n ini. Tapi waktu itu Ibu terpaksa berhutang pada Tuan Thakur
Thakur itu. Mereka telah datang ke sini beberapa kali dan telah beberapa kali pula melakukan hal i
a bersaudara, bisa tamat SMA saja adalah suatu keajaiban buatku. Sementara dua orang kakaku yakni Wina dan Aldi masing- masing telah ber
n tampan. Tak mengapa kalau kita mencoba menawarkan dirimu untuk jadi istrinya. Siapa ta
sa, Bu! Apalagi sekarang, dia pasti sudah tua. Mana yang Lila dengar dia itu tukang kawin, dan ibuuu ... I
kan itu terasa men
kamu dengan Tuan Takur? Meski kita sekeluarga banting tulang, tetap tak akan bisa membayar hutan
*
keluargamu dengan Tuan Thak
i kegiatan mengasyikkan anak gadis di perkampungan seperti kampu
ggeleng
agai pembayar hutang? Ya Allah, Yen, tolong aku. Udah dijadikan pembayar hutang, ibu pula yang nawarin. Bayangkan! Untuk jadi istri keempa
keempat Tuan Thakur menin
mbuatk
imana maksud
giatanku mencuci untuk men
atu besar tempatnya mencuci. Dia berjalan di ai
dengar posisi istri keempat
dar suaraku terlalu kencang, ak
mana?" tanya
ai penerus keturunan. Tetapi keturunan Tuan Thakur terakhir laki- laki kayaknya hanya akan b
a mereka saja ada ang
bukan calon su
arga pemilik kuburan itu nggak terima. Salah satu dari mereka ada yang sampai bersiteru dan terjadilah pertumpahan darah yang menyebabkan ada yang meninggal. Da
taku. "Tapi hubungannya sama ist
ri yang kedua malah tak punya keturunan alias mandul. Nah istri ke tiga pernah melahirkan anak laki- laki, tapi masih bayi berapa
?!!!" ter
ngatkanmu, Lil. Hati- h
k membatalkan keinginannya itu. Tapi Ibu tidak menghiraukan. Hingga di suatu malam, ibu datang ke kamarku. Masih
ri hutang. Sebagaimana tawaran ibu semua hutan
*
panggilan apa biasanya kamu
ada di hadapanku. Dia sebenarnya tidak setua yang ada di pikiranku. Meskipun
gil Lila, Pak!" jawabku
ngnya mendengar aku memanggilnya dengan pa
tahun?" tan
engan
a menghela
da untuk kunikahi, tapi istri pe
yang mengerny
iku. Dengan alasan istri pertamanya menyukaiku. Alasan tidak masuk akal
pelunas hutang- hutang yang pernah dia pinjam pada kami. Di sini, aku tidak mau menjadi
alam tentu saja aku tidak bersedia. Hanya orang gila harta saja y
a secara pribadi dalam hatiku. Mencari kelayakan apa yang
itu? Sekilas yang kunilai dia adalah pria kharismatik, tampan, manly, rapi dan dia tidak seperti dibayanganku sebelumnya
egitu, sudahkah kau memutuskan?" tanyanya memb
teguran seperti itu. Astaga, ini m
!" deh
pertinya melihat dia sedang berusaha m
nyaanku. Tapi sebelumnya akan menjelaskan padamu point- point pent
sadar me
menjelaskan padaku, point- point apa yang dimaksudny
ar kesukarelaan satu sama lain, bukan karena keterpaksaan. Aku
ham apa yang dia maksud. Padahal jelas-
n harap akan ada perceraian. Jadi jika kau ingin terbebas dari pernikahan ini. Cuma ada dua kemungkinan. Salah satu dari kita mati. Atau
ada perceraian, tidak ada perceraian. Kata-kata it
samb