/0/15393/coverbig.jpg?v=20231112003113)
Ini bermula ketika Alena melakukan kesalahan yang sangat besar. Kesalahan tersebut ternyata ada hubungannya dengan hilangnya Sely. Revan, sebagai pacarnya Sely mencurigai jika Alena melakukan sesuatu pada Sely hingga pacarnya tersebut hilang beberapa hari lamanya. Di sisi lain, semenjak hilangnya Sely, Alena terus diganggu oleh makhluk halus yang wajahnya menyerupai dengan Sely. Bahkan hari-harinya juga harus dirundung ketakutan dikarenakan ada seseorang yang terus mengejarnya. Alena dituntut untuk bertanggung jawab atas hilangnya Sely. Bintang, salah satu teman Alena juga turut membantunya menyelesaikan misteri yang ada di kehidupan Alena. Dengan keistimewaan yang dimilikinya, Bintang dengan mudahnya mencari jalan keluar. Namun, ada sesuatu yang masih menghantuinya. Ini bukan tentang Alena saja, ini juga tentang kakaknya. Ferdian. Dia juga diganggu oleh arwah Ayu karena ingin balas dendam.
Aku terbangun di tempat yang gelap. Perlahan aku berdiri dan berusaha mencari benda apa pun asal bisa dipegang. Aku tersenyum lega ketika menemukan seberkas cahaya yang tak jauh dariku. Ternyata aku hanya menemukan sebuah bangku panjang di mana cahaya itu berada. Tanpa ragu, aku duduk di bangku tersebut. Tak bosan-bosan, aku kembali melihat ke sana ke mari. Semuanya hitam dan kosong. Kecuali bangku yang kududuki, di sampingnya terdapat lampu kecil yang terpasang di tiang.
Apakah aku sudah mati?
Itulah yang terlintas di benakku. Pasalnya aku sama sekali tidak mengetahui tempat apa ini. Bahkan aku sama sekali tidak bisa mengingat kejadian sebelumnya. Semua isi kepalaku seakan menghilang begitu saja. Seperti sobekan kertas yang terhempas oleh angin. Jika aku benar-benar mati, ampunilah segala kesalahanku semasa hidup.
Tak terasa air mata menetes di pipiku. Takut berada di tempat asing seorang diri. Selalu saja, hatiku menjerit-jerit meminta tolong kepada siapa pun. Jika aku benar-benar berteriak, apakah mungkin ada yang menolongku? Aku kira tidak. Tak ada seorang pun yang lalu lalang melewatiku. Hanya ada diriku yang tengah duduk dengan kaki gemetar. Mataku tak sengaja melihat seekor serangga hinggap di bajuku. Saat itu juga aku terkejut.
Pakaian apa yang kupakai?
Bukannya mengusir serangga yang hinggap. Malah aku ngeri melihat pakaian yang
kukenakan. Baju terusan putih sampai menutupi kaki. Atau jangan-jangan aku tidak mempunyai anggota gerak bawah? Kusingkap pakaian putihku itu dengan hati berdebar.
Lega, ternyata aku masih mempunyai kaki.
Tiba-tiba saja aku mencium bau harum bunga melati, dan saat itu juga angin berembus sangat kencang. Tidak sengaja aku melihat sekelebat bayangan hitam mendekat ke arahku.
Mengulurkan kedua tangannya ke depan. Seperti hendak mencekik seseorang. Aku pun
mencoba menutup mata. Takut dengan apa yang baru saja kulihat. Semoga saja, dia tidak
berniat jahat kepadaku. Disaat aku mencoba membuka mata, dari celah-celah jariku aku
melihat bayangan itu semakin mendekat dan berdiri tepat di sampingku.
"Akhirnya dendamku terbalas sudah."
Suara itu terdengar lembut dari sampingku. Anehnya, bayangan tersebut sudah hilang entah ke mana.
"ke mana dia?"
Seberkas cahaya membuat silau mataku. Brukkk ... Bukan tubuhku yang jatuh, melainkan
benda yang berada di dekatku. Mataku membulat, mendapati tubuhku sudah tidak berada di tempat yang gelap dan menyeramkan itu lagi. Sekarang aku berada di depan rumah bercat kuning. Aku sangat kenal dengan rumah ini. Rumah yang memberiku suka duka bersama keluarga.
Aku mengerjap mata sebentar. Merasa aneh, ketika aku mengingat semuanya. Padahal
sebelumnya, aku sama sekali tidak mengingat apa pun. Aku pun telah mengingat apa yang
kulakukan sebelum terjebak di tempat yang asing. Seseorang yang seumuranku terus
menerorku.
Aku berdiri dan menyaksikan keadaan rumahku. Ada yang aneh, kenapa rumahku didatangi banyak orang? Berpakaian serba hitam semua lagi. Orang-orang yang berkunjung ke rumahku tersebut menitikkan air mata dan selalu menatap ke satu arah. Yaitu dalam rumah. Dilihat dari ciri-ciri mereka, sudah dipastikan ada yang meninggal dunia. Tapi siapa yang meninggal?
