/0/5719/coverbig.jpg?v=4e079deecc5ee876f9bf8763f66243fb)
KHUSUS 21+ KE ATAS. Menjadi paranormal palsu sungguh tak mudah, terlebih kala diminta menggantikan seorang gadis untuk mengantikan dirinya kencan dengan seorang pria yang nyatanya sangat tampan. Mampukah Mita lepas dari jeratan pria yang nyatanya adalah mantan pacarnya dulu? Terlebih telah berganti muka, baca kisahnya
Seorang gadis bernama Mita tengah serius menghadapi pria yang saat ini duduk di depannya, Mita adalah seorang wanita yang kerjanya dibayar buat melakukan sesuatu. Misalnya mengawasi pacar orang, menyelidiki suami orang dan pura-pura jadi pacar orang.
Apapun akan Mita lakukan demi uang. Termasuk, pura-pura jadi peramal. Haduh ....
"Namanya siapa, Mas?" tanya Mita, pada pria gemuk yang saat ini ada di depannya.
"Tirto, Mbak," jawab pria bernama Tirto, pada Mita yang saat ini akan membantunya.
"Baiklah, katakan masalahnya!" perintah, Mita, langsung pada intinya.
"Saya mau menikah, Mbak. Tapi apakah Mbak bisa melihat? Kalau gadis itu sehat atau tidak?" tanya sang pria, cemas menatap Mita.
"Maksudnya?" dengan bingung Mita menatapnya.
"Aku hanya ingin tanya, gadis sehat itu terlihat dari apanya? Apakah fisiknya? Kadang yang bugar belum tentu sehat, Mbak. Bisa saja mandul."
"Oooo ... kalau mau tanya sehat kenapa tidak ke Dokter saja, Mas?" Mita memberi solusi tapi bukannya senang pria itu malah kesal.
"Tapi Mbak kan peramal, jadi ingin tanya Mbak aja."
"Oh! Ngomong dong. Aku kan lupa kalau aku peramal," tanpa rasa bersalah Mita tersenyum mendengar pria di depannya. Mita dengan sengaja memalingkan muka agar tidak terlihat oleh tamunya, tertawa di hadapan tamu sungguh tidak sopan menurutnya.
"Hahaha, Mbak lucu sekali," gerutu pria tadi, kesal.
"Pokoknya, Mas. Cari wanita itu yang dadanya montok, pantatnya kencang, dan yang pasti ... masih hidup. Kalau tidak, jangan dinikahi, cari yang lain lagi!"
"Maksudnya, Mbak?!"
"Ingat, dalam dada yang montok terdapat asi yang sehat, dan dalam pantat yang kencang, terdapat kentut yang kuat. Kalau kentutnya kuat, itu berarti dia sehat," jelas Mita membuat pria itu menggelengkan kepala tidak percaya.
"Apa benar begitu, Mbak?"
"Tentu saja! Aku dapat sumbernya dari google," batin Mita, berusaha menahan tawa.
"Benar, Mas. Jadi tugas Mas, habis ini pergi lihat dadanya. Montok atau tidak?! Setelah itu pantatnya! Ciumlah! Dan dengarkan baik-baik apa kentutnya bisa kuat, kalau kuat, silahkan dinikahi."
"Oh, saran yang bagus, makasih, Mbak. Ngomong-ngomong ... berapa biayanya, Mbak?" tanya Tirto mengeluarkan dompetnya.
"Ehem! Ahahahaha seikhlasnya saja, Mas. Toh ini hanya ucapan, kalau kejadian benar, itu murni takdir Tuhan. Kalau tidak benar itu ujian, jadi sabar, ehehehehe," Mita cengar-cengir tidak jelas.
"Ya sudah, ini ada lima ratus ribu, Mbak. Bawa dulu, kalau memang benar, nanti saya kesini lagi."
"Oh! Tidak usah! Ini kebanyakan, Mas. Saya jadi tidak enak," ucap Mita, salah tingkah.
"Em ... ya sudah, tiga ratus aja, Mbak."
"Jangan!! Lima ratus aja, terima kasih," Mita mempersilahkan pria itu pergi, tentunya setelah menerima uangnya, kalau tidak, bulan bisa turun ke bumi, mustahil terjadi.
