img Assalamu'alaikum, Mas CEO!  /  Bab 5 Membicarakan Pernikahan | 6.85%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Membicarakan Pernikahan

Jumlah Kata:1152    |    Dirilis Pada: 24/02/2025

saat melihat Aisyah me

nya. "Kamu yang mem

rkata apa pun. Rasanya dia

rgi

u terdengar tered

rgi! Dokter! Dokter!!!" panggil Hanif setengah berteriak memanggil dokte

Tetapi kenapa sebaliknya dia merasa sakit hati justru saat melihat pemandanga

emutuskan untuk

angkat dan bekerja Inanta Group, Ummi d

tanya direk

menga

ektur itu seraya menyerahkan

u?" tanya U

ak jumlah gajimu selama 3 b

k mengerti. Lebih tepatnya m

arin. Saya dengar kamu membuat anak Pak Ha

memang tidak baik bagi kesehatan, tetapi itu kan bukan racun? Bukankah sangat hiperbola jika dia dianggap "mencelakai" hanya karena sesuatu yang dia tidak tah

ang wanita itu menghela napas melihat

a direktur it

try. Saat itu saya memang sedang makan mie instan. Dan adek itu bilang dia lapar. Dan saya menawarkan pada

i Office Girl di perusahaan Inanta Group, dari laporan koordinator Office Boy dan Office Girl, p

rah dan mengatakan agar kamu tidak perlu lagi untuk datang bekerja di sini. Sebagai bentuk kepedulian perusahaan dan atas perintah Pak Hanif kamu tet

kerja, bagaimana dia akan memenuhi kebutuhan hidupnya dan adik serta neneknya? Sementara saat ini hanya dia satu-satunya yang menjadi tulang pu

tolon

pi ini juga bagian dari tugas

h pekerjaan yang hebat, tetapi meski begitu dia membutuhkan pekerjaan ini. Dan siapa y

*

hun ke

ner dan pemilik perusahaan Inanta Group, tengah mengad

an akan dilaksanakan? Kalian sudah t

tunangannya. Bahkan untuk datang memenuhi undangan makan malam ini saja, Hanif setengah mati membujuk Aisyah u

Soraya sambil melirik pada Hanif. "Aku kan jadi

uga ingin momong cucu dari kalian. Dan kalian ini sudah berapa tahun bertunangan tetapi sepertinya tidak

akan malam itu juga ikut mengangguk-angguk set

nikah. Mau sampai kapan, Hanif? Kamu sendiri kan tahun hubungan lelaki dan perempuan tanpa ikatan pe

mend

nah berbuat sesuatu sejau

ungan intim, hanya sekedar berpegangan tangan saja dengannya lelaki itu bahkan tak pernah. Entah hubungan

nnya nanti. Mama, Papa, Om Tante jangan khawa

membuat Aisyah memutuskan turun dari kursi makan

n punggung putrinya. Dalam hatin

aat Ramli sang atasan sering menyuruhnya membimbing dan mengajari Soraya tentang tata pengelolaa

bersambut, Ramli pun menginginkan CEO di perusahaannya itu untuk menjadi menantu

tah karena apa. Padahal Hanif merasa Soraya adalah sosok perempuan yang baik meskipun dal

ya pada Hanif yan

ada Soraya, lal

i hingga bulan depan, setelah itu kita akan bicarakan lagi masalah pernikahan ini sekalian menetapkan tan

trinya menga

Hanif, mohon tepati janjimu. Saya sudah tidak sabar momong cucu soalnya.

tegur Soraya

ga itu dengan wajah muram. Dia tidak ingin pern

..," gu

*

ambu

img

Konten

Bab 1 Ummi Bab 2 Panik Bab 3 Kesakitan Aisyah Bab 4 Mie Instan Bab 5 Membicarakan Pernikahan Bab 6 Permintaan Hanif Bab 7 Aisyah Menghilang Bab 8 Melaporkan Bab 9 Bertemu Kembali Bab 10 Permintaan Maaf Yang Terlambat Bab 11 Tak Rela Berpisah
Bab 12 Tante Um
Bab 13 Masa Lalu Dengan Pariban
Bab 14 Perkebunan Karet
Bab 15 Dunia Memang Sempit
Bab 16 Abi Dan Ummi
Bab 17 Nenek Yang Kepo
Bab 18 Dimana Ais
Bab 19 Posisi Tak Menguntungkan
Bab 20 Maaf Dan Terimakasih
Bab 21 Imam Sholat
Bab 22 Jadi Pengasuh Putriku
Bab 23 Oh, Cuma Baby Sitter
Bab 24 Mengagumi Seorang Hanif
Bab 25 Menginap
Bab 26 Salah Paham
Bab 27 Kita
Bab 28 Wasiat Namboru
Bab 29 Mana Mungkin Aku Menikahi Kakakmu
Bab 30 Dia CEO Inanta Group
Bab 31 Jadi Kamu Anggap Aku Seperti Bapakmu
Bab 32 Bersikap Kekanakan
Bab 33 Tama Hotel
Bab 34 Afrodisiak
Bab 35 Razia
Bab 36 Menyelamatkan Reputasi
Bab 37 Tak Direstui
Bab 38 Meminang
Bab 39 Syarat Menikah Tak Harus Cinta
Bab 40 Mahar Pernikahan
Bab 41 Perkenalan Di Ranjang
Bab 42 Subuh Pertama
Bab 43 Petuah Nenek
Bab 44 Proses Pembuatan Adik Bayi
Bab 45 Tetap Panggil Aku Ummi
Bab 46 Dilabrak
Bab 47 Cicilan Yang Manis
Bab 48 Mau Tidak Mau
Bab 49 Umminya Ais
Bab 50 Cicilan Kedua
Bab 51 Terjebak Di Kamar Mandi
Bab 52 Gadis Penuh Drama
Bab 53 Saya Beruntung Dinikahi Mas Hanif
Bab 54 Tangisan Ummi
Bab 55 Telepon Dari Soraya
Bab 56 Kalau Tidak Hamil Ceraikan Saja
Bab 57 Tidak Harus Menjadi CEO
Bab 58 Insyaallah
Bab 59 Kamu Yakin Mau Coba Sekarang
Bab 60 Wah Kode Nih!
Bab 61 Pertemuan Dengan Kakak Ipar
Bab 62 Ummi Yang Selamatkan Cucu Mama
Bab 63 Padahal Mas Sudah Lihat Semua
Bab 64 Rasa Tidak Nyaman Namun Menyenangkan
Bab 65 Menanam Benih Di Sini
Bab 66 Tamu Pengganggu
Bab 67 Adik Ipar Hanif
Bab 68 Sama Saja Dengan Pelakor
Bab 69 Kenapa Harus Sakit Hati
Bab 70 Kamu Minta Maaf Sama Mama Ya
Bab 71 Pelakor Dan PHO
Bab 72 Jalan Yuk!
Bab 73 Bidadari Surga Yang Lagi Cemberut
img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY