Seorang Mahasiswa laki-laki dimasuki jiwa seorang wanita dari jaman kerajaan. Jiwanya harus beradaptasi dalam tubuh laki-laki dan beradaptasi dengan kemajuan tekhnologi jaman sekarang. Nyi Ayu seorang putri raja tahun 1500. Putri raja yang anggun terjebak dalam tubuh mahasiswa laki-laki di tahun 2022.
Aku masih enggan membuka mataku, tetapi suara berisik membuatku tak lelap tidur. Di mana Dayang Ratih dan Dayang Sarti, kenapa membiarkan suara gaduh mengusik tidurku. Aku merubah posisi tidurku dengan meringkuk dan kupeluk bantal gulingku. Kenapa kasar sekali?
Dengan berat membuka matakku. Saat membuka mata, aku sungguh terkejut kenapa bantal gulingku terasa kasar kainnya. Aku melirik ke arah lain. Di mana ini?
Saat aku memeluk bantal kenapa ada yang beda di dadaku. Aku hendk memeriksa bantal guling dihadapanku. Kenapa tanganku berbulu dan besar sekali ukuran tanganku? Ada apa ini? Aku terus berguman bingung.
Lalu aku teringat kalau kemarin aku bunuh diri dengan menenggelamkan diri di kolam. Mungkin karena aku terlalu lama tenggelam, membuat tubuhku mengembang dan menjadi besar. Aku bangun dan kusingkirkan selimut yang menutup tubuhku. Astaga..!
Kenapa bulu di kakiku lebat sekali dan lebih besar, seperti kaki laki-laki. Aku menoleh kesekeliling kamar tidur ini.
Ruangan apa ini, kenapa banyak sekali benda aneh? Apakah ini kamar tabib yang memeriksaku. Aku belum pernah melihat tempat seperti ini.
Ah..buah dadaku? Aku memeriksa bagian dadaku, kenapa rata? Aduhhhh!
Kenapa perutku sakit. Kebelet pipis lagi. Di mana kamar mandinya? Dayang Ratih dan Dayang Sarti mana. Aku tidak bisa menunggu mereka datang, bisa-bisa pipis di celana. Aku bangkit berdiri. Astaga apa yang aku kenakan?
Kain yang melekat di tubuhku aneh sekali, apa ini? Celananya pendek sekali.
Ah, rasa pengen pipisnya tidak bisa ditahan. Aku lari menuju pintu yang terlihat. Kubuka dan di depannya ada pintu lagi. Aku langsung buka saja. Sepertinya ini kamar mandi, tapi sempit sekali, bak penampung airnya juga kecil.
Rasa ingin pipisku sangat mendesak. langsung kubuka celana yang aku kenakan. Ternyata mudah sekali menurunkan celananya. Aku langsung jongkok saja. Ah, lega sekali bisa keluar.
Aku menikmati keluarnya air pipis itu. Saat aku hendak membasuh tempat keluarnya air kencingku, aku sungguh terkejut. Aaaahhhh..
Apa itu, kenapa ada di sana? Ke mana punyaku?
Aku melihat sekitar keluar air kencingku. Aku tahu bentuk yang itu, tapi kenapa menempel di sana. Aku ini perempuan kenapa ada di sana? Rasanya kesal sekali.
Aku terpaksa memegang benda itu, rasanya menggelikan. Aku raba dan kuperiksa, mungkin ada sengaja menempelkan benda itu di luar mahkotaku. Tapi benda itu tersambung ke badanku. Ada apa ini?
Aku bilas saja kemudian berdiri, dan aku naikkan celana aneh ini. Aku menoleh ke samping ternyata ada cermin. Aaahhhhh..
Kenapa di balik cermin itu wajah laki-laki? Aku menatap wajahku yang berubah menjadi laki-laki di dalam cermin itu, apakah ini sihir? Aku periksa cermin tersebut tidak ada yang aneh.
Aku periksa semua tubuhku mulai dari tangan, wajah, mata, alis, hidung, bibir, buah dadaku dan ke dalam mahkotaku lalu kakiku. Semuanya berubah menjadi bentuk laki-laki. Aku ada dalam tubuh laki-laki. Kenapa bisa begini?
"Nyi Ayu, hati-hati dengan ucapanmu! Bagaimana jika Dewa mendengar ucapanmu?" tiba-tiba aku teringat ucapan ibundaku. Apakah benar yang dikatakan ibunda? Sekarang aku sedang dihukum Dewa? Tiba-tiba air mataku tak bisa kutahan, sesak sekali. Aku berada dalam tubuh laki-laki, tubuh siapa ini? Badanku terasa lemas. Aku terjatuh, rasanya susah untuk bernapas. Hiksss..hikss..hikss..
