/0/9735/coverbig.jpg?v=d2abb30fbe9684a2b79ffdcee5d45d68)
Robert usia 37 tahun dan istrinya Anne berusia 30 tahun. Mereka berniat membeli rumah di daerah pedesaan, karena rumah keluarga Antonio ini lumayan besar dan cukup menampung anak anak panti yang dia rawat. Oleh sebab itu Robet memutuskan memboyong semua penghuni panti untuk tinggal di Rumah yang baru saja dia beli dari Mr.Antonio . Awal-awal perpindahan tempat tinggal berjalan seperti semestinya, tapi siapa mengira bahwa setelah 7 hari mereka menempati rumah baru banyak sekali hal ganjil yang terjadi. Entah dari tata letak prabotan yang berubah atau anak panti yang sakit bergiliran. Anne berinisiatif mencari tau asal usul rumah keluarga Antonio. Ane mencoba berkenalan kepada tetangga baru mereka, akan tetapi semua orang nampak tidak ingin berurusan dengan Mr.Antonio. Hingga pada suatu pagi tidak sengaja Robert bertemu kawan lamanya yaitu James, James menceritakan kisah tentang rumah yang ia beli. Ternyata pemilik rumah yang sebenarnya adalah Nyonya Isabele. Setelah mengetahui kebenaran tentang rumah yang Robert tempati teror demi teror melanda kediaman Robert dan Anne. Sosok penampakan gadis kecil di percaya masyarakat adalah sosok dari Sizuki Urai. Kejadian itu terjadi kepada setiap orang yang berani memasuki ruangan bawah tanah, teror demi teror akan selalu datang setelahnya. Tidak jarang teror itu mengakibatkan banyak yang menjadi korban jiwa. Sizuki urai tak henti meneror seluruh masyarakat sekitar, sebelum jasadnya ditemukan dia akan selalu mengganggu seluruh warga. Sizuki Urai selalu menjerit dengan mengucapkan kalimat, "This is my house."
Robert Adam adalah seorang pemilik panti asuhan , Robert memiliki istri yang bernama Anne . Jarak usia Robet dan Anne memang terpaut jauh , Robert berusia 37 tahun dan Anne berusia 30 tahun .Kedua pasangan ini baru memiliki 1 anak yang bernama Peter Adam , Usia anak mereka 9 tahun . Dalam panti naungan Robert dia memiliki 75 anak panti yang di besarkan dan dirawat di panti asuhan.
Hingga suatu malam Robert mencoba berbicara dengan istrinya , Robert ingin meminta izin istrinya untuk membeli rumah yang lebih besar karena rumah yang dihuni untuk saat ini sudah tidak layak untuk menghidupi 75 anak panti asuhan . Anak - anak disini berasal dari anak anak yang dibuang oleh orang tuanya , ada juga anak yang memang yatim piatu sedari lahir .
Tidak hanya anak dari negara asal kami ,tetapi banyak juga anak yang berasal dari luar Negeri .
" Ane , apa sebaiknya kita mencari rumah lebih besar ? " Tanya Robert kepada istrinya saat ini .
"Sepertinya kita memang harus segera memikirkan hal ini ." Ucap Anne seraya menyetujui tawaran suaminya .
" Kita cari rumah besar di daerah Pedesaan , mungkin harganya akan lebih murah dibandingkan di Kota ." Sambung Robert dengan ucapan yang sangat hati hati kepada Anne istrinya .
" Baiklah besok mungkin kita harus segera mencari , agar kita segera pindah dari rumah ini "
" Rumah ini sudah tidak menampung anak anak yang semakin bertambah di panti ini " Ucap Anne seraya mengisik matanya karena telah mulai mengantuk .
" Sepertinya kamu lelah hari ini , tidurlah besok kita bicara kembali " Ujar Robert .
Kami berdua pun segera tidur untuk beristirahat dan segera memejamkan mata .
Keesokan harinya ,
Pagi hari ini cuaca sedikit buruk sepertinya , angin kencang dan hujan menghiasi pagi hari ini.
