/0/2424/coverbig.jpg?v=89852b50c5c617dbbc1432bd35bf0432)
Jonathan dan Theresia telah mengarungi biduk rumah tangga selama 10 tahun. Selama setahun terakhir Theresia mengalami depresi karena dinyatakan mandul oleh dokter-dokter kandungan yang ditemuinya. Jonathan sering dijadikan bulan-bulanan atas kekecewaannya, baik itu dibentak-bentak, dimaki-maki, maupun dipukuli. Suami yang sebenarnya sangat mencintainya itu lambat-laun merasa tidak tahan menghadapi kelakuan istrinya dan menggugat cerai. Di tengah-tengah proses perceraiannya, laki-laki itu menjalin hubungan dengan Karin, sekretarisnya yang manis, naif, dan lemah lembut. Jonathan benar-benar jatuh cinta dengan gadis yang kepribadiannya sungguh bertolak-belakang dengan istrinya. Apakah Jonathan akan berhasil menceraikan istrinya dan bersatu dengan kekasihnya? Cara-cara apa sajakah yang dilakukan Theresia demi mempertahankan perkawinannya? Apakah Karin sungguh-sungguh mencintai Jonathan ataukah mempunyai maksud-maksud tertentu?
"Kamu ini gimana sih, Mas?! Aku tadi kan pesan burung dara goreng, bukan ayam goreng Kanton! Kamu kan tahu aku sudah lama nggak makan burung dara goreng kesukaanku. Sekalinya mau makan, malah dibelikan menu lain. Maksudnya apa, sih?"
Jonathan menarik napas dalam-dalam berusaha menenangkan dirinya. Sabar...sabar..., batinnya mengalah.
Lalu dengan nada suara tenang, suami Theresia itu menerangkan baik-baik, "Sayang, dengarkan dulu penjelasanku, ya. Menu burung dara yang kamu minta itu sedang kosong. Jadi aku belikan ayam goreng Kanton yang juga kesukaanmu sebagai gantinya. Kan cara masaknya mirip-mirip, Sayang. Cuma bedanya satu daging burung dara, sedangkan satunya lagi daging ayam. Malah ini dikasih krupuk kecil-kecil yang kamu suka."
"Tapi aku sedang nggak ingin makan ayam goreng Kanton! Aku mau burung dara goreng! "teriak Theresia penuh amarah. Wajah cantiknya cemberut, menunjukkan ketidakpuasannya terhadap menu masakan yang dibawa pulang suaminya.
"Baiklah. Kamu mau burung dara goreng buatan restoran mana? Aku belikan. Atau kita sekalian pergi makan di sana aja. Gimana?"
"Aku mau makan di rumah. Malas harus dandan rapi hanya untuk makan di restoran."
"Kamu udah cantik pakai baju ini, Sayang. Nggak usah dandan lagi."
"Kamu kan tahu, sekarang kalau makan di luar aku mesti motret masakannya dan upload di Instagram supaya dilihat followers-ku. Jadi aku mesti tampil keren, dong. Malu-lah kalau cuma pakai baju seadanya! Gimana, sih? Kamu kok nggak menaruh perhatian sama kebiasaan istrimu? Udah nggak cinta lagi, ya?!"
Jonathan mengelus dada melihat sikap istrinya yang semakin kekanak-kanakkan. Padahal dia tadi sudah berjuang mengemudikan mobilnya di tengah hujan deras hanya untuk membelikan makanan kesukaan istrinya di restoran langganan mereka.
Kebetulan hari ini sopir pribadinya tidak masuk kerja karena sedang sakit. Tetapi sesampainya di rumah Theresia malah marah-marah karena masakan yang dibelikan suaminya tidak sesuai dengan harapannya. Aku sendiri belum sempat membersihkan tubuhku di kamar mandi, keluhnya dalam hati.
Dipandanginya ayam goreng Kanton yang sudah dihidangkan pembantu rumah tangga mereka di atas sebuah piring berbentuk oval yang terbuat dari kaca. Kelihatannya enak, kok, gumamnya dalam hati.
Bukankah Theresia biasanya juga menggemari ayam goreng ini? Lalu mengapa dia masih mempermasalahkannya? Nanti kalau aku membelikan burung dara goreng yang diinginkannya di restoran lain, dianggapnya salah lagi karena nggak sesuai dengan ekspektasinya. Begini salah, begitu salah. Lalu aku harus bagaimana?
