/0/7209/coverbig.jpg?v=44d4a59c85f180de217fc8b63799414f)
Kanaya adalah seorang mahasiswi semester 5 yang nekat memiliki hubungan asmara dengan seorang CEO bernama Galih. Pria berusia 40 tahun yang sudah menikah dan memiliki dua orang putri. Galih jatuh cinta pada Kanaya pada pandangan pertamanya ketika bertemu dengan gadis itu. Ditengah pertengkaran hebatnya dengan istrinya, Galih kehilangan akal sehat. Dia merenggut keperawanan kekasih gelapnya itu, hingga membuat kekasihnya hamil. Namun sial, Kanaya tak mau menggugurkan kandungannya. Keputusan Kanaya tersebut malah membuat Galih masuk ke dalam neraka kehidupan. Bagaimana nasib Kanaya setelah Galih tak bersedia bertanggung jawab, meski Galih sangat mencintainya? Apakah Kanaya akan tetap mempertahankan kehamilannya atau menggugurkan kandungannya?
"Om, aku hamil."
Galih terkejut bukan main begitu mendengar pengakuan dari selingkuhan kecilnya itu. "Jangan bercanda kamu. Om tidak mau kamu ajak bercanda tentang hal ini ya?"
"Kana tidak bercanda, om. Kana serius."
Galih sedikit mengernyitkan dahinya. Dia menatap kelu Kana yang sedang mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
"Ini buktinya." Kana memberikan hasil test pack yang baru saja tadi pagi dia lakukan. "Hasilnya- positif."
Ukiran senyuman dari wajah manis Kana justru membuat Galih merasa sangat resah kali ini. Padahal, yang membuat Galih jatuh hati pada Kana justru senyuman manis Kana saat perjumpaan pertama mereka di sebuah toko buku, sekitar satu tahun yang lalu.
Galih mengambil test pack dari tangan Kana dengan lemas dan jantung yang berdebar. Begitu benda pipih tersebut ada di tangannya, Galih langsung bisa melihat dua garis merah dari hasil test pack tersebut.
"Ini pasti bukan dari hasil urine kamu, kan?" Galih masih sangat berharap kalau hasil dua garis merah tersebut bukanlah milik dia dan Kana.
"Ini hasil dari urine Kana tadi pagi, om. Kalau om tidak percaya, om bisa mengajak Kana ke dokter. Kana bersedia." Kana tentu saja sangat senang dengan kabar mengenai kehamilannya itu. Tapi, Galih justru merasa sebaliknya. Kabar kehamilan Kana malah menjadi neraka untuknya.
Bagaimana Galih tidak merasa demikian. Hubungan pernikahannya dengan Fiona menjadi taruhannya. Galih tak mau kalau kehamilan Kana justru menghancurkan rumah tangganya dengan Fiona.
"Om? Kenapa om Galih diam saja?"
"Kana, begini." Galih sangat syok saat ini. Kabar kehamilan Kana memang membuatnya langsung merasa frustasi.
"Ya, om." Kana akan mendengarkan perkataan dari kekasihnya yang berbeda generasi dengannya itu dengan baik-baik. Seperti biasanya, mahasiswi itu selalu menjadi gadis yang patuh apapun yang akan Galih katakan padanya selama ini.
"Om percaya kalau kamu hamil."
"Terima kasih, om." Kana tersenyum semakin manis. Dia merasa lega karena Galih langsung mempercayai dirinya, tanpa perlu Kana bersusah payah meyakinkan kekasihnya itu. Dan, seperti biasanya pula Galih tak pernah tidak percaya pada Kana selama ini.
"Tapi usia kamu kan masih sangat muda sekali, 20 tahun. Sedangkan usia om sudah mencapai 40 tahun. Usia yang sangat rentan kalau harus memiliki anak kembali." Galih berusaha mencari alasan. Dia pun mengatakannya dengan sangat hati-hati. Selain agar Kana mudah mencerna ucapannya, dia juga ingin Kana tidak tersinggung dan bisa mengerti dirinya.
