Identitas David dirahasiakan dan ia telah kembali pulang ke Negara asalnya dengan bantuan Pemerintah. Akankah David bisa hidup normal sebagai warga sipil biasa sambil melindungi orang terdekat?
Identitas David dirahasiakan dan ia telah kembali pulang ke Negara asalnya dengan bantuan Pemerintah. Akankah David bisa hidup normal sebagai warga sipil biasa sambil melindungi orang terdekat?
Di dalam sebuah rumah, terlihat dua orang wanita yang tengah duduk bersebelahan. Satu orang wanita muda yang menggunakan pakaian lusuh dan satu orang lagi seorang wanita paruh baya dengan pakaian modis yang tergolong mahal.
"Jadi ... kamu telah mempertimbangkan tawaran yang telah aku berikan?" tanya seorang wanita modis berumur empat puluh tiga tahun kepada seorang Ibu muda berumur dua puluh dua tahun. Wanita paruh baya duduk disebuah kursi usang dengan melipat kedua tangan didada. Ia berprofesi sebagai makelar untuk Human Trafficking
"Saya yakin, Bu," lirih Ibu Muda dengan mata berbinar. Senyum menyeringai di wajah menandakan kepuasan di dalam batinnya. Ia berpikir akan mendapatkan banyak uang dengan cara instan.
"Besok saya akan jemput anak itu, dan ini sebagai uang muka untukmu." Wanita paruh baya itu menyerahkan sebuah amplop kecil berwarna coklat diatas meja. Ia kemudian bangkit berdiri sambil tersenyum melihat ibu muda yang telah ia bayar dengan sebuah cek seharga seratus juta rupiah sebagai uang jaminan. Wanita itu sudah tidak tahan dengan rumah kumuh yang sedang ia kunjungi, sekarang rasanya ia ingin cepat-cepat keluar dari rumah itu.
Tepat di depan pintu berdiri dua penjaga memakai jas berwarna hitam telah menunggunya. Wanita tersebut berhenti didepan pintu memandang lurus kedepan mengeluarkan kacamata hitam di balik mantel kemudian memakainya. Menjentikan jarinya mengisyaratkan agar pengawal mengikuti dirinya meninggalkan lokasi dan segera memasuki mobil mewah maybach exelero terparkir di halaman rumah kumuh itu.
Yuliana, Ibu Muda itu menatap amplop coklat diatas meja dengan girangnya. Dengan cepat ia mengambil dan membuka amplop. Benar saja isi cek didalam amplop membuatnya semakin girang. Ia melihat nominal yang tertulis senilai seratus juta. "Selama ini aku sudah muak hidup dalam kemiskinan, dan sekarang waktunya aku menikmati uang yang banyak seperti teman-temanku yang lainnya," ucap Yuliana bahagia. Matanya memancarkan binar yang sangat indah saat melihat cek di dalam amplop coklat itu.
Kemiskinan membuat Yuliana menjadi buta. Ia melupakan makna dari kehidupan dan membuatnya haus akan harta. Ambisinya untuk memiliki uang yang banyak mendorongnya melakukan hal keji terhadap anak kandungnya sendiri dengan menjualnya pada sindikat perdagangan manusia.
Perasaan bahagia karena menerima sebuah cek membuatnya tidak menyadari ada seorang anak manis yang menarik ujung pakaiannya dengan mengusap matanya. "Ibu...Aku lapar." lirih terucap dari bibir mungil seorang anak laki-laki.
Yuliana memandang seorang anak berusia tujuh tahun dengan paras yang tampan, manis dan juga penurut. Seharusnya sebagai seorang Ibu memiliki rasa tidak tega dalam hatinya tapi, sebaliknya tidak untuk dirinya, kemiskinan dan keserakahan membuatnya buta akan putranya sendiri. "Kamu sudah bangun David? Makanan ada di atas meja dapur, ambil sendiri dan makan sendiri, piringnya jangan lupa dicuci, sisakan untuk ayahmu." tutur Yuliana meninggalkan anaknya memasuki sebuah kamar.
"Ya Ibu..." lirihnya memperhatikan Ibunya yang terlihat girang tanpa sebab yang David ketahui. Anak itu berjalan ke dapur, membuka tudung penutup makanan diatas meja, ia melihat hanya ada sisa lauk tempe satu potong saja. Seperti perintah Ibunya ia membagi tempe menjadi dua bagian. Ia menyisihkan sebagian tempe untuk ayahnya. David makan dengan lahapnya walau hanya dengan lauk seadanya.
