/0/23009/coverbig.jpg?v=cec8733e53fa02909fb2287c0859722f)
Savana dijual oleh Ibu kandungnya sendiri demi bisa melunasi seluruh hutang keluarganya. Meski awalnya tidak bisa menerima perbuatan Ibunya, tapi setelah Savan bertemu sang rentenir rasa takut di hatinya berubah, karena ternyata rentenir yang telah meminjami uang pada Ibunya adalah seorang laki-laki yang berwajah rupawan dan berhati baik. Luca Zeno. Dia menawarkan kehidupan dan masa depan yang baik pada Savana, asalkan Savan bersedia menyumbangkan sel telur padanya melalui pernikahan kontrak selama 730 hari. Namun sayangnya, setelah pernikahan Luca dan Savana terjadi dan tidak berapa la,a kemudian Savana hamil, ternyata Ayah kandung dari bayinya adalah Ziv Zeno, Adik kandung sekaligus Adik tersayangnya Luca. Kakak beradik itu pun harus bersaing secara sengit untuk memiliki Savana seutuhnya dengan cara yang ekstrem sebagai keluarga Mafia.
"Bu, Savana tidak mau dijual sama pria tua itu. Savana akan lakukan apapun untuk Ibu yang penting Ibu tidak menjual Savana. Savana takut, Bu."
Savana terus memohon pada Ibunya. Tapi, Inggrid tetap mengabaikan permohonan putri sulungnya itu sekalipun Savana sudah bersimpuh di hadapannya, memeluk kakinya, bahkan sampai mencium kakinya.
"Bu, Savana akan bekerja keras untuk menghidupi keluarga kita. Savana yakin Lucau Savana bisa membayar seluruh hutang Ibu pada rentenir itu dan juga membayar biaya pengobatan Bapak di Rumah Sakit."
"Savana!" Inggrid membentak putrinya sambil menghentakkan kakinya yang dipeluk oleh Savana hingga membuat Savana langsung terdorong kasar dan tersungkur di atas lantai.
"Memangnya kamu pikir mudah mencari pekerjaan dengan gaji besar hanya dari lulusan SMA saja? Ibu yang seorang Sarjana saja kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan kita selama ini. Saking kekurangannya uang, Ibu sampai harus pinjam uang sana sini demi menutupi kebutuhan harian kita. Lalu, dengan mudahnya kamu bicara akan bekerja keras, sedangkan kamu belum punya pengalaman bekerja dan waktu tenggat untuk bayar semua hutang keluarga kita pada rentenir kurang dari satu bulan lagi!"
"Jadi, Ibu akan tetap menjual Savana? Ibu tega mau jual anak Ibu sendiri? Padahal, anak Ibu ini sudah berusaha menjadi anak yang berbakti selama ini."
"Ibu tidak punya pilihan lain. Hanya itu satu-satunya cara untuk bisa keluar dari kehidupan kita yang sangat suram selama ini."
"Lebih baik Ibu bunuh saja Savana daripada Ibu menjual Savana dengan pria tua yang tidak Savana kenal."
"Lucau Ibu sampai membunuh kamu, itu sama saja Ibu menambah masalah di dalam hidup Ibu! Lagipula, Ibu tidak benar-benar menjual kamu, Ibu hanya akan menikahkan kamu dengan pemilik uang yang selama ini telah bersedia meminjami kita uang."
"Apa bedanya, Bu? Bahkan Ibu sendiri belum melihat siapa orangnya."
"Sudahlah, Savana. Kamu jangan terlalu bersedih seperti itu. Ibu yakin Lucau pria itu adalah pria yang baik. Hidup kita juga akan berubah menjadi lebih baik setelah kamu menikah dengannya nanti."
"Memangnya Ibu tahu Savana akan dijadikan istrinya yang ke berapa? Kedua? Ketiga? Keempat? Atau, lebih? Apa Ibu juga tahu pria itu akan memperlakukan Savana seperti apa nanti?"
"BERHENTI, SAVANA!!" Inggrid menghentak dengan kencang. "Ibu pusing mendengar ocehan kamu itu. Pokoknya, Ibu tidak akan mengubah keputusan Ibu untuk menikahkan kamu dengan pria itu!"
