/0/3599/coverbig.jpg?v=3b1f92ac19607898540304c519cd748d)
Lara Ayunda binti Cahyo Nugroho, mulai malam ini kamu bukan istriku lagi!" mas Arkan berkata pelan, tegas tapi begitu mengguncang jiwaku. Berawal dari mimpi yang trus berulang, selanjutnya sebuah pertemuan dan akhirnya membuat sebuah kehancuran rumah tangga. Bahkan akupun tidak tahu akhir kisah ini akan seperti apa.
"Aku mencintai mu,"
"Kita akan menikah!"
"Kita harus tetap bersama!"
"Kita sudah menikah dan punya anak, kenapa kau tinggalkan aku!"
"Aakk....," Aku terbangun dari tidurku dengan keringat bercucuran, lagi! Mimpi itu datang lagi, dan setiap kali aku bermimpi paati seperti ini. Separuh hatiku seperti hilang. Aku merasakan sangat kehilangan dan kesedihan dalam hatiku.
Ku tatap suamiku yang tertidur pulas disampingku, aku usap pipinya perlahan. Dia menggeliat dan menatapku.
"Kenapa? Kamu mimpi buruk lagi?" Ucapnya bertanya.
Aku mengangguk dan membenamkan diriku dalam pelukannya, seperti itu lah yang aku lakukan setiap kali mimpi itu datang. Sudah hampir dua tahun belakangan ini aku sering kali bermimpi orang yang sama, mimpi yang selalu sama. Apa yang sebenarnya terjadi, akupun tidak tahu. Tepatnya sejak usia pernikahan kami tiga tahun, entah sebab apa mimpi itu mulai datang. Dan tiap kali bermimpi, seolah-olah hatiku ikut merasakannya seperti benar-benar terjadi.
Aku selalu mengatakan pada suamiku mas Arkan, jika aku bermimpi buruk. Sebenarnya aku bermimpi bersama dengan mantan pacarku, cinta pertamaku dulu di masa kuliah. Dalam mimpiku dia selalu mengatakan hal yang sama, cinta, pernikahan dan anak. Ini benar-benar gila! Kami tidak pernah menikah, apa lagi punya anak. Kami tidak pernah melakukan hal diluar batas saat berpacaran dulu, hanya sekali dia mencium pipiku, hanya sekali tidak lebih.
Kami berpisah bukan aku yang mencampakkan nya, tapi dialah yang mencampakkan aku. Entah sebab apa, akupun tidak tahu. Saat itu menjelang sidang skripsi, tiba-tiba dia mengajakku bertemu dan mengucapkan perpisahan, aku hanya mengatakan 'YA' tanpa bertanya sebabnya.
Meskipun hatiku sakit, aku tidak pernah memperlihatkan pada dirinya. Semua berjalan normal sampai wisuda dan kami benar-benar berpisah tanpa komunikasi.
Aku memang menikah lebih dahulu dan dia pun datang pada acara pernikahanku, semua tampak biasa pada saat kami bertemu. Akupun sudah melupakan jika kami pernah punya hubungan, aku sudah menikah dan suamikulah yang ada dalam pikiranku.
Waktu berlalu, dua tahun aku dan mas Arkan bersama semua berjalan tanpa hambatan, aku mengikutinya bekerja keluar dari kota, tepat dua bulan setelah pernikahan mas Arkan di terima sebagai Pegawai Negri Sipil dan ditugaskan kepelosok.
Di tahun ketiga, mimpi itu datang menghantuiku. Dan saat ini, diusia pernikahan kami yang ke lima dimana aku dan mas Arkan kembali ke kota kami mimpi itu kian sering hadir, jadi sudah sekitar dua tahun aku dihantui mimpi ini. Mimpi itu tidak setiap malam datang, akupun tidak bisa tahu kapan datangnya tapi tiap kali bermimpi hatiku merasakan sakitnya seolah-olah nyata.
Dan yang aku lakukan adalah memeluk suamiku, bukan hal yang benar jika aku memikirkan laki-laki lain padahal aku sudah menikah. Pernah sempat terpikirkan untuk sekedar mengirim pesan pada mantanku itu, menanyakan kabar, berbasi-basi kemudian menceritakan apa yang aku alami. Tapi kemudian akalku mengatakan jika itu salah. Dia sudah berkeluarga akupun begitu, jika aku melakukan maka bisa saja terjadi hal yang bisa merusak rumah tangga kami.
Sejak teknologi semakin canggih, orang-orang yang terpisah jarak disatukan dalam sebuah group alumni, oleh sebab itulah aku bisa mengetahui nomor telepon dan stalking akun media sosialnya.