Keadaan langit yang mulai gelap, Harry Wicaksono pria berusia tiga puluh satu tahun memasuki kediamannya, dilihat anaknya yang sedang belajar dengan buku berhamburan di lantai. Rasa lelahnya terobati dengan melihat putra kesayangannya. "David...Ayah pulang." Harry tersenyum melihat putra semata wayangnya.
"Ayah ...!" David berlari menghampiri dan memeluk Ayahnya yang telah pulang dari bekerja.
"Pakaian Ayah kotor, Nak!" Harry melepas pelukan anaknya, Ia berdiri mensejajarkan dirinya dengan David. Mengelus kepala anak kesayangannya sambil tersenyum. "Lanjutkan belajarmu! Ayah bersihkan badan dulu." Bisik Harry dengan lembut.
Harry menghirup aroma rambut putranya yang tidak terlalu harum bahkan terbubuhi bau matahari, namun ia sangat menyukainya.
"Baik Ayah." David berlari dengan riang tapi tanpa sengaja menabrak sesuatu.
"Kalau jalan pakai mata! Dasar anak bandel." bentak Yuliana kepada anaknya.
"Maaf Bu, aku tidak sengaja...." Ucap David menyesal, ia menundukkan kepalanya.
"Ah, malas meladeni kamu! Tidak penting," ucap Yuliana ketus kepada David.
"Sudah Bu, jangan memarahi David lagi," ucap Harry menenangkan Yuliana. Ia tidak tega anak semata wayangnya selalu dimarahi oleh ibu kandungnya sendiri.
"Kamu juga! Ayah dan anak sama saja tidak berguna," hina Yuliana pada Harry, "Mana uang untuk belanja besok? Awas! Jangan sampai kurang dan harus lebih! Besok aku mau pergi jalan-jalan bersama temanku ..." Sergah Yuliana pada Suaminya. Tangannya sudah menengadah meminta uang kepada Harry.
"David masuk kamar ... Nanti ayah panggil lagi." Senyum tipis tampak dari wajah Harry.
"....." David berjalan ke kamar diantara rasa takut dan patuh kepada kedua orang tuanya. Di dalam kamar David mendengar perkelahian kedua orang tuanya dan ia merasa sangat terpukul. Ibunya selalu memaki Ayahnya dengan segala hinaan dan makian tiada henti seakan tidak menghormati ayahnya sama sekali.
"Apa ini cuma seratus ribu rupiah?" Yuliana tidak percaya dengan nominal uang Harry berikan.
"Aku hanya punya segitu, Yul," ucap Harry pasrah.
"Bohong!" Yuliana memeriksa seluruh saku di pakaian Harry dan tas Harry. Ia tidak percaya dengan suaminya sendiri.
Kemudian Andre membuka atasannya memperlihatkan dada-nya yang bidang, nafasku makin memburu. Kuraba dada-nya itu dari atas sampah kebawah melawati perut, dah sampailah di selangkangannya. Sambil kuraba dan remas gemas selangkangannya “Ini yang bikin tante tadi penasaran sejak di toko Albert”. “Ini menjadi milik-mu malam ini, atau bahkan seterusnya kalau tante mau” “Buka ya sayang, tante pengen lihat punya-mu” pintuku memelas. Yang ada dia membuka celananya secara perlahan untuk menggodaku. Tak sabar aku pun jongkok membantunya biar cepat. Sekarang kepalaku sejajar dengan pinggangnya, “Hehehe gak sabar banget nih tan?” ejeknya kepadaku. Tak kupedulikan itu, yang hanya ada di dalam kepalaku adalah penis-nya yang telah membuat penasaran seharian ini. *Srettttt……
Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?