Namun, senyuman di wajah Kana langsung mengkerucut perlahan begitu dia harus mendengar ucapan Galih itu. Jelas, kalau Kana tidak bodoh. Dia langsung bisa menarik kesimpulan dari ucapan kekasihnya itu.
"Om," Kana memanggil pelan Galih. "Ap om- mau kalau Kana... menggugurkan kandungan Kana. Begitu?" Kana bertanya dengan lirih.
Dengan berat hati dan dengan satu tarikan nafas, Galih menjawab, "Iya."
Nana langsung terkelu. Reflek, air matanya langsung meniti dari kedua sisi matanya detik itu juga.
"Tolong mengerti keadaan aku, Kana. Bukankah hubungan kita tidak lebih dari hubungan senang-senang saja?"
Kana tersenyum sendu. Dia sangat menyayangkan hubungan mereka yang sudah terjalin hampir selama satu tahun lamanya, ternyata masih Galih anggap sebagai hubungan yang teramat biasa.
"Tapi, om mengatakan kalau om mencintai Kana."
"Memang benar, aku mencintai kamu. Tapi, bukan berarti hubungan kita harus dihadirkan dengan kehadiran anak. Itu bukan tujuan kita dari awal kita menjalin hubungan."
"Tapi, Kana sudah terlanjur hamil. Masa om tega mau menghilangkan bayi kita?"
"Hm..." Galih menghela nafas kasar. Tatapan matanya dia alihkan ke arah perut Kana yang masih sangat rata.
"Usianya pasti masih sangat kecil. Tak apa kalau harus kita hilangkah dari sekarang. Lagipula, bagaimana dengan masa depan kamu yang masih sangat panjang? Apa kamu tidak malu jika di cap sebagai pelakor? Aku sudah menikah, Kana. Aku sudah memiliki dua orang putri. Jadi, tidak mungkin aku menikahi kamu meski hanya pernikahan siri saja." Galih menegaskan hal itu kepada Kana.
Hati kana teramat sakit mendengar penolakan yang begitu tegas Galih katakan padanya.
"Om tidak adil pada Kana. Om yang berbuat, om menikmati, dan om yang menginginkan. Tapi, setelah terjadi, om malah melepaskan tanggung jawab om begitu saja."
"Aku tidak bermaksud untuk melepaskan tanggung jawabku padamu. Aku sangat mencintai kamu. Tapi, kamu juga harus mengerti keadaan aku."
"Apa yang harus aku mengerti?"
"Posisi jabatan aku di perusahaan itu yang membuat aku tidak bisa menikahi kamu."
"Tapi, Kana capek kalau harus kucing-kucingan seperti ini terus."
"Jadi, kamu mulai menuntut lebih untuk hubungan kita selama ini?"
Kana diam. Dia tak tahu harus menjawab apa. Meskipun yang memang dia inginkan adalah hubungan yang lebih. Tapi, Kana berusaha sadar diri. Kalau dari sejak awal hubungan dia dan Galih terjalin, memang tak bisa lebih dari hubungan seru-seruan saja. Karena Galih sudah mengatakan hal itu kepadanya.
"Lagian kita hanya melakukannya sekali saja. Tapi, kenapa bisa langsung jadi sih, Na?"
"Kan om melakukannya tanpa pengaman. Om juga yang melakukannya dalam keadaan mabuk. Jadi mana mengerti Kana soal begituan. Itu kan pengalaman pertama Kana, om."
Galih lupa. Dia baru menyadari itu. Gara-gara pertengkaran hebatnya dengan istrinya di hari itu, akhirnya Galih mabuk berat. Dia hilang akal dengan mengajak Kana ke sebuah hotel dan melakukan hubungan intim di malam itu.
"Oh, shit. Kenapa aku begitu bodoh." Galih memaki dirinya sendiri.
"Om, Kana beneran tidak mau menggugurkan kandungan Kana." Kana mengatakan dengan wajah memelas.
