/0/17661/coverbig.jpg?v=b3583d1b487283779642d691fba15bc6)
Kris (kapten tim basket yang populer) diam diam suka pada Cathy (cewe cantik yang pintar dikelasnya) tapi (sifat Cathy yang dingin dan cuek membuatnya susah untuk mendekatinya). Suatu hari ada anak baru bernama Jun (teman masa kecil Cathy) yang mendekati Cathy, sehingga Grace (anak cheerleader yang sudah lama naksir Kris) memanfaatkan kesempatan untuk merebut Kris, sehingga Kris harus memilih antara Grace atau Cathy.
Cewek itu bernama Catherine Angela. Semua orang biasa memanggilnya Cathy. Anak SMA kelas 11 IPA 1 yang bersekolah pada salah satu sekolahan di Indonesia. Seperti sebuah kebiasaan saat bel jam istirahat berbunyi, Cathy hanya duduk manis di kursinya dengan sebuah buku novel kesukaannya. Jika sedang malas, Cathy akan menaruh kepalanya di atas meja mencoba untuk tertidur sampai jam istirahat berakhir. Kebiasaannya ini diam-diam telah menarik anak laki-laki yang sekelas dengannya. Suatu ketika anak laki-laki itu berjalan mendekat kearah Cathy
"Hai.." sapanya seramah mungkin.
Anak laki-laki berwajah tampan dan agak tirus, dengan tinggi badan 180 cm, memiliki darah blasteran Indonesia-Cina-Kanada dengan iris mata berwarna biru dan rahang wajah tegas membuatnya terlihat berbeda dari anak laki-laki lainnya. Anak laki-laki itu bernama Christian Hwang atau yang biasa di panggil Kris.
"Hi juga," jawab Cathy datar.
Jika biasanya anak perempuan lain akan sangat senang berbicara dengan anak populer seperti Kris, Namun Cathy terlihat cuek dan merasa buku yang dibaca jauh lebih menarik
"Kenapa masih disini? Ga mau ke kantin?" tanya Kris basa-basi.
Cathy hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Kau mau ini?" tanya Kris kembali sambil menyodorkan sebuah bungkusan makanan.
"Nggak. Makasih," jawab Cathy menolak secara halus.
"Kau tidak lapar apa?"
Cathy kembali menggelengkan kepalanya. Kris yang binggung karna respon Cathy yang tidak sesuai harapannya itu, membuat Kris tanpa sadar menggaruk lehernya pelan dan pergi kembali menuju tempat duduknya. Tidak lama kemudian beberapa anak lainnya mulai memasuki kelas sambil membawa makanan yang dibelinya
"Ah..."
Cathy yang melihat mereka hanya mengendus pelan.
Cathy lalu meletakkan kepalanya di atas meja berharap tidak mendengar suara berisik disekitarnya.
Ini yang selalu Cathy lakukan setiap hari saat jam istirahat tiba. Setelah bel berbunyi tanda masuk kelas, Cathy mulai membuka mata dan siap menerima pelajaran berikutnya.
☆☆☆☆☆
"Teeeettttt... Teeeettttt... Teeeettttt..."
Bel tanda pulang berbunyi dengan kerasnya. Dengan gerakan lambat, Cathy merapikan buku - buku dan memasukkannya ke dalam tas sekolahnya. Berbeda sekali dengan teman-teman Cathy yang lain, semangat dan buru-buru bergegas pulang ke rumah.
Disaat Cathy sedang berjalan meninggalkan ruang kelas Kris menepuk pundaknya pelan.
"Lesu banget sih. Kenapa?"
"Siapa? Me?" tanya Cathy.
Wajah Cathy terlihat binggung mendapatkan sapaan tidak biasa dari Kris. Sontak saja membuat Cathy memutar kepalanya ke kiri dan ke kanan mencari tau siapa yang di tanya oleh Kris
Kris tertawa kecil melihat respon Cathy yang terlihat lucu dimatanya.
"Iya, You. Siapa lagi," jawab Kris sambil menunjuk kepada Cathy.
