/0/5386/coverbig.jpg?v=16955e55f5b28663cae22a44fc2aafc8)
Prolog "Jodoh itu unik, menarik dan juga asik. Jodoh itu juga seperti alif lam mim maknanya hanya allah yang tau. Aku tak pernah menyangka jika namamu dan namaku berdampingan di lauhul mahfuzh," -Laily Az zahra- "Aku tak butuh seorang yang cantik parasnya. Aku hanya butuh seorang wanita yang hatinya terpaut dengan Allah, Yang mencintaiku karena Allah. Duniaku yang pernah terbeluncur kedunia gelap tanpa orang tua ku pun tau. Dahulu aku sempat di buat bingung apa guna kuhidup, untuk apa aku hidup. Namun ternyata Allah memberiku jawaban yang luar biasa, tanpa aku duga duga. Dan entah mengapa karena apa, Hatiku memutuskan untuk mrnjadikanmu sebagai Wanita pilihanku, untuk menjadi teman hidupku sekaligus tempat bernaungku. Kaulah wanita yang membawaku benar benar kembali kedunia ku yang sesungguhnya. " -Muhammad Aidan Ash Shiddiq-
Dear Imamku,
Aku memanglah bukan Fatimah yang dengan segala kesuciannya, Hingga ia tak pernah merasakan menstruasi.
Aku juga bukan khodijah istri baginda Rasulullah SAW. Dengan segala pengorbanan, kesetiaan serta penyemangat nabi muhammad saw.
Aku pun bukan maryam binti imran yang sangat suci karena dapat melahirkan seorang putra yang luar biasa tanpa tesentuh seorang pria.
Aku pun tak setegar Aisyah yang dengan sabarnya ia menghadapi Fir'aun yang sebagai suaminya menyatakan bahwa dirinya tuhan, dan walaupun begitu Aisyah tetap hormat kepada suaminya.
Lalu, Apalah dayaku?
Siapalah aku?
Aku ini hanyalah si "wanita akhir zaman" yang baru saja merasakan nikmatnya hijrah.
Aku si pendosa yang baru saja menampakki kakinya di bara yang baru saja aku genggam. Aku merasakan sakit yang sangat amat dan jikalau aku lepaskan, maka tersungkurlah diri ini dalam kemaksiatan.
Jangan terlalu memujaku bak kain putih yang jelas tampak indah bersih nan suci, jika faktanya diri ini hanyalah seperti kain hitam yang dimana warna gelap tak terlihat yang ada noda pun kadang tak terlihat. Kurang lebih seperti itulah aku, dan tak sesempurna itu.
-Laily Az zahra-
Bismillahirahmanirrahim,
Kubuka pintu hatimu dengan Al fatihah
Hingga terguncang Al zalzalah
Karena ku tau hatimu tak sekeras al hadid
Melainkan selembut Ar-Rahman.
Kuperjuangan dirimu melalui seuntaian Do'a ku
Di sepertiga malamku, di setiap sujudku.
Akan ku cintai dirimu seizin tuhanku,
Akan kupinang engkau dengan mahar yang kau mau, Sampai aku akan menjadikan mu ratu dalam hidupku.
Kau akan menjadi tulang rusukku dan aku sendiri akan menjadi tulang punggungmu
Kau akan menjadi makmumku dan aku sendiri akan menjadi imamku.