Sebagian anak panti yang berusia 17 tahun membantu Anne untuk memasak makanan untuk sarapan. Sebagian besar anak disini berusia 3 bulan sampai usia 20 tahun . Selepas usia 20 tahun biasanya mereka sudah bekerja bahkan ada yang sudah menikah lalu mereka meninggalkan panti ini .
" Sayang , lihat ini ! ada iklan penjualan properti "
Ucap Anne kepada Robert
" Wah harga lumayan murah dan sangat besar , coba aku lihat kontak penjualnya " Robert mengambil koran yang Anne pegang saat ini .
" Nah itu dia ada " Sahut Anne yang menunjuk no ponsel yang tertulis disana .
Terlihat ada tulisan Mr.Antonio dengan tercantum nomor ponsel di bagian bawah iklan tersebut .
" Oke baiklah akan ku hubungi dan segera membelinya , barangkali ini rezeki untuk anak panti kita " Sahut Robert yang sangat senang dengan rumah sebesar itu hanya di jual 100 juta.
Tanpa memikirkan apa sebabnya rumah mewah itu di jual murah , Robert segera menghubungi kontak tersebut.
Robert menggapai ponselnya lalu ia menghubungi Mr.Antonio dengan bermodalkan nomor ponsel yang tercantum pada iklan .
" Hallo , selamat pagi ! " Ucap Robert saat ini
" Hallo selamat pagi , dengan Antonio disini . Ada keperluan apa anda menghubungi saya ? " Tanya Antonio saat ini kepadaku saat ini .
" Kami melihat iklan di koran tentang penjualan rumah besar dengan harga murah , saya bermaksud membelinya pak " Ujar Robert tanpa basa basi kepada sang pemilik rumah .
" Kebetulan masih ada pak , mau kapan bapak melihat rumah " Tanya Antonio kepada Robert .
" Besok pak ! Besok saya kesana " Sahut Robert dalam panggilan ponselnya saat ini .
" Oke alamat lengkap aku kirim via chat , sampai bertemu besok pak " Seru Antonio yang saat ini menimpali ucapan kepadaku .
" Oke baik "Ucap Robert kepada Antonio dalam panggilan posel saat ini .
" Tut tut tut " Suara panggilan ponsel yang saat ini terputus .
Robert langsung menghampiri istrinya yang saat ini sedang menyuapi Naura , Naura adalah bayi usia 8 bulan yang di temukan di sebuah gudang tua yang sengaja dibuang oleh ibunya .
" Nauraaa , cepat habiskan " Ucap Anne pada naura yang memang sanggat kami sayangi
" Aaa aaa ,aammm " Suara Naura menyantap makanan yang saat ini disuapi oleh Anne .
Ucap Anne yang asjk menyuapi Naura.
"Sayang besok mau ikut ? " Ucap Robert
" Kemana sayang " Tanya Anne saat ini kepada Robert yang memang sangat sekali membeli Rumah yang lebih luas .
" Melihat rumah tadi , jika kita merasa cocok aku berniat langsung membayarnya " Ucap Robert yang saat ini mendiskusikan perihal Rumah kepada istrinya Anne .
" Baik , aku ikut " Ucap Anne .
Sesaat setelah kami berbincang bincang tibalah Arnold anak panti berusia 9 tahun ya persis seusia anak kami .Arnold anak yang periang , dia tampan betambut ikal dan berkulit putih . Kami tidak pernah membedakan anak manapun di panti , semua sama kami anggap selayaknya anak sendiri . Semua anak disini memiliki kisah pilu tersendiri, akan tetapi yang paling memilukan adalah Naura . Naura bayi yang sangat cantik , parasnya seperti boneka berkulit putih bermata sipit .