"Kok diam aja sih, Mas?! Ayo cepat berangkat belikan burung dara goreng buat istrimu yang kelaparan ini!"
"Lalu kamu maunya dari restoran mana?"
"Terserah! Pokoknya yang rasanya mirip dengan masakan restoran langganan kita!"
"Gimana kalau kupesankan lewat aplikasi online saja? Hujan sudah berhenti, pasti banyak driver yang stand by untuk menerima orderan."
"Aku nggak mau! Aku ingin kamu yang pergi membelikan sendiri. Masa sih, gitu aja keberatan. Benar-benar nggak perhatian sama istri sendiri. Hu-uh!"
Theresia lalu berjalan meninggalkan suaminya yang melongo kebingungan. Wanita cantik berambut ikal panjang dan disemir warna coklat tua yang membuatnya kelihatan trendy itu masuk ke dalam kamar tidurnya dan membanting pintu keras sekali.
Jonathan menggeleng-gelengkan kepalanya prihatin. Sampai kapan dia bersikap tidak hormat padaku seperti ini? Dan bodohnya aku kenapa mau diperlakukan secara sewenang-wenang oleh istriku sendiri? batinnya menyesali diri.
Dengan lesu laki-laki tampan berbadan kekar itu melangkah gontai keluar dari rumahnya yang megah dan masuk ke dalam mobilnya kembali. Beberapa saat kemudian mobil mewah hitam pekat itu meluncur meninggalkan pintu gerbang yang yang selama dua puluh empat jam dijaga ketat oleh petugas security.
***
"Hmm...."
"Gimana, Sayang? Enak?"
"Lumayan, agak mirip dengan restoran langganan kita. Kamu beli di mana?"
"Di restoran sebelahnya. Kan mereka saingan, jadi menunya agak mirip."
Theresia sontak menghentikan aktivitas makannya dan matanya melotot tajam pada suaminya. Ada apalagi ini? pikir Jonathan lemas.
"Berani-beraninya kamu belikan aku makanan di sana! Kamu kan tahu aku pernah melihat seekor tikus berlari keluar dari dalam dapurnya waktu aku mau ke toilet! Ih, jijik! Kamu sengaja mau meracuniku, ya?!"
Jonathan tersentak. Dia tadi sama sekali lupa akan peristiwa yang membuat trauma istrinya membeli makanan di restoran itu. Keringat dingin mulai mengalir di pelipis lelaki berusia tiga puluh enam tahun itu.
"Ma...maafkan aku, Sayang. Aku tadi benar-benar lupa akan kejadian itu. Pikiranku hanya fokus tentang bagaimana caranya aku mendapatkan burung dara goreng yang mirip dengan restoran langganan kita. Yah, akhirnya aku terpikir untuk membeli di restoran sebelahnya."
"Dasar bodoh! "umpat Theresia seraya melemparkan sepotong burung dara goreng ke arah suaminya. Untung Jonathan sempat mengelak dan benda itu jatuh ke lantai.
"Ambil! "perintah perempuan cantik itu galak.
Jonathan yang tidak mau ribut segera melaksanakan perintah istrinya. Diambilnya potongan tubuh burung dara itu dengan sehelai tisu dan diletakkannya di atas meja makan.
"Makan!"
"Hah? Apa maksudmu, Sayang?"
"Aku ingin kau memakannya."
"Tapi kan sudah jatuh ke lantai, Sayang. Kotor...."
"Aku ingin kita sama-sama keracunan."
"Demi Tuhan, Theresia. Berhentilah bersikap kekanak-kanakkan! Kau tidak akan mati hanya karena makan masakan yang kubelikan!"
"Kalau begitu, kenapa kamu takut memakan potongan burung dara yang jatuh itu? Memakannya juga tidak akan membuatmu mati!"
Jonathan menatap nanar wajah istrinya yang cantik jelita namun tampak sangat angkuh. Kemana perginya aura kebaikan di dalam dirinya yang dulu memikat hatiku? batin laki-laki itu penuh tanda tanya. Hanya karena frustasi dinyatakan tidak mampu mempunyai keturunan oleh dokter-dokter kandungan yang kami temui, Theresia seolah-olah berubah menjadi monster yang mengerikan!