Aku memeluk lututku, kenapa bisa begini? "Oh..Dewa ampuni aku. Aku hanya tidak ingin menikah. Aku hanya ingin ayahanda dan ibundaku mengerti."
**
Aku berusaha menerima kenyataan. Aku kini seorang laki-laki yang benama Ali dan ternyata aku bukan hanya terjebak di tubuh Ali, tapi terjebak di masa depan. Hidup di tahun 1500 masehi kini berada di tahun 2022. Aku yang seorang putri raja, apapun yang kubutuhkan hanya tinggal berucap. Tetapi hidup Ali, semuanya serba sendiri. Orang tua Ali tak memperlakukan Ali seperti pewaris kerajaan. Aku harus hidup di dunia Ali, sungguh tak sanggup?
Kehudipanku sekarang sangat berbeda dengan kehidupanku di istana. Makanan yang tak sedap terpaksa harus kumakan untuk bertahan hidup dan mencari cara agar bisa kembali ke duniaku. Aku juga harus mencari jiwanya Ali pemilik tubuh ini. Rasanya berat sekali. Walaupun keluarga Ali membantuku, tapi sulit menyesuaikan kehidupan Ali.
Ali seorang mahasiswa kesenian. Aku sendiri pun tak mengerti apa itu mahasiswa, tetapi adik-adik Ali membantuku menyesuaikan kehidupan baru yang aku jalani. Lama-lama aku kagum dengan kemajuan perkembangan jaman waktu ini, sangat berbeda sekali dengan duniaku.
Menyesuaikan diri di tubuh laki-laki, sedangkan aku ini seorang perempuan dan seorang putri raja. Aku selalu anggun dalam berjalan, tutur kataku yang lemah lembut, pasti sangat aneh jika seorang laki-laki berjalan anggun.
Aku sampai berlatih berjalan seperti laki-laki, bertindak seperti laki-laki. Aku harus bertanggung jawab dengan tubuh Ali karena dengan tubuh Ali, aku akan mencari cara agar bisa kembali ke duniaku. Walaupun di dunia Ali yang sekarang sungguh menyenangkan, tapi aku rindu dengan ayahanda dan ibundaku.
Beruntungnya selama aku kecil sudah diajarkan tentang membaca dan menulis huruf dan abjad. Sehingga aku mengerti tentang tulisan di kehidupan Ali. Aku bisa membaca karena di duniaku tak semuanya mengerti membaca dan menulis. Hanya kelas bangsawan, ningrat dan kerajaan yang diperbolehkan belajar membaca dan menulis. Bahkan ayahanda pernah mendatangkan langsung seorang guru dari Belanda dan Portugal, jadi aku bisa menguasai Bahasa negara mereka.
Selama menjadi Ali, keluarganya membantu menemukan cara agar aku bisa kembali ke duniaku dan Ali bisa kembali ke tubuh ini. Saat aku lelah dengan semua ini, keluarga Ali selalu memberi semangat. Aku yakin mereka juga merindukan Ali yang sesungguhnya bukan tubuh Ali, sama sepertiku yang merindukan ayahanda dan ibundaku.
Di sekolah Ali yang mereka sebut kampus, Ali mempelajari seni memanah. Menurut penuturan Aji adiknya Ali, Ali sangat menyukai olah raga panah. Mungkin karena inikah aku dan Ali terikat?
Tapi menurut Aji, Ali tak pandai menggunakan panah dan busur. Aku akan menggunakan tubuh Ali agar tubuhnya bisa menguasai panah. Sebagai balasan karena tubuh inilah yang akan menyelamatkanku untuk bisa kembali ke duniaku.
Tapi yang membuat aku bingung, wanita yang dicintai Ali yang bernama Jenny. Jenny tak menyadari kalau yang di dalam tubuh Ali ini adalah seorang perempuan dan juga seorang putri raja. Jenny memelukku dan menciumku tak sopan, haruskan aku perjuangkan kisah cinta Ali dan Jenny juga?
Di dunia Ali sungguh bebas, perempuan dan laki-laki berpelukan dan membalas ciuman. Sungguh tidak sopan dan tidak beretika. Jika ayahanda dan ibundaku tahu, bisa dihukum rajam rakyat yang seperti ini. Aku tidak bisa memberitahu Jenny kalau di dalam tubuh Ali adalah seorang perempuan, pasti tak akan percaya.