Lamat-lamat aku melihat temanku, Rani. Dia duduk bersandar pada bahu seseorang, yang
tidak lain ialah pacarnya. Tapi ada yang berbeda dengannya. Rani menangis? Untuk siapa?
Tanpa ragu, kuhampiri Rani yang duduk di kursi halaman rumah. Berulang kali kupanggil
namanya. Bahkan aku berteriak kencang. Namun, tidak ada sahutan dari Rani. Seakan dia
tidak menyadari keberadaanku. Padahal jelas-jelas aku berdiri di dekatnya. Dia malah asyik menangis di sandaran Bayu. Aku menghembuskan napas kasar. Geram karena Rani tidak merespons panggilanku.
Terpaksa kupegang bahunya. Bukan. Aku bukan memegangnya, melainkan menembusnya.
Ini tidak mungkin. Apa aku sudah mati? Mataku menyapu sekeliling hingga berakhir di ruang tamu. Aku segera berlari ke sana. Sungguh terkejutnya diriku mendapati keadaan yang berada di dalam rumahku. Menurutku kejadian ini lebih menyeramkan dari pada sebelumnya.
Kulihat mamaku tengah menangis di pelukan sang papa. Bukan itu yang membuatku terkejut. Aku merinding ketika mendapati tubuhku sendiri terbaring kaku di lantai yang tertutup kain putih. Jadi benar aku sudah mati. Aku terduduk, menangis sekencang-kencangnya yang tak mungkin akan didengar oleh orang lain. Sungguh menyedihkan.
Bahkan aku masih berumur enam belas tahun, akan merasakan hal seperti ini?
Selama meratapi nasibku, aku baru menyadari ada seseorang yang menatapku dengan senang. Dia yang tengah duduk di paling pojok kiri. Anehnya, orang-orang yang berada di dekatnya seperti tidak menyadari orang itu. Sekarang aku baru menyadarinya kalau dia memang benar-benar sudah tidak ada atau bukan manusia lagi.
Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?
ADULT HOT STORY 🔞🔞 Kumpulan cerpen un·ho·ly /ˌənˈhōlē/ adjective sinful; wicked. *** ***
Kulihat ada sebuah kamera dengan tripod yang lumayan tinggi di samping meja tulis Mamih. Ada satu set sofa putih di sebelah kananku. Ada pula pintu lain yang tertutup, entah ruangan apa di belakang pintu itu. "Umurmu berapa ?" tanya Mamih "Sembilanbelas, " sahutku. "Sudah punya pengalaman dalam sex ?" tanyanya dengan tatapan menyelidik. "Punya tapi belum banyak Bu, eh Mam ... " "Dengan perempuan nakal ?" "Bukan. Saya belum pernah menyentuh pelacur Mam. " "Lalu pengalamanmu yang belum banyak itu dengan siapa ?" "Dengan ... dengan saudara sepupu, " sahutku jujur. Mamih mengangguk - angguk sambil tersenyum. "Kamu benar - benar berniat untuk menjadi pemuas ?" "Iya, saya berminat. " "Apa yang mendorongmu ingin menjadi pemuas ?" "Pertama karena saya butuh uang. " "Kedua ?" "Kedua, karena ingin mencari pengalaman sebanyak mungkin dalam soal sex. " "Sebenarnya kamu lebih tampan daripada Danke. Kurasa kamu bakal banyak penggemar nanti. Tapi kamu harus terlatih untuk memuaskan birahi perempuan yang rata - rata di atas tigapuluh tahun sampai limapuluh tahunan. " "Saya siap Mam. " "Coba kamu berdiri dan perlihatkan punyamu seperti apa. " Sesuai dengan petunjuk Danke, aku tak boleh menolak pada apa pun yang Mamih perintahkan. Kuturunkan ritsleting celana jeansku. Lalu kuturunkan celana jeans dan celana dalamku sampai paha.
Seorang gadis SMA bernama Nada dipaksa untuk menyusui pria lumpuh bernama Daffa. Dengan begitu, maka hidup Nada dan neneknya bisa jadi lebih baik. Nada terus menyusui Daffa hingga pria itu sembuh. Namun saat Nada hendak pergi, Daffa tak ingin melepasnya karena ternyata Daffa sudah kecanduan susu Nada. Bagaimana kelanjutan kisahnya?
BERISI ADEGAN HOT++ Leo pria tampan dihadapan dengan situasi sulit, calon mertuanya yang merupakan janda meminta syarat agar Leo memberikan kenikmatan untuknya. Begitu juga dengan Dinda, tanpa sepengetahuan Leo, ternyata ayahnya memberikan persyaratan yang membuat Dinda kaget. Pak Bram yang juga seorang duda merasa tergoda dengan Dinda calon menantunya. Lantas, bagaimana dengan mereka berdua? Apakah mereka akan menerima semua itu, hidup saling mengkhianati di belakang? Atau bagaimana? CERITA INI SERU BANGET... WAJIB KAMU KOLEKSI DAN MEMBACANYA SAMPAI SELESAI !!