Danielle tidak menikmati hidup sepenuhnya sebelum dia meninggal. Setelah dia terlahir kembali, dia menyadari betapa bodoh dirinya di kehidupan sebelumnya. Dia merasakan sedikit penyesalan saat melihat suaminya yang sangat tampan. Mengapa dia tidak menyadari pesona pria itu sebelumnya? Apa yang membuatnya menolak pria seperti itu? Dia memercayai orang-orang yang brengsek secara membabi buta, yang mengakibatkan kehancuran seluruh keluarganya. Kini, setelah mendapatkan kesempatan kedua, dia memutuskan untuk menggunakan kecantikan dan kecerdasannya dengan baik. Dia memulai perjalanan untuk membalas dendam dan juga menjalin hubungan dengan orang-orang berpengaruh. Sungguh tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa dia akan menjadi sosok besar dengan berbagai identitas dan koneksi. Segalanya berjalan sangat baik untuknya. Bahkan kelompok pembunuh paling mematikan mengeluarkan pengumuman bahwa siapa pun yang mengusiknya tidak akan bisa hidup untuk melihat hari esok. Empat keluarga terbesar yang dikabarkan berselisih, semua memanjakannya. Bahkan sebuah klan besar yang misterius menyambutnya kembali ke rumah. Dengan senyum, pria paling tampan berjalan ke sisinya dan melingkarkan lengannya di pinggangnya. Pria itu lalu berkata, "Izinkan aku memberikan pengenalan singkat. Teman-teman, kenalkan ini istriku yang cantik." Danielle tidak bisa memercayai apa yang didengarnya. Apa-apaan ini!
Rumornya, Laskar menikah dengan wanita tidak menarik yang tidak memiliki latar belakang apa pun. Selama tiga tahun mereka bersama, dia tetap bersikap dingin dan menjauhi Bella, yang bertahan dalam diam. Cintanya pada Laskar memaksanya untuk mengorbankan harga diri dan mimpinya. Ketika cinta sejati Laskar muncul kembali, Bella menyadari bahwa pernikahan mereka sejak awal hanyalah tipuan, sebuah taktik untuk menyelamatkan nyawa wanita lain. Dia menandatangani surat perjanjian perceraian dan pergi. Tiga tahun kemudian, Bella kembali sebagai ahli bedah dan maestro piano. Merasa menyesal, Laskar mengejarnya di tengah hujan dan memeluknya dengan erat. "Kamu milikku, Bella."
Briyan seorang CEO mesum berusia 35 tahun jatuh cinta dengan sekertaris nya sendiri, namun ternyata sekertaris nya sudah memiliki kekasih. Akankah Briyan bisa merebut sekertaris nya yang bernama Sessyl tersebut dari kekasihnya.
Sabrina dibesarkan di sebuah desa terpencil selama dua puluh tahun. Ketika dia kembali ke orang tuanya, dia memergoki tunangannya berselingkuh dengan saudara angkatnya. Untuk membalas dendam, dia tidur dengan pamannya, Charles. Bukan rahasia lagi bahwa Charles hidup tanpa pasangan setelah tunangannya meninggal secara mendadak tiga tahun lalu. Namun pada malam yang menentukan itu, hasrat seksualnya menguasai dirinya. Dia tidak bisa menahan godaan terhadap Sabrina. Setelah malam penuh gairah itu, Charles menyatakan bahwa dia tidak ingin ada hubungan apa pun dengan Sabrina. Sabrina merasa sangat marah. Sambil memijat pinggangnya yang sakit, dia berkata, "Kamu menyebut itu seks? Aku bahkan tidak merasakannya sama sekali. Benar-benar buang-buang waktu!" Wajah Charles langsung berubah gelap. Dia menekan tubuh Sabrina ke dinding dan bertanya dengan tajam, "Bukankah kamu mendesah begitu tidak tahu malu ketika aku bersamamu?" Satu hal membawa ke hal lain dan tidak lama kemudian, Sabrina menjadi bibi dari mantan tunangannya. Di pesta pertunangan, sang pengkhianat terbakar amarah, tetapi dia tidak bisa meluapkan kemarahannya karena harus menghormati Sabrina. Para elit menganggap Sabrina sebagai wanita kasar dan tidak berpendidikan. Namun, suatu hari, dia muncul di sebuah pesta eksklusif sebagai tamu terhormat yang memiliki kekayaan miliaran dolar atas namanya. "Orang-orang menyebutku lintah darat dan pemburu harta. Tapi itu semua omong kosong belaka! Kenapa aku perlu emas orang lain jika aku punya tambang emas sendiri?" Sabrina berkata dengan kepala tegak. Pernyataan ini mengguncang seluruh kota!
© 2018-now Bakisah
TOP
GOOGLE PLAY