/0/14144/coverbig.jpg?v=20230920135919)
Rumah tangga hancur karena kehadiran pelakor.
Apa yang kalian bayangkan ketika kata pelakor mulai bermunculan dimana-mana. Gelisah? Tidak tenang? Uring-uringan? Tentu saja. Terlebih lagi ketika sikap suami perlahan mulai berubah dan tidak seperti biasanya.
Aku menghela nafas. Beribu pertanyaan terus berputar-putar memenuhi otakku. Berkali-kali ku coba menempelkan ponselku di telinga, namun tidak ada jawaban apa-apa. Kemana mas Heru? Apa dia baik-baik saja sekarang. Kenapa akhir-akhir ini dia sudah sangat jarang menghubungiku lagi.
Dari sekian banyak pesan yang ku kirimkan, tidak ada satupun yang di balas. Bahkan dibaca saja tidak. Apa dia sesibuk itu sampai-sampai tidak mempunyai waktu untuk membalas pesanku. Huh, resiko punya suami kerja di luar kota.
"La, Nala." teriak seseorang dari lantai bawah. Suaranya terdengar begitu lantang. Nyaris terdengar seperti orang sedang marah.
Aku buru-buru keluar kamar. Menapaki satu persatu anak tangga yang akan membawaku menuju lantai bawah. Sesampainya di bawah, tatapan tajam ibu mertuaku langsung menyambut kedatanganku.
"Iya bu, ada apa?" Tanyaku kepadanya.
"Ada apa, ada apa. Kamu itu gimana sih! Jadi ibu nggak becus menjaga anaknya. Lihat tuh anak kamu, lompat-lompat di atas sofa."
Ku alihkan tatapanku ke arah sofa. Benar saja, Nina anakku terlihat melompat-lompat di atas sana dengan wajah polosnya.
"Kamu tau sendirikan itu sofa mahal harganya. Baru ibu beli kemarin pula. Nanti kalau rusak gimana?" Omelnya habis-habisan.
"Kamu itu harusnya jagain dong anak kamu. Nanti kalau dia nggak sengaja menyenggol barang-barang yang ada di rumah ini memangnya kamu mampu mengganti rugi."
Aku melangkahkan kedua kakiku menghampiri Nina. Aku tidak bisa menyalahkannya karena terkadang anak seusia Nina memang sedang aktif-aktifnya.
"Satu lagi, bilangin tuh sama anak kamu. Kalau jajan jangan banyak-banyak. Kamu pikir Heru nggak susah apa cari uang buat menghidupi kalian berdua."
Aku hanya diam mendengar penuturan ibu mertuaku. Loh, bukannya tugas seorang suami memang sudah seharusnya begitu ya.
"Kalau ada anak tetangga yang jajan, jangan suka ikut-ikutan. Terus kalau ada penjual makanan yang lewat jangan dipanggil. Ajak anak kamu masuk ke kamar."
"Iya bu."
"Paket!" Teriak seseorang dari luar rumah. Sepertinya itu kurir yang ingin mengantarkan pesananku beberapa hari yang lalu.
"Iya tunggu sebentar." aku berjalan menuju keluar rumah sembari menuntun Nina yang berjalan di sampingku. Setelah melakukan proses pembayaran aku kembali masuk ke dalam rumah.
"Pesan barang lagi?"
"Iya bu, tas baru untuk Nina."
"Nina kan masih kecil. Untuk apa dibelikan tas? Lagi pula diakan belum sekolah. Buang-buang uang aja."
"Nggak papa bu. Biar nggak rebutan lagi sama anak tetangga." Balasku disertai senyuman.
"Lagi pula tas Nina yang lamakan masih ada. Kenapa harus beli yang baru? Kamu itu kebiasaan tau nggak! Selalu aja manjain anak. Nanti kalau sudah besar apa-apa mesti diturutin karena sering dimanja oleh orang tuanya sejak kecil."
"Tas Nina yang lama sudah rusak bu. Nggak bisa di resleting. Makanya Nala belikan yang baru."
"Kamu ini gimana sih. Harusnya kamu itu sebagai istri harus pintar-pintar mengatur uang suami. Jangan dihambur-hamburkan untuk membeli sesuatu yang nggak penting. Memangnya tas bisa dimakan? Memangnya tas bisa membuat kamu dan anak kamu nggak kelaparan!" Balas Samita.
"Kamu pikir cari uang itu gampang? Kamu pikir anak ibu itu gudang uang yang bisa kamu porotin setiap saat?"
Aku terdiam sembari menundukan kepala. Mungkin diam lebih baik dari pada membantah yang berakhir dengan pertengkaran.
"Kalau begini terus gimana mau punya rumah. Masa iya seumur hidup mau numpang sama ibu. Memangnya nggak malu?" Sindir Samita.
Astaga, hatiku berdesir hebat mendengar perkataan ibu mertuaku barusan.