Inggrid pun berjalan masuk ke dalam kamarnya sambil membanting pintu. Dia sendiri tidak kuasa menahan kepedihannya yang amat dalam karena harus menyerahkan putri kandungnya sendiri pada pria yang belum dia ketahui sosoknya seperti apa.
Hanya air mata dan penyesalan yang luar biasa yang kini terbelenggu di dalam dirinya. Namun, apapun alasannya, Inggrid tetap akan menikahkan putri sulungnya itu dengan si rentenir karena hal itu sudah menjadi perjanjiannya dengan rentenir itu untuk menjadikan Savana jaminan ketika dia tidak mampu membayar hutangnya kelak. Dan kini, waktu itu akhirnya tiba. Waktu yang paling ditakuti oleh Inggrid dan waktu yang paling tidak pernah ditunggu oleh Inggrid.
**
Malam harinya, dua orang pria berjas hitam lengkap dengan kacamata hitam dan bertubuh tinggi besar mendatangi rumah Savana. Tanpa ada basa-basi dua pria itu langsung meminta Savana ikut bersama mereka ke suatu tempat.
Savana pergi tanpa pendampingan dari Ibunya. Saat ini, dia sudah pasrah akan diperlakukan seperti apa oleh dua pria itu nantinya. Yang Savana lakukan sepanjan perjalanan menuju tempat yang tidak dia ketahui hanyalah menangis dan terus menangis.
Suara dari isakan tangisan Savana yang terdengar cukup kencang membuat kesal dua pria yang tengah duduk mengapitnya. Mereka pun meminta Savana untuk berhenti menangis, tapi Savana malah semakin mengencangkan suara tangisannya, hingga akhirnya salah satu dari pria itu mengambil jalan cepat untuk menghentikan tangisan Savana, yaitu dengan membius Savana menggunakan sapu tangan yang telah disemprotkan cairan untuk membuat Savana langsung tertidur seketika.
Beberapa jam kemudian setelah Savana tidak sadarkan diri, akhirnya Savana pun terbangun.
Dia membuka satu persatu kedua matanya dengan kepala yang terasa sangat berat. Saat kedua matanya sudah terbuka sempurna, benda yang pertama kali dia lihat adalah sebuah lampu gantung mewah yang berada di atas langit-langit tepat di depan matanya saat ini.
Savana yang merasa asing dengan lampu gantung tersebut lantaran belum pernah melihatnya sebelumnya langsung membangunkan cepat tubuhnya dan mengubahnya menjadi duduk.
Sontak saja Savana langsung terkejut begitu dia melihat ada seorang pria tengah duduk menumpuk kakinya di kursi sambil memegang tablet di tangannya. Tanpa menoleh ke arahnya, pria itu langsung mengatakan pada Savana.
"Akhirnya kamu bangun juga."
"Siapa kamu?" Savana bertanya dengan rasa takut yang luar biasa yang tengah melandanya saat ini.
Sebelum menjawab pertanyaan Savana, pria itu lebih dulu meletakkan tabletnya di atas meja kecil di samping kursi yang di dudukinya, lalu dia beranjak dari kursi dan berjalan tegap sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya dan menghadapi Savana.
Dengan lukisan senyuman manis di wajahnya yang sangat tampan, pria dewasa itu menjawab pertanyaan Savana.
"Perkenalkan. Saya adalah Luca Zeno. Saya adalah Pemilik uang dari semua hutang yang kedua orang tua kamu miliki selama ini."
Savana bergeming seketika. Dia sama sekali tidak menyangka Lucau ternyata Tuan rentenir yang meminjami uang pada kedua orang tuanya selama ini bukanlah pria tua seperti yang dia pikirkan selama ini, melainkan seorang pangeran tampan yang seolah seperti keluar dari negeri dongeng. Saking terpesonannya Savana sampai-sampai dia meneguk beberapa kali savilanya tanpa mengedipkan matanya sekalipun.
