Unduh Aplikasi panas
Beranda / LGBT+ / Cintanya Nona-Nona
Cintanya Nona-Nona

Cintanya Nona-Nona

5.0
1 Bab
22 Penayangan
Baca Sekarang

Tentang

Konten

Hanya ingin di sayang oleh Mamanya, itulah yang di inginkan Jessvina. Jessvina yang tinggal satu rumah dengan Mamanya tidak pernah merasakan suapan dari Mamanya tapi temannya yang sering ke rumah justru di sayang. Karena itulah Jessvina mencari kasih sayang diluar dengan menjadi sugar baby tante-tante kesepian.

Bab 1 1

Jessvina seorang anak yang di benci oleh Mamanya sendiri.

Entah apa salah anak itu sehingga di benci Ibunya.

Awal kebencian Ibunya pada Jessvina karena kematian anak kedua.

Ya, dulu Mamanya Jessvina mengandung dan terjatuh karena mainan Jessvina hingga mengakibatkan bayinya tidak bisa bertahan dan meninggal.

Padahal jenis kelamin bayinya adalah laki-laki yang sangat di impikan sang suami.

Karena kejadian itu rahim Yuri di angkat dan tidak bisa lagi hamil.

Suami Yuri kecewa dan memilih menceraikannnya.

Yuri sedih karena dirinya janda karena anak pertamanya.

Ayah Jessvina menginginkan anak lelaki untuk meneruskan perusahaannya karena baginya anak perempuan hanyalah beban.

Disini Jessvina tidak mendapatkan kasih sayang kedua belah pihak baik Ayah atau Ibu.

Sering di abaikan, Jessvina memilih jalan tempuh nekat yaitu jadi sugar baby.

***

Sepulang sekolah, Jessvina dipanggil temannya.

"Jess ..."

"Nayla."

"Hay, bareng yuk."

"Boleh."

Tidak lama kemudian Nayla sampai di rumahnya.

"Tunggu ya Jess, aku ketuk pintu dulu."

"Hemmm ..."

Nayla pun mengetuk pintunya tapi tidak ada sahutan.

"Kok gak ada sih," gumam Nayla.

Tiba-tiba pesan masuk di ponselnya Nayla.

"Nayla sayang, kunci pintu ada di pot bunga Nak ini Mama lagi di pasar."

Setelah membaca pesan itu Nayla langsung mencari kunci di pot.

"Nahh ini dia ketemu."

Nayla pun masuk dan merasa sepi jadi dia mengganti bajunya lalu kembali keluar.

"Jess, aku ikut kerumah kamu yahh."

"Emang kenapa?"

"Dirumah gak ada Mami aku jadinya sepi, boleh ya ikut."

"Hemm boleh."

"Yey terima kasih Jess."

Sebenarnya Jessvina kurang nyaman jika Nayla ke rumahnya, sudah pasti sang mama akan terus bermain bersama temannya ini.

'Cihh sialan!' batin Jessvina.

[][][]

Sesampainya dirumah Nayla langsung mengetuk pintu mendahului Jessvina sendiri.

Yuri yang mendengar pintu diketuk hanya cuek.

Merasa tak dijawab, Nayla memanggil Tante kesayangannya itu.

"Tanteeee ..."

Yuri langsung bereaksi dan berdiri karena suara Nayla.

"Bukannya itu suara Nayla," gumamnya.

"Tante, ini Nayla."

"Astaga itu beneran Nayla," ucap Yuri langsung bergegas ke depan.

Pintu terbuka dan melihat Nayla yang sudah pakai baju yang cantik.

"Nayla ..."

"Tante ..."

Yuri langsung memeluk Nayla dengan gemas dan menciumi seluruh pipinya.

"Ayo masuk sayang," ucap Yuri.

"Iya Tante," sahut Nayla.

Jessvina pun mengikuti dari belakang dengan wajah masam.

"Duduk sayang," ucap Yuri.

"Tante, Nayla haus."

"Haus?"

"Iya Tante haus."

"Kamu ambilin minum untuk Nayla," titah Yuri menyuruh Jessvina.

"Iya," sahut Jessvina.

Yuri tidak pernah lagi menyebut nama anaknya, hanya kalimat saya atau kamu.

Jessvina membuatkan juss alpukat yang disukai Nayla.

Dengan air mata yang menetes Jessvina merasakan hatinya perih.

'Kenapa Mama tidak mau menyebut nama Jess lagi,' batin Jessvina dengan sedih.

Lalu Jess membawa jus alpukat dan meletakkannya di meja.

"Ini."

"Makasih ya Jess," ucap Nayla.

Jessvina tidak menjawab tapi langsung berlalu meninggalkan Nayla dan Mamanya.

'Kok Jess kayak gak suka gitu yahh,' batin Nayla.

Jessvina memilih masuk ke kamar dan menguncinya.

"Sialan!" umpat Jessvina.

Lalu mengganti bajunya dan memakai ponsel.

"Tante Viona ngechat, hehh apa yahh."

Kemudian Jess membuka chat Tante Viona.

"Baby nanti malam ke rumah Mommy yahh."

