/0/8348/coverbig.jpg?v=43c0358397072ccc5036682dd57eeaf1)
Elena Gunther yang ketika itu sedang dalam kondisi hamil, harus menerima kenyataan pahit. Sang kekasih, Victor Hubertus lebih memilih menikahi Nicole Meinrad yang merupakan anak dan pewaris tunggal dari bosnya. Victor Hubertus tega mencampakkan Elena, meski wanita itu sudah memohon belas kasihannya. Ternyata, nasib buruk tidak berhenti sampai di situ. Nicole yang mengetahui tentang Elena dan kehamilannya, menyuruh orang untuk menculik dan membunuh Elena dengan tujuan agar tidak ada lagi yang akan mengganggu kehidupannya dengan Victor di masa datang. Karena tekanan yang berat ketika diculik dan disiksa, Elena pun melahirkan bayinya. Dengan mata kepala sendiri, Nicole memastikan kematian Elena dan bayi yang baru dilahirkannya itu. Dua puluh tiga tahun kemudian, muncullah seorang gadis cantik yang menggunakan kecerdasan dan kecantikannya untuk menghancurkan keluarga Victor dan Nicole. Gadis cantik penuh misteri yang selalu bermain cantik dan halus itu bernama Alexandra. Siapakah sebenarnya Alexandra itu? Motif apakah yang menjadikan Alexandra ingin menghancurkan keluarga Victor dan Nicole?
Elena Gunther menangis di sudut flatnya yang minimalis. Di seberangnya, berdiri dengan congkaknya Victor Hubertus, sang kekasih. Elena Gunther dan Victor Hubertus telah menjalin kasih lima tahun lamanya. Mereka tinggal bersama di sebuah flat kecil di pinggir Kota Wina, Austria. Sebuah kota yang tenang, jauh dari kebisingan maupun kemacetan.
Elena Gunther memegangi perutnya yang tampak membesar. Tangis masih terus terdengar dari bibirnya.
"Cukup! Aku sudah bosan hidup denganmu, Elena! Aku akan pergi sekarang juga!" teriak Victor Hubertus pada sang kekasih sembari berkacak pinggang.
"To..tolong, jangan tinggalkan aku dan anak kita, Vic! Kumohon," ujar Elena Gunther dengan suara memohon.
Victor Hubertus bergeming, raut wajahnya sama sekali tidak menunjukkan belas kasih terhadap Elena yang saat itu sedang dalam kondisi hamil tujuh bulan.
"Vic, tolong ingatlah bagaimana aku bersedia hidup susah bersamamu, aku yang mendampingi kamu melewati masa-masa sulitmu. Aku juga yang selama lima tahun ini sabar menantikan janjimu untuk menikahiku. Sekarang, kamu telah sukses, memiliki karier yang cemerlang. Tegakah kamu meninggalkan aku?" ratap Elena dengan bibir bergetar.
"Huh! Aku tidak peduli! Yang jelas aku harus menikahi Nicole!" ujar Victor Hubertus tanpa perasaan.
"Vic, kalau kamu memang sudah tidak mencintai aku lagi, tolong ingat tentang anak dalam perutku ini! Ini adalah anak kamu, Vic!" pekik Elena setengah menjerit sembari bersujud di bawah kaki Victor Hubertus.
"Masa bodoh! Aku tidak mau tahu akan hal itu. Kalau kamu mau, aku bersedia memberimu banyak uang untuk biaya menggugurkan kandunganmu itu. Setelah itu, kamu bisa pergi jauh dan dengan uang itu kamu bisa membuka usaha atau apalah terserah kamu!" kata Victor Hubertus dengan nada sengit.
Elena terpana, seketika tangisnya pun berhenti. Kedua bola mata Elena menatap sang kekasih dengan tatapan nanar. Hati Elena Gunther teramat sakit mendengar perkataan Victor, kekasih yang teramat dicintainya itu.
