/0/17996/coverbig.jpg?v=c4957fa9c511afe9f81a64d5d001e04a)
Suatu hari, istriku tiba-tiba mengatakan bahwa teman-teman arisannya ingin melakukan tukar guling. Awalnya, aku menolak dengan tegas, karena tawaran itu benar-benar gila! Tapi... istirku berhasil membujukku dan akhirnya terjadi permainan gila itu. Apakah keharmonisan keluarga kami akan membaik setelah terjadi permainan gila itu?
Aku berdiri di depan kaca kamar mandi yang besar dengan badan telanjang tanpa sehelai apapun, badan masih segar setelah terkena air hangat dan wangi dari sabun mandi batangan yang aku usapkan pada seluruh tubuhku.
Badanku memiliki berotot dan proporsional karena aku rajin berolahraga, otot di lenganku akan sangat mudah mengangkat wanita seukuran istriku untuk aku bawa ke kasur.
Pandanganku lalu turun ke arah selangkanganku, ada benda yang tak tertulang yang bahkan tetap menunjukkan gagahnya walau tidak dalam keadaan tegang. Otot dan guratan jelas menghiasi pusaka kebangganku itu.
Setelah puas memandangi tubuhku, aku segera keluar dari kamar mandi, mengganti piyamaku dan berjalan menghampiri istriku yang telah duduk sambil bersandar di atas tempat tidur dan sedang memainkan handphone miliknya.
"Gimana harimu yang?" tanyaku sambil mengambil buku yang berada di nakas tempat tidur dan membuka batas halaman terakhir yang kubaca.
"Seperti biasa aja kok, mas. Ngurus rumah sama main dengan anak-anak," balasnya dengan lembut.
Aku lalu menatap istriku yang masih sibuk dengan handphonenya.
"Terima kasih ya sayang, udah bikin aku bersyukur memiliki kamu", balasku dengan memberinya ciuman di keningnya.
Aku benar-benar bersyukur memiliki istri sepertinya.
Istriku tidak menjawab kata-kataku, kali ini dia mendekatiku dan berusaha untuk bersandar di dadaku, aku lalu segera menarik istriku ke dalam pelukanku.
Suasana di kamar itu lalu menjadi hening, kami seakan sibuk dengan dunia kami masing-masing.
"Mas," panggil istriku dengan pelan.
"Hmm..." balasku singkat tanpa menoleh ke arahnya.
"Aku ingin memperbaiki kualitas seks kita yang......" Istriku tidak menyelesaikan kata-katanya. Dari nada suaranya, dia terlihat sangat ragu untuk mengatakannya.
Aku menoleh ke arah istriku, yang kini terlihat jelas sangat bingung dan ragu.
"Tumben bahas seks," ujarku yang kini fokus menatap ke arah istriku. Aku lalu segera menutup buku dan menaruhnya di nakas kembali.
Selama menikah dengan istriku, bisa dikatakan istriku sering malu-malu membahas urusan ranjang, jadi ini membuatku penasaran dia yang tiba-tiba membahasnya.
"Iya Mas, nampaknya kurang banget ya", ujarnya dengan lirih. Ekspresi wajahnya terlihat sedih.
"Iya, banget Yang, Aku juga gak tega dengan kamu tiap selesai pasti nyeri karena kering gitu", ujarku sambil membelai rambutnya.
Selama menikah, kami memang sedikit memiliki masalah di ranjang. Istriku pasti selalu kesakitan ketika bermain denganku karena milikku yang besar.
"Tapi kamu enggak kecewa, bosan atau apa mas?" tanya istriku. Ekspresi wajahnya terlihat khawatir.
"Kecewa sama bosan? Enggak lah, biasa aja sih Yang, Mungkin sekarang kita gak pernah rutin aja untuk main lagi," ucapku berusaha untuk menenangkannya.
"Kenapa sih tiba-tiba bahas ginian?" tanyaku yang tiba-tiba mulai curiga.
"Gak apa-apa kok, Mas. Hehehe," balasnya dengan canggung.
Aku menatap istriku, mencoba untuk memberitahukan bahwa dia bisa menceritakan keluhannya padaku. Bukankah itu tugas seorang suami?
"Hmm jadi gini mas, temenku mau ngajakin kumpul buat saling menyelesaikan masalah ranjang gitu, temanku ternyata juga pada punya masalah," ujar istriku yang akhirnya mulai membuka mulutnya.
Alisku terangkat, sedikit bingung dengan maksud dari istriku.