Setelah pria itu meninggalkan ruangan ramal Mita. Mita berniat tutup dan menuju jendela buat menutup gordennya, tapi pemandangan di depan menarik perhatiannya.
"Kau ini apa-apaan sih, Tir?! Masak menyuruhku nungging di sepeda?! Jangan keterlaluan, ya?!" bentaknya pada pria yang ternyata adalah tamu Mita.
"Busyet!! Kenapa melakukannya di tempat umum?!" seru Mita, memegangi dahinya. "Gawat!" serunya lagi, gelisah. Dengan cepat Mita menghampiri mereka, kalau ada apa-apa, Mita bisa dalam bahaya, uang pemberian dari sang pria taruhannya.
"Aku hanya ingin mendengar kentutmu, Sayang," ucap sang Pria pada Wanita yang saat ini tengah nungging di pinggir sepeda.
"Waaaah! Mesra sekaliiii! Aku jadi iri!" seru Mita, pura-pura kagum melihat mereka.
"Eh! Mbak?! Mesra darimana?! Ini pria mau melihat pantat saya!! Setelah itu juga ingin mendengar kentut saya!! Apakah waras?!" seru wanita, yang ternyata adalah kekasihnya Tirto. Dengan cepat Mita harus membantu tamunya, tentunya memeriksa pantat calon istrinya, astaga ... Mita takut kehilangan uangnya.
"Itu mesra sekali, Mbak. Mbak bayangin deh! Hari gini ada pria rela mencium kentut kekasihnya itu karna saking cintanya, kalau cowok lain buru-buru mencium, dengar suaranya saja sudah kabur," jelas Mita berusaha meyakinkan kekasih Tirto.
"Oh, begitu?" lirih kekasih Tirto, menggaruk tengkuknya sendiri.
"Iya, Sabrina, kau harus mendengarkannya," ucap Tirto, membenarkan ucapan Mita.
"Apakah benar begitu, Mbak?" Sabrina ganti menatap Mita.
"Iya!" Mita semangat menyahuti ucapannya.
"Baiklah, apa maumu, Sayang?" tanya Sabrina, pada kekasihnya.
"Kentutlah, Sayang!" Tirto mendekatkan mukanya ke pantat Sabrina.
"Baiklah, sebentar. Em ... uh ...."
"Belum bisa, ya? Aku bantu, ya!" seru Mita, menggosok-gosok perut Sabrina. Dalam hati Mita berkata- "Tuhan ... kalau bukan karna uang, tidak mungkin aku mau melakukannya."
"Sedikit lagi, Mbak. Gosok terus!" Sabrina semakin erat memejamkan matanya sementara Mita terus semangat menggosok perutnya hingga tak lama kemudian ....
Duuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutttt ....
Tirto menciumnya, matanya terpejam penuh rasa bangga, sementara Mita berusaha menahan bau yang sangat menusuk hidungnya.
"Haaaaaah ... legaaaa," Sabrina terharu menatap Tirto kekasihnya, rupanya benar apa kata Mita. Kalau pria lain pasti akan kabur mencium baunya, beda dengan Tirto. Entahlah, yang gila Mita atau mereka? Mungkin daki di pantat Sabrina saja juga tidak tahu.
"Gimana, Mas? Kencang! Kuat! Dan menyengat, bukan?!" Mita tersenyum menatap Tirto.
"Iya, Kau benar, Mbak!" seru Tirto, berbinar matanya. "Aku akan segera menikah dengan Sabrina!" serunya lagi bukan hanya membuat Mita bahagia tapi Sabrina juga semakin cinta pada kekasihnya.
"Aaaaawwww!! Makasih, Sayang. Kita akan menikah!!" Sabrina menciumi pipi Tirto, sementara Mita salah tingkah melihat kebahagiaan mereka, andai dia punya kekasih, pasti juga akan bahagia seperti Sabrina.
"Ya sudah, selamat tinggal, Mbak."
"Selamat tinggal," jawab Mita yang saat ini melambaikan tangan menatap kepergian mereka berdua. Hatinya lega.