"Teganya kamu, Vic! Kamu pikir segampang itu menggugurkan kandungan? Apalagi usia kandunganku sudah memasuki bulan ke tujuh. Tapi, lepas dari itu semua, kamu sama sekali tidak punya hati!" rutuk Elena Gunther dengan garang.
"Baiklah, terserah kamu saja. Yang jelas, hari ini juga aku akan meninggalkanmu dan aku akan pindah ke rumah Nicole. Kamu tenang saja, nanti akan aku kirimi kamu uang!" Victor Hubertus beranjak dari hadapan Elena Gunther.
Elene Gunther sama sekali tidak bereaksi. Dia menegakkan tubuhnya dengan berpegangan pada dinding. Elena Gunther menatap langkah sang kekasih yang menuju ke kamar mereka. Dengan langkah berat, Elena Gunther pun menyeret langkahnya ke sebuah sofa mungil kesayangannya. Dia duduk di sofa itu sambil mengatur napasnya yang mulai berat.
Sementara itu di dalam kamar, Victor Hubertus membuka koper miliknya yang berwarna merah tua. Semua baju dan barang-barang miliknya pun segera dikeluarkan dari dalam lemari dan dipindahkan ke dalam koper. Victor Hubertus menyusun baju-bajunya secara sembarangan di dalam koper. Bagi Victor, yang penting bisa masuk tanpa harus repot-repot merapikannya.
Victor Hubertus melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Jarum jam menunjuk angka delapan, meskipun sudah pukul delapan malam, namun cuaca masih agak panas bagi Victor. Selesai mengepak semua baju dan barangnya, Victor Hubertus pun segera menarik kopernya ke luar kamar. Di ruang tamu dilihatnya Elena Gunther sedang duduk di sofa sambil memejamkan matanya.
"Aku pergi! Maafkan aku, Len." Ucap Victor Hubertus saat berdiri tegak di hadapan Elena Gunther yang masih memejamkan matanya.
"Pergilah, Vic! Tapi, tolong janganlah kamu beri aku uang sedikit pun juga. Biarlah aku hidup dengan anak kita ini tanpa merepotkanmu lagi." ujar Elena Gunther masih dengan mata terpejam dan punggung bersandar di sofa.
Victor Hubertus tidak menyahut perkataan Elena Gunther. Ditariknya koper merah tua itu dan dibukanya pintu flat. Victor Hubertus menyempatkan memandang wajah sang kekasih sekali lagi sebelum dia menutup pintu flat kembali.
Ketika mendengar pintu menutup, mata Elena Gunther pun terbuka. Perlahan air mata perempuan yang sedang hamil itu pun meleleh membasahi pipinya. Elena Gunther menangis dalam diam. Dalam hati Elena bingung, harus kemanakah dia sekarang? Elena Gunther adalah seorang yatim piatu, dari kecil dia hidup di panti asuhan. Ketika Elena Gunther telah dewasa dan memiliki perkerjaan sendiri, dia bertemu dengan Victor Hubertus. Selama lima tahun Elena Gunther menjalin kasih dengan Victor Hubertus, selama itu pula, Elena bersedia hidup susah bersama kekasihnya itu.
Victor Hubertus yang merupakan anak yatim piatu juga, adalah sosok yang bisa memahami dan mengasihi Elena Gunther, setidaknya itulah yang Elena rasakan dalam lima tahun itu. Tetapi, keadaan sungguh berubah seratus delapan puluh derajat ketika Victor Hubertus mulai bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak dalam bisnis ekspor impor.
Karena kecerdasannya, Victor Hubertus pun cepat mendapatkan promosi jabatan di perusahaan tempatnya bekerja. Dia sangat dihormati oleh rekan-rekan kerjanya. Demikian pula dengan anak perempuan sang bos, yang ternyata diam-diam menaruh hati pada Victor Hubertus. Memang tidak dapat dipungkiri, selain cerdas, Victor Hubertus juga gagah, tubuhnya pun terawat dengan baik. Itu semua berkat kedisiplinannya yang tinggi terhadap olahraga. Setiap pagi, rutinitas Victor Hubertus setelah bangun tidur adalah ke tempat gym yang berada dekat flatnya. Victor Hubertus juga sangat memperhatikan pola makannya, sehingga wajar jika dia memiliki tubuh sehat dan gagah.