Sudah hampir setahun ini aku bersabar menghadapinya, bahkan sampai merendahkan martabatku sendiri sebagai seorang suami. Tapi dia justru malah semakin melunjak dan sewenang-wenang terhadapku.
"Apa lihat-lihat?! Cepat makan sana. Aku ingin tahu kamu akan keracunan atau nggak," ucap Theresia dengan ekspresi pongah dan nada suara menantang.
"Dasar nggak waras," sahut suaminya acuh tak acuh seraya beranjak meninggalkan meja makan. Dia ingin mandi air hangat. Tubuhnya sudah terasa letih sekali.
"Apa kau bilang? Jahanam kau, Jonathan! Aku tahu sekarang. Kau benar-benar ingin meracuniku, kan?! Supaya aku mati dan dirimu menjadi pewaris tunggal kekayaan ayahku! Dasar laki-laki hina, bisanya kerja menumpang pada mertua. Benar-benar nggak tahu malu! Kubunuh kau, kubunuh kau!"
Perempuan yang sedang kalap itu berlari mengejar suaminya yang sudah hampir sampai di depan pintu kamar tidur mereka. Dipukulinya bertubi-tubi laki-laki yang hampir sepuluh tahun mengarungi bahtera rumah bersamanya itu.
Jonathan diam saja membiarkan tubuhnya dipukuli sedemikian rupa oleh istrinya sendiri. Tubuhnya yang perkasa mampu menahan rasa sakit atas pukulan-pukulan Theresia yang sekenanya dan sebenarnya hanya untuk mencari perhatian itu.
"Kakak, kumohon. Izinkan aku menikah dengan Mas Lukas,” pinta Astrid sambil menangis tersedu-sedu. Miranda shock sekali sampai tak sanggup berkata-kata. Bagaimana mungkin adik kandungnya sendiri ingin merebut kekasihnya?! Miranda dan Astrid adalah kakak-beradik yatim piatu. Ketika sang adik divonis menderita leukimia, gadis itu mengajukan permintaan yang sulit dikabulkan Miranda. Namun demi membahagiakan Astrid di sisa hidupnya, gadis itu terpaksa membujuk Lukas, sang kekasih, untuk menjadi adik iparnya. Pemuda itu akhirnya setuju. Namun saat Astrid hamil enam bulan, dia menghilang tanpa jejak. Miranda akhirnya kembali demi menemani adiknya tercinta. Astrid meninggal dunia setelah melahirkan seorang putra yang diberi nama Joy. Bertahun-tahun kemudian Lukas hadir kembali dalam kehidupan Miranda. Ia menceritakan alasan kenapa pergi meninggalkan Astrid. Laki-laki itu kembali mendekati Miranda. Sementara itu ada seorang pria kaya bernama Carlos yang juga menyukai gadis itu. Siapakah yang akan dipilih Miranda untuk menjadi pendamping hidupnya sekaligus sosok ayah yang baik bagi Joy, keponakannya tercinta?
"Aku nggak mau nikah sama kamu. Gila apa. Ketemu aja baru sekali ini!” Aileen Benyamin dijodohkan dengan Samuel Manasye, pemuda yang sama sekali tak dikenalnya. Harris Benyamin, ayah kandung Aileen, terlilit hutang yang sangat besar di bank sehingga terpaksa meminta bantuan Ruben Manasye, teman baiknya waktu SMA. Ruben berkenan melunasi hutang kawannya itu dengan syarat anak-anak mereka dinikahkan segera. Harris menyetujuinya. Aileen dan Samuel yang sama-sama merasa menjadi korban akhirnya melakukan kesepakatan rahasia. Yaitu menikah, berpura-pura hamil, mengadopsi anak, lalu bercerai. Setelah itu anak adopsi mereka akan diasuh sepenuhnya oleh Samuel. James, kekasih Aileen, terpaksa setuju gadis itu menikah dengan orang lain. Namun dia mengajukan persyaratan yang sangat berat dipenuhi kekasihnya. Persyaratan apakah itu? Apakah Aileen berhasil melaksanakannya? Lalu bagaimana perjalanan hidup rumah tangga gadis itu dengan Samuel? Apakah berjalan lancar sesuai rencana?