Saat akan menutup ruangan ramalnya, tamu kembali datang dengan mata berkaca-kaca, dia seorang wanita. "Maaf, ramalnya sudah mau tutup, Mbak. Kalau ada masalah besok saja," ucap Mita, ramah menatap gadis di depannya, dia sangat cantik.
"Aku mohon, Mbak Mita, bantu, Aku. Aku mau dijodohkan oleh papa-ku! Aku tidak mau, aku sudah jatuh cinta pada pria lain," isaknya membuat Mita merasa iba.
"Tapi, Mbak ... melawan orangtua itu tidak baik, kalau orangtua sudah memilih, biasanya pilihannya baik."
"Dia tidak baik, Mbak. Banyak selingkuhannya, dia mau menikah denganku demi memperluas bisnisnya, aku sudah menyelidikinya," ucapnya membuat Mita garuk-garuk kepala.
"Aku mohon ... bantu Aku ya, Mbak," paksanya membuat Mita tidak sanggup mengatakan tidak.
"Apakah pria itu tahu, Mbak?" tanya Mita memastikannya.
"Tidak, Mbak."
"Apakah sama sekali belum pernah bertemu?!" Mita memastikan lagi.
"Belum," dengan tegas gadis itu menjawabnya.
"Baiklah, nama kamu siapa?" tanya Mita sambil berdiri menatapnya.
"Mexca."
"Oh, ok. Terus nama pria yang akan dijodohkan dengan kamu, siapa?" Mita terus mencari tahu calon sasarannya.
"Samuel, nanti aku kasih tahu foto beserta alamatnya," ucap Mexca, sedikit ceria.
"Tapi ... tidak murah loh, ya. Ini sedikit lama. Perlu bantuan beberapa team juga," ucap Mita, berharap gadis itu membatalkan niatnya.
"Berapapun akan saya bayar, mbak Mita."
"Baiklah! Besok temui saya. Aku perlu memikirkan cara untuk menghadapinya."
"Tentu saja, terima kasih, Mbak Mita."
"Panggil Mita saja," perintah Mita, tidak enak.
"Baik, Mita. Terimakasih," ulang Mexca, tersenyum ceria.
"Sama-sama," lirih Mita langsung menutup ruangan ramalnya, seharian ini beberapa tamu membuatnya lelah.
***
TBC.
Rate 21+ Berpura-pura jadi wanita yang selama ini disukai oleh Yusuf Muhammad sungguh tak mudah, terlebih kala pria itu tanpa aba-aba mengambil kesucian Nur. Sungguh petaka lamun tak dapat dipungkiri pesona Yusuf Muhammad sungguh memikat Nur. Yang jadi masalah! Nur bukanlah wanita yang Yusuf Muhammad cinta, melainkan hanya menggantikan saja atau berpura-pura saja. Sanggupkah Nur menjelaskan pada Yusuf Muhammad jika sampai ketahuan nanti? Apakah Yusuf Muhammad akan tetap mencintainya dan tidak menuntut? Baca kisahnya ....
Adult Novel 21+ Arion Harold, pria tampan sang cassanova yang sebenarnya memiliki cintanya sendiri kepada seorang wanita cantik yang selama ini berada begitu dekat dengannya. Seorang wanita cantik bernama Emily yang saat ini bekerja sebagai sekretaris pribadinya. Ia selalu menjadi sosok pria yang dingin dan ketus di depan wanita cantik ini, namun di suatu malam mereka terjebak melewati malam yang panas dan saling meluapkan perasaan mereka selama ini. Namun di saat cinta malam itu menghampiri mereka, sebuah keadaan tak terduga membuat hubungan mereka harus retak hanya dalam hitungan jam. Emily merasa sakit dan memilih untuk menjaga jarak dari atasan sekaligus sahabatnya masa kecilnya itu, satu-satunya pria yang ia cintai. Bisakah Arion mendapatkan kembali cinta Emily? Bisakah Emily bertahan dari pesona sang cassanova? Baca kisah mereka dalam novel Gairah Panas Tuan Arion
Dua tahun lalu, Regan mendapati dirinya dipaksa menikahi Ella untuk melindungi wanita yang dia sayangi. Dari sudut pandang Regan, Ella tercela, menggunakan rencana licik untuk memastikan pernikahan mereka. Dia mempertahankan sikap jauh dan dingin terhadap wanita itu, menyimpan kehangatannya untuk yang lain. Namun, Ella tetap berdedikasi sepenuh hati untuk Regan selama lebih dari sepuluh tahun. Saat dia menjadi lelah dan mempertimbangkan untuk melepaskan usahanya, Regan tiba-tiba merasa ketakutan. Hanya ketika nyawa Ella berada di tepi kematian, hamil anak Regan, dia menyadari, cinta dalam hidupnya selalu Ella.