Victor Hubertus tahu jika Nicole, putri bosnya menaruh hati padanya. Awalnya, Victor Hubertus tidak menanggapi perasaan Nicole karena Victor sudah memiliki Elena. Victor Hubertus sangat mencintai Elena Gunther, lebih-lebih saat itu Elena juga sedang hamil anak Victor. Memang Victor Hubertus pernah berjanji pada Elena Gunther bahwa dia akan menikahi kekasihnya itu ketika nanti kariernya sudah mapan. Namun, siapa yang bisa tahu takdir apa yang akan datang menghampiri kita? Victor Hubertus yang awalnya sama sekali tidak menanggapi Nicole, menjadi berubah. Nicole memang cantik, meskipun tidak secantik Elena Gunther. Namun, dalam diri Nicole, Victor Hubertus bisa melihat adanya sebuah kesempatan untuk hidup sukses dan bergelimang harta tanpa repot-repot. Menyadari kesempatan terbuka lebar, Victor Hubertus pun memutuskan untuk mengambil kesempatan tersebut. Victor Hubertus bahkan tega meninggalkan kekasih yang sudah lima tahun menemaninya.
Elena Gunther berdiri dari duduknya dan menghampiri jendela flatnya yang berada di lantai atas. Melalui jendela itu Elena Gunther dapat melihat Victor Hubertus yang menyeberangi jalan di depan flatnya dan berjalan di trotoar semakin menjauh dari flat mereka.
Elena Gunther menyeka air matanya menggunakan telapak tangan kanannya. Dalam hati Elena berjanji pada diri sendiri, dia akan bangkit dari keterpurukannya ini. Elena tetap akan melahirkan bayi dalam kandungannya dan akan merawatnya dengan penuh kasih sayang. Elena Gunther akan kembali bekerja demi untuk menghidupi dirinya dan anak yang akan dilahirkannya itu. Bagi Elena Gunther, tidak ada waktu untuk terus meratapi nasibnya.
Renata Larasati (20), seorang gadis dari keluarga sederhana yang sedang membutuhkan uang untuk melunasi hutang bapaknya, terpaksa mau menjalani kawin kontrak hanya sampai dirinya melahirkan anak saja. Renata dinikahi oleh Danu Rahardianto (40) yang merupakan pengusaha yang menjalankan bisnis milik mertuanya. Istri Danu, Rubby Kirana (35) adalah anak pengusaha kaya raya yang tidak mau melahirkan anak hanya karena takut tubuhnya tidak sexy lagi. Tragisnya, setelah satu bulan melahirkan dan masa kawin kontrak telah selesai, Rubby justru menjual Renata pada seorang mucikari untuk mendapatkan keuntungan. Dalam kondisi lemah, Renata yang terpaksa menjalani kehidupan sebagai seorang penghibur, berusaha keras untuk bangkit dari keterpurukkannya. Bagaimanakah perjuangan seorang Renata? Dan akan seperti apakah nasib Renata kedepannya?
Tiga tahun yang lalu, Erina melahirkan bayi kembar tiga. Namun hanya satu yang selamat - itulah yang diberitahukan kepadanya. Untuk mewarisi harta warisan ibunya, Erina terpaksa menikah dengan seorang programmer komputer yang miskin namun tampan. Setelah menikah dengan pria misterius ini, ia mulai curiga .... Selama tiga tahun tersebut, dia tidak pernah berhubungan seks dengan pria lain, tetapi dia hamil.... Dia juga menemukan bahwa dia memiliki anak lain yang masih hidup .... Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa suaminya yang "miskin" terlihat seperti konglomerat yang dia lihat di TV?
Kisah Daddy Dominic, putri angkatnya, Bee, dan seorang dosen tampan bernama Nathan. XXX DEWASA 1821
Neneng tiba-tiba duduk di kursi sofa dan menyingkapkan roknya, dia lalu membuka lebar ke dua pahanya. Terlihat celana dalamnya yang putih. “Lihat Om sini, yang deket.” Suradi mendekat dan membungkuk. “Gemes ga Om?” Suradi mengangguk. “Sekarang kalo udah gemes, pengen apa?” “Pengen… pengen… ngejilatin. Boleh ga?” “Engga boleh. Harus di kamar.” Kata Neneng terkikik. Neneng pergi ke kamar diikuti Suradi. Dia melepaskan rok dan celana dalamnya sekaligus. Dia lalu berbaring di ranjang dan membentangkan ke dua pahanya.
Bagaimana jika keponakan yang dititipkan oleh kakak perempuan nya mulai mengacaukan seluruh tatanan kehidupan nya. Gadis kecil yang dia sangka polos menyimpan cinta mendalam untuk dirinya, memancing hasrat nya berkali-kali hingga pada akhirnya satu malam panas terjadi di antara mereka. Bagaimana caranya dia meminta restu kepada kakak nya sendiri untuk hubungan yang jelas di anggap tidak mungkin untuk semua orang. Namun siapa sangka satu kenyataan dimasa lalu terbuka secara perlahan soal hubungan mereka yang sesungguhnya.
Firhan Ardana, pemuda 24 tahun yang sedang berjuang meniti karier, kembali ke kota masa kecilnya untuk memulai babak baru sebagai anak magang. Tapi langkahnya tertahan ketika sebuah undangan reuni SMP memaksa dia bertemu kembali dengan masa lalu yang pernah membuatnya merasa kecil. Di tengah acara reuni yang tampak biasa, Firhan tak menyangka akan terjebak dalam pusaran hasrat yang membara. Ada Puspita, cinta monyet yang kini terlihat lebih memesona dengan aura misteriusnya. Lalu Meilani, sahabat Puspita yang selalu bicara blak-blakan, tapi diam-diam menyimpan daya tarik yang tak bisa diabaikan. Dan Azaliya, primadona sekolah yang kini hadir dengan pesona luar biasa, membawa aroma bahaya dan godaan tak terbantahkan. Semakin jauh Firhan melangkah, semakin sulit baginya membedakan antara cinta sejati dan nafsu yang liar. Gairah meluap dalam setiap pertemuan. Batas-batas moral perlahan kabur, membuat Firhan bertanya-tanya: apakah ia mengendalikan situasi ini, atau justru dikendalikan oleh api di dalam dirinya? "Hasrat Liar Darah Muda" bukan sekadar cerita cinta biasa. Ini adalah kisah tentang keinginan, kesalahan, dan keputusan yang membakar, di mana setiap sentuhan dan tatapan menyimpan rahasia yang siap meledak kapan saja. Apa jadinya ketika darah muda tak lagi mengenal batas?
Amora Nouline selalu dibanding-bandingkan oleh sang ibu dengan kakak perempuannya sendiri bernama Alana Nouline! Dalam hal apapun Alana selalu unggul dari Amora, membuat sang Ibu lebih menyayangi Alana dibandingkan dengan Amora. Ketika dihadapkan dengan posisi sang ayah yang sakit parah dan memerlukan biaya rumah sakit yang tidak sedikit, Ibu dan kakak Amora sepakat untuk membujuk agar Amora menjual dirinya demi pengobatan sang ayah. Dengan hati teriris perih, terpaksa dan penuh ketakutan, Amora akhirnya menuruti keinginan ibu dan kakaknya demi kesembuhan sang ayah! Sialnya, malam itu laki-laki yang membeli Amora adalah seorang mafia dingin yang meskipun wajahnya teramat tampan namun wajah itu terlihat sangat menakutkan dimata Amora.