/0/18455/coverbig.jpg?v=461de4ca899be095048ba151eb083bf6)
Arkana menikahi Yasmin atas dasar perjanjian untuk mempertahankan posisinya sebagai sebagai tuan muda. Arkana memang tidak memiliki perasaan apapun terhadap Yasmin yang selalu membuat harinya dipenuhi masalah karena ulahnya yang kekanak-kanakan, ia pun tidak segan membawa kekasihnya yang telah lama ia sembunyikan selama ini. Bahkan Arkana lebih memilih kekasihnya karena rasa cintanya yang teramat besar, dan ia memutuskan pernikahan dengan Yasmin yang sudah terjalin selama delapan bulan. Namun, Arkana lupa jika sentuhannya dengan Yasmin selama ini telah membuat hidupnya buta dengan segala hal sehingga semuanya tidak berjalan semudah itu. Yasmin yang selalu ia anggap polos itu, ternyata menyimpan sebuah rahasia besar darinya. "Kenapa tidak bilang jika kamu hamil?" "Memangnya kenapa? jika aku katakan lebih awal, Tuan tidak jadi menceraikan aku?" "Ya, karena dia darah dagingku. Mana mungkin aku membiarkannya begitu saja, jadi ayo kita rujuk lagi."
"Tuan saya lapar, dari tadi saya dikurung di kamar tanpa makan dan minuman. Tidakkah itu sangat keterlaluan?" Ucap Yasmin dengan wajah cemberut menyilangkan kedua tangannya didada.
Tuan Muda Arkana pewaris dari Amijaya menatap gadis berusia 22 tahun itu dengan tatapan datar.
Yasmin semakin kesal, pasalnya sedari tadi pria di hadapannya telah menculiknya dan tidak mengatakan apapun, seperti... orang bisu.
"Tuan saya lapar," rengek Yasmin menangis memegangi perutnya.
Arkana berdiri dan berkata. "Ikut saya," singkatnya melangkahkan kaki membuka pintu kamar yang tadinya dikunci dari dalam.
Dengan tubuh lemas Yasmin bangkit dari duduknya. Yasmin mengikuti langkah Arkana dengan kaki telanjang tanpa alas menginjak lantai mewah yang terbuat dari marmer, sehingga pantulan dari penampilan Yasmin tampak jelas.
"Sebenarnya Tuan kenapa menculik saya? apa yang Tuan inginkan dari saya? Tuan kan sangat kaya raya." Cerocos Yasmin berusaha menyamakan langkah lebar Arkana.
Yasmin mengepalkan satu tangannya bersiap memukul Arkana dari belakang, namun ia urungkan karena Arkana berbalik masuk ke dalam lift.
Lift itu membawa Yasmin tiba di lantai utama mengantarnya langsung ke bagian dapur. Sambutan para pembantu berbaris menunduk hormat menyambut kedatangan Tuan Muda Arkana dan Yasmin yang mengekor.
"Silahkan Tuan," ujar salah satu pembantu menarik kursi.
Yasmin ikut duduk di samping tuan muda membuat para pelayan itu penasaran padanya, dengan tatapan menelisik penuh penilaian.
Yasmin tidak memperdulikan tatapan mereka, ia segera membalik piring di depannya penuh semangat tidak sabar untuk menyantap makanan lezat di hadapannya.
"Mulai hari ini saya tugaskan bibi Anna untuk mengurus segala keperluannya, termasuk mendidiknya menjadi perempuan dewasa yang berkelas." Ujar Arkana.
Perempuan paruh baya yang di barusan sebut tuan muda, ia menganggukan kepala dengan senyuman tipis memperhatikan Yasmin dan berkata. "Baik tuan," ucapnya.
Yasmin mencicipi semua makan di depannya begitu lahap, mulutnya penuh dengan makanan seperti gelandangan yang sudah lama tidak mendapatkan makan. Ia begitu rakus sampai mulutnya dipenuhi dengan saus tomat.
Tiba-tiba Arkana berdiri dan berkata. "Selesai dia makan, antarkan ke kamar saya."
Ukhuk ukhuk
Yasmin tersedak makanannya, dengan sigap bibi Anna memberikan minum sambil menjawab ucapan tuan muda.
"Baik, tuan." Katanya.