Jessvina tersenyum membaca pesan itu lalu membalasnya.

"Apa hadiahnya jika aku kesana."

"Sebuah kecupan dan nenen."

"Laksanakan komandan."

"Kamu lucu sekali baby, ada hadiah besar menantimu jangan lupa nanti malam ya sayang emmuahh ..."

"Emmuahh juga sayang."

Betapa bahagianya Jessvina bisa mengenal Mommy Viona.

"Aaaaaa ... aku akan dapat hadiah, pokoknya malam ini aku harus dandan cantik untuk memberikan pelayanan terbaik."

Lalu Jess keluar dan melihat Nayla bersama Mamanya keluar.

"Tante, Nay pengen beli baju."

"Iya nanti Tante beliin."

"Kalau gitu Nay panggil Jess dulu."

"Gak usah."

"Kenapa Tante?"

"Mungkin dia lagi istirahat kasihan."

"Ouh benar juga ya Tante."

"Iya, udah ayo keluar."

"Baiklah Tante."

Jessvina yang mendengar ucapan Mamanya sendiri jadi muak.

"Cihh dasar pembohong besar," gumam Jessvina.

Karena lapar Jess menggoreng telur ceplok yang dibumbui pakai rayco saja.

Setelah masak baru Jess ambil dan di masukkan ke piring.

"Enak nihh makan pakai nasi anget tambah kecap," ucap Jessvina.

Jessvina memutuskan untuk makan di dalam kamar.

"Emmm enak banget, gini aja udah makan kenyang emang pro banget dah nih telur."

Setelah selesai makan, Jess langsung menjilati tangannya.

"Ahh nikmat sekali, cuci piring dulu biar gak ketahuan makan sama Nek lampir."

Kadang Yuri marah jika Jessvina makan banyak atau menghabiskan bahan di kulkas.

Makanya Jessvina tidak mau ketahuan dia mengambilnya cuma sedikit.

Karena sering ketahuan, Jessvina membeli kompor portabel mini dan membeli wajan sendiri.

Istilahnya masak sendiri di kamar tapi kali ini Jess ingin memakan bahan di kulkas besok tidak lagi.

Yuri juga tidak peduli bahkan bahan dapur itu sampai busuk di kulkas setelah itu dibuang.

[][][]

Jam 9 malam, Yuri tak juga pulang dan itu sudah bisa di tebak oleh Jess.

"Lebih baik aku pergi ke apartemen Tante Viona."

Dengan semangat 45 Jess pergi lewat pintu gudang dan menguncinya dari luar agar tidak dicurigai Yuri.

Selama ini Jess keluar menggunakan pintu gudang yang sudah diam-diam di perbaiki kuncinya.

"Mommy Viona, Jess datang ..."

Sedangkan Tante Viona sudah menggunakan baju sexi-nya untuk sugar baby miliknya.

"Ah Jessvina anak itu selalu sukses membuatku terangsang, belajar darimana dia memuaskan pasangan."

Viona memandang kartu atm yang dia buat khusus untuk Jess nanti.

"Semoga dia mau menerimanya," gumam Vio.

Jess pergi dengan jaket hoodie-nya dan masker.

Tidak ada yang bisa mengenali Jess jika berpapasan.

Karena penampilan Jess maskulin abis, banyak Tante janda pirang yang terpesona.

Nama samaran Jess saat menerima jasa kenikmatan adalah Queen.

Saat ini Jess sudah sampai di apartemen Viona.

Mengetuk pintu dengan lembut seperti wanita mahal.

"Pasti baby aku sudah datang," gumam Vio lalu membuka pintunya.

"Malam Mommy cantik."

"Baby ..."

Vio langsung menarik tubuh Jess dan memeluk serta mencium bahkan melepas masker Jess dengan tergesa-gesa.

"Kunci pintu dulu Mommy."

"Ouh iya lupa."

"Ya ampun ..."

Vio langsung mengunci pintunya dan memeluk Jess dari belakang.

"3 ronde baby ..."

"Boleh ayo berbaring nanti Jess puaskan."

"Ahhh senangnya, pemanasan dulu yahh."

"Mantap," ucap Jess.

"Hahahah ..."

Jess melahap buah melon milik Viona dengan rakus.

"Ahhh Jess lidah kamu candu banget baby."

Srrruuuuuup ...

"Ahhhh babyyy ..."

Kemudian Jess turun ke bawah dan membuka lebar pahanya Vio.

"Udah basah Mommy."

"Iya sayang Mommy Vio sudah basah, ayo puaskan Mommy sayang ahhh ..."

Jess memandang jembut Mommy Vio.

"Jangan di pandang baby, Mommy sudah tidak tahan."

"Benarkah?" tanya Jess memastikan tapi tangannya sudah mulai jahil mengelus bagian permukaannya.

"Ahhhhh ... masukin baby, masukin."

BERSAMBUNG

Lanjutkan Membaca
img Lihat Lebih Banyak Komentar di Aplikasi
Rilis Terbaru: Bab 1 1   02-25 21:30
img
1 Bab 1 1
25/02/2025
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY