
"Aawww!!" jerit Kirana.
Mereka begitu terkejut, kini Kirana memiliki kaki dan wujud yang terlihat dengan wajahnya yang masih tetap seperti hantu.
"Dia memiliki wujud!!!" jerit salah satu jin.
"Kau bukan lagi bagian dari makhluk gaib!!"
"Dia bisa saja ditangkap oleh manusia!"
"Hantu berwujud!!!!"
Kirana menyentuh tubuh dan kakinya. Dia tertegun dengan matanya yang membesar. Refleks, mulutnya malah berteriak, "AAARRRGGHHHHHHHH!!!!"
Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel Ketika istrinya tak lagi mampu mengimbangi hasratnya yang membara, Valdi terjerumus dalam kehampaan dan kesendirian yang menyiksa. Setelah perceraian merenggut segalanya, hidupnya terasa kosong-hingga Mayang, gadis muda yang polos dan lugu, hadir dalam kehidupannya. Mayang, yang baru kehilangan ibunya-pembantu setia yang telah lama bekerja di rumah Valdi-tak pernah menduga bahwa kepolosannya akan menjadi alat bagi Valdi untuk memenuhi keinginan terpendamnya. Gadis yang masih hijau dalam dunia dewasa ini tanpa sadar masuk ke dalam permainan Valdi yang penuh tipu daya. Bisakah Mayang, dengan keluguannya, bertahan dari manipulasi pria yang jauh lebih berpengalaman? Ataukah ia akan terjerat dalam permainan berbahaya yang berada di luar kendalinya?
Rumornya, Laskar menikah dengan wanita tidak menarik yang tidak memiliki latar belakang apa pun. Selama tiga tahun mereka bersama, dia tetap bersikap dingin dan menjauhi Bella, yang bertahan dalam diam. Cintanya pada Laskar memaksanya untuk mengorbankan harga diri dan mimpinya. Ketika cinta sejati Laskar muncul kembali, Bella menyadari bahwa pernikahan mereka sejak awal hanyalah tipuan, sebuah taktik untuk menyelamatkan nyawa wanita lain. Dia menandatangani surat perjanjian perceraian dan pergi. Tiga tahun kemudian, Bella kembali sebagai ahli bedah dan maestro piano. Merasa menyesal, Laskar mengejarnya di tengah hujan dan memeluknya dengan erat. "Kamu milikku, Bella."
Hanya ada satu pria di hati Regina, dan itu adalah Malvin. Pada tahun kedua pernikahannya dengannya, dia hamil. Kegembiraan Regina tidak mengenal batas. Akan tetapi sebelum dia bisa menyampaikan berita itu pada suaminya, pria itu menyodorinya surat cerai karena ingin menikahi cinta pertamanya. Setelah kecelakaan, Regina terbaring di genangan darahnya sendiri dan memanggil Malvin untuk meminta bantuan. Sayangnya, dia pergi dengan cinta pertamanya di pelukannya. Regina lolos dari kematian dengan tipis. Setelah itu, dia memutuskan untuk mengembalikan hidupnya ke jalurnya. Namanya ada di mana-mana bertahun-tahun kemudian. Malvin menjadi sangat tidak nyaman. Untuk beberapa alasan, dia mulai merindukannya. Hatinya sakit ketika dia melihatnya tersenyum dengan pria lain. Dia melabrak pernikahannya dan berlutut saat Regina berada di altar. Dengan mata merah, dia bertanya, "Aku kira kamu mengatakan cintamu untukku tak terpatahkan? Kenapa kamu menikah dengan orang lain? Kembalilah padaku!"
Menikah untuk sebagian orang adalah suatu kebahagian namun, berbeda dengan Ayudia. Gadis cantik itu, dipaksa untuk menikahi kakak iparnya sendiri. Pernikahan yang terjadi nyatanya, membuat hidup Ayudia menderita. Aidan memperlakukan Ayudia bukan seperti seorang suami kepada istrinya. Pria itu dengan sangat tega menyiksa istri barunya begitu kejam. Aidan melakukan hal itu karena ingin membalas dendam, akibat kepergian sang istri pertama yang tak lain adalah kakak Ayudia. Pernikahan yang terjadi seperti neraka bagi Ayudia, dirinya dipaksa untuk melakukan apapun oleh Aidan. Bahkan perbuatan yang dilakukan oleh Aidan, menimbulkan sebuah trauma mendalam pada Ayudia. Mampukah Ayudia bertahan dengan pernikahan ini? Ada kebahagiaan yang datang pada hubungan mereka?
Warning 21+ Harap bijak memilih bacaan. Mengandung adegan dewasa! Bermula dari kebiasaan bergonta-ganti wanita setiap malam, pemilik nama lengkap Rafael Aditya Syahreza menjerat seorang gadis yang tak sengaja menjadi pemuas ranjangnya malam itu. Gadis itu bernama Vanessa dan merupakan kekasih Adrian, adik kandungnya. Seperti mendapat keberuntungan, Rafael menggunakan segala cara untuk memiliki Vanessa. Selain untuk mengejar kepuasan, ia juga berniat membalaskan dendam. Mampukah Rafael membuat Vanessa jatuh ke dalam pelukannya dan membalas rasa sakit hati di masa lalu? Dan apakah Adrian akan diam saja saat miliknya direbut oleh sang kakak? Bagaimana perasaan Vanessa mengetahui jika dirinya hanya dimanfaatkan oleh Rafael untuk balas dendam semata? Dan apakah yang akan Vanessa lakukan ketika Rafael menjelaskan semuanya?
Setelah menyembunyikan identitas aslinya selama tiga tahun pernikahannya dengan Kristian, Arini telah berkomitmen sepenuh hati, hanya untuk mendapati dirinya diabaikan dan didorong ke arah perceraian. Karena kecewa, dia bertekad untuk menemukan kembali jati dirinya, seorang pembuat parfum berbakat, otak di balik badan intelijen terkenal, dan pewaris jaringan peretas rahasia. Sadar akan kesalahannya, Kristian mengungkapkan penyesalannya. "Aku tahu aku telah melakukan kesalahan. Tolong, beri aku kesempatan lagi." Namun, Kevin, seorang hartawan yang pernah mengalami cacat, berdiri dari kursi rodanya, meraih tangan Arini, dan mengejek dengan nada meremehkan, "Kamu pikir dia akan menerimamu kembali? Teruslah bermimpi."