Tapi, jentikan jari dari tangan Luca Zeno berhasil memecahkan lamunan singkat Savana.
Saat lamunan Savana lenyap, saat itu juga Savana langsung melompat dari atas ranjang lalu bersimpuh di hadapan Luca dan memohon hal yang sama seperti dia memohon pada Ibunya.
"Tuan rentenir."
Luca tersontak kaget saat dia mendengar panggilan untuk dirinya yang disematkan oleh gadis belia yang ada di hadapannya saat ini.
"Saya mohon sama Tuan rentenir. Tolong jangan nikahi saya. Saya masih muda, belum berpengalaman apa-apa, dan masih sangat lugu untuk segala hal. Saya jamin 100%, Tuan rentenir akan menyesal sekali Lucau Tuan rentenir sampai menikahi saya. Jadi, tolong lepaskan saya. Saya janji akan melunasi semua hutang orang tua saya, asalkan Tuan renternir bersedia memberikan saya waktu sampai satu tahun lamanya. Tidak. Dua tahun, dengan jumlah hutang sebanyak itu." Savana merapatkan kedua tangannya dan menundukkan dalam kepalanya di hadapan Luca yang tengah mematung.
"Hei, anak kecil. Kamu pikir, janji kamu itu bisa saya percayai? Janji kamu itu sama persis seperti janji Ibu kamu ke saya dari dua tahun yang lalu. Tapi, buktinya apa? Janji Ibu kamu tidak juga bisa ditepati. Ada berbagai alasan yang dia buat untuk terus mengulur waktu pelunasan semua hutang dia pada saya!"
"Apapun! Apapun saya akan lakukan untuk Tuan rentenir, asalkan bukan pernikahan yang Tuan rentenir minta pada saya." Savana semakin memohon pada Luca.
"Lucau memang kamu tidak ingin saya nikahi, maka kamu layani saya dengan tubuh kamu itu. Saya akan jadikan kamu pemuas nafsu saya ketika saya sedang ingin bercinta."
Deg!
***
Sofia yang masih berusia 19 tahun dipaksa untuk menikahi pria yang akan dijodohkan dengannya. Dia tidak bisa menolak permintaan ibu tirinya itu karena pernikahan tersebut sebagai pengganti dari hutang bapaknya yang telah meninggal dunia. Sebagai jaminan di masa hidup bapaknya dulu, ternyata Sofia telah dijual oleh rentenir tersebut. Pernikahan pun terjadi sebelum Sofia melihat sosok sang rentenir. Namun, siapa sangka kalau ternyata yang menikahi Sofia bukanlah rentenir utama, melainkan keponakan dari rentenir tersebut. Malam pertama terjadi, hingga Sofia mengandung bayi dari Yesaya, keponakan dari rentenir sekaligus ketua dari sebuah geng mafia. Tapi Sofia kabur, seminggu setelah pernikahan itu terjadi, lantaran dia telah melihat Yesaya membunuh seseorang tepat di depan matanya. Selama berbulan-bulan lamanya Sofia menghilang, mereka pun akhirnya dipertemukan kembali saat Sofia akan melahirkan bayinya. Yesaya yang selama ini tidak mengetahui kalau Sofia sedang mengandung bayinya perlahan mulai membuatnya berubah menjadi orang baik demi bisa mengambil hati Sofia seutuhnya. Namun sayangnya, Sofia sudah terlanjur membencinya. Sampai-sampai dia mengatakan kalau bayi kembarnya bukanlah anak kandung Yesaya, melainkan anak dari pria lain.
Kumpulan cerita seru yang akan membuat siapapun terbibur dan ikut terhanyut sekaligus merenung tanpa harus repot-repot memikirkan konfliks yang terlalu jelimet. Cerita ini murni untuk hiburan, teman istrirahat dan pengantar lelah disela-sela kesibukan berkativitas sehari-hari. Jadi cerita ini sangat cocok dengan para dewasa yang memang ingin refrehsing dan bersenang-senang terhindar dari stres dan gangguan mental lainnya, kecuali ketagihan membacanya.