Fatimah, karena keterbatasan ekonomi kedua orang tuanya memutuskan untuk menajdi TKW setelah lulus SMA agar hiasa membiayai kuliahnya, walaupun Fatimah adalah tunggal tetapi tekad kuat agar tidak membebani kedua orang tuanya.
Shella memiliki masalah serius ketika keluarganya mencoba memaksanya untuk menikah dengan pria tua yang mengerikan. Dalam kemarahan, dia menyewa gigolo untuk berakting sebagai suaminya. Dia kira gigolo itu membutuhkan uang dan melakukan ini untuk mencari nafkah. Sedikit yang dia tahu bahwa pria tersebut tidak seperti itu. Suatu hari, dia melepas topengnya dan mengungkapkan dirinya sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Ini menandai awal dari cinta mereka. Pria itu menghujaninya dengan semua yang dia inginkan. Mereka bahagia. Namun, keadaan tak terduga segera menjadi ancaman bagi cinta mereka. Akankah Shella dan suaminya berhasil melewati badai? Cari tahu!
Istriku Lidya yang masih berusia 25 tahun rasanya memang masih pantas untuk merasakan bahagia bermain di luar sana, lagipula dia punya uang. Biarlah dia pergi tanpaku, namun pertanyaannya, dengan siapa dia berbahagia diluar sana? Makin hari kecurigaanku semakin besar, kalau dia bisa saja tak keluar bersama sahabat kantornya yang perempuan, lalu dengan siapa? Sesaat setelah Lidya membohongiku dengan ‘karangan palsunya’ tentang kegiatannya di hari ini. Aku langsung membalikan tubuh Lidya, kini tubuhku menindihnya. Antara nafsu telah dikhianati bercampur nafsu birahi akan tubuhnya yang sudah kusimpan sedari pagi.
Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?
“Aduh!!!” Ririn memekik merasakan beban yang amat berat menimpa tubuhnya. Kami berdua ambruk dia dengan posisi terlentang, aku menindihnya dan dada kami saling menempel erat. Sejenak mata kami bertemu, dadanya terasa kenyal mengganjal dadaku, wajahnya memerah nafasnya memburu, aku merasakan adikku mengeras di balik celana panjang ku, tiba-tiba dia mendesah. “Ahhh, Randy masukin aja!” pekik Ririn.
Cerita ini banyak adegan panas, Mohon Bijak dalam membaca. ‼️ Menceritakan seorang majikan yang tergoda oleh kecantikan pembantunya, hingga akhirnya mereka berdua bertukar keringat.
Raina terlibat dengan seorang tokoh besar ketika dia mabuk suatu malam. Dia membutuhkan bantuan Felix sementara pria itu tertarik pada kecantikan mudanya. Dengan demikian, apa yang seharusnya menjadi hubungan satu malam berkembang menjadi sesuatu yang serius. Semuanya baik-baik saja sampai Raina menemukan bahwa hati Felix adalah milik wanita lain. Ketika cinta pertama Felix kembali, pria itu berhenti pulang, meninggalkan Raina sendirian selama beberapa malam. Dia bertahan dengan itu sampai dia menerima cek dan catatan perpisahan suatu hari. Bertentangan dengan bagaimana Felix mengharapkan dia bereaksi, Raina memiliki senyum di wajahnya saat dia mengucapkan selamat tinggal padanya. "Hubungan kita menyenangkan selama berlangsung, Felix. Semoga kita tidak pernah bertemu lagi. Semoga hidupmu menyenangkan." Namun, seperti sudah ditakdirkan, mereka bertemu lagi. Kali ini, Raina memiliki pria lain di sisinya. Mata Felix terbakar cemburu. Dia berkata, "Bagaimana kamu bisa melanjutkan? Kukira kamu hanya mencintaiku!" "Kata kunci, kukira!" Rena mengibaskan rambut ke belakang dan membalas, "Ada banyak pria di dunia ini, Felix. Selain itu, kamulah yang meminta putus. Sekarang, jika kamu ingin berkencan denganku, kamu harus mengantri." Keesokan harinya, Raina menerima peringatan dana masuk dalam jumlah yang besar dan sebuah cincin berlian. Felix muncul lagi, berlutut dengan satu kaki, dan berkata, "Bolehkah aku memotong antrean, Raina? Aku masih menginginkanmu."