Awalnya pernikahan itu baik-baik saja. Semua menjadi hangat, luka akibat masa lalu Ainayya Hikari Salvina sedikit demi sedikit mulai sembuh. Tapi pernikahan hangat itu tiba-tiba diterpa gelombang. Menghancurkan sebuah kepercayaan dan membuatnya meninggalkan rumah yang sudah mengajarkan arti sebuah keluarga harmonis. Lalu mampukah Albara Demian Dominic sang pelaku kehancuran tersebut memperbaiki rumah tangga yang sudah membuatnya sembuh dari kejadian di masa lalu? Bisakah Albara mengobati luka yang dia berikan pada istrinya? Mari kita lihat bagaimana perjalanan Albara dalam mengejar cinta istrinya kembali.
Julita diadopsi ketika dia masih kecil -- mimpi yang menjadi kenyataan bagi anak yatim. Namun, hidupnya sama sekali tidak bahagia. Ibu angkatnya mengejek dan menindasnya sepanjang hidupnya. Julita mendapatkan cinta dan kasih sayang orang tua dari pelayan tua yang membesarkannya. Sayangnya, wanita tua itu jatuh sakit, dan Julita harus menikah dengan pria yang tidak berguna, menggantikan putri kandung orang tua angkatnya untuk memenuhi biaya pengobatan sang pelayan. Mungkinkah ini kisah Cinderella? Tapi pria itu jauh dari seorang pangeran, kecuali penampilannya yang tampan. Erwin adalah anak haram dari keluarga kaya yang menjalani kehidupan sembrono dan nyaris tidak memenuhi kebutuhan. Dia menikah untuk memenuhi keinginan terakhir ibunya. Namun, pada malam pernikahannya, dia memiliki firasat bahwa istrinya berbeda dari apa yang dia dengar tentangnya. Takdir telah menyatukan kedua orang itu dengan rahasia yang dalam. Apakah Erwin benar-benar pria yang kita kira? Anehnya, dia memiliki kemiripan yang luar biasa dengan orang terkaya yang tak tertandingi di kota. Akankah dia mengetahui bahwa Julita menikahinya menggantikan saudara perempuannya? Akankah pernikahan mereka menjadi kisah romantis atau bencana? Baca terus untuk mengungkap perjalanan Julita dan Erwin.
Dimasa lalu dia tidak jadi menikah dengan kekasihnya karena jebakan seorang perempuan yang adalah teman baiknya hingga dia harus terjebak pernikahan yang tidak dia inginkan, dimasa kini siapa sangka dia bertemu dengan gadis yang mirip dengan mantan kekasihnya, tanpa sengaja terlibat skandal one night stand dan tanpa di duga rupanya itu adalah putri mantan kekasihnya. bagaimana kelanjutan hubungan mereka? apakah restu akan mereka kantongi untuk menuju ke jenjang yang lebih serius?
WARNING 21+‼️ (Mengandung adegan dewasa) Di balik seragam sekolah menengah dan hobinya bermain basket, Julian menyimpan gejolak hasrat yang tak terduga. Ketertarikannya pada Tante Namira, pemilik rental PlayStation yang menjadi tempat pelariannya, bukan lagi sekadar kekaguman. Aura menggoda Tante Namira, dengan lekuk tubuh yang menantang dan tatapan yang menyimpan misteri, selalu berhasil membuat jantung Julian berdebar kencang. Sebuah siang yang sepi di rental PS menjadi titik balik. Permintaan sederhana dari Tante Namira untuk memijat punggung yang pegal membuka gerbang menuju dunia yang selama ini hanya berani dibayangkannya. Sentuhan pertama yang canggung, desahan pelan yang menggelitik, dan aroma tubuh Tante Namira yang memabukkan, semuanya berpadu menjadi ledakan hasrat yang tak tertahankan. Malam itu, batas usia dan norma sosial runtuh dalam sebuah pertemuan intim yang membakar. Namun, petualangan Julian tidak berhenti di sana. Pengalaman pertamanya dengan Tante Namira bagaikan api yang menyulut dahaga akan sensasi terlarang. Seolah alam semesta berkonspirasi, Julian menemukan dirinya terjerat dalam jaring-jaring kenikmatan terlarang dengan sosok-sosok wanita yang jauh lebih dewasa dan memiliki daya pikatnya masing-masing. Mulai dari sentuhan penuh dominasi di ruang kelas, bisikan menggoda di tengah malam, hingga kehangatan ranjang seorang perawat yang merawatnya, Julian menjelajahi setiap tikungan hasrat dengan keberanian yang mencengangkan. Setiap pertemuan adalah babak baru, menguji batas moral dan membuka tabir rahasia tersembunyi di balik sosok-sosok yang selama ini dianggapnya biasa. Ia terombang-ambing antara rasa bersalah dan kenikmatan yang memabukkan, terperangkap dalam pusaran gairah terlarang yang semakin menghanyutkannya. Lalu, bagaimana Julian akan menghadapi konsekuensi dari pilihan-pilihan beraninya? Akankah ia terus menari di tepi jurang, mempermainkan api hasrat yang bisa membakarnya kapan saja? Dan rahasia apa saja yang akan terungkap seiring berjalannya petualangan cintanya yang penuh dosa ini?