"Ngobrolin gitu? Ayok aja biar sekalian kenal teman-temanmu," ucapku yang langsung menerima tawaran itu.
Selama ini aku tahu bahwa istriku sering melakukan arisan bersama dengan teman-temannya, tapi aku belum memiliki kesempatan untuk bertemu dengan mereka karena aku sibuk bekerja.
"Jadi gini Mas, temanku itu memiliki masalah juga di ranjang bersama dengan suaminya," ujar istriku mulai bercerita. "Mereka lalu bereksperimen untuk merangsang seks mereka sampai akhirnya jadi doyan seks gitu."
"Rangsangannya gimana?" tanyaku yang masih bingung dengan arah pembicaraan ini.
"Itu... Kencan dengan pasangan temannya, Mas, dan saling memberi solusi serta meningkatkan rangsangan seks mereka, Mas,"
Aku mengangguk mengerti, sepertinya mereka membicarakan masalahnya lalu saling menawarkan solusi.
"Ohh... jadi semacam saling ngobrol gitu ya? Misalnya aku ngobrol dengan temen wanitamu dan sebaliknya gitu?" tanyaku yang mulai mengerti.
Istriku mengangguk.
"Nah iya Mas, konon katanya bisa meningkatkan hubungan ranjang dengan pasangan yang sedikit kendor," balasnya.
"Tapi bukannya masalah kita karena ukuranku yang besar ya? Masa aku mau cerita itu ke teman wanitamu," ujarku mengutarakan masalah kita berdua. Aku juga sedikit malu jika harus menceritakan hal itu ke teman istriku.
Bagaimana jika mereka tidak percaya dan ingin melihatnya? Kan gawat!
"Hmm... masalah kita memang itu sih, Mas," ujar istriku dengan pelan. "Tapi... sebenarnya bukan hanya ngobrol aja sih," lanjutnya yang kembali terdengar ragu.
"Lah? Terus?" tanyaku dengan bingung.
"Kencan, kencan itu mas, tukeran gitu..." jawabnya dengan sedikit takut.
Mataku membesar ketika mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh istriku. Aku memandangnya dengan mulut yang sedikit terbuka, karena tidak menyangka bahwa istriku akan mengatakan hal seperti itu!
"HAH GILA KAMU YANG??!!!! OGAH!!!" bentakku yang tiba-tiba emosi.
Istriku sedikit tersentak ketika mendengarku yang menaikkan nada suaraku. Aku lalu menarik napasku, mencoba untuk menenangkan diriku.
"Kamu telah dirasuki apa sama temenmu, sih, yang? Kok caranya gitu? Jangan melewati batas kamu!" ujarku yang masih emosi.
"Ah jangan aneh-aneh kamu yang, ya..." ujarku dengan nada lembut ketika melihat istriku yang ketakutan.
Istriku hanya mengangguk dan aku memeluknya untuk memberi rasa nyaman dan tidak lagi takut karena kemarahanku.
"Ayo tidur aja yuk," ajakku pada istriku.
Aku lalu segera bersiap untuk tidur dan menarik selimutku, tapi rasa kesalku masih ada, membuatku mau tidak mau membelakangi istriku.
"Mas.....", sapa istriku dengan lirih, "Aku minta maaf, aku hanya berusaha untuk....." ujar Istriku yang kini memelukku dari belakang, sepertinya dia menyadari bahwa aku masih kesal.
Aku menghela napasku, lalu akhirnya mengubah posisiku ke arah istriku lagi.
"Iya sayang, aku paham, tapi ya gak harus sampai kencan gitu kan," terangku dengan lembut.
"Iya mas, aku paham", balasnya dengan pelan.
Aku kembali menghela napasku, sebenarnya apa yang dilakukan oleh istriku dan teman-temannya? Orang seperti apa yang dia temui sampai istriku itu ingin mengajakku untuk melakukan sesuatu seperti ini?
Atau mungkin... aku hanya salah paham?
"Jadi maksudmu aku kencan dengan tanda kutip dengan temenmu dan suami temenmu kencan dengan kamu?" tanyaku mencoba untuk mengkonfirmasi bahwa aku tidak salah tangkap maksud istriku.
"Iya. tapi kalau Mas gak mau gapapa," ujarnya.
Aku benar-benar syok mendengar hal itu.
"Siapa sih sayang, yang kuat mengetahui istrinya ditiduri oleh pria lain?" tanyaku sambil menatap matanya dalam-dalam, mencoba untuk menunjukkan bahwa aku tidak akan pernah rela melakukan hal itu.