***
Yasmin sangat ragu melangkahkan kaki memasuki kamar tuan muda Arkana begitu luas dan megah. Tetapi bibi Anna memaksa dan mendorongnya masuk.
Kepala Yasmin celingak celinguk mencari sang pemilik kamar, ia berjalan mengendap dengan sandal rumah agar tidak mengeluarkan bunyi ketukan antara sandal dan lantai.
"Sepertinya Aman," katanya tidak menemukan siapapun.
Tanpa izin, Yasmin merebahkan tubuhnya di ranjang king size milik tuan muda. Rasa ngantuk menyerang setelah perutnya terisi penuh.
Kedua matanya baru saja terpejam, tiba-tiba sebuah pergerakan ranjang mengguncang tubuhnya.
"Akhh tuan ngapian di atas?"
Teriakan Yasmin menggelegar, keterkejutannya melihat tuan muda tiba-tiba berada diatas tubuhnya hanya menggunakan piyama terbuka yang memperlihatkan tubuh atletisnya.
Yasmin mengerjapkan matanya beberapa kali, ia melihat pemandangan yang begitu indah menggoda iman sampai ia harus menelan ludahnya sendiri.
"Tugas kamu sekarang adalah melayani saya," kata Arkana merendahkan tubuhnya semakin merapat menyentuh Yasmin.
"Me– me layani? maksudnya me melayani seperti apa?" Ucap Yasmin begitu gugup.
Kedua mata Yasmin membulat sempurna tatakala bibirnya di bungkam dengan cepat oleh pria yang berada di atasnya. Nafasnya terputus-putus berusaha berusaha membebaskan diri dari kurungan tuan muda Arkana.
Bugh.
Bugh.
Bugh.
Yasmin memukul pundak Arkana karena nafasnya hampir habis.
"Huh huh huh, tubuh tuan sangat berat. Saya tidak bisa bernafas huh huh," katanya terengah-engah mengatur nafas.
Arkana tersenyum tipis, ia menyingkir dari atas tubuh gadis itu. Tetapi tangannya tidak pernah diam membelai rambut dan wajah Yasmin dengan lembut.
"Emmh, ini tidak benar Tuan. Tidak sepantasnya Tuan melakukan hal ini dengan saya, tolong pulangkan saya." Pinta Yasmin sambil menggeser tubuhnya menjauhi Arkana.
Terdengar hembusan kasar keluar dari mulut Arkana, kemudian ia menarik tubuh mungil Yasmin memeluk dan mengurungnya dengan erat.
Wajah Yasmin tepat berada di dada bidang keras Arkana, begitu juga kedua telapak tangannya yang secara langsung menyentuh kulit dan otot dada Arkana.
"Ini sudah sepantasnya kita lakukan sejak lama, saya memiliki hak atas dirimu." Jawab Arkana dengan tegas menangkup dagu Yasmin dengan tatapan dalam.
"Maksud Tuan apa? Saya tidak paham." Kata Yasmin dengan kerutan di keningnya.
Tidak ada jawaban. Arkan justru melanjutkan aksinya dengan menciumi leher dan telinga gadis itu dengan kabut gairahnya.
"Hiks... tolong Tuan, hentikan hiks... " tangisan Yasmin pun pecah.
Arkana tidak mengindahkannya, ia terus melanjutkannya sampai melepaskan baju gadis itu hingga terpangpang jelas bra merah pelindung kedua bukit kembar Yasmin.
"Mulai hari ini kamu adalah milik saya," tegas Arkana menatap Yasmin dibanjiri air mata.
Tubuh besar Arkana tidak sebanding dengan kekuatan Yasmin yang kecil. Yasmin hanya bisa menangis menggelengkan kepala menolak semua perlakuan pria yang baru saja dikenalnya, ingin melecehkannya.
"Tuan hiks, salah saya apa? Jika Tuan mencari perempuan yang bisa memberikan kepuasan. Bukan saya orangnya hiks..." balas Yasmin.
"Kamu memang tidak bersalah, tetapi ayahmu yang bersalah. Jadi kamu sebagai tebusannya," ujar Arkana membuat Yasmin terdiam seketika.
Yasmin membalas tatapan Arkana dengan serius, ia menghapus air matanya dan berkata. "Apa kesalahan papi saya?" Katanya dengan gemuruh di dada.