Cerita tentang kehidupan di kota kecil, walau tak terlalu jauh dari kota besar. Ini juga cerita tentang Kino, seorang pria yang menjalani masa remaja, menembus gerbang keperjakaannya, dan akhirnya tumbuh sebagai lelaki matang. Pada masa awal inilah, seksualitas dan sensualitas terbentuk. Dengan begitu, ini pula kisah tentang the coming of age yang kadang-kadang melodramatik. Kino tergolong pemuda biasa seperti kita-kita semua. Apa yang dialaminya merupakan kejadian biasa, dan bisa terjadi pada siapa saja, karena merupakan kelumrahan belaka. Tetapi, kita tahu ada banyak kelumrahan yang kita sembunyikan dengan seksama. Namun Kino mempunyai hal yang menarik yang dalam cerita ini lebih menarik dari cerita fenomenal lainnya.
Kedua orang yang memegangi ku tak mau tinggal diam saja. Mereka ingin ikut pula mencicipi kemolekan dan kehangatan tubuhku. Pak Karmin berpindah posisi, tadinya hendak menjamah leher namun ia sedikit turun ke bawah menuju bagian dadaku. Pak Darmaji sambil memegangi kedua tanganku. Mendekatkan wajahnya tepat di depan hidungku. Tanpa rasa jijik mencium bibir yang telah basah oleh liur temannya. Melakukan aksi yang hampir sama di lakukan oleh pak Karmin yaitu melumat bibir, namun ia tak sekedar menciumi saja. Mulutnya memaksaku untuk menjulurkan lidah, lalu ia memagut dan menghisapnya kuat-kuat. "Hhss aahh." Hisapannya begitu kuat, membuat lidah ku kelu. Wajahnya semakin terbenam menciumi leher jenjangku. Beberapa kecupan dan sesekali menghisap sampai menggigit kecil permukaan leher. Hingga berbekas meninggalkan beberapa tanda merah di leher. Tanganku telentang di atas kepala memamerkan bagian ketiak putih mulus tanpa sehelai bulu. Aku sering merawat dan mencukur habis bulu ketiak ku seminggu sekali. Ia menempelkan bibirnya di permukaan ketiak, mencium aroma wangi tubuhku yang berasal dari sana. Bulu kudukku sampai berdiri menerima perlakuannya. Lidahnya sudah menjulur di bagian paling putih dan terdapat garis-garis di permukaan ketiak. Lidah itu terasa sangat licin dan hangat. Tanpa ragu ia menjilatinya bergantian di kiri dan kanan. Sesekali kembali menciumi leher, dan balik lagi ke bagian paling putih tersebut. Aku sangat tak tahan merasakan kegelian yang teramat sangat. Teriakan keras yang tadi selalu aku lakukan, kini berganti dengan erangan-erangan kecil yang membuat mereka semakin bergairah mengundang birahiku untuk cepat naik. Pak Karmin yang berpindah posisi, nampak asyik memijat dua gundukan di depannya. Dua gundukan indah itu masih terhalang oleh kaos yang aku kenakan. Tangannya perlahan menyusup ke balik kaos putih. Meraih dua buah bukit kembarnya yang terhimpit oleh bh sempit yang masih ku kenakan. .. Sementara itu pak Arga yang merupakan bos ku, sudah beres dengan kegiatan meeting nya. Ia nampak duduk termenung sembari memainkan bolpoin di tangannya. Pikirannya menerawang