"Iya mas, aku ngerti, tapi Mas juga kan akan tidur dengan wanita lain," ujar istriku yang sepertinya masih belum ingin melepaskan topik pembicaraan ini.
"Kan maksudnya gini mas. Ibarat sebuah rumah, orang yang biasa tinggal di rumah yang besar, pasti sesekali ingin main ke rumah yang kecil. Manti setelah itu, dia akan lebih bersyukur dengan rumah yang besar," lanjutnya.
Aku benar-benar merasa geli mendengar perumpamaan istriku.
"Haha rumah yang besar ini maksudmu pusakaku yah yang?" tanyaku sambil tertawa kecil. Kenapa istriku terlihat menggemaskan?
"Hehehe, kok tahu mas? Nah gitu dong ketawa, kan tambah ganteng," ujar istriku sambil tersenyum.
Dia lalu mengambil handphonenya dan menunjukkan layar handphonenya ke arahku.
"Ini lho temenku mas," ujar istriku menunjukkan teman-temannya yang mungkin akan berpartisipasi dalam tawaran gila yang baru saja dikatakan oleh istriku itu.
"Lho kok banyak sekali temanmu, ada 6 termasuk kamu," ujarku ketika melihat foto grup mereka. Istriku lalu menggeser kanan dan kiri untuk menunjukkan foto-foto sendiri teman-temannya.
"Termasuk yang berkerudung itu?" tanyaku dengan terkejut ketika melihat teman istriku yang memakai kerudung..
"Iya, ada 3 yang berhijab dan yang 3 nggak", jawabnya terlihat bersemangat.
Aku sekali lagi menatap ke arah layar handphone istriku itu yang sedang menunjukkan foto teman-temannya. Kalau boleh jujur, teman-temannya itu terlihat cukup seksi dan menggoda, aku bahkan tidak menyangka bahwa wanita seperti mereka mau melakukan sesuatu seperti ini.
Namun... Aku benar-benar tidak yakin.
"Aku ngantuk yang, tidur aja yuk," ajakku pada istriku sebelum pikiranku mulai kemana-mana.
"Yaudah yuk. Aku hanya ingin minta pendapat mas saja kok. Kalau mas gak mau, yaudah aku juga gak mau," ujar istriku dengan lembut sambil memelukku.
Aku benar-benar hanya diam saja. Sejujurnya, aku sedikit tergoda, tapi aku dilema dan tak tau harus bagaimana. Jika aku menyetujui artinya aku juga harus siap menerima istriku akan digauli oleh suami para wanita ini. Aku juga harus siap membayangkan istriku mendapatkan kepuasaan keenakan karena pusaka mereka.
Sejujurnya, siapa yang mempunyai ide bermain seperti ini?
Aku memang pernah mendengar ada komunitas tukar guling, tapi aku sama sekali tidak menyangka bahwa aku akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan hal seperti itu.
Apakah istriku benar-benar tertarik untuk melakukan hal itu? Sepertinya begitu, dia sampai merayuku walau aku tadi sempat marah.
Aku tak menyangka istriku yang begitu lembut, halus dan anggun memiliki fantasi yang sangat liar dan berani melakukan diluar batas seperti ini. padahal dulu masih perawan, jelas gak banyak melakukan aneh-aneh, apakah fantasi nakalnya timbul setelah menikah denganku?
*BACAAN DEWASA!* Adit dan Valeri adalah pasangan suami istri yang baru saja menginjak usia pernikahan yang kedua. Sayangnya, keduanya akhirnya memutuskan untuk bercerai karena rasanya mereka hanya bisa saling menyakiti satu sama lain. Ketika Adit berpikir bahwa dia tidak akan lagi bertemu dengan istrinya setelah bercerai, Adit lalu meminta istrinya itu untuk melakukan sek..s perpisahan, dan istrinya menyanggupi hal itu. Namun, sesuatu terjadi dan pasangan yang kini statusnya telah bercerai itu tinggal serumah. Tapi Adit tidak pernah menyangka bahwa permintaannya di hari perceraian itu, akan membuat hubungan mereka berdua menjadi... sedikit berbeda. PERHATIAN!! Cerita ini merupakan cerita lendir dan memiliki klasifikasi HAREM. Yang artinya, Adit, akan berbagi lendir dengan lebih dari satu wanita. Jika kalian tidak menyukai cerita pria yang celap celup lebih dari satu wanita, DIANJURKAN untuk TIDAK MEMBACANYA!