"Dia, sudah membuat kekasih saya meninggal," ujar Arkana penuh penekanan di setiap kalimatnya.
Dengan cepat Yasmin menggelengkan kepala, tidak percaya dengan apa yang diucapkan Arkana yang menuduh papinya.
"Tidak, papi bukan pembunuh. Tuan pasti salah orang, tidak mungkin papi saya melakukan hal keji seperti itu." Bantah Yasmin dengan cepat.
Arkana kembali membuang nafas kasar, ia semakin merapatkan tubuhnya kembali mencium Yasmin yang terus memberontak memukul dan mencakar punggungnya.
Untuk pertama kalinya, tangisan Yasmin menjadi hiasan malam yang panas dalam kamar tuan muda Arkana, sampai terdengar oleh bibi Anna.
Perempuan paruh baya itu dengan sengaja menunggu didepan pintu kamar tuan muda, ia mengkhawatirkan keadaan gadis yang baru di bawa tuannya.
"Satu hal lagi yang harus kamu tahu," ujar Arkana dengan nafas terengah-engah menatap Yasmin yang berada di bawahnya.
Penampilan Yasmin sudah acak-acakan dengan wajah merah penuh air mata, ia menatap marah Arkana dengan kedua pergelangan tangan di cekal di atas kepalanya.
Nafasnya yang memburu, tidak sanggup lagi memberontak.
"Kamu adalah istri saya, jadi sepantasnya malam ini kamu melayani saya layaknya seorang istri melayani suaminya." Ujar Arkana kembali merunduk menciumi leher Yasmin.
Sejenak Yasmin terdiam. Kemudian ia merasakan sakit di leher karena gigitan Arkana menyadarkan lamunannya.
"Tidak, kau pembohong... aku tidak percaya sialan... Aku belum menikah dan aku tidak mau punya suami tua sepertimu," teriak Yasmin penuh membara.
Bersambung...
Yasmin gadis berusia 20 tahun terpaksa harus menikah dengan seorang duda kaya raya agar perusahaan orang tuanya tidak jatuh bangkrut, bahkan gadis itu harus menerima sebuah perjanjian kontrak. "Kamu pilih Vira atau Anggara? jika kamu pilih lelaki itu, itu artinya pernikahan kita hanya sampai disini." ujar Galih. "Bukankah dari awal perinkahan kita hanya sebuah kontrak? kamu bisa mengakhirinya sesuka hati, tapi kenapa sekarang kamu justru memberikanku pilihan? aku menyayangi Vira seperti anakku sendiri, tapi Anggara... " Yasmin tidak sanggup lagi untuk lanjukan perkataannya karena menangis. Galih memalingkan wajahnya, kedua tangannya terkepal saat melihat istrinya lebih memilih pria itu ketimbang putrinya. Itu artinya sudah tidak ada lagi harapan bagi rumah tangganya dengan Yasmin. "Mulai sekarang jangan pernah temui Vira lagi, dan aku tidak akan pernah mengizinkan kamu menemuinya untuk selamanya. Karena kamu bukan siapa-siapanya," kata Galih dengan tegas. Yasmin segera menggelengkan kepala dengan linanganang air mata, ia meraih lengan Galih dan berkata. "Tidak, dia anakku, aku adalah ibunya hiks aku-" "Kamu bukan ibunya, skarang juga aku talak kamu Yamsmin." Deg.
Setelah menyembunyikan identitas aslinya selama tiga tahun pernikahannya dengan Kristian, Arini telah berkomitmen sepenuh hati, hanya untuk mendapati dirinya diabaikan dan didorong ke arah perceraian. Karena kecewa, dia bertekad untuk menemukan kembali jati dirinya, seorang pembuat parfum berbakat, otak di balik badan intelijen terkenal, dan pewaris jaringan peretas rahasia. Sadar akan kesalahannya, Kristian mengungkapkan penyesalannya. "Aku tahu aku telah melakukan kesalahan. Tolong, beri aku kesempatan lagi." Namun, Kevin, seorang hartawan yang pernah mengalami cacat, berdiri dari kursi rodanya, meraih tangan Arini, dan mengejek dengan nada meremehkan, "Kamu pikir dia akan menerimamu kembali? Teruslah bermimpi."
Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?
Kayla Herdian kembali ke masa lalu dan terlahir kembali. Sebelumnya, dia ditipu oleh suaminya yang tidak setia, dituduh secara salah oleh seorang wanita simpanan, dan ditindas oleh mertuanya, yang membuat keluarganya bangkrut dan membuatnya menggila! Pada akhirnya, saat hamil sembilan bulan, dia meninggal dalam kecelakaan mobil, sementara pelakunya menjalani hidup bahagia. Kini, terlahir kembali, Kayla bertekad untuk membalas dendam, berharap semua musuhnya masuk neraka! Dia menyingkirkan pria yang tidak setia dan wanita simpanannya, membangun kembali kejayaan keluarganya sendirian, membawa Keluarga Herdian ke puncak dunia bisnis. Namun, dia tidak menyangka bahwa pria yang dingin dan tidak terjangkau di kehidupan sebelumnya akan mengambil inisiatif untuk merayunya: "Kayla, aku tidak punya kesempatan di pernikahan pertamamu, sekarang giliranku di pernikahan kedua, oke?"
Setelah tiga tahun menikah yang penuh rahasia, Elsa tidak pernah bertemu dengan suaminya yang penuh teka-teki sampai dia diberikan surat cerai dan mengetahui suaminya mengejar orang lain secara berlebihan. Dia tersentak kembali ke dunia nyata dan bercerai. Setelah itu, Elsa mengungkap berbagai kepribadiannya: seorang dokter terhormat, agen rahasia legendaris, peretas ulung, desainer terkenal, pengemudi mobil balap yang mahir, dan ilmuwan terkemuka. Ketika bakatnya yang beragam diketahui, mantan suaminya diliputi penyesalan. Dengan putus asa, dia memohon, "Elsa, beri aku kesempatan lagi! Semua harta bendaku, bahkan nyawaku, adalah milikmu."
Yasmin gadis berusia 20 tahun terpaksa harus menikah dengan seorang duda kaya raya agar perusahaan orang tuanya tidak jatuh bangkrut, bahkan gadis itu harus menerima sebuah perjanjian kontrak. "Kamu pilih Vira atau Anggara? jika kamu pilih lelaki itu, itu artinya pernikahan kita hanya sampai disini." ujar Galih. "Bukankah dari awal perinkahan kita hanya sebuah kontrak? kamu bisa mengakhirinya sesuka hati, tapi kenapa sekarang kamu justru memberikanku pilihan? aku menyayangi Vira seperti anakku sendiri, tapi Anggara... " Yasmin tidak sanggup lagi untuk lanjukan perkataannya karena menangis. Galih memalingkan wajahnya, kedua tangannya terkepal saat melihat istrinya lebih memilih pria itu ketimbang putrinya. Itu artinya sudah tidak ada lagi harapan bagi rumah tangganya dengan Yasmin. "Mulai sekarang jangan pernah temui Vira lagi, dan aku tidak akan pernah mengizinkan kamu menemuinya untuk selamanya. Karena kamu bukan siapa-siapanya," kata Galih dengan tegas. Yasmin segera menggelengkan kepala dengan linanganang air mata, ia meraih lengan Galih dan berkata. "Tidak, dia anakku, aku adalah ibunya hiks aku-" "Kamu bukan ibunya, skarang juga aku talak kamu Yamsmin." Deg.
"Jodoh itu rahasia Allah. Allah pertemukan kita pada orang yang salah pada awalnya dan mempertemukan kita dengan jodoh yang sesuai pada akhirnya. Itulah tanda Allah sayang pada hamba-Nya." Ini kisah tentang Sabrina. Seorang gadis yang selalu menyelipkan nama seseorang dalam doanya. Berharap bahwa nama itulah yang akan menjadi imamnya kelak. Namun takdir berkata lain saat sang ayah memintanya untuk menikah dengan seorang lelaki bernama Agam. Ya. Sabrina dan Agam. Dua orang yang sebelumnya tidak saling mengenal. Namun dipaksa saling mencintai karena sebuah ikatan yang bernama pernikahan. Pada akhirnya, bisakah Sabrina melupakan masa lalunya dan mulai mencintai Agam? ***** Kepoin instagram author juga : @iney_calysta