"Yaudah kamu ke dapur sana. Masak makanan buat makan nanti malam. Ingat, jangan terlalu asin. Bisa-bisa darah tinggi ibu naik karena kebanyakan makan masakan kamu." Titahnya.
"Iya bu." Ku bawa tubuh mungil Nina ke dalam gendonganku dan membawanya menuju kamar. Sebaiknya aku menidurkan Nina terlebih dahulu, baru setelah itu berkutat pada alat-alat dapur.
Sebelum itu, kuraih ponselku yang berada di atas nakas lalu menyalakan layarnya. Kali saja ada panggilan masuk atau pesan dari mas Heru.
Aku menghela nafas. Kosong! Tidak ada pesan ataupun panggilan masuk dari mas Heru seperti yang ku harapkan.
"Awas aja kamu mas. Begitu kamu pulang nanti aku cuekin kamu seperti kamu cuekin aku. Biar kamu tau gimana rasanya dicuekin." Ucapku dalam hati.
Perlahan ku baringkan tubuh mungil Nina ke atas kasur. Menarik selimut tebal hingga menutupi tubuh mungil itu sampai sebatas dada.
Aku mendekatkan wajah. Memberikan kecupan singkat di kening Nina yang tengah tertidur pulas.
Bersambung..
Diselingkuhi? Shanum tetap mempertahankan rumah tangganya. Demi anak di kandungannya yang sebentar lagi lahir ke dunia. Meskipun sang suami, Dewa Pradipta secara terang-terangan selingkuh di depan matanya. Shanum tidak ingin buah hatinya terlahir ke dunia tanpa seorang ayah. Berbagai macam cara dilakukan Lidya untuk mendapatkan Dewa, merusak rumah tangga Shanum dan Dewa dengan cara memfitnah Shanum tidur dengan laki-laki lain yang membuat Dewa sangat membenci Shanum dan menganggap anak di kandungan Shanum anak laki-laki lain dan bukan darah dagingnya. Lebih parahnya lagi Dewa menjatuhkan talak kepada Shanum tepat di hari kelahiran anak pertama mereka.
Nadira begitu membenci Arumi dan memutuskan untuk menjebak Saga, kakaknya tidur bersama wanita lain yang notabennya adalah sekretaris Saga di kantor untuk membuat rumah tangga Saga dan Arumi hancur. Tidak dapat dihindari benih-benih cinta mulai tumbuh di hati Saga yang memutuskan menjalin hubungan diam-diam bersama sekretarisnya dan berpaling dari Arumi. Sikap Saga mulai berubah menjadi dingin dan ketus kepada Arumi membuat Arumi heran. Seiring berjalannya waktu Arumi menemukan jawaban apa yang telah membuat suaminya itu berubah.
Perselingkuhan Mika dan Adnan di belakang Maya selama ini menjadi satu alasan yang membuat Adnan memutuskan untuk menitipkan anak hasil perselingkuhan mereka ke panti asuhan karena tidak ingin hubungan rumah tangganya dan Maya menjadi hancur. Namun bagaimana jadinya bila anak tersebut justru diadopsi oleh tetangga mereka sendiri dan dari situlah perselingkuhan Adnan mulai diketahui oleh Maya?
Perselingkuhan Mika dan Adnan di belakang Maya selama ini menjadi satu alasan yang membuat Adnan memutuskan untuk menitipkan anak hasil perselingkuhan mereka ke panti asuhan karena tidak ingin hubungan rumah tangganya dan Maya menjadi hancur. Namun bagaimana jadinya bila anak tersebut justru diadopsi oleh tetangga mereka sendiri dan dari situlah perselingkuhan Adnan mulai diketahui oleh Maya?
Nela merasa sangat beruntung karena mempunyai suami yang romantis dan super perhatian seperti Bima. Namun kenapa semakin hari sikap Bima mulai berubah? Bima yang dulunya selalu memprioritaskan dirinya dan sangat perhatian kepada Nela berubah seratus delapan puluh derajat menjadi tidak peduli kepadanya. Sampai pada akhirnya Nela mengetahui bahwa penyebab Bima berubah karena diam-diam menjalin hubungan dengan wanita lain yang tak lain adalah sahabat baiknya sendiri, Seyla.