Reyhan adalah seorang dosen tetap yang berusia 35 tahun di Universitas Tangguh yang berada di daerah pelosok dan jauh dari Ibu Kota. Sehari-hari, Reyhan dikenal sebagai dosen yang populer karena selain tampan, gagah, dan masih muda, cara mengajar Reyhan juga bagus. Hingga suatu hari, Reyhan mulai terlibat dengan mahasiswa baru yang berkepribadian ekstrim. "Bisakah Sir Mengajari aku?" tanya mahasiswi bernama Maya itu. Namun, itu sama sekali bukan pelajaran biasa, tapi pelajaran bagaimana menjadi wanita seksi! Apakah Reyhan akan mengajari wanita itu? Ketika dosen dan mahasiswa di kampus mereka tidak boleh terlibat hubungan lebih dari sekedar pengajar dan pelajar? *** PERHATIAN! Ini merupakan cerita lendir dan memiliki klasifikasi "HAREM" Yang artinya, tokoh utama pria akan memiliki lebih dari satu wanita! Jika kalian tidak suka dengan cerita di mana tokoh prianya celap-celup dengan banyak wanita, tidak usah membaca cerita ini!
Arga adalah seorang dokter muda yang menikahi istrinya yang juga merupakan seorang dokter. Mereka berdua sudah berpacaran sejak masih mahasiswa kedokteran dan akhirnya menikah dan bekerja di rumah sakit yang sama. Namun, tiba-tiba Arga mulai merasa jenuh dan bosan dengan istrinya yang sudah lama dikenalnya. Ketika berhubungan badan, dia seperti merasa tidak ada rasa dan tidak bisa memuaskan istrinya itu. Di saat Arga merasa frustrasi, dia tiba-tiba menemukan rangsangan yang bisa membangkitkan gairahnya, yaitu dengan tukar pasangan. Yang menjadi masalahnya, apakah istrinya, yang merupakan seorang dokter, wanita terpandang, dan memiliki harga diri yang tinggi, mau melakukan kegiatan itu?
Syifa, yang seorang Ibu rumah tangga dengan ketiga anaknya, harus menerima kenyataan bahwa sang suami yang bernama Danu tega mengkhinatinya dengan sahabat istrinya sendiri. Syifa sama sekali tidak bersedih, justru dia akan membalaskan dendam pada sang suami dan juga selingkuhannya dengan caranya yang cerdik. Apakah itu? Yuk kepoin dan baca ceritanya hingga tamat.
Pada hari pernikahannya, saudari Khloe berkomplot dengan pengantin prianya, menjebaknya atas kejahatan yang tidak dilakukannya. Dia dijatuhi hukuman tiga tahun penjara, di mana dia menanggung banyak penderitaan. Ketika Khloe akhirnya dibebaskan, saudarinya yang jahat menggunakan ibu mereka untuk memaksa Khloe melakukan hubungan tidak senonoh dengan seorang pria tua. Seperti sudah ditakdirkan, Khloe bertemu dengan Henrik, mafia gagah tetapi kejam yang berusaha mengubah jalan hidupnya. Meskipun Henrik berpenampilan dingin, dia sangat menyayangi Khloe. Dia membantunya menerima balasan dari para penyiksanya dan mencegahnya diintimidasi lagi.
Kulihat ada sebuah kamera dengan tripod yang lumayan tinggi di samping meja tulis Mamih. Ada satu set sofa putih di sebelah kananku. Ada pula pintu lain yang tertutup, entah ruangan apa di belakang pintu itu. "Umurmu berapa ?" tanya Mamih "Sembilanbelas, " sahutku. "Sudah punya pengalaman dalam sex ?" tanyanya dengan tatapan menyelidik. "Punya tapi belum banyak Bu, eh Mam ... " "Dengan perempuan nakal ?" "Bukan. Saya belum pernah menyentuh pelacur Mam. " "Lalu pengalamanmu yang belum banyak itu dengan siapa ?" "Dengan ... dengan saudara sepupu, " sahutku jujur. Mamih mengangguk - angguk sambil tersenyum. "Kamu benar - benar berniat untuk menjadi pemuas ?" "Iya, saya berminat. " "Apa yang mendorongmu ingin menjadi pemuas ?" "Pertama karena saya butuh uang. " "Kedua ?" "Kedua, karena ingin mencari pengalaman sebanyak mungkin dalam soal sex. " "Sebenarnya kamu lebih tampan daripada Danke. Kurasa kamu bakal banyak penggemar nanti. Tapi kamu harus terlatih untuk memuaskan birahi perempuan yang rata - rata di atas tigapuluh tahun sampai limapuluh tahunan. " "Saya siap Mam. " "Coba kamu berdiri dan perlihatkan punyamu seperti apa. " Sesuai dengan petunjuk Danke, aku tak boleh menolak pada apa pun yang Mamih perintahkan. Kuturunkan ritsleting celana jeansku. Lalu kuturunkan celana jeans dan celana dalamku sampai paha.