"Oh.. Nggak juga."
"Kok suka banget tidur diatas meja sih? Emang nyaman ya tidur di atas meja?" tanya Kris lagi.
"I don't sleep in the table. Never. Sok tau banget sih."
Mendadak Cathy kesal dengan pertanyaan Kris. Sejujurnya Cathy malas di tanya hal semacam itu. Menurut Cathy tidak penting.
"Sok tau? I know. Because, I care you"
Deg...
Cathy merasa sungguh kaget mendengar ucapan Kris.
'Mengapa dia berkata seperti itu? untuk apa Kris memperhatikanku?' Batin Cathy
"Ah.. masa. Udah ah.. Mau pulang dulu buru-buru nih bye."
Mendengar perkataan Kris membuat Cathy berpikir, namun Cathy enggan bertanya lebih jauh dan memilih mengabaikannya.
Setelah mengakhiri pembicaraannya dengan Kris, Cathy berjalan pergi tanpa menengok lagi ke belakang. Ia berharap Kris tidak mengikutinya dari belakang.
Pada kenyataannya, Kris memang tidak mengikuti Cathy. Kris hanya bisa melihat Cathy yang perlahan menghilang dari pandangan matanya. Kris binggung kenapa Cathy bersikap demikian. Seperti memberi batasan dan berusaha selalu menghindar saja.
"Kenapa dia seperti itu? Apa dia berusaha menghindar dariku? Apa perkataanku salah?" Batin Kris berbicara dalam hati.
"Dorr.."
Tiba-tiba seseorang menepuk punggung Kris dari belakang. Kris menegok dan melihat Mary yang berada di sebelahnya.
"'Oh.. Mary yang menepukku," batin Kris kembali berbicara.
Mary si cewek manis yang agak tomboi itu, memiliki kulit kecokelatan dan rambut ikal pendek sebahu. Sifatnya yang periang dan mudah akrab dengan siapa saja, membuatnya mudah bergaul dengan cowok di kelasnya.
Tinggal bersebelah dengan rumah Kris, sekaligus teman Kris sejak pertama kali masuk SMA. Mary menjadi salah satu teman dekat Kris saat ini.
"Ngeliatin sampe segitunya, ngeliatin sapa sih?" tanya Mary penasaran sambil mensejajarkan pandangannya sejajar dengan Kris.
"Engga. Bukan siapa-siapa," jawab Kris asal.
"Alah... Cewek kan?"
Deg...
Kris terkejut mendengar tebakan Mary. Seketika tubuh Kris menegang, dia binggung harus bereaksi dan menjawab apa untuk sesaat.
"Bagaimana dia bisa tau apa dia mendengar pembicaraanku dengan Cathy tadi," batin Kris kembali bersuara mengikuti pikiran dalam hatinya.
Kris akhirnya hanya bisa menggaruk lehernya yang sebenarnya tidak gatal saking binggungnya menjawab pertanyaan Mary.
"Ga mau pulang? Mau nginep disini? Kalo aku sih mau pulang aja," tanya Mary mengalihkan topik.
Mary hanya senyum-senyum sendiri. Entah apa yang pikirkannya, Kris tidak mengerti dan tidak peduli.
"Ya pulanglah. Ayo sebelum gerbang depan di tutup."
Pada akhirnya Kris mengajak Mary pulang bersama.
Seperti sebelumnya seperti itulah, setiap harinya yang dilakukan Kris. Laki - laki bertubuh jangkung itu, selalu memandangi Cathy setiap harinya. Mengamati setiap perubahan gerak-geriknya di kelas. Hanya memandangi tak pernah sekalipun menyapa seperti waktu itu. Sikap Cathy yang cuek dan dingin, membuat Kris menjadi penasaran. Baginya belum pernah ada gadis manapun yang bersikap dingin kepadanya, kecuali gadis itu. Gadis lain biasanya akan selalu bersikap ramah kepadanya dan senang berdekatan dengannya. Tapi tidak dengan Cathy, dia terlihat cuek dan tidak perduli dengannya. Seperti tadi jika Kris tidak menyapanya terlebih dahulu, mereka tidak akan berbicara satu sama lain.