Seto lalu merebahkan tubuh Anissa, melumat habis puting payudara istrinya yang kian mengeras dan memberikan gigitan-gigitan kecil. Perlahan, jilatannya berangsur turun ke puser, perut hingga ke kelubang kenikmatan Anissa yang berambut super lebat. Malam itu, disebuah daerah yang terletak dipinggir kota. sepasang suami istri sedang asyik melakukan kebiasaan paginya. Dikala pasangan lain sedang seru-serunya beristirahat dan terbuai mimpi, pasangan ini malah sengaja memotong waktu tidurnya, hanya untuk melampiaskan nafsu birahinya dipagi hari. Mungkin karena sudah terbiasa, mereka sama sekali tak menghiraukan dinginnya udara malam itu. tujuan mereka hanya satu, ingin saling melampiaskan nafsu birahi mereka secepat mungkin, sebanyak mungkin, dan senikmat mungkin.
BERISI ADEGAN HOT++ Leo pria tampan dihadapan dengan situasi sulit, calon mertuanya yang merupakan janda meminta syarat agar Leo memberikan kenikmatan untuknya. Begitu juga dengan Dinda, tanpa sepengetahuan Leo, ternyata ayahnya memberikan persyaratan yang membuat Dinda kaget. Pak Bram yang juga seorang duda merasa tergoda dengan Dinda calon menantunya. Lantas, bagaimana dengan mereka berdua? Apakah mereka akan menerima semua itu, hidup saling mengkhianati di belakang? Atau bagaimana? CERITA INI SERU BANGET... WAJIB KAMU KOLEKSI DAN MEMBACANYA SAMPAI SELESAI !!
Untuk membayar hutang, dia menggantikan pengantin wanita dan menikahi pria itu, iblis yang ditakuti dan dihormati semua orang. Sang wanita putus asa dan kehabisan pilihan. Sang pria kejam dan tidak sabaran. Pria itu mencicipi manisnya sang wanita, dan secara bertahap tunduk pada nafsu adiktif. Sebelum dia menyadarinya, dia sudah tidak dapat melepaskan diri dari wanita tersebut. Nafsu memicu kisah mereka, tetapi bagaimana cinta bersyarat ini akan berlanjut?
Selama sepuluh tahun, Delia menghujani mantan suaminya dengan pengabdian yang tak tergoyahkan, hanya untuk mengetahui bahwa dia hanyalah lelucon terbesarnya. Merasa terhina tetapi bertekad, dia akhirnya menceraikan pria itu. Tiga bulan kemudian, Delia kembali dengan gaya megah. Dia sekarang adalah CEO tersembunyi dari sebuah merek terkemuka, seorang desainer yang banyak dicari, dan seorang bos pertambangan yang kaya raya, kesuksesannya terungkap saat kembalinya dia dengan penuh kemenangan. Seluruh keluarga mantan suaminya bergegas datang, sangat ingin memohon pengampunan dan kesempatan lagi. Namun Delia, yang sekarang disayangi oleh Caius yang terkenal, memandang mereka dengan sangat meremehkan. "Aku di luar jangkauanmu."
Selama dua tahun, Brian hanya melihat Evelyn sebagai asisten. Evelyn membutuhkan uang untuk perawatan ibunya, dan dia kira wanita tersebut tidak akan pernah pergi karena itu. Baginya, tampaknya adil untuk menawarkan bantuan keuangan dengan imbalan seks. Namun, Brian tidak menyangka akan jatuh cinta padanya. Evelyn mengonfrontasinya, "Kamu mencintai orang lain, tapi kamu selalu tidur denganku? Kamu tercela!" Saat Evelyn membanting perjanjian perceraian, Brian menyadari bahwa Evelyn adalah istri misterius yang dinikahinya enam tahun lalu. Bertekad untuk memenangkannya kembali, Brian melimpahinya dengan kasih sayang. Ketika orang lain mengejek asal-usul Evelyn, Brian memberinya semua kekayaannya, senang menjadi suami yang mendukung. Sekarang seorang CEO terkenal, Evelyn memiliki segalanya, tetapi Brian mendapati dirinya tersesat dalam angin puyuh lain ....