"Tapi aku benar-benar tidak bisa menikahi kamu, Kana! Apa kamu tidak mengerti juga dengan perkataan aku!" Galih sangat marah. Dia membentak Kana dengan penuh emosi.
Kana tersontak kaget. Dia tak menyangka kalau pria yang selalu bersikap lembut dan hangat kepadanya selama ini, ternyata bisa melakukan ini padanya.
Tapi, Galih segera menyadari cepat kesalahannya. Begitu dia melihat Kana terlihat ketakutan gara-gara bentakannya barusan, Galih langsung merangkul tubuh Kana dan memeluknya erat.
"Maafkan aku. Maafkan aku, Kana. Aku tidak bermaksud untuk menyakiti kamu. Aku hanya syok, stress, dan bingung harus melakukan apa sekarang. Sedangkan kamu tidak mau menuruti perintah aku. Padahal kalau kamu mau menuruti perintah aku, maka permasalahan kita selesai."
Tapi Kana tetap tidak mempedulikan apapun yang Galih katakan kepadanya. Kana tetap pada pendiriannya untuk tetap mempertahankan kehamilannya.
Kana menangis sejadi-jadinya dalam pelukan tulus Galih kepadanya.
***
Namanya Zeefril, seorang pemuda soleh yang tingkat ketampanannya bak pemuda Turki. Bersih dan rapi. Selain memiliki wajah yang tampan, Zeefril juga memiliki kepribadian yang hangat, santun, dan sabar. Ibarat makanan, Zeefril itu paket komplit. Zeefril cerdas dan sering menjuarai lomba tahfidz. Hingga suatu hari, Zeefril dipertemukan dengan seorang gadis manja, cuek, labil, dan kritis. Sifat yang cukup bertolak belakang dengan Zeefril malah membuat Zeefril harus mendidik gadis bernama Kanaya itu, agar bisa menjadi perempuan yang sesungguhnya. Hidup Zeefril mulai dibuat susah sejak kehadiran Kanaya. Namun pada akhirnya, kesulitan yang Zeefril rasakan malah berubah menjadi rasa kasih sayang yang membuat Zeefril mulai jatuh cinta pada gadis tersebut. Cinta antara si cowok kalem dan gadis kicik. Bagaimana kisah kehidupan mereka berdua? Yang selalu diwarnai dengan pertengkaran, perdamaian, hingga perhatian.
Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel Ketika istrinya tak lagi mampu mengimbangi hasratnya yang membara, Valdi terjerumus dalam kehampaan dan kesendirian yang menyiksa. Setelah perceraian merenggut segalanya, hidupnya terasa kosong-hingga Mayang, gadis muda yang polos dan lugu, hadir dalam kehidupannya. Mayang, yang baru kehilangan ibunya-pembantu setia yang telah lama bekerja di rumah Valdi-tak pernah menduga bahwa kepolosannya akan menjadi alat bagi Valdi untuk memenuhi keinginan terpendamnya. Gadis yang masih hijau dalam dunia dewasa ini tanpa sadar masuk ke dalam permainan Valdi yang penuh tipu daya. Bisakah Mayang, dengan keluguannya, bertahan dari manipulasi pria yang jauh lebih berpengalaman? Ataukah ia akan terjerat dalam permainan berbahaya yang berada di luar kendalinya?
Selama dua tahun, Brian hanya melihat Evelyn sebagai asisten. Evelyn membutuhkan uang untuk perawatan ibunya, dan dia kira wanita tersebut tidak akan pernah pergi karena itu. Baginya, tampaknya adil untuk menawarkan bantuan keuangan dengan imbalan seks. Namun, Brian tidak menyangka akan jatuh cinta padanya. Evelyn mengonfrontasinya, "Kamu mencintai orang lain, tapi kamu selalu tidur denganku? Kamu tercela!" Saat Evelyn membanting perjanjian perceraian, Brian menyadari bahwa Evelyn adalah istri misterius yang dinikahinya enam tahun lalu. Bertekad untuk memenangkannya kembali, Brian melimpahinya dengan kasih sayang. Ketika orang lain mengejek asal-usul Evelyn, Brian memberinya semua kekayaannya, senang menjadi suami yang mendukung. Sekarang seorang CEO terkenal, Evelyn memiliki segalanya, tetapi Brian mendapati dirinya tersesat dalam angin puyuh lain ....