Hal ini yang membuat Cathy berbeda dari gadis - gadis lainnya. Semakin hari semakin penasaran pula Kris terhadap Cathy. Terlebih Cathy dikenal sebagai sosok gadis misterius dan aneh. Dia tidak suka bergosip dan suka menyendiri. Kris sangat malu setelah ia terang-terang mengakui pada Cathy, bahwa ia sangat memerhatikan gadis itu dan berharap mengenal bahkan berteman dengannya.
Sedangkan, Cathy mulai risih dengan perlakuan Kris padanya.
☆☆☆☆☆
Kris merasa bosan saat pelajaran fisika berlangsung.
"Hoam..."
Tanpa sadar Kris membuka mulut dan menguap, saking bosannya.
"Bosan sekali. Materinya membosankan sekali," gumam Kris dalam hati.
Kris berusaha mencari hiburan dengan menegok ke arah teman-temannya yang lain. Kris menyadari banyak juga temannya yang mengantuk, bahkan ada yang sampai tertidur. Kris berusaha menahan tawa, agar tidak terdengar oleh bu guru yang sedang mengajar.
"Ternyata mereka sama bosannya sepertiku," batin Kris dalam hati.
Tanpa sengaja Kris melihat Cathy yang sangat serius menatap papan tulis, sambil sesekali mencatat di buku tulisnya.
Evelyn Hawkins tak pernah membayangkan, hidupnya berubah kacau hanya dalam hitungan jam. Kekasihnya, Victor, menghilang tanpa jejak di hari pernikahan mereka. Ketika segalanya tampak runtuh, muncul Vincent, saudara kembar Victor, menawarkan diri menjadi "suami alternatif." Namun, bisakah Evelyn menerima lelaki asing yang wajahnya begitu mirip cinta pertamanya? Atau justru takdir menyimpan rahasia lain yang lebih mengejutkan?
Dewi tidak pernah menyangka, takdir mempertemukannya dengan Alex Catalano, bosnya yang dingin dan penuh rahasia. Pernikahan yang terpaksa karena kehamilan tak disengaja membawa Dewi ke dalam dunia penuh luka dan cinta bertepuk sebelah tangan. Saat Lucas, adik Alex, hadir dengan ketulusan, Dewi dihadapkan pada pilihan: bertahan demi cinta yang sulit, atau membuka lembaran baru. Akankah Dewi memberi Alex kesempatan kedua, atau memilih jalan lain?
Karena ketauan one night stand oleh sang ayah, Dave terpaksa di nikahkan dengan Rachel. Dave yang baru mengenal Rachel itu jadi membenci istri dadakannya. Ia menganggap Rachel telah merengut kebebasan dan segala hal yang dimilikinya. Padahal Rachel sendiri telah memiliki kekasih sebelum menikah dengan Dave. Lalu, apa yang akan terjadi pada pernikahan Dave dan Rachel kedepannya?
Kisah asmara para guru di sekolah tempat ia mengajar, keceriaan dan kekocakan para murid sekolah yang membuat para guru selalu ceria. Dibalik itu semua ternyata para gurunya masih muda dan asmara diantara guru pun makin seru dan hot.
Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel Aku, Rina, seorang wanita 30 Tahun yang berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja di kapal pesiar, meninggalkanku untuk sementara tinggal bersama kakakku dan keponakanku, Aldi, yang telah tumbuh menjadi remaja 17 tahun. Kehadiranku di rumah kakakku awalnya membawa harapan untuk menemukan ketenangan, namun perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui setiap langkahku. Aldi, keponakanku yang dulu polos, kini memiliki perasaan yang lebih dari sekadar hubungan keluarga. Perasaan itu berkembang menjadi pelampiasan hasrat yang memaksaku dalam situasi yang tak pernah kubayangkan. Di antara rasa bersalah dan penyesalan, aku terjebak dalam perang batin yang terus mencengkeramku. Bayang-bayang kenikmatan dan dosa menghantui setiap malam, membuatku bertanya-tanya bagaimana aku bisa melanjutkan hidup dengan beban ini. Kakakku, yang tidak menyadari apa yang terjadi di balik pintu tertutup, tetap percaya bahwa segala sesuatu berjalan baik di rumahnya. Kepercayaannya yang besar terhadap Aldi dan cintanya padaku membuatnya buta terhadap konflik dan ketegangan yang sebenarnya terjadi. Setiap kali dia pergi, meninggalkan aku dan Aldi sendirian, ketakutan dan kebingungan semakin menguasai diriku. Di tengah ketegangan ini, aku mencoba berbicara dengan Aldi, berharap bisa menghentikan siklus yang mengerikan ini. Namun, perasaan bingung dan nafsu yang tak terkendali membuat Aldi semakin sulit dikendalikan. Setiap malam adalah perjuangan untuk tetap kuat dan mempertahankan batasan yang semakin tipis. Kisah ini adalah tentang perjuanganku mencari ketenangan di tengah badai emosi dan cinta terlarang. Dalam setiap langkahku, aku berusaha menemukan jalan keluar dari jerat yang mencengkeram hatiku. Akankah aku berhasil menghentikan pelampiasan keponakanku dan kembali menemukan kedamaian dalam hidupku? Atau akankah aku terus terjebak dalam bayang-bayang kesepian dan penyesalan yang tak kunjung usai?
Apa yang terlintas di benak kalian saat mendengar kata CEO? Angkuh? Kejam? Arogan? Mohammad Hanif As-Siddiq berbeda! Menjadi seorang CEO di perusahaan besar seperti INANTA group tak lantas membuat dia menjadi tipikal CEO yang seperti itu. Dia agamis dan rajin beribadah. Pertemuan putrinya Aisyah dengan Ummi Aida, seorang office girl di tempat dimana dia bekerja, membuat pertunangannya dengan Soraya putri pemilik perusahaan terancam batal karena Aisyah menyukai Ummi yang mirip dengan almarhum ibunya. Dengan siapa hati Hanif akan berlabuh?
WARNING 21+ Harap bijak dalam memilih bacaan. Angel memiliki seorang ayah tiri yang tampan rupawan, dia sangat menyayangi ayah tirinya seperti ayah kandungnya sendiri. namun seiring berjalannya waktu, rasa sayang Angel pada ayah tirinya berubah menjadi perasaan lain. Apa yang harus dia lakukan saat suatu malam ayah tirinya datang padanya dalam keadaan mabuk dan menyatakan perasaannya? apalagi, Angel tidak kuasa menahan godaan ayah tirinya dan berakhir tidur bersama. Ibu Angel yang mengetahui ada gelagat aneh dari suaminya terhadap Angel, mulai mengakui hal yang membuat Angel sangat terkejut. Ayah tirinyalah yang menyebabkan ayah kandung Angel meninggal. Apa yang harus Angel lakukan?
Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?
Cerita ini hanya fiksi belaka. Karanga author Semata. Dan yang paling penting, BUKAN UNTUK ANAK2. HANYA UNTUK DEWASA. Cinta memang tak pandang tempat. Itulah yang sedang Clara rasakan. Ia jatuh cinta dengan ayah tirinya sendiri bernama Mark. Mark adalah bule yang ibunya kenal saat ibunya sedang dinas ke Amerika. Dan sekarang, ia justru ingin merebut Mark dari ibunya. Gila? Tentu saja. Anak mana yang mau merebut suami ibunya sendiri. Tapi itulah yang sekarang ia lakukan. Seperti gayung bersambut, Niat Clara yang ingin mendekati Mark diterima baik oleh pria tersebut, apalagi Clara juga bisa memuaskan urusan ranjang Mark. Akankah Clara berhasil menjadikan Mark kekasihnya? Atau lebih dari itu?