Terakhir kali aku melihatnya, dia masih sempat memposting fotonya dengan sang istri. Ah, seperti dia hidup bahagia. Hanya aku disini yang dihantui dirinya dalam mimpi. Ini tidak adil! Setelah itu aku tidak berniat lagi melihat media sosialnya, untuk apa juga. Aku juga bahagia bersama suamiku jika tidak bermimpi aneh itu.
****
Beberapa waktu lalu, di group chat alumni diumumkan akan mengadakan reuni bersama yang dilakukan disebuah tempat wisata, kami memilih pantai sebagai tempat reuni. Acara akan dilaksanakan menjelang sore hari hingga pukul delapan malam.
Sebenarnya aku malas untuk ikutan, tapi Laila teman dekatku memaksaku untuk ikut. Dia bilang aku tidak pernah ikut reunian dan kali ini harus ikut, akhirnya dengan berat hati aku mengikutinya.
Aku datang ke sana bareng Laila, aku malas membawa kendaraan sendiri. Laila yang notabene orang sukses membawa mobil sendiri dan bersama suaminya, jadi aku memutuskan untuk numpang saja. Mas Arkan ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, dan akhirnya aku harus datang sendiri padahal akan pulang dimalam hari.
Jam dua siang mobil yang kami tumpangi sudah sampai di tempat tujuan, aku dan Laila segera mengisi daftar hadir dan berbaur dengan teman-teman kami.
Aku yang paling lama tidak bertemu mereka karena mengikuti suamiku bekerja jauh, jadi bahan perbincangan yang hangat. Mereka bertanya ini dan itu, tapi semua begitu hangat dan seru. Setelah sekian la tidak berjumpa, mereka masih sama, suka bercanda dan saling mengingatkan hal-hal lucu dan konyol yang dulu kami alami bersama di kampus.
"Lara, Cinta pertamamu datang tuh!" Laila menyenggol lenganku dan menunjuk seseorang yang menuju ke arah kami dengan dagunya.
Secara refleks mataku memandang ke arah yang di tunjuk Laila. Tiba-tiba jantungku berdetak kencang saat melihatnya, Haidar Muhammad nama laki-laki itu. Dia yang pernah singgah di hatiku, orang yang dulu ku puja dan ingin kumiliki selamanya.
Aku menetralisir keadaan hatiku dengan meneguk satu gelas minuman yang ada di sampingku. Entah kenapa aku bisa berdebar-debar begini, dulu setelah perpisahan kami, aku tidak pernah merasakan apapun saat bertemu dengannya. Bahkan saat dia datang di pernikahanku, aku tidak begitu memperhatikan dirinya.
Kenapa sekarang seperti ini, apa ini efek dari mimpi-mimpinya itu. Jarak dia dan kami makin dekat, dengan santai mas Haidar menyalami kami semua.
"Kenapa tanganmu sangat dingin?" ucap mas Haidar saat dia menyalamiku.
"Bertahun-tahun aku tidak terkena angin pantai, mungkin karena itu aku kedinginan." jawabku asal.
Mungkin sebenarnya tanganku dingin karena aku nervous. Tiba-tiba mas Haidar melepaskan jaketnya dan memakaikannya kepadaku, hal yang selalu dia lakukan dulu.
Aku berusaha menolaknya tapi teman-teman malah menyoraki kami jadi mau tidak mau aku menerimanya untuk meredam kekonyolan mereka.
Karena banyak menengak air untuk menangkan hati, akhirnya panggilan untuk mengeluarkannya kembali menyapa tubuhku. Aku bergegas ke toilet, toilet disini cukup terawat dan bersih. Bilik-biliknya pun cukup luas, setelah menyelesaikan hajatku, bergegas diriku keluar dari kamar mandi ini.
Saat mencapai pintu keluar tiba-tiba tanganku di tarik seseorang masuk lagi kedalam kamar mandi, aku hendak berteriak tapi sebuah tangan segera menutup mulutku.
Mataku melotot saat melihat siapa yang melakukan itu padaku, "mas Haidar, untuk apa dia melakukan ini padaku" ucapku dalam hati.
"Aku merindukanmu," ucapnya pelan tanpa menyingkirkan tangannya dari mulutku.
Mataku berkedip dengan cepat mendengar ucapannya, otakku mencerna apa yang sedang terjadi.
Bersambung...