Istriku yang nampak lelah namun tetap menggairahkan segera meraih penisku. Mengocok- penisku pelan namun pasti. Penis itu nampak tak cukup dalam genggaman tangan Revi istriku. Sambil rebahan di ranjang ku biarkan istriku berbuat sesukanya. Ku rasakan kepala penisku hangat serasa lembab dan basah. Rupanya kulihat istriku sedang berusaha memasukkan penisku ke dalam mulutnya. Namun jelas dia kesulitan karena mulut istriku terlalu mungil untuk menerima penis besarku. Tapi dapat tetap ku rasakan sensasinya. Ah.... Ma lebih dalam lagi ma... ah.... desahku menikmati blowjob istriku.
"Bagaimana mungkin seorang dokter spesialis kesuburan justru mandul?!" Felicia Hera adalah seorang dokter yang sudah berhenti bekerja semenjak menikah dan fokus mengabdi kepada suaminya. Namun, Felicia tidak kunjung dapat memberikan anak hingga suaminya berselingkuh dengan wanita lain. Dia bahkan menceraikan Felicia. Pada saat yang sama, Felicia kembali meniti karir kedokterannya dan pasien pertamanya justru mengajak Felicia untuk berhubungan demi membuktikan kesuburan Felicia. Hingga tepat setelah melakukannya, Felicia menghilang. Lima tahun kemudian, Felicia kembali ke tanah air membawa seorang anak perempuan yang cantik jelita. Hingga masalah datang saat ternyata direktur di rumah sakit barunya adalah ayah dari anaknya! Bagaimana Felicia menyembunyikan identitasnya? Tahukah dia, bahwa pria dingin itu telah memburu Felicia selama lima tahun terakhir?
Hanya ada satu pria di hati Regina, dan itu adalah Malvin. Pada tahun kedua pernikahannya dengannya, dia hamil. Kegembiraan Regina tidak mengenal batas. Akan tetapi sebelum dia bisa menyampaikan berita itu pada suaminya, pria itu menyodorinya surat cerai karena ingin menikahi cinta pertamanya. Setelah kecelakaan, Regina terbaring di genangan darahnya sendiri dan memanggil Malvin untuk meminta bantuan. Sayangnya, dia pergi dengan cinta pertamanya di pelukannya. Regina lolos dari kematian dengan tipis. Setelah itu, dia memutuskan untuk mengembalikan hidupnya ke jalurnya. Namanya ada di mana-mana bertahun-tahun kemudian. Malvin menjadi sangat tidak nyaman. Untuk beberapa alasan, dia mulai merindukannya. Hatinya sakit ketika dia melihatnya tersenyum dengan pria lain. Dia melabrak pernikahannya dan berlutut saat Regina berada di altar. Dengan mata merah, dia bertanya, "Aku kira kamu mengatakan cintamu untukku tak terpatahkan? Kenapa kamu menikah dengan orang lain? Kembalilah padaku!"
Dua tahun lalu, Regan mendapati dirinya dipaksa menikahi Ella untuk melindungi wanita yang dia sayangi. Dari sudut pandang Regan, Ella tercela, menggunakan rencana licik untuk memastikan pernikahan mereka. Dia mempertahankan sikap jauh dan dingin terhadap wanita itu, menyimpan kehangatannya untuk yang lain. Namun, Ella tetap berdedikasi sepenuh hati untuk Regan selama lebih dari sepuluh tahun. Saat dia menjadi lelah dan mempertimbangkan untuk melepaskan usahanya, Regan tiba-tiba merasa ketakutan. Hanya ketika nyawa Ella berada di tepi kematian, hamil anak Regan, dia menyadari, cinta dalam hidupnya selalu Ella.