"Tanda tangani surat cerai dan keluar!" Leanna menikah untuk membayar utang, tetapi dia dikhianati oleh suaminya dan dikucilkan oleh mertuanya. Melihat usahanya sia-sia, dia setuju untuk bercerai dan mengklaim harta gono-gini yang menjadi haknya. Dengan banyak uang dari penyelesaian perceraian, Leanna menikmati kebebasan barunya. Gangguan terus-menerus dari simpanan mantan suaminya tidak pernah membuatnya takut. Dia mengambil kembali identitasnya sebagai peretas top, pembalap juara, profesor medis, dan desainer perhiasan terkenal. Kemudian seseorang menemukan rahasianya. Matthew tersenyum. "Maukah kamu memilikiku sebagai suamimu berikutnya?"
Ketika mereka masih kecil, Deddy menyelamatkan nyawa Nayla. Bertahun-tahun kemudian, setelah Deddy berakhir dalam keadaan koma akibat kecelakaan mobil, Nayla menikah dengannya tanpa berpikir dua kali dan bahkan menggunakan pengetahuan medisnya untuk menyembuhkannya. Selama dua tahun, Nayla setia, mencari kasih sayangnya dan ingin melunasi utang budinya yang menyelamatkan nyawanya. Akan tetapi ketika cinta pertama Deddy kembali, Nayla, yang dihadapkan dengan perceraian, tidak ragu untuk menandatangani surat perceraian. Meskipun dicap sebagai barang bekas, hanya sedikit yang tahu bakatnya yang sebenarnya. Dia adalah seorang pengemudi mobil balap, seorang desainer terkenal, seorang peretas jenius, dan seorang dokter ahli. Menyesali keputusannya, Deddy memohon pengampunannya. Pada saat ini, seorang CEO yang menawan turun tangan, memeluk Nayla dan menyatakan, "Enyah! Dia adalah istriku!" Terkejut, Nayla berseru, "Apa katamu?"
Untuk membayar hutang, dia menggantikan pengantin wanita dan menikahi pria itu, iblis yang ditakuti dan dihormati semua orang. Sang wanita putus asa dan kehabisan pilihan. Sang pria kejam dan tidak sabaran. Pria itu mencicipi manisnya sang wanita, dan secara bertahap tunduk pada nafsu adiktif. Sebelum dia menyadarinya, dia sudah tidak dapat melepaskan diri dari wanita tersebut. Nafsu memicu kisah mereka, tetapi bagaimana cinta bersyarat ini akan berlanjut?
Sayup-sayup terdengar suara bu ustadzah, aku terkaget bu ustazah langsung membuka gamisnya terlihat beha dan cd hitam yang ia kenakan.. Aku benar-benar terpana seorang ustazah membuka gamisnya dihadapanku, aku tak bisa berkata-kata, kemudian beliau membuka kaitan behanya lepas lah gundukan gunung kemabr yang kira-kira ku taksir berukuran 36B nan indah.. Meski sudah menyusui anak tetap saja kencang dan tidak kendur gunung kemabar ustazah. Ketika ustadzah ingin membuka celana dalam yg ia gunakan….. Hari smakin hari aku semakin mengagumi sosok ustadzah ika.. Entah apa yang merasuki jiwaku, ustadzah ika semakin terlihat cantik dan menarik. Sering aku berhayal membayangkan tubuh molek dibalik gamis panjang hijab syar'i nan lebar ustadzah ika. Terkadang itu slalu mengganggu tidur malamku. Disaat aku tertidur…..