Bantulah aku agar aku bisa mewujudkan impian sederhana itu :)
-Muhammad Aidan Ash Shiddiq-
Nafas Dokter Mirza kian memburu saat aku mulai memainkan bagian bawah. Ya, aku sudah berhasil melepaskan rok sekalian dengan celana dalam yang juga berwarna hitam itu. Aku sedikit tak menyangka dengan bentuk vaginanya. Tembem dan dipenuhi bulu yang cukup lebat, meski tertata rapi. Seringkali aku berhasil membuat istriku orgasme dengan keahlihanku memainkan vaginanya. Semoga saja ini juga berhasil pada Dokter Mirza. Vagina ini basah sekali. Aku memainkan lidahku dengan hati-hati, mencari di mana letak klitorisnya. Karena bentuknya tadi, aku cukup kesulitan. Dan, ah. Aku berhasil. Ia mengerang saat kusentuh bagian itu. "Ahhhh..." Suara erangan yang cukup panjang. Ia mulai membekap kepalaku makin dalam. Parahnya, aku akan kesulitan bernafas dengan posisi seperti ini. Kalau ini kuhentikan atau mengubah posisi akan mengganggu kenikmatan yang Ia dapatkan. Maka pilihannya adalah segera selesaikan. Kupacu kecepatan lidahku dalam memainkan klitorisnya. Jilat ke atas, sapu ke bawah, lalu putar. Dan aku mulai memainkan jari-jariku untuk mengerjai vaginanya. Cara ini cukup efektif. Ia makin meronta, bukan mendesah lagi. "Mas Bayuu, oh,"
Istriku yang nampak lelah namun tetap menggairahkan segera meraih penisku. Mengocok- penisku pelan namun pasti. Penis itu nampak tak cukup dalam genggaman tangan Revi istriku. Sambil rebahan di ranjang ku biarkan istriku berbuat sesukanya. Ku rasakan kepala penisku hangat serasa lembab dan basah. Rupanya kulihat istriku sedang berusaha memasukkan penisku ke dalam mulutnya. Namun jelas dia kesulitan karena mulut istriku terlalu mungil untuk menerima penis besarku. Tapi dapat tetap ku rasakan sensasinya. Ah.... Ma lebih dalam lagi ma... ah.... desahku menikmati blowjob istriku.
Novel ini berisi kumpulan beberapa kisah dewasa terdiri dari berbagai pengalaman percintaan panas dari beberapa tokoh dan karakter yang memiliki latar belakang keluarga dan lingkungan rumah, tempat kerja, profesi yang berbeda-beda serta berbagai kejadian yang diaalami oleh masing-masing tokoh utama dimana para tokoh utama tersebut memiliki pengalaman bercinta dan bergaul dengan cara yang unik dan berbeda satu sama lainnya. Suka dan duka dari tokoh-tokoh yang ada dalam cerita ini baik yang protagonis maupun antagonis diharapkan mampu menghibur para pembaca sekalian. Semua cerita dewasa yang ada pada novel kumpulan kisah dewasa ini sangat menarik untuk disimak dan diikuti jalan ceritanya sehingga menambah wawasan kehidupan percintaan diantara insan pecinta dan mungkin saja bisa diambil manfaatnya agar para pembaca bisa mengambil hikmah dari setiap kisah yan ada di dalam novel ini. Selamat membaca dan selamat menikmati!
Neneng tiba-tiba duduk di kursi sofa dan menyingkapkan roknya, dia lalu membuka lebar ke dua pahanya. Terlihat celana dalamnya yang putih. “Lihat Om sini, yang deket.” Suradi mendekat dan membungkuk. “Gemes ga Om?” Suradi mengangguk. “Sekarang kalo udah gemes, pengen apa?” “Pengen… pengen… ngejilatin. Boleh ga?” “Engga boleh. Harus di kamar.” Kata Neneng terkikik. Neneng pergi ke kamar diikuti Suradi. Dia melepaskan rok dan celana dalamnya sekaligus. Dia lalu berbaring di ranjang dan membentangkan ke dua pahanya.
Sayup-sayup terdengar suara bu ustadzah, aku terkaget bu ustazah langsung membuka gamisnya terlihat beha dan cd hitam yang ia kenakan.. Aku benar-benar terpana seorang ustazah membuka gamisnya dihadapanku, aku tak bisa berkata-kata, kemudian beliau membuka kaitan behanya lepas lah gundukan gunung kemabr yang kira-kira ku taksir berukuran 36B nan indah.. Meski sudah menyusui anak tetap saja kencang dan tidak kendur gunung kemabar ustazah. Ketika ustadzah ingin membuka celana dalam yg ia gunakan….. Hari smakin hari aku semakin mengagumi sosok ustadzah ika.. Entah apa yang merasuki jiwaku, ustadzah ika semakin terlihat cantik dan menarik. Sering aku berhayal membayangkan tubuh molek dibalik gamis panjang hijab syar'i nan lebar ustadzah ika. Terkadang itu slalu mengganggu tidur malamku. Disaat aku tertidur…..