Seumur hidup Alard tidak pernah merasakan yang namanya jatuh cinta bahkan terkesan muak kepada gadis-gadis yang selama ini selalu mengejarnya. Bahkan sampai ada yang menawarkan tubuhnya demi mendapatkan hatinya. Tergiur? Tentu saja tidak. Alard tahu mereka tidak benar-benar tulus mencintainya. Melainkan hanya menginginkan harta dan kekayaan yang ia miliki semata. Sampai pada akhirnya tuhan mempertemukan dirinya dengan Liana, satu-satunya perempuan yang berhasil membuatnya jatuh cinta. Alard begitu mencintai Liana. Apa pun akan ia berikan demi Liana. Namun Alard harus mengalami patah hati setelah mengetahui bahwa Liana sudah memiliki kekasih Nichole dan akan melangsungkan pernikahan. Tepat di hari pernikahannya, Nichol kekasih Liana dengan tidak tau malunya mengakui bahwa dirinya sudah menghamili perempuan lain di hadapan keluarga Liana. Kedua orang tua Liana terlihat sangat murka pada saat itu. Bingung dan malu karena semua tamu undangan sudah berdatangan dan acara pun tidak mungkin dibatalkan. Alard yang begitu terobsesi dengan Liana memberanikan diri untuk menggantikan posisi Nichol. Kedua orang tua Liana pun tidak dapat menolak karena tidak ingin menanggung malu tetapi Alard sengaja menutupi identitasnya dan menyamar sebagai tukang sayur keliling. Dia tidak ingin membuat Liana jatuh cinta karena harta dan kekayaan yang ia miliki seperti perempuan lainnya. Dia ingin membuat Liana jatuh cinta kepadanya karena benar-benar tulus mencintainya. Meskipun pernikahan ini terjadi awalnya tanpa cinta tapi Alard akan berusaha meluluhkan hati Liana dan membuat Liana jatuh cinta kepadanya. Namun bagaimana bila yang terjadi justru sebaliknya? Liana menghianatinya dan diam-diam menjalin hubungan bersama sepupunya sendiri yang Alard benci selama ini. Belum lagi ibu mertuanya yang selalu memperlakukan dirinya seperti sampah, dicap sebagai menantu tidak berguna, selalu direndahkan dan dipandang sebelah mata hanya karena pekerjaan sehari-harinya sebagai penjual sayur keliling? Membuat Alard muak dan membongkar identitas aslinya.
Kemudian Andre membuka atasannya memperlihatkan dada-nya yang bidang, nafasku makin memburu. Kuraba dada-nya itu dari atas sampah kebawah melawati perut, dah sampailah di selangkangannya. Sambil kuraba dan remas gemas selangkangannya “Ini yang bikin tante tadi penasaran sejak di toko Albert”. “Ini menjadi milik-mu malam ini, atau bahkan seterusnya kalau tante mau” “Buka ya sayang, tante pengen lihat punya-mu” pintuku memelas. Yang ada dia membuka celananya secara perlahan untuk menggodaku. Tak sabar aku pun jongkok membantunya biar cepat. Sekarang kepalaku sejajar dengan pinggangnya, “Hehehe gak sabar banget nih tan?” ejeknya kepadaku. Tak kupedulikan itu, yang hanya ada di dalam kepalaku adalah penis-nya yang telah membuat penasaran seharian ini. *Srettttt……
Novel Cinta dan Gairah 21+ ini berisi kumpulan cerpen romantis terdiri dari berbagai pengalaman romantis dari berbagai latar belakang profesi yang ada seperti ibu rumah tangga, mahasiswa, CEO, kuli bangunan, manager, para suami dan lain-lain .Semua cerpen romantis yang ada pada novel ini sangat menarik untuk disimak dan diikuti jalan ceritanya sehingga bisa sangat memuaskan fantasi para pembacanya. Selamat membaca dan selamat menikmati!
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Adult content 21+ Farida Istri yang terluka, suaminya berselingkuh dengan adiknya sendiri. Perasaan tersakiti membuatnya terjebak kedalam peristiwa yang membuat Farida terhanyut dalam nafsu dan hasrat. Ini hanya cerita fiktif. Kalau ada kesamaan nama, jabatan dan tempat itu hanya kebetulan belaka
Nafas Dokter Mirza kian memburu saat aku mulai memainkan bagian bawah. Ya, aku sudah berhasil melepaskan rok sekalian dengan celana dalam yang juga berwarna hitam itu. Aku sedikit tak menyangka dengan bentuk vaginanya. Tembem dan dipenuhi bulu yang cukup lebat, meski tertata rapi. Seringkali aku berhasil membuat istriku orgasme dengan keahlihanku memainkan vaginanya. Semoga saja ini juga berhasil pada Dokter Mirza. Vagina ini basah sekali. Aku memainkan lidahku dengan hati-hati, mencari di mana letak klitorisnya. Karena bentuknya tadi, aku cukup kesulitan. Dan, ah. Aku berhasil. Ia mengerang saat kusentuh bagian itu. "Ahhhh..." Suara erangan yang cukup panjang. Ia mulai membekap kepalaku makin dalam. Parahnya, aku akan kesulitan bernafas dengan posisi seperti ini. Kalau ini kuhentikan atau mengubah posisi akan mengganggu kenikmatan yang Ia dapatkan. Maka pilihannya adalah segera selesaikan. Kupacu kecepatan lidahku dalam memainkan klitorisnya. Jilat ke atas, sapu ke bawah, lalu putar. Dan aku mulai memainkan jari-jariku untuk mengerjai vaginanya. Cara ini cukup efektif. Ia makin meronta, bukan mendesah lagi. "Mas Bayuu, oh,"