*****
Tinggallah disini sesuka hatimu, anggap saja sebagai bayaran sudah melayaniku malam ini," ucap Evan sambil berlalu meninggalkan Anin yang makin hancur hatinya. Nevan Wiliam Adiguna, menikahi Anin dan meninggalkannya setelah melewati malam pertama bersama bukan tanpa sebab. Sebab yang harusnya dia cari tahu kebenarannya terlebih dahulu tapi dia abaikan. Keputusannya untuk mengabaikan akan menjadi sebab penyesalan. Dua setengah tahun berlalu, di sebuah desa yang damai Evan Bertemu anak laki-laki dengan garis wajah mirip dirinya yang akhirnya dia ketahui jika itu adalah buah hatinya. "Aku papamu Albanna," bisik Evan "Pa-pa," ucap sang anak mengeja panggilan tersebut. Kebahagiaan Evan tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, tapi akankah dia bisa mendapatkan kembali cinta dari bunda Albanna setelah dia mencampakkanny dimalam itu?
Kecelakaan yang terjadi di hari pernikahanku merenggut nyawa calon suamiku. Hingga aku harus menikah dengan kakaknya, calon kakak iparku itu menggantikan adikknya dan menikahiku. Laki-laki yang dingin dan kaku itu akhirnya menjadi suamiku, hidup bersamanya adalah cobaan. Satu hal yang akhirnya aku tahu ternyata dia juga menyukaiku, dan hal-hal yang membuatku mencintai adiknya adalah dari dirinya. Aku akan membuatmu tahu bagaimana caranya mengekspresikan cinta dan mencintai, mas! Setelah kisah percintaan antara Arsen dan Elvira happy ending, di season dua akan menceritakan kisah cinta antara Tio sang asisten dan Mona sang sekretaris. KISAH CINTA MEREKA SAYA JADIKAN SATU DALAM BUKU INI, tidak akan terlihat panjang karena mengisahkan sosok yang berbeda tapi berhubung dengan kisah sebelumnya. Kisah cinta mereka tak kalah seru dengan kisah cinta atasan mereka dengan tema cerita CINTA BEDA KASTA. Simak hingga akhirnya, akankah happy ending juga?
Untuk memenuhi keinginan terakhir kakeknya, Sabrina mengadakan pernikahan tergesa-gesa dengan pria yang belum pernah dia temui sebelumnya. Namun, bahkan setelah menjadi suami dan istri di atas kertas, mereka masing-masing menjalani kehidupan yang terpisah, dan tidak pernah bertemu. Setahun kemudian, Sabrina kembali ke Kota Sema, berharap akhirnya bertemu dengan suaminya yang misterius. Yang mengejutkannya, pria itu mengiriminya pesan teks, tiba-tiba meminta cerai tanpa pernah bertemu dengannya secara langsung. Sambil menggertakkan giginya, Sabrina menjawab, "Baiklah. Ayo bercerai!" Setelah itu, Sabrina membuat langkah berani dan bergabung dengan Grup Seja, di mana dia menjadi staf humas yang bekerja langsung untuk CEO perusahaan, Mario. CEO tampan dan penuh teka-teki itu sudah terikat dalam pernikahan, dan dikenal tak tergoyahkan setia pada istrinya. Tanpa sepengetahuan Sabrina, suaminya yang misterius sebenarnya adalah bosnya, dalam identitas alternatifnya! Bertekad untuk fokus pada karirnya, Sabrina sengaja menjaga jarak dari sang CEO, meskipun dia tidak bisa tidak memperhatikan upayanya yang disengaja untuk dekat dengannya. Seiring berjalannya waktu, suaminya yang sulit dipahami berubah pikiran. Pria itu tiba-tiba menolak untuk melanjutkan perceraian. Kapan identitas alternatifnya akan terungkap? Di tengah perpaduan antara penipuan dan cinta yang mendalam, takdir apa yang menanti mereka?