pada paras ku. Lebih tepatnya kemolekan dan kehangatan tubuhku. Belum pernah ia mendapati kenikmatan yang sesungguhnya dari istrinya sendiri. Kenikmatan itu justru datang dari orang yang tidak di duga-duga, namun sayangnya orang tersebut hanyalah seorang pembantu di rumahnya. Di pikirannya terlintas bagaimana ia bisa lebih leluasa untuk menggauli pembantunya. Tanpa ada rasa khawatir dan membuat curiga istrinya. "Ah bagaimana kalau aku ambil cuti, terus pergi ke suatu tempat dengan dirinya." Otaknya terus berputar mencari cara agar bisa membawaku pergi bersamanya. Hingga ia terpikirkan suatu cara sebagai solusi dari permasalahannya. "Ha ha, masuk akal juga. Dan pasti istriku takkan menyadarinya." Bergumam dalam hati sembari tersenyum jahat. ... Pak Karmin meremas buah kembar dari balik baju. "Ja.. jangan.. ja. Ngan pak.!" Ucapan terbata-bata keluar dari mulut, sembari merasakan geli di ketiakku. "Ha ha, tenang dek bapak gak bakalan ragu buat ngemut punyamu" tangan sembari memelintir dua ujung mungil di puncak keindahan atas dadaku. "Aaahh, " geli dan sakit yang terasa di ujung buah kembarku di pelintir lalu di tarik oleh jemarinya. Pak Karmin menyingkap baju yang ku kenakan dan melorotkan bh sedikit kebawah. Sayangnya ia tidak bisa melihat bentuk keindahan yang ada di genggaman. Kondisi disini masih gelap, hanya terdengar suara suara yang mereka bicarakan. Tangan kanan meremas dan memelintir bagian kanan, sedang tangan kiri asyik menekan kuat buah ranum dan kenyal lalu memainkan ujungnya dengan lidah lembut yang liar. Mulutnya silih berganti ke bagian kanan kiri memagut dan mengemut ujung kecil mungil berwarna merah muda jika di tempat yang terang. "Aahh aahh ahh," nafasku mulai tersengal memburu. Detak jantungku berdebar kencang. Kenikmatan menjalar ke seluruh tubuh, mendapatkan rangsangan yang mereka lakukan. Tapi itu belum cukup, Pak Doyo lebih beruntung daripada mereka. Ia memegangi kakiku, lidahnya sudah bergerak liar menjelajahi setiap inci paha mulus hingga ke ujung selangkangan putih. Beberapa kali ia mengecup bagian paha dalamku. Juga sesekali menghisapnya kadang menggigit. Lidahnya sangat bersemangat menelisik menjilati organ kewanitaanku yang masih tertutup celana pendek yang ia naikkan ke atas hingga selangkangan. Ujung lidahnya terasa licin dan basah begitu mengenai permukaan kulit dan bulu halusku, yang tumbuhnya masih jarang di atas bibir kewanitaan. Lidahnya tak terasa terganggu oleh bulu-bulu hitam halus yang sebagian mengintip dari celah cd yang ku kenakan. "Aahh,, eemmhh.. " aku sampai bergidik memejam keenakan merasakan sensasi sentuhan lidah di berbagai area sensitif. Terutama lidah pak Doyo yang mulai berani melorotkan celana pendek, beserta dalaman nya. Kini lidah itu menari-nari di ujung kacang kecil yang menguntit dari dalam. "Eemmhh,, aahh" aku meracau kecil. Tubuhku men