Untuk memenuhi keinginan terakhir kakeknya, Sabrina mengadakan pernikahan tergesa-gesa dengan pria yang belum pernah dia temui sebelumnya. Namun, bahkan setelah menjadi suami dan istri di atas kertas, mereka masing-masing menjalani kehidupan yang terpisah, dan tidak pernah bertemu. Setahun kemudian, Sabrina kembali ke Kota Sema, berharap akhirnya bertemu dengan suaminya yang misterius. Yang mengejutkannya, pria itu mengiriminya pesan teks, tiba-tiba meminta cerai tanpa pernah bertemu dengannya secara langsung. Sambil menggertakkan giginya, Sabrina menjawab, "Baiklah. Ayo bercerai!" Setelah itu, Sabrina membuat langkah berani dan bergabung dengan Grup Seja, di mana dia menjadi staf humas yang bekerja langsung untuk CEO perusahaan, Mario. CEO tampan dan penuh teka-teki itu sudah terikat dalam pernikahan, dan dikenal tak tergoyahkan setia pada istrinya. Tanpa sepengetahuan Sabrina, suaminya yang misterius sebenarnya adalah bosnya, dalam identitas alternatifnya! Bertekad untuk fokus pada karirnya, Sabrina sengaja menjaga jarak dari sang CEO, meskipun dia tidak bisa tidak memperhatikan upayanya yang disengaja untuk dekat dengannya. Seiring berjalannya waktu, suaminya yang sulit dipahami berubah pikiran. Pria itu tiba-tiba menolak untuk melanjutkan perceraian. Kapan identitas alternatifnya akan terungkap? Di tengah perpaduan antara penipuan dan cinta yang mendalam, takdir apa yang menanti mereka?
Pada hari ulang tahun pernikahan mereka, simpanan Jordan membius Alisha, dan dia berakhir di ranjang orang asing. Dalam satu malam, Alisha kehilangan kepolosannya, sementara wanita simpanan itu hamil. Patah hati dan terhina, Alisha menuntut cerai, tapi Jordan melihatnya sebagai amukan lain. Ketika mereka akhirnya berpisah, Alisha kemudian menjadi artis terkenal, dicari dan dikagumi oleh semua orang. Karena penuh penyesalan, Jordan menghampirinya dengan harapan akan rujuk, tetapi dia justru mendapati wanita itu berada di pelukan seorang taipan yang berkuasa. "Ayo, sapa kakak iparmu."
Tanpa membantah sedikit pun, aku berlutut di antara sepasang paha mulus yang tetap direnggangkan itu, sambil meletakkan moncong patokku di mulut kenikmatan Mamie yang sudah ternganga kemerahan itu. Lalu dengan sekuat tenaga kudorong batang kenikmatanku. Dan …. langsung amblas semuanya …. bleeesssssssssssskkkkkk … ! Setelah Mamie dua kali melahirkan, memang aku merasa dimudahkan, karena patokku bisa langsung amblas hanya dengan sekali dorong … tanpa harus bersusah payah lagi. Mamie pun menyambut kehadiran patokku di dalam liang kewanitaannya, dengan pelukan dan bisikan, “Sam Sayang … kalau mamie belum menikah dengan Papa, pasti mamie akan merengek padamu … agar kamu mau mengawini mamie sebagai istri sahmu. “ “Jangan mikir serumit itu Mam. Meski pun kita tidak menikah, kan kita sudah diijinkan oleh Papa untuk berbuat sekehendak hati kita. Emwuaaaaah …. “ sahutku yang kuakhiri dengan ciuman hangat di bibir sensual Mamie Tercinta. Lalu aku mulai menggenjotnya dengan gerakan agak cepat, sehingga Mamie mulai menggeliat dan merintih, “Dudududuuuuuh …. Saaaam …