, Berlin
sepi, alunan musik dari radio yang terdengar menghiasi suasana sep
i tangannya mulai mengernyitkan dahinya, hal itu tak lupu
a?" Tan
akan naik jabatan menjadi Instr
arkah? Apa Jenderal tidak mem
nderal di Hong Kong, namun ia sadar jika Jenderal sam
k mengata
tt-
elepon yang berdering itu, namun ia tak menemukan apapun. Setelah itu L
egi dan 15 tombol yang berjejer rapih di bawahnya terlihat di dalam tas, Lion segera me
jabatan? Ini terlalu mendadak, Pak." Ujar Lion sete
, akhir-akhir ini aku ser
gu Jenderal melan
gin memberitahu mu jika kau harus sudah
canda dengan nyawa saya? Di sini sudah mau jam
r-benar lupa. Ku harap kau menger
klumi? Lalu bagaimana jika kami yang anak muda ini mati sebelum menikmati
ra Mayjen Rich masih menu
bukan orang yang memili
kan mati.."-Lion
al ini hari pertama saya di
s ku kerjakan! Semoga kau beruntung, Li
Hey Pak
rtt
ENYEBALKAN!!!" Ter
gendarai mobil yang mereka tumpangi. Sementara Lion hanya bisa mengacak-acak ra
ku sangat sial.
a yang sejujurnya pada a
u tahu? Dia tak akan mengerti." Tanya Lion. "Apa kau pikir
ella merasa mual, tanpa ragu Bella menunjukkan raut wajah
n pukul 15:20 pm. Sejak Lion selesai berbicara dengan Jenderal melal
u bahkan belum pernah berkencan
ius?" Ta
ini terlihat ber
u masih tersege
ud mu? Kau pikir ak
losan Lion yang entah sudah berapa kali ia sak
mengerti. "Ya, ak
h.
? Kau tidak terk
uganya, kok." B
pa
s sepertimu, untungnya kau pandai berkel
a. Hingga tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di markas TUHRDU di atas pegunungan, dan waktu menunjukkan pukul 16:25 pm. Langsung saja Lion membawa b
*
ntor Mayjen Rich?" Tanya Li
a kau men
aru yang di tugaskan
dia pun menjawab dengan datar. "Ruangannya di lorong paling uj
rima k
r pria itu lalu pergi meninggalkan
ifat menyebalkan
ruangan yang di sebutkan pria tadi, dan benar saja! Hanya a
intu besi di depannya lalu memb
at, sangat..
tubuh Lion dibuat menegang karenanya. Suara dingin yang di penuhi aura menakutkan
Suara itu kembali terdengar
u--Sa
as
lam. Pencahayaan di ruangan itu begitu minim hin
itu belum di nyalakan. Lion sangat ingin menyalakan lampu di ruangan itu, namun ia tak t
te Joffir, menghadap
gin itu kembali keluar dari orang di depannya sambi
l
sok di depannya dengan jelas. Lion sempat di buat terkejut akan rupa yang di
yang menusuk. Tak hanya itu, rambutnya yang berwarna pirang kecoklatan seakan menambah sempurna penampilannya.
n kau memiliki sesuatu yang harus d
-benar minta maaf! Kedepannya s
i. Kali ini ia mulai bangkit dari te
-Y
mintaan maaf m
, P
n bekerj
a!" Jawab
menekannya kuat. Lion berusaha menahan, namun kekuatan dari lengan itu begi
r
ekiknya
k sengaja merasakan sesuatu yang keras menekan-nekan di antara pahanya, bersamaan dengan itu Mayjen menunduk menempatkan kep
E
BUNG..