Rosemary Laurens adalah putri sulung dari seorang pemilik toko bangunan kaya raya di kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Dia melanjutkan kuliah hingga bekerja sebagai sekretaris di kota Surabaya. Pada hari ulang tahunnya yang kedua puluh lima, dia mendapat kabar dari ibunya bahwa sang ayah tercinta meninggal dunia. Gadis itu segera pulang ke kota kelahirannya. Di sana dia harus menerima kenyataan pahit. Mendiang ayahnya ternyata telah berselingkuh dan terjerumus dalam perjudian. Laki-laki itu terkena serangan jantung akibat toko miliknya disita oleh bank karena tak mampu membayar hutang. Martha, ibu Rosemary, berkata bahwa tak lama lagi rumah mereka juga akan disita. Keluarga itu jatuh miskin. Rosemary merasa sangat terpukul. Selama ini dia selalu menganggap ayahnya sebagai pria sempurna yang tak mungkin menyakiti keluarganya. Saat menjemput Owen, kekasihnya yang baru datang ke Balikpapan keesokan paginya, gadis itu mencurahkan isi hatinya. Tak dinyana, mobil yang disetir Rosemary ditabrak sebuah truk dari depan dan terjadilah kecelakaan yang mengenaskan. Owen meninggal seketika sementara si gadis mengalami luka-luka fisik dan trauma psikis yang sangat berat. Bagaimanakah kisah selanjutnya? Apakah Rosemary dapat sembuh total dan menjalani hidup baru setelah kehilangan secara beruntun dua pria yang sangat dikasihinya?
Jessica adalah seorang agen properti profesional. Pada suatu hari ia menunjukkan rumah yang dipasarkannya kepada klien Moses, temannya yang merupakan agen properti kantor lain. Alangkah terkejutnya gadis itu mengetahui bahwa klien tersebut adalah Tommy, mantan kekasihnya. Pemuda itu sedang mencari rumah bersama calon istrinya yang akan dinikahinya enam bulan lagi. Mantan pasangan kekasih itu berpura-pura tidak saling mengenal. Namun keesokkan paginya Tommy tiba-tiba muncul di depan rumah Jessica untuk mengajaknya berbicara empat mata. Hal apakah yang hendak dibicarakan Tommy? Apakah hubungan spesialnya dengan Jessica akan terjalin kembali? Lalu bagaimana dengan rencana pernikahannya sendiri?
Seorang gadis SMA bernama Nada dipaksa untuk menyusui pria lumpuh bernama Daffa. Dengan begitu, maka hidup Nada dan neneknya bisa jadi lebih baik. Nada terus menyusui Daffa hingga pria itu sembuh. Namun saat Nada hendak pergi, Daffa tak ingin melepasnya karena ternyata Daffa sudah kecanduan susu Nada. Bagaimana kelanjutan kisahnya?
Cerita bermula, ketika Adam harus mengambil keputusan tinggal untuk sementara di rumah orang tuanya, berhubung Adam baru saja di PHK dari tempat ia bekerja sebelumnya. "Dek, kalau misalnya dek Ayu mau pergi, ngga papa kok. " "Mas, bagaimanapun keadaan kamu, aku akan tetap sama mas, jadi kemanapun mas pergi, Aku akan ikut !" jawab Ayu tegas, namun dengan nada yang membuat hati kecil Adam begitu terenyuh.
Bima tak menyangka, jika seorang gadis yang dia tolong seminggu yang lalu akan menjadi ibu susu anaknya. Dia adalah Jenny, seorang gadis cantik berusia 18 tahun yang masih berstatus pelajar SMA. Namun, entah alasan apa, diumurnya yang masih terbilang muda gadis itu sudah mengandung. Apa mungkin karena salah pergaulan? Atau justru memang dia sudah menikah? Semakin lama dilihat, Jenny semakin mempesona. Hingga membuat seorang Bima Pradipta yang masih berstatus suami orang menyukainya. Dan suatu ketika, sebuah insiden kesalahan pahaman membuat keduanya terpaksa menikah dan menjadikan Jenny istri kedua Bima. Akankah pernikahan mereka abadi? Lalu, bagaimana dengan Soraya istri pertama Bima? Akankah dia terima dengan pernikahan kedua Bima? Atau justru dialah yang terlengserkan? “Setelah kita menikah, aku akan menceraikan Raya, Jen!” Bima~ “Kalau begitu Bapak jahat namanya, masa Bu Raya diceraikan? Aku dan dia sama-sama perempuan, aku nggak mau menyakitinya!” Jenny~
Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?