WARNING 21+‼️ (Mengandung adegan dewasa) Di balik seragam sekolah menengah dan hobinya bermain basket, Julian menyimpan gejolak hasrat yang tak terduga. Ketertarikannya pada Tante Namira, pemilik rental PlayStation yang menjadi tempat pelariannya, bukan lagi sekadar kekaguman. Aura menggoda Tante Namira, dengan lekuk tubuh yang menantang dan tatapan yang menyimpan misteri, selalu berhasil membuat jantung Julian berdebar kencang. Sebuah siang yang sepi di rental PS menjadi titik balik. Permintaan sederhana dari Tante Namira untuk memijat punggung yang pegal membuka gerbang menuju dunia yang selama ini hanya berani dibayangkannya. Sentuhan pertama yang canggung, desahan pelan yang menggelitik, dan aroma tubuh Tante Namira yang memabukkan, semuanya berpadu menjadi ledakan hasrat yang tak tertahankan. Malam itu, batas usia dan norma sosial runtuh dalam sebuah pertemuan intim yang membakar. Namun, petualangan Julian tidak berhenti di sana. Pengalaman pertamanya dengan Tante Namira bagaikan api yang menyulut dahaga akan sensasi terlarang. Seolah alam semesta berkonspirasi, Julian menemukan dirinya terjerat dalam jaring-jaring kenikmatan terlarang dengan sosok-sosok wanita yang jauh lebih dewasa dan memiliki daya pikatnya masing-masing. Mulai dari sentuhan penuh dominasi di ruang kelas, bisikan menggoda di tengah malam, hingga kehangatan ranjang seorang perawat yang merawatnya, Julian menjelajahi setiap tikungan hasrat dengan keberanian yang mencengangkan. Setiap pertemuan adalah babak baru, menguji batas moral dan membuka tabir rahasia tersembunyi di balik sosok-sosok yang selama ini dianggapnya biasa. Ia terombang-ambing antara rasa bersalah dan kenikmatan yang memabukkan, terperangkap dalam pusaran gairah terlarang yang semakin menghanyutkannya. Lalu, bagaimana Julian akan menghadapi konsekuensi dari pilihan-pilihan beraninya? Akankah ia terus menari di tepi jurang, mempermainkan api hasrat yang bisa membakarnya kapan saja? Dan rahasia apa saja yang akan terungkap seiring berjalannya petualangan cintanya yang penuh dosa ini?
"Jang, kamu sudah gak sabar ya?." tanya Mbak Wati setelah mantra selesai kami ucapkan dan melihat mataku yang tidak berkedip. Mbak Wati tiba tiba mendorongku jatuh terlentang. Jantungku berdegup sangat kencang, inilah saat yang aku tunggu, detik detik keperjakaanku menjadi tumbal Ritual di Gunung Keramat. Tumbal yang tidak akan pernah kusesali. Tumbal kenikmatan yang akan membuka pintu surga dunia. Mbak Wati tersenyum menggodaku yang sangat tegang menanti apa yang akan dilakukannya. Seperti seorang wanita nakal, Mbak Wati merangkak di atas tubuhku...
Amora Nouline selalu dibanding-bandingkan oleh sang ibu dengan kakak perempuannya sendiri bernama Alana Nouline! Dalam hal apapun Alana selalu unggul dari Amora, membuat sang Ibu lebih menyayangi Alana dibandingkan dengan Amora. Ketika dihadapkan dengan posisi sang ayah yang sakit parah dan memerlukan biaya rumah sakit yang tidak sedikit, Ibu dan kakak Amora sepakat untuk membujuk agar Amora menjual dirinya demi pengobatan sang ayah. Dengan hati teriris perih, terpaksa dan penuh ketakutan, Amora akhirnya menuruti keinginan ibu dan kakaknya demi kesembuhan sang ayah! Sialnya, malam itu laki-laki yang membeli Amora adalah seorang mafia dingin yang meskipun wajahnya teramat tampan namun wajah itu terlihat sangat menakutkan dimata Amora.
Semua orang terkejut ketika tersiar berita bahwa Raivan Bertolius telah bertunangan. Yang lebih mengejutkan lagi adalah bahwa pengantin wanita yang beruntung itu dikatakan hanyalah seorang gadis biasa yang dibesarkan di pedesaan dan tidak dikenal. Suatu malam, wanita iru muncul di sebuah pesta dan mengejutkan semua orang yang hadir. "Astaga, dia terlalu cantik!" Semua pria meneteskan air liur dan para wanita cemburu. Apa yang tidak mereka ketahui adalah bahwa wanita yang dikenal sebagai gadis desa itu sebenarnya adalah pewaris kekayaan triliunan. Tak lama kemudian, rahasia wanita itu terungkap satu per satu. Para elit membicarakannya tanpa henti. "Ya tuhan! Jadi ayahnya adalah orang terkaya di dunia? "Dia juga seorang desainer yang hebat dan misterius, dikagumi banyak orang!" Meskipun begitu, tetap banyak orang tidak percaya bahwa Raivan bisa jatuh cinta padanya. Namun, mereka terkejut lagi. Raivan membungkam semua penentangnya dengan pernyataan, "Saya sangat mencintai tunangan saya yang cantik dan kami akan segera menikah." Ada dua pertanyaan di benak semua orang: mengapa gadis itu menyembunyikan identitasnya? Mengapa Raivan tiba-